ID200624

RABU 24 JUNI 2020

24

Beritasatu Photo/Uthan AR

dibeli antara lain sembako, sayuran, daging, buah-bua- han, dan berbagai kebutuhan lainnya melalui website yang langsung terhubung dengan penjual di Pasar. Wakil Direktur Utama Bank BRI Catur Budi Harto menyebutkan, hingga saat ini, perseroan bersama pen- gelola pasar telah merilis 3.232 Web pasar secara nas- ional, 355 diantaranya berada di wilayah DKI Jakarta. “Ter- dapat sekitar 550 pedagang di Pasar Rawamangun yang terletak di depan Terminal Induk Rawamangun ini. Tidak hanya Web Pasar, kami juga mendukung para pedagang dengan layanan Teras BRI, untuk mempermudah ped- agang melakukan transaksi keuangannya di BRI,” ungkap Catur. BRI juga mendorong per- tumbuhan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di kalangan para pedagang guna meng- gerakkan roda pertumbuhan bisnis dan meningkatkan produktivitas serta nilai usaha pedagang pasar. Hingga akhir Mei 2020, tercatat BRI telah menyalurkan KUR di Wilayah DKI Jakarta sebesar Rp 885 miliar, sedangkan secara na- sional telah mencapai Rp 47,4 triliun. Teten juga menyampaikan, agar BRI terus mempercepat dan memperkuat penyaluran KUR terhadap pelaku UMKM. Selain itu, dia juga berharap KUR dapat lebih mudah diakses oleh pelaku UMKM, sehingga pelakuUMKMdapat segera mendapatkan tamba- hanmodal kerja untuk bangkit dalam masa new normal ini. Pihaknya telah menyiapkan strategi guna mendorong UMKM dan koperasi bangkit pascawabah Covid-19 nanti, salah satunya fase survival sesuai dengan stimulus di sektor keuangan yang telah diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Keuan- gan. (nid) dan jasa di setiap sub kategori produk yang telah diseleksi berdasarkan kriteria tertentu. Responden memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA, dengan socioeconomic status A sampai C. Survei ini dilakukan di seluruh wilayah indonesia pada Maret hingga Mei 2020. Penentuan merek dalam Millenial’s Top Brand Award 2020 didasarkan pada konsep brand awareness, brand values , dan brand recall . Merek yang terpilihmerupakan merek ter- banyak yang dipilih oleh para milenial dan memiliki tingkat loyalitas dan rekomendasi yang tinggi. Upaya membidik gener- asi milenial dilakukan BTN sejak tahun 2018 dengan produk KPR Gaess. Awal tahun 2020 produk ini dilak- ukan rebranded menjadi ‘KPR Gaess for Millenials’. KPR Gaess for Millenias hadir juga di website www.btnproperti. co.id untuk memudahkan para milenial yang dikenal sebagai tech savvy . “Kami sen- gaja memasukkan program tersebut di situs resmi BTN khusus KPR sebagai bagian dari digitalisasi, sehingga KPR from Home bisa dinikmati oleh para milenial,” kata Yossi. KPR Gaess For Milleni- als merupakan kredit untuk pemilikan hunian bagi kaum milenial berusia 21-35 tahun. BTN memberikan tawaran/ gimmick menarik diantara uang muka ( down payment / DP) mulai dari 1%, bebas biaya admin, suku bunga single digit , diskon provisi 50%, dan jangka waktu kredit hingga 30 tahun. (imm)

