ID200623

24 >>

15 >>

22 >>

money & banking

markets & corporate

sports

SELASA 23 JUNI 2020

telecommunication

Oleh Triyan Pangastuti

JAKARTA-Pemerintah akan mempercepat realisasi stimulus fiskal secara produktif dan tepat sasaran agar perekonomian nasional terhindar dari resesi. Pemerintah juga berharap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dibuka secara luas mulai kuartal III tahun ini guna mengakselerasi pemulihan ekonomi.

n Marlo Budiman

First Media Gelar First Warriors Championship PT Link Net Tbk, dengan brand First Media, melanjutkan langkah besarnya un- tuk mendukung perkembangan ekosistem

Sri Mulyani Indrawati

Perry Warjiyo Wimboh Santoso Suhariyanto

Suharso Monoarfa

jakan, serta jaring pengaman sosial. Stimulus fiskal sulit dieksekusi antara lain karena terkendala ketidaksiapan regulasi, terhambat verifikasi dan administrasi, kur- angnya sosialisasi, serta masalah infrastruktur teknologi informasi (TI). Hingga 31Mei lalu, realisasi stim- ulus fiskal untuk UMKM dan insen- tif perpajakan masing-masing baru terealisasi 0,06% dan 6,8%. Bahkan, stimulus pembiayaan korporasi masih 0%. Sedangkan stimulus sektoral dan pemda baru terealisasi 3,65%. Hanya stimulus perlindungan sosial yang realisasinya lumayan Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah kini fokus mengejar pertumbuhan eko- nomi kuartal III dan IV-2020 setelah pada kuartal I dan II terjadi kon- traksi sangat dalam. “Fokus pemerintah sekarang adalahmengejar agar kuartal III dan IV ekonominya bisa kembali pulih dari situasi kontraksi pada kuartal II,” kata dia. tinggi, yaitu 28,63%. Kejar Pemulihan

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja (raker) tentang Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Rancangan APBN 2021 dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (22/6) malam. Raker yang dipimpin Ketua Ko- misi XI DPR RI Dito Ganinduto itu juga dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Ke- pala Bappenas Suharso Monoarfa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Ko- misioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, ser ta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. Dalam raker yang berlangsung selama hampir 10 jam tersebut, pemerintah dan Komisi XI DPR menyepakati besaran asumsi dasar ekonomi makro dan target pemban- gunan dalam KEM PPKF RAPBN 2021. (Lihat pointer) Di sisi lain, pemberian stimulus secara tepat sasaran dan produktif termasuk di antara 10 kebijakan yang akan dijalankan pemerintah tahun depan. Pemerintah telah menggelon- torkan anggaran stimulus senilai total Rp 695,2 triliun yan gterbagi atas belanja sektoral dan pemda, pembiayaan BUMN dan korporasi, pembiayaan UMKM, insentifperpa-

e-sports di Tanah Air melalui gelaran First Warriors Cham- pionship yang diadakan mulai Juni hingga November 2020.

>> 4

macro economics

Pembayaran ke Mitra Lembaga Pelatihan Tunggu Verifikasi BPKP Manajemen Pelaksana (Project Man- agement Officer/PMO) Program Kartu Prakerja hingga saat ini sama sekali belum melakukan pembayaran kepada mitra lembaga pelatihan Program Kartu Prakerja

atas modul-modul pelatihan yang telah dibeli oleh peserta program melalui platform digital.

>> 6

AGRIBUSINESS

Bersambung ke hal 12

2021, Pertanian Butuh Tambahan Anggaran Rp 10 T Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan bahwa anggaran pertanian

tahun depan perlu ditambah sedikitnya Rp 10 triliun guna mempercepat proses pemuli- han ekonomi pascapandemi Covid-19.

>> 8

energy

ICP Tahun Depan Diusulkan US$ 40-50 Per Barel Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan harga

minyak mentah pada tahun depan sebesar US$ 40-50 per barel.

>> 10

gan OJK tahun 2019, hanya 6% masyarakat yang memiliki dana pensiun, selebihnya menggan- tungkan kepada ahli waris. Masih banyak yang belum secure masa depannya, tanpa dana pensiun, kita hanya jadi generasi sandwich ,” jelas Tirta. Pihaknya juga mengungkapkan, literasi keuangan yang memadai perlu dimiliki masyarakat sejak dini. Pasalnya, literasi merupakan proses yang pada awalnya untuk meningkatkan kesadaran, kemudian menjadi pengetahuan, dan akan menjadi perilaku yang lebih positif ke depannya.

Oleh Nida Sahara dan Thereis Love Kalla

JAKARTA - Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tirta Segara mengatakan, terdapat tiga kelom- pok yang paling rentan mengalami masalah keuangan. Pertama adalah pemuda atau generasi milenial, ter- utama yang barumemiliki pekerjaan tapi penghasilan belum besar. Ke- dua, masyarakat dengan pendidikan rendah. Ketiga, keluarga yang memiliki anak. “ Ge n e r a s i m i l e n i a l l e b i h rentan karena mereka banyak menghabiskan uang untuk gaya hidup dan menganggap experience lebih penting. Maka tidak heran

pemuda sekarang banyak belum punya rumah sendiri dan kendaraan sendiri,” papar Tirta dalam webinar Literasi Keuangan Goes to Campus: Cerdas Berinvestasi Saat Pandemi

Covid-19, Senin (22/6/2020). Tirta menjelaskan, hal tersebut dikarenakan para pemuda atau gen- erasi milenial menerapkan prinsip “kamu hanya hidup sekali” ( you only

live once /YOLO). Prinsip YOLO mengakibatkan banyak milenial tidak mempersiapkan dana darurat, apalagi berinvestasi. “Hasil sur vei literasi keuan-

Bersambung ke hal 2

>> harga eceran rp 9.000 (berlangganan Rp 160.000 /bulan)

www.investor.id

>> Investor Daily EDISI 2020 No. 5509

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

Made with FlippingBook Ebook Creator