ID191011

JUMAT 11 oktober 2019

24

Investor Daily/Emral

Peruri Dwina Septiani Wijaya, dan disaksikan Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto di Kantor Pusat Peruri, Jakarta, Kamis (10/10). Budi Satria mengatakan, kerja sama ini memiliki potensi nilai yang tidak kecil dilihat dari jumlah karyawan Peruri yang berjumlah 1.900 orang. “Dengan asumsi harga rumah mulai dari Rp 400 jutaan, maka tidak kurang sekitar Rp 750 miliar sampai dengan Rp 1 triliun kredit baru BTN akan dikucurkan untuk proyek ini,” kata Budi di sela acara penandatanganan PKS. Menurut dia, kerja sama dengan Pe r ur i dan BPJSTK memi l i k i nilai strategis bagi masing-mas­ ing pihak khususnya BTN terkait penyaluran kredit di bidang per­ umahan. Penyaluran kredit yang diperuntukkan bagi pembangunan perumahan khusus pegawai Perum Peruri ini akan menggunakan skema ( borrower ) maupun pemberi pinja­ man semakin meningkat demi mem­ perluas akses pembiayaan kepada masyarakat,” imbuh dia. Sementara itu, Kepala Bidang Kelembagaan dan Humas AFPI Tumbur Pardede mengatakan, pi­ haknya menekankan kepada seluruh penyelenggara fintech P2P lending sebagai anggota AFPI seluruhnya terikat dan tunduk pada pedoman per­ ilaku ( code of conduct ). Di antaranya mencakup komitmen menjalankan transpansi produk, pencegahan pin­ jaman berlebih ( predatory lending ), komitmen menjaga keamanan data pengguna dan praktik penagihan yang beretika dan bertanggung jawab. Selain itu, status berizin juga harus dimanfaatkan penyelenggara untuk lebih gencar dalam berkolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan. “Terbitnya izin usaha baru ini men­ andakan bahwa kolaborasi yang terus berjalan berkesinambungan antara penyelenggara fintech P2P lending dan lembaga pendukung Iainnya seperti digital signature , credit scoring , asur­ ansi dan perbankan semakin baik,” Sementara itu, setelahmendapatkan status berizin setiap penyelenggara memiliki target bisnis yang akan dicapai. CEO Kredit Pintar Wisely Wijaya menyampaikan, pihaknya akan lebih gencar dalam memban­ gun profil pembiayaan dari setiap peminjam. Banyak ditemui nasabah yang dapat meningkatkan jumlah pinjaman namun tetap lancar dalam pembayarkan cicilan. “Artinya, banyak dari peminjam yang kini lebih baik taraf hidupnya. Di situlah yang saya lihat untuk mem­ bangun dan membantu masyarakat Indonesia mendapat akses kredit,” ungkap dia. Kemudian CEO KlikACC Peter Djatmiko mengemukakan, bahwa pola bisnisnya berbentuk kemitraan. Dengan adanya Izin pihaknya akan le­ bihmudahmelakukan perjanjian kerja sama (PKS). Sebelumnya, banyak dari calon mitra yang berminat bekerja sama tapi terhambat pada statusnya yang belum berizin. Salah satunya pemilik dari KlikACC yakni PT Bank Central Asia Tbk. “Salah satu strategi kami adalah menjadi channeling partner dengan BCA untuk menyalurkan kredit usaha rakyat. Jadi ada beberapa proyek dengan petani dan dokter mata. Ten­ tunya kedepan, kita berharap dapat berkembang dan maju,” jelas dia. Sementara itu, CEO KTA Kilat (pendanaan.com) DinoMartinmenye­ but, ke depan pihaknya siap menjadi mitra teknologi bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan konvensional. Kerja sama tersebut dalam bentuk penyedia penilaian kredit dan mesin analisis risiko untuk menyalurkan pembiayaan ultra mikro. “Jadi urusan brand dan merek tetap milik partner kami, pendanaan hanya menyediakan layanan dan dukungan teknologi dibalik layar,” terang dia. CEO MauCash Rina Apriana men­ gungkapkan, pihaknya berkomitmen meningkatkan cakupan wilayah yang akan dirambah. Sebab, hal tersebut merupakan mandat dari OJK untuk mengembangkan literasi ke seluruh wilayah di Indonesia. Kemudian, secara perlahan mulai melakukan penetrasi pembiayaan produktif. “Itu pada saat berizin juga menjadi salah satu syaratnya. Kalau saat ini kita hanya bermain di multiguna, kedepannya untuk mulai masuk ke produktif terutama masuk dalamekos­ istem Astra (PT Astra Inernational Tbk) sendiri,” tambah dia. (c04) tutur Tumbur. Target Bisnis