Teten Masduki

JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM (Ke- menKop UKM) RI bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) men- dorong para pelaku UKM di Indonesia yang tengah menghadapi kenormalan baru untuk bertransaksi di- gital. Dukungan tersebut dilakukan dengan melakukan kunjungan langsung kepada para pedagang di Pasar Pagi Rawamangun, Jakarta Timur, untuk mencoba implementasi Web Pasar yang dimanfaatkan oleh para pedagang dan pem- beli. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengun- gkapkan, pemerintah sangat menyambut baik Web Pasar yang diinisiasi oleh BRI, kar- ena momentum sekarang ini saat yang tepat untuk perce- patan UMKM memasarkan produknya melalui digital. “Kami dan BRI seringkali melakukan pendampingan bersama melalui pemberian pelatihan dan pembinaan dalam rangka inkubasi bagi mereka agar dapat terhubung dengan ekosistem digital,” kata Teten dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6). Dukungan digitalisasi transaksi di pasar-pasar ini ditujukan agar para pedagang pasar terbantu memasarkan dagangannya kepada konsu- men secara virtual tanpa harus bertemu secara langsung di lokasi pasar. Produk yang bisa JAKAR TA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil meraih TOP Brand Award 2020 seba- gai KPR PilihanMilenial untuk kategori KPR. Pencapaian tersebut merupakan hasil in- ovasi BTN dalam mengemas dan mengkomunikasikan produk KPR dengan program dan skema yang menarik bagi generasi milenial, di antaranya Program KPR Gaess for Mil- lenial. “Ini adalah apresiasi yang membanggakan bagi kami, KPR Gaess for Millenial merupakan salah satu produk kami dan kebetulan pegawai kami 80% milenial dan ini merupakan bonus demografi. Sementara di era pandemi ini kami juga melakukan improve- ment yang lebih cepat dengan digitalisasi yaitu dengan KPR From Home sehingga proses approval bisa dilakukan di rumah saja, dan kami akan terus mengembangkannya,” kata Direktur Human Capital, Legal, and Compliance BTN Yossi Istanto saat hadir di acara IndonesiaMillenials Top Brand Award 2020, melalui keterangan pers, Minggu (21/6). Penghargaan tersebut diter- ima BTN berdasarkan hasil penilaian dari TimRiset Warta Ekonomi yang telah melak- ukan proses riset dengan metode kuantitatif menggun- akan teknik riset online survey melalui aplikasi mobile dan bekerja sama dengan Jakpat dengan jumlah responden sebanyak 5.000 responden. Kriteria responden ada- lah usia 18-35 tahun yang merupakan konsumen barang

Penempatan Uang Negara Petugas menghitung uang rupiah di salah satu bank swasta di Jakarta, belum lama ini. Menteri Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. Dalam PMK tersebut antara lain diatur, bank umum mitra memberikan remunerasi atas penempatan uang negara.

mengungkapkan mereka ter- informasi dengan baik men- genai tenggat waktu tersebut yakni 1 Juli 2020. “Ini biasanya masyarakat Indonesia mepet deadline, walaupun sudah tahu tapi masih belum mengaktifkan PIN,” ujar Steve. Adapun, terlepas dari tingkat kesadaran yang tinggi, satu dari empat pemegang kartu kredit Indonesia masih belummengak- tifkan PIN pada kartu kredit mereka. “AKKI sepenuhnya mengapresiasi inisiatif-inisiatif dari semua bank dan dukun- gan Visa dalam menyebarkan informasi penting ini melalui berbagai medium, membantu in- dustri bermigrasi ke autentikasi PIN sepenuhnya, dan pada gilirannya meningkatkan per- lindungan konsumen saat ber- transaksi menggunakan pemba- yaran digital,” jelas dia. Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Ab- durrahman mengatakan, situasi saat ini telah mempercepat agenda nontunai, sebagaimana terlihat dari derasnya minat ber- transaksi dengan pembayaran online dan mobile . Studi Visa Consumer Payment Attitude ter- baru memperlihatkan dua dari tiga masyarakat Indonesia telah mencoba bepergian tanpa uang tunai sama sekali selama be- berapa hari. “Minat ke depannya juga tinggi, di mana tiga dari empat konsumen memprediksi penggunaan pembayaran non- tunai mereka akan meningkat di tahun depan,” kata Riko. Sementara bagi LPEI, pen- jaminan ini dapat meningkatkan fee sebagai penjamin sekaligus sharing risiko dengan bank. Itu pun jika LPEI ikut ser ta dalam satu proyek pembiayaan kredit. Dengan demikian, tidak perlu ada kesan persaingan bank dengan LPEI. Apalagi, komitmen LPEI dalam men- ingkatkan kapasitas ekspor dapat terwujud. Keduanya dapat membentuk ekosistem baru, yaitu LPEI, bank dan nasabah ekspor tir. “Kami sama-sama meningkatkan kapasitas usaha dan pada akhirnya dapat men- ingkatkan ekspor nasional,” tambah James. Langkah strategis tersebut akan memperkuat LPEI ke depan, menjadi LPEI yang baru dengan pangsa pasar kredit ekspor yang terus membesar. Peran strategis LPEI dalam pembiayaan dan penjaminan kredit ekspor ini, pada akhirnya mendorong ekspor nonmigas yang penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (ris)

