ID170809

rabu 9 agustus 2017

24

kredit konsumer masih berada di kisaran 1% hingga semester I-2017. Hal tersebut berasal dari banyak segmen, namun penyumbang terkecil NPL adalah fixed income , kemudian KKB, setelah itu KPR. “Untuk fixed income atau kredit tanpa agunan (KTA) bagus, kami ada payroll . Kalau dari persentase pertum- buhan yang tinggi itu KPR, tapi kalau dari rupiah KTA payroll yang tinggi,” jelas dia. Menurut dia, untuk KTA perseroan banyak kepada pekerja aktif dan pensiunan dan permintaannya yang cukup kuat. Untuk KTA, pihaknya menargetkan tumbuh kisaran 20% hingga akhir tahun, dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp 17 triliun. “Target KTA tumbuhnya ke- pala dua, tahun lalu Rp 17 triliun, jadi masih dalam range yang bisa dicapai,” lanjut dia.

BRI Randi Anto mengakui, pertum- buhan kredit konsumer masih lambat pada kuartal I-2017, namun kuartal II- 2017 mulai membaik. Dia mengharap- kan, pertumbuhan kredit konsumer akan meningkat pada kuartal III dan IV-2017 atau tumbuh di atas 17%. Untuk KPR, Randi menjelaskan, BRI mendorong penyaluran pada kuartal ketiga 2017danmembiayai KPRdengan menggunakan skema selisih suku bunga (SSB). Meskipun porsi SSB kecil dari total KPR perseroan, namun pihaknya tetap optimistis dapat mend- orong kredit konsumer perseroan. “KPR kami akan mendorong pada kuartal ketiga, kami pakai subsidi bunga juga. Kami juga ingin kerja sama dengan korporasi untuk berikan KPR bagi karyawannya, sudah ada empat yang di pipeline yang mau kami jalani,” terang Randi. Randi menjelaskan, untuk NPL

Santoso menjelaskan, transaksi perbankan juga menunjukkan per- tumbuhan positif. Transaksi di kan- tor cabang mulai turun dan beralih melalui transaksi elektronik. Men- urut dia, transaksi di cabang saat ini kurang dari 8% dari total transaksi di perseroan, dan sekitar 92% pada elektronik. “Kalau dari persentase transaksi di cabang kurang dari 8%, semua sudah dengan elektronik. Tapi dari nominal rupiah, transaksi di cabang itu menyumbang lebih dari 50%,” jelas dia. Santosomenambahkan, hal tersebut artinya transaksi yang dilakukan di cabang nominalnya besar, karena jika melalui elektronik ada batas maksim- umnya. Hingga akhir tahun, perseroan mengaku optimistis kredit konsumer akan tumbuh lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, Direktur Konsumer

di Jakarta, baru-baru ini. Santosomenjelaskan, kenaikanbisnis kartu kredit mayoritas terjadi pada bu- lan Mei, Juni, dan Juli. Dengan volume transaksi kartu kredit mencapai Rp 11,13 triliun atau tumbuh 18,4%. Adapun rasio kredit bermasalah ( non per forming loan /NPL) kartu kredit masih terjaga dengan baik. Per Juni 2016 NPL konsumer dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) BCA di level 2,1%. Selain kartu kredit, kredit pemilikan rumah (KPR) juga turut menopang pertumbuhan kredit perseroan. Hingga semester I-2017 tercatat tumbuh 21,9% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 75,25 triiliun. Kemudian, untuk kredit kendaraan bermotor (KKB) tercatat tumbuh 12,2% menjadi Rp 38,16 triliun diband- ingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar Rp 34 triliun.