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) membangun perumahan pekerja untuk pegawai Perum Per­ cetakan Uang Republik Indonesia (Peruri). Diperkirakan, sekitar Rp 750 miliar sampai dengan Rp 1 triliun kredit baru BTN akan dikucurkan untuk proyek ini. Kerja sama ini dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Perum Peruri, BPJSTK, dan BTN tentang Pemberian Manfaat Layanan Tambahan Berupa Fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah dan Pinjaman Renovasi Perumahan Bagi Kar y­ awan. Adapun PKS tersebut ditandatan­ gani oleh Direktur Consumer Banking BTN Budi Satria, Direktur Pengem­ bangan dan Investasi BPJSTK Amran Nasution, dan Direktur Utama Perum JAKARTA – Enam penyelenggara fintech P2P lending memperoleh status berizin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Status tersebut didapat melalui proses ketat regulator dengan menim­ bang segala aspek dari kualitas model bisnis hingga mitigasi resiko yang mesti berbasis teknologi. Keenam penyelenggara yang baru saja mendapatkan lisensi meliputi Modalku, KTAKilat (pendanaan.com), Kredit Pintar, Maucash, Finmas, dan KlikACC. Izin usaha itu didapatkan berdasarkan Surat Keputusan OJK pada 30 September 2019 dengan Surat Keputusan OJK (KEP) mulai dari nomor 81-85 dan 87/D.05/2019. Dengan demikian, hingga saat ini dari 127 penyelenggara fintech P2P lending yang mendapatkan status berizin menjadi 13 penyelenggara. Sebelumnya 7 perusahaan lebih dulu menerima status berizin yakni Dana­ mas, lnvestree, Amartha, Dompet Kilat, KlMO, Toko Modal, dan Uang Teman. Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK Hendrikus Passagi mengemukakan, ketika penyelenggara fintech P2P lending mengajukan untuk berizin, pihaknya mematok beberapa persyaratan yang harus dilalui. Pertama, penyeleng­ gara harus bisa membuktikan bisa berkolaborasi dengan perbankan guna meningkatkan kualitas pem­ biayaan. Kedua, penyelenggara harus bisa menunjukan bentuk penilaian pinjaman supaya pembiayaan tidak dilakukan secara ugal-ugalan. Kemudian ketiga, lanjut dia, penyelenggara fintech P2P lending harus membuktikan telah bekerja sama dengan perusahaan asuransi atau pejaminan sebagai bentuk anti­ sipasi dari pembiayaan bermasalah. Hal tersebut menghindari ker u­ gian finansial dari pemberi pinjaman ( lender ). Dan yang tidak kalah penting yakni harus terhubung dengan pusat data fintech P2P lending (Pusdafil) sehingga pembiayaan juga dapat berkualitas dan segmen yang disasar juga sesuai. “Kalau itu tidak dipenuhi, jan­ gan pernah bermimpi izin kami keluarkan. Dan ketika mereka melak­ ukan hubungan seperti ini, mereka harus melakukannya dalam konteks melalui teknologi. Tidak bolehmelalui manual,” kata dia seusai penyerahan ser tifikat berizin kepada keenam penyelenggara di Jakar ta, Kamis (10/10). Dia menambahkan, pola bisnis melalui teknologi sangat penting bagi fintech P2P lending karena merupakan esensi dari industri tersebut diband­ ingkan industri keuangan konven­ sional. Hendrikus menilai, pelibatan teknologi membuat OJK bekerja lebih ekstra dalam mempertimbangkan menerbitkan status berizin. Sebab, selain memperhatikan kualitas model bisnis, OJK juga harus menaruh fokus yang sama pada mitigasi resiko tari teknologi informasi yang digunakan. “Untuk perizinan, kami ter us dorong. Tapi kami tidak akan pernah menurunkan kualitas. Karena yang kami inginkan adalah inklusi keuan­ gan yang sehat,” tegas Hendrikus. Dia juga mengungkapkan, saat ini ter­ dapat 50 antrian penyelenggara untuk mendapatkan status berizin. Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI) Adrian Gunadi menyampaikan, pemberian izin menandakan kredibilitas industri fintech P2P lending semakin tinggi. Ke depan, pemberian izin diharapkan dapat terus meningkatkan kepercay­ aan masyarakat dan investor kepada bisnis fintech P2P lending di Indonesia. “Dengan demikian diharapkan jum­ lah penyaluran dan jumlah peminjam

Kerja sama Mandiri - Astra Modern Land Dari kiri ke kanan, EVP Consumer Loans Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, Regional CEO Bank Mandiri Jakarta 1 Teuku Ali Usman, Wakil Presiden Direktur Astra Modern Land Yee Kong Seng Francis dan Direktur PT. Astra Modern Land) Panji Nurfirman usai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Kamis (10/10). Bank Mandiri memberikan fasilitas KPR untuk kepemilikan hunian pada Proyek ASYA di Jakarta Timur yang dikembangkan Astra Modern Land guna meningkatkan bisnis di segmen nasabah retail. Hingga Agustus 2019, Bank Mandiri telah menyalurkan KPR dengan outstanding sebesar Rp 42,96 triliun, tumbuh 3,45% yoy.