transaksi, tapi sejalan dengan pelonggaran tentu ada kenaikan lagi. Tapi untuk mencapai sama seperti tahun lalu belum bisa, karena kita belum tahu sampai kapan Covid-19 ini berakhir,” papar Steve. Menurut dia, untuk sampai dengan akhir tahun volume transaksi kar tu kredit men- ingkat 5% secara tahunan sudah merupakan angka cukup tinggi dalam kondisi saat ini. Pertum- buhan tersebut belum akan didorong dari sektor pariwisata dan turunannya. “Lebih banyak kami harapkan transaksi dari e-commerce. Ke depan juga akan ada peningkatan transaksi retail dan department store , yang belum bisa tumbuh itu di travel dan hotel,” tutur Steve. Menurut dia, dengan adanya pembatasan kegiatan di luar rumah telah mendorong tran- saksi kartu kredit untuk belanja online di e-commerce. Meskipun, dari sisi nilai transaksi tidak se- besar apabila dilakukan secara offline . Pandemi Cov i d - 19 j uga telah menyebabkan per u- bahan dengan shifting belanja masyarakat dari toko ke belanja online untuk kebutuhan grocer- ies , obat-obatan, alat elektronik, dan peralatan dekorasi rumah meningkat cukup signifikan. Walaupun ada peningkatan jumlah transaksi secara online melalui e-commerce untuk ke- butuhan sehari-hari, tidak bisa menutup penurunan transaksi dari sektor pariwisata dan tur- kepada nasabah eksportirnya. Ruang besar itu, selain potensi permodalan bank, juga daya dukung dari Lembaga Pembiay- aan Ekspor Indonesia (LPEI). Kerja sama bank dengan LPEI dalam program penjaminan kredit dapat meningkatkan daya dorong ekspor nonmigas. “Selain pembiayaan ekspor, LPEI dapat memberikan pen- jaminan kredit bank. Jadi, LPEI mempertegas posisinya sebagai credit enhancer ,” kata James Rompas. Langkah LPEI itu bertujuan mendorong perluasan share perbankan untuk memberikan kredit kepada sektor berori- entasi ekspor. Tidak hanya itu, program penjaminan kredit ekspor dari bank-bank itu punya banyak untungnya. Pertama, bagi ekspor tir, penjaminan kredit ini diharapkan dapat men- ingkatkan akses eksportir pada sumber pendanaan. Dengan de- mikian, dapat meningkatkan ka- pasitas usaha dan pada akhirnya dapat meningkatkan ekspor

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) memproyeksikan volume transaksi kartu kredit hingga akhir tahun ini masih bisa tumbuh positif 5% secara tahunan ( year on year /yoy). Pertumbuhan volume transaksi tersebut karena didukung adanya pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), setelah dalam tiga bulan terakhir terjadi penurunan transaksi yang signifikan.

Steve Marta

unannya yang menjadi penyum- bang terbesar transaksi kartu kredit. Tanda Tangan akan Ditolak Sesuai dengan mandat Bank Indonesia (BI), mulai 1 Juli mendatang, pemegang kartu kredit di Indonesia harus meng- gunakan personal identification number (PIN) enam digit saat melakukan pembayaran, karena autentikasi melalui tanda tangan akan ditolak. Semua transaksi kartu kredit yang tidak meng- gunakan autentikasi PIN akan langsung ditolak oleh mesin electronic data capture (EDC) di merchant . Kartu kredit ber- teknologi contactless masih dapat digunakan untuk berbelanja tanpa perlu autentikasi PIN ap- abila nominal transaksi di bawah Rp 1 juta. Steve menyebut, berdasarkan sur vei kedua yang dilakukan untuk menaksir level awareness pengguna kartu kredit di Juni ini, sebagian besar pemegang kar tu atau 81% responden nasional. Bisa jadi bank-bank belum banyak yang memahami pen- jaminan kredit ekspor ini. Jika pun sudah masih belum ber- sentuhan dengan LPEI. Pada- hal, dalam beberapa POJK, seper ti SEOJK Nomor 11/ SEOJK.03/2018; POJK Nomor 14/SEOJK.03/2018; POJK Nomor 15/SEOJK.03/2018, dan POJKNomor 32/POJK.03/2018 telah memberi banyak manfaat bagi bank-bank jika kreditnya dijamin oleh LPEI. Kedua, keuntungan bagi bank, karena LPEI sebagai lembaga yang memiliki sovereign status , maka kredit yang dijamin LPEI bobot aktiva tertimbang men- urut risiko (ATMR) sebesar 0%. Juga, aset yang dijamin memi- liki kualitas lancar, dan sek- aligus pengecualian perhitungan BMPK. Sehingga, bank yang menyalurkan kredit ekspor, dan jika dijamin LPEI mempunyai keleluasaan untuk ekspansi dan sekaligus meminimalkan risiko kredit.