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat penyaluran kredit konsumer yang cukup baik pada semester I-2017. Dua bank tersebut pun optimistis penyaluran kredit konsumer lebih baik lagi pada semester II-2017.

meningkat cukup baik. “Pada kuartal pertama konsumer masih lambat, kuartal kedua mulai membaik. Kartu kredit bagus pertum- buhannya, secara tahunan tumbuh 18,5%, volumenya juga cukup bagus. Kami harap semester kedua akan lebih baik lagi,” kata Santoso ketika ditemui

Direktur BCA Santoso Liem mengatakan, hingga semester I-2017 penyaluran kredit konsumer mencapai Rp 124,54 triliun atau tumbuh 18,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 105,15 triliun. Per tumbuhan tersebut ter utama didorong oleh bisnis kartu kredit yang

Investor Daily/ist

dan Gold Card memiliki banyak fitur dan keuntungan. Pertama, pe- megang kartu akan dapat menikmati kebebasan ber transaksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan gaya hidup. Nasabah dapat memper- oleh program loyalty Poin Xtra yang dapat ditukarkan dengan variatif barang dan jasa. Kedua, kartu kredit memberikan gratis iuran tahunan bagi para penggunanya. Ketiga, lanjut Surjawaty, pemegang kartu akan mendapatkan nilai tukar mata uang asing yang kompetitif untuk segala transaksi dengan mata uang asing melalui jaringan Mas- tercard. Terakhir, fasilitas cicilan dengan bunga ringan untuk transaksi ritel minimum Rp 500 ribu hingga 12 bulan. Division President, Indonesia, Malaysia and Brunei Mastercard Saf- dar Khan mengatakan, pihaknya men- dukung setiap langkah inovatif yang dilakukan oleh para mitra, khususnya dalammengembangkan bisnis pemba- yaran nontunai, termasuk kartu kredit, seperti yang dilakukan Bank Ganesha dan Bank CIMB Niaga. “Peluncuran kar tu kredit Bank Ganesha Platinum dan Gold sebagai kartu kredit affinity ini jugamerupakan upaya kami bersama untuk terusmem- perluas akses kemudahan transaksi nontunai yang lebih aman dan efisien, yang dapat dinikmati oleh masyarakat di Indonesia, khususnya para nasabah Bank Ganesha,” lanjut dia. Kartu tersebut juga menjadi sebuah solusi bagi seluruh nasabah Bank Ganesha dan Bank CIMB Niaga guna memenuhi kebutuhan nasabah ter- hadap fasilitas transaksi pembayaran nontunai dengan jaringan yang luas. Kemudahan dan kenyamanan bertran- saksi tersebut untuk mendorong serta menumbuhkan kebiasaanmasyarakat, dalam memanfaatkan kartu pemba- yaran untuk aktivitas pembayaran sehari-hari. Berdasarkan sur vei terbaru dari Mastercard bertajuk Online Shopping Behaviour 2017, kenyamanan menjadi faktor terpent- ing bagi masyarakat Indonesia dalam melakukan transaksi pembayaran elektronik mencapai 94,8%. (nid)

JAKARTA – PT Bank Ganesha Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Mastercard Indonesia menjalin kerja sama untuk menerbitkan kartu kredit affinity . Produk ini menawarkan fitur, keuntungan dan nilai tambah untuk masyarakat, khususnya nasabah Bank Ganesha. Kartu kredit yang akan diterbitkan ada dua jenis, yaitu Bank Ganesha Platinum Card dan Bank Ganesha Gold Card. Presiden Direktur Bank Ganesha Surjawaty Tatangmengatakan, produk kartu kredit tersebut merupakan salah satuwujud komitmen perseroan dalam memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan bagi nasabah agar dapat melakukan transaksi pembayaran sehari-hari dengan jaringan yang luas dan terintegrasi, baik di dalammaupun luar negeri. Layanan tersebut juga untuk memperkuat bisnis perseroan melalui peningkatan pangsa pasar dan pengembangan arus pendapatan nonpembiayaan. “Kami sangat antusias dan bangga dapat bekerja sama dengan Bank CIMBNiaga untukmenerbitkan Bank Ganesha Platinum Card dan Gold Card. Langkah ini sesuai dengan visi kami menjadi Everyday Bank in 2020 bagi nasabah kami,” kata Surjawaty dalam keterangan tertulis yang diter- ima Investor Daily , Senin (7/8). Sementara itu, Direktur Consumer Banking CIMBNiaga Lani Darmawan menyambut baik kerja sama dengan Bank Ganesha dan Mastercard un- tuk penerbitan kartu kredit affinity tersebut. Pihaknya melakukan inovasi pada produk dan layanan, termasuk dalammengembangkan akuisisi kartu kredit. “Setelah bekerja sama dengan komunitas dan organisasi, kali ini kami bekerja sama dengan sesama bank untuk pengembangan akuisisi tersebut. Peluncuran kartu kredit terbaru ini menjadi momen bagi kami untuk meningkatkan pangsa pasar kartu kredit Bank CIMB Niaga yang hingga Juni 2017 mencapai 14,1%, dan menempati posisi ketiga sebagai bank issuer kartu kredit terbesar di Indone- sia,” jelas Lani. Bank Ganesha Platinum Card