Oleh Nida Sahara

juga berfungsi sebagai sarana bagi pelajar untuk mengenal perbankan,” terang Hari. Para pelajar cukup membawa buku tabungan mereka ke sekolah dan langsung bisa transaksi di Agen Brilink. Tak hanya itu, BRI juga menyiapkan platform pembukaan rekening berbasis mobile apps yang akan dilekatkan kepada Agen BRILink, sehingga para Agen BRILink bisa menjadi perpanjangan tangan petugas customer service yang selama ini ber­ tugas melayani pembukaan rekening di unit kerja BRI. Hari juga mengungkapkan, kegi­ atan tersebut merupakan sarana yang baik untuk memasyarakatkan Tabungan Simpel kepada para pelajar dan dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk terlibat secara langsung dalam literasi dan inklusi keuangan. “Sampai dengan Agustus 2019, BRI telah berhasil mengimple­ mentasikan program SimPel dengan perolehan lebih dari 21 juta rekening dan total simpanan lebih dari Rp 2 triliun,” kata Hari. Selain itu, pada kegiatanMenabung Ya SimPel Aja BRI berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Komunitas Bank Sampah setempat un­ tuk peduli akan lingkungan. Para siswa yang mengumpulkan dan menyet­ orkan sampah kepada bank sampah setempat akan mendapatkan tamba­ han saldo pada rekening Tabungan SimPel mereka. “Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan budaya menabung dan peduli lingkungan sejak dini ke­ pada pelajar, sekaligus mendukung tercapainya target inklusi keuangan sebesar 75% tahun 2019 sebagaimana yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” pungkas Hari. “Manfaat layanan tambahan ini juga sebagai bentuk komitmen kami mendukung program sejuta rumah milik pemerintah, dan kami ber­ harap program ini dapat membantu mewujudkan mimpi pekerja memi­ liki tempat tinggal pribadi dan me­ ringankan beban pekerja, dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari khusunya bagi peser ta BPJSTK,” pungkas Agus. Sementara itu, Dwina Septiani Wijaya mengatakan, kerja sama ini merupakan wujud sinergi antara BUMN dan lembaga negara. Har­ apannya melalui sinergi ini dapat tercipta kerja sama yang saling menguntungkan seluruh pihak guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Program ini merupakan bentuk nyata Peruri sebagai agent of development memiliki peran un­ tuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Dwina. (ris)

remote area, ” tutur Supari. Terkait hal tersebut, meratanya penyaluran kartu Kusuka menjadi sarana untuk kegiatan inklusi dan literasi keuangan bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan secara optimal. “BRI berkomitmen bersama KKP akan mendukung program penyaluran Kar tu Kusuka untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, serta memudahkan akses layanan perbankan dan permodalan secara merata bagi para pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan,” un­ gkap Supari. Layanan Generasi Z Sementara itu, perseroan terus meningkatkan layanan keuangan ter­ masuk kepada generasi Zmelalui agen BRILink. Melalui programMenabung Ya SimPel Aja yang diselenggarakan di SMPN 2 Tabanan, Bali, BRI bersinergi dengan sekolah untuk menghadirkan layanan BRILink di sekolah guna perluasan akses keuangan khususnya bagi segmen pelajar. Kegiatan tersebut merupakan upaya nyata perseroan mendukung imple­ mentasi One Student One Account melalui Tabungan Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB), yang memiliki fitur biaya bebas administrasi dan setoran terjangkau. Corporate Secretar y BRI Hari Purnomomengatakan, dengan adanya layanan BRILink yang dapat menye­ diakan layanan perbankan di SMPN 2 Tabanan, para siswa tidak lagi terkendala ketika ingin menabung. “BRI mengharapkan kegiatan ini dapat diperluas ke seluruh sekolah di Indonesia, sehingga dapat men­ ingkatkan akses inklusi keuangan dan budaya menabung kepada generasi Z. Dengan demikian Agen BRILink kerja sama ini dapat dijadikan contoh untuk BUMN ataupun institusi lain. Agus pun menegaskan BPJSTK dan BTN siap men- support . “Ini adalah salah satu wujud nyata MLT BPJSTK yang langsung dira­ sakan oleh peserta berupa Fasilitas Pembiayaan Per umahan Pekerja (FPPP) yang dapat dinikmati oleh seluruh peserta BPJSTK yang men­ gikuti program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan masa kepesertaan aktif selama satu tahun, tertib administrasi kepesertaan, dan tidak menunggak iuran,” kata Agus. Agus menjelaskan, dalam projek FPPP ini BPJSTK berperan sebagai penyuntik dana kepada BTN untuk pembangunan rumah bagi pegawai Peruri tahap pertama sebanyak 66 unit di atas lahan seluas 6.233 meter persegi yang berlokasi di Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat pertumbuhan kredit mikro sampai dengan kuartal ketiga tahun ini masih cukup tinggi sebesar 13% secara tahunan ( year on year / yoy). Pertumbuhan kredit mikro tersebut dinilai menjadi tulang punggung pertumbuhan total kredit perseroan hingga akhir September 2019.