transaksi kartu kredit berhenti sementara karena PSBB. “Ke depan karena situasi tidak permanen dan karena pelonggaran PSBB, masyarakat mulai melakukan kegiatan lagi, prospek kar tu kredit masih bagus kami optimis masih tum- buh. Pertumbuhannya kisaran 5% tahun ini dari sales volume ,” jelas Steve dalam webinar kam- panye wajiPIN,” Selasa (23/6). Steve mengungkapkan, pen- urunan yang signifikan pada April hingga Juni ini diproyeksi mulai meningkat secara berta- hap. Namun, akan sulit untuk bisa tumbuh seperti awal tahun atau bahkan tahun lalu, karena butuh waktu untuk pemuli- han ekonomi. “Selama masa PSBB ini tentu mempengaruhi dan pengecualian perhitungan batas maksimum pemberian kredit (BMPK). “Ruang lingkup dalam pen- jaminan kredit oleh LPEI ada- lah pembiayaan dalam ben- tuk modal kerja. Selain itu kredit investasi, seperti untuk ekspansi usaha,” kata James Rompas dalam web seminar Efektivitas Stimulus Fiskal dan Sektor Keuangan Untuk Menghidupkan Sektor Riil di Masa Pandemi, yang dilaksan- akan oleh Majalah Infobank , Selasa (23/6). Pada kesempatan tersebut, James Rompas menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, ek- spor nonmigas menghadapi tant- angan salah satunya penurunan perdagangan global, sehingga turut memukul kinerja ekspor. Eksportir juga terkendala oleh daya dukung pembiayaan, dan juga risiko terhadap kualitas kredit bagi perbankan. Meski demikian, kata dia, masih ada ruang bagi bank- bank memberikan pinjaman

Direktur Eksekutif AKKI Steve Marta mengatakan, pada Januari hingga Maret atau se- belum ada Covid-19 di Indone- sia, pertumbuhan volume tran- saksi kartu kredit masih bisa meningkat 7-8%. Namun, setelah bulan Maret hingga Juni saat ini transaksi kartu kredit secara keseluruhan menurun signi- fikan yang mulai terasa sejak April 2020. Hal tersebut karena pemer- intah membuat kebijakan un- tuk masyarakat di rumah saja, dan menerapkan PSBB guna mencegah penularan Covid-19. Sehingga hampir semua sek- tor seperti transportasi, hotel, restoran, pusat perbelanjaan atau mall yang mer upakan sektor terbesar penyumbang JAKARTA – Lembaga Pem- biayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Exim- bank terus memperkuat bisnis pembiayaan dan penjaminan sebagai bagian implementasi regulasi yang diamanatkan oleh pemerintah dan otoritas. Direktur Eksekutif LPEI D a n i e l J a m e s R o m p a s mengatakan, LPEI turut mem- perkuat bisnis penjaminan agar semakin berkontribusi mendorong peningkatan ek- spor sehingga mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. LPEI juga diberikan mandat untuk mendorong pembiayaan ekspor dimana LPEI berperan sebagai credit enhancer dan fill the mar- ket gap . Menurut dia, sebagai lem- baga yang memiliki sovereign status, LPEI dapat memberikan penjaminan bagi bank dengan sejumlah ketentuan. Beberapa di antaranya adalah pembo- botan ATMR (aset tertimbang menurut risiko) sebesar 0%, aset yang dijamin berkualitas lancar,

Made with FlippingBook Learn more on our blog