Sindikasi Proyek Direktur Utama PKN Shirley Tan (kiri), Direktur Bisnis Menengah Putrama Wahyu Setyawan (dua dari kiri), Group Head Mandiri Faiz Firdaus (tengah), Managing Director Standard Chartered Rudi Wangsa (dua dari kanan), dan Group Head Corporate Banking I Mandiri Syariah Buyung Ichman (kanan) saat meninjau lokasi pembangunan Hotel St Regis di kawasan Rasuna Said, Kuningan, kemarin. PT Permadani Khatulistiwa Nusantara (PKN) total mendapatkan kredit senilai US$ 260 juta dari sindikasi BNI, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah dan Standard Chartered untuk mendanai pembangunan proyek tersebut.

“Hal-hal tersebut merupakan wujud komitmen BRI untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat, dengan har- apan dapat membantu para jemaah haji dalam mempersiapkan keber- angkatannya dan tidak dipusingkan untuk mencari mata uang dalam pecahan riyal, yang digunakan untuk bertransaksi di Arab Saudi,” pungkas Hari. Tahun ini kuota haji nasional yang ditetapkan oleh menteri agama seban- yak 221.000 orang, terdiri atas kuota haji reguler 204.000 orang dan kuota haji khusus 17.000 orang. (ris)

saku ke calon jemaah haji dilakukan melalui Panitia Pemeriksa dan Pener- ima Pekerjaan Pengadaan Banknotes SAR Living Cost, yang telah dibentuk oleh Kemenag tingkat provinsi, sete- lah jemaah melakukan cek kesehatan dan menerima dokumen imigrasi,” jelas dia. Hari mengatakan, selain memba- gikan living cost , BRI membuka gerai money changer BRI untuk melayani penukaran uang SAR pecahan kecil yakni pecahan SAR 1,5 dan 10 di seluruh embarkasi haji, untuk mem- berikan kemudahan bagi para calon jemaah haji.

“Dari jumlah tersebut, setiap calon jemaah haji akan mendapatkan mas- ing-masing SAR 1.500 dengan rincian tiga lembar pecahan SAR 500,” kata Hari dalamketerangan tertulisnya yang diterima Investor Daily , Selasa (8/8). Menurut dia, pemberian living cost tersebut bertujuan untukmemberikan bekal kepada jemaah haji agar dapat digunakan sebagai kebutuhan hidup sehari-hari, dan untuk menunjang kepentingan ibadah selama di Tanah Suci. Pemberian living cost dilakukan sebelum para jemaah haji berangkat ke Arab Saudi. “Secara teknis penyerahan uang

JAKARTA – PT Bank Rakyat In- donesia (Persero) Tbk (BRI) kembali ditunjuk oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendistribusikan uang saku bagi calon jemaah haji 2017. Tahun ini, BRI mendistribusikan uang saku dengan total nilai Saudi Arabian Riyal (SAR) 302.554.500 atau setara US$ 81,1 juta kepada 201.703 calon jemaah haji. Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso mengatakan, tahun ini adalah keempat kalinya BRI ditunjuk Kemenag untuk mendistribusikan uang saku berupa banknotes atau uang kertas asing bagi calon jemaah haji.