11,84% (yoy) menjadi Rp 794,30 triliun per Juni 2019. Kerja Sama KKP Sementara itu, BRI menjalin kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP). Direktur Bisnis Mikro BRI Supari menjelaskan, perjanjian kerja sama pencetakan kar tu Pelaku Utama Sektor Kelautan dan Perik­ anan (Kusuka) merupakan pintu awal terciptanya sinergi yang saling menguatkan antara BRI dan KKP, mengingat fungsi kar tu Kusuka selain sebagai identitas tunggal pelaku usaha yang tervalidasi secara online . Kemudahan akses layanan jasa perbankan juga sebagai sarana yang efektif untuk menentukan kebijakan sertamonitoring dan evaluasi program pemerintah. “Perihal kemudahan lay­ anan jasa perbankan, melalui jaringan kerja BRI yang tersebar dan terbesar, sehinggamemungkinkan seluruh pen­ erima Kartu Kusuka dapat menikmati fasilitas layanan jasa perbankan dan permodalan usaha hingga pelosok di skema FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan),” tambah Budi. Sementara itu, sampai dengan 30 September 2019, BTN telah menyalurkan pembiayaan perumahan untuk Program Sejuta Rumah seban­ yak 610.499 unit dengan nilai kredit mencapai sekitar Rp 50,736 triliun. Dengan rincian untuk KPR sebanyak 158.863 unit dan dukungan kredit konstruksi belum KPR 451.636 unit. “Dengan pencapaian ini BTN telah mencapai 76,31% dari target total tahun ini yang dipatok sebanyak 800 ribu unit baik untuk pembiayaan per­ umahan subsidi maupun nonsubsidi,” kata Budi Satria. Kerja Sama Pertama Sementara itu, Agus Susanto me n g a t a k a n , k e r j a s ama i n i merupakan yang pertama kali dilak­ ukan oleh BUMN. Dia berharap mode

Direktur Keuangan BRI Haru Koes­ mahargyo mengatakan, meskipun industri perbankanmengalami perlam­ batan pertumbuhan kredit, pihaknya masih memperoleh per tumbuhan kredit di atas industri. “Laporan keuangan kuar tal III belum audit, sebentar lagi analyst meeting , tapi masih double digit , su­ dah tumbuh 13% untuk kredit mikro, itu yang mendorong kredit kami,” ungkap Haru kepada Investor Daily , Rabu (9/10). Hingga akhir tahun ini, pihaknya masih optimistis kredit tumbuh sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) yang sebesar 12% (yoy). Menurut dia, pertumbuhan kuartal III sudah in line dengan target. Sementara itu, pada semester per­ tama tahun ini kredit mikro yang disalurkan BRI tumbuh 13,56% (yoy) menjadi Rp 292,64 triliun. Kredit UMKM tumbuh 13,07% dari Rp 602,72 triliunmenjadi Rp 681,50 triliun. Kredit segmen ritel dan menengah tercatat meningkat 14,98% (yoy) menjadi Rp 253,77 triliun. Sedangkan secara keselur uhan kredit BRI tumbuh skema manfaat layanan tambahan (MLT) BPJSTK yang bekerja sama dengan BTN. Kerja sama tersebut ber tujuan untuk meringankan beban karyawan Peruri dalam program pembiayaan kepemilikan rumah. Dalam hal ini BPJSTK akan menempatkan dana dalam bentuk deposito di BTN secara bertahap sesuai dengan kebutuhan penyaluran MLT berupa kredit pemi­ likan rumah (KPR) dan pinjaman renovasi perumahan (PRP). Dengan adanya kerja sama ini, bunga yang diberikan BTN dipastikan lebih rendah dari pasaran atau hanya sekitar 8,25%. “Kerja sama ini sekaligus untuk mendukung percepatan program sejuta rumah yang dicanangkan oleh pemerintah dan menjadi program kerja Kementerian PUPR, di mana BTN menjadi pendamping dalam mendukung pembiayaan melalui

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online