Investor Daily/ANTARA FOTO/HO/Farid/ama/17

yang bersumber sekitar 60% dari joint financing dengan Bank Mandiri dan sumber lainnya. Sumber lain tersebut adalah bilateral loan dan of fshore loan berupa pinjaman sindikasi in- ternasional dari bank asal Singapura, Taiwan, Jepang, dan Singapura. “Tahun depan kami akan menerbit- kan obligasi dalam bentuk dolar AS,” kata dia. Sedangkan jika dilihat dari kon- tribusi terhadap Bank Mandiri, Susatyo mengungkapkan, sekitar 60-70% pembiayaan joint financing MTF berasal dari Bank Mandiri. Dari nilai joint financing tersebut, sekitar 99% masuk ke booking Bank Mandiri dan 1% di MTF. “Kalau dari segi aset, dari total aset Rp 33 triliun, Rp 21-22 triliun dibukukan di Bank Mandiri,” kata dia. Sementara itu, dari segi kontribusi terhadap laba, pada 2017 agak sedikit menantang. Susatyo berharap, pada kuartal III dan IV-2017 kontribusi laba MTF terhadap BankMandiri bisa meningkat. (gtr)

sama dengan hampir semua merek kendaraan roda empat. Selain itu, lanjut dia, perbaikan ekonomi menjadi dasar untuk men- ingkatkan kinerja tahun ini. Dia mencontohkan, penjualan kendaraan di Sumatera dan Kalimantan yang sebelumnya menurun, saat ini men- ingkat hampir 120%. Begitu juga di In- donesia timur, perbaikan infrastruktur dan adanya BBM satu harga membuat daya beli masyarakat di wilayah terse- but meningkat. DirekturMTFHarjanto Tjitohardojo juga menjelaskan, pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) menjadi faktor pendukung pembiayaan tahun ini. Apalagi untuk menarik konsumen, perseroan menawarkan sejumlah program seperti bunga 0% dan bunga istimewa 2,5%, tenor 10 tahun, biaya admin Rp 1, program bebas angsuran dan lainnya. Susatyo mengatakan, untuk men- dukung pembiayaan tahun ini pi- haknya akanmenghimpun pendanaan

JAKARTA – PT Mandiri Tunas Fin- ance (MTF) menargetkan pembiayaan 2017 mencapai Rp 20 triliun. Hingga Juli 2017, pembiayaan perseroan mencapai Rp 11,6 triliun, tumbuh 9% dibandingkan Juli tahun lalu Rp 10,6 triliun. Direktur Utama MTF Ignatius Susatyo Wijoyo menjelaskan, pada kuar tal I-2017 pihaknya sedikit mengerem pertumbuhan pembiay- aan. Pasalnya, ada regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai pemberian insentif kepada dealer dan relaksasi mengenai uang muka yang mulai diberlakukan akhir tahun lalu. Meski demikian, pada kuartal II hingga IV-2017, MTF akan meng- genjot pembiayaan. “Kami optimistis pembiayaan sebesar Rp 20 triliun tahun ini tercapai,” kata Susatyo di Jakarta, Selasa (8/8). Dia menjelaskan, salah satu upaya menggenjot adalah dengan meningkatkan dukungan kepada dealer dan juga agen pemegang merek (APM). Saat ini, MTF bekerja

Top Agent Awards Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim (ketiga kanan) bersama Wakil Direktur Utama FWD Life Rudi Kamdani (ketiga kiri) serta Direktur dan Chief Agency Officer FWD Life Hendra Thanwijaya (kanan) menyaksikan aktivitas edukasi asuransi kepada masyarakat melalui kegiatan Yang Fun saat mengunjungi booth FWD Life di Pasar Kito (Pasar Rakyat) yang merupakan rangkaian acara Top Agent Awards di Palembang, Selasa (8/8). FWD Life berkomitmen tinggi untuk memberikan edukasi pentingnya asuransi melalui berbagai aktivitas yang fun kepada masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digita, sejalan dengan program OJK untuk meningkatkan penetrasi industry asuransi yang saat ini baru mencapai 2,7 % dari PDB.

Made with FlippingBook Online newsletter