SP170410

Utama

Suara Pembaruan

2

Senin, 10 April 2017

Sidang Ahok Penundaan Tuntutan Langkah Bijak

PPP Alihkan Suara Agus-Sylvi untuk Ahok

P ilgub DKI Jakarta putaran kedua tinggal menghitung hari. Kedua tim sukses (timses) pasangan calon yang bertarung tentunya tak bisa tidur pulas.

[JAKARTA] Penundaan pembacaan tuntutan perkara penodaan agama dengan ter- dakwaBasukiTjahajaPurnama alias Ahok, dinilai langkah bijak. Pertama , Polda Metro Jaya telah memberikan reko- mendasi kepada Ketua PN Jakut terkait situasi keamanan yang semakin rawan maka sidang agenda tuntutan seba- iknya setelahpemungutansuara putaran kedua. Kedua , KejaksaanAgung juga sepakat jika sidang tun- tutan yang sedianya digelar Selasa (11/4) ditunda. Ketiga , penundaan mem- berikan penguatan demokrasi terkait Pilgub DKI karena memberikan kesempatan publik pemilih di Jakarta berpikir jernih untuk menen- tukan pemimpinnya tanpa diganggu atau tergiring opini oleh pembacaan tuntutan serta proses hukumterhadappasang- an calon lainnya yakni Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan berharap PN Jakutmempertimbangkan surat Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawandemi persidanganharus berjalan kondusif dan tujuan dari persidangandapat tercapai. "Saya kira surat itu patut diperhatikan oleh pengadilan. Persidanganharus berlangsung kondusif agar tujuannya ter- capai," katanya, Senin (10/4). Pohan meyakini, Polda memiliki pertimbangan yang matang dalam mengajukan surat tersebut. SedangkanpihakKejaksaan juga tidakmempermasalahkan jika sidang tuntutan ditunda. "Kami bisa menerima apa yang diharapkan dan dihimbau pihak Polri supaya sidang itu bisa dijadwal ulang karena sudah mendekati masa-masa tenang untuk pelaksanaan pilkadaputarandua,"kata Jaksa Agung HMPrasetyo, Minggu (9/4). Menurutnya, pihak kejak- saan juga sudah menerima surat pemberitahuan tembusan yangdikirimkanKapoldaMetro Jaya perihal himbauan penun- daan jadwal sidang. "Saya sudah dapat laporan dariKejatiDKI Jakarta.Mereka menerima tembusan surat yang dibuat kapolda yang ditujukan kepadaKetuaPNJakartaUtara yang juga ketuamajelis hakim perkara," ujarnya. "Semuanya saya rasa bisa dipahami. Kita tidak mengha- rapkan hal-hal yang tidak diinginkan. Saya punmembe- narkan itu," ujarnya. Pengamat politik dari UniversitasPadjajaran,Muradi, menyatakan saran Kapolda merupakan usulan bijak dari Polda Metro Jaya. “Secara politik akan lebih baik apabi- la pembacaan tuntutan tersebut ditunda hingga pelaksanaan Pilgub," ujar, Senin (10/4).

mempertimbangkan berbagai kemungkinan dampak jika melanjutkan atau tidak peng- adilan Ahok," jelas dia. Karena itu, lanjut Fachri, penjelasan yang masuk akal dari polisi bisa saja membuat pengadilanmempertimbangkan penundaan sidang Ahok. Dosen Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, Surya Tjandramengatakan,Kejaksaan Agung telah sepakat untuk menunda persidangan dengan terdakwa Gubernur DKI non- aktif, Basuki Tjahaja Purnama atauAhok itu hingga berakhir- nya pemungutanputarankedua Pilkada DKI. Dengan sikap Kejaksaan ini, Majelis Hakim biasanyamengabulkan permo- honan penundaan persidangan. "Tampaknya sudah dipu- tuskan oleh Kejaksaan untuk menunda pembacaan tuntutan ya? Hakim biasanya tidak menolak karena ini lazim dilakukan kalau para pihak memang butuh waktu," kata Surya Tjandra , Senin (10/4). Polda Metro Jaya belum menerima jawaban dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara terkait surat saran penun- daan sidang kasus dugaan penodaan agama dengan ter- dakwaBasukiTjahajaPurnama. Apa pun jawaban pengadilan, polisi siap melakukan penga- manan. "Polda belum menerima (surat jawaban) ya," ujarKabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden PrabowoArgoYuwono, Senin (10/4). Ia menegaskan, apa pun hasil keputusan pengadilan atas saran yang disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan, polisi siap mela- kukan pengamanan. [BAM/YUS/Y-7/F-5] Terkait halaman >26

Sejumlah potensi suara terus digarap guna mendulang suara, termasuk merebut suara di basis massa lawan, termasuk kantung-kantung suara yang dulu mendu- kung pasangan nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi), yang sudah tersingkir di putaran pertama. “Kami injak pedal gas dalam-dalam, sampai men- tok,” kata sumber SP , di Jakarta, Senin (10/4). Sumber itu menyebutkan, timnya sudah menga- mankan kantung-kantung suara yang dulunya sebagai basis pasangan nomor urut 1. “Bersama parpol pen- dukung, kami kunci sejumlah wilayah,” katanya opti- mistis. Misalnya, sebut sumber itu, adalah sejumlah wila- yah di kawasan Jakarta Utara. “Kami kunci di situ. Suara sangat potensial,” katanya. Selain itu, lanjutnya, timses juga mengapresiasi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah memberikan dukungan kepada paslon 2, Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). “Tadi malam, kami bertemu, kami finalkan dan segera ekse- kusi strategi pemenangan di kantong-kantong yang potensial,” katanya. Sumber itu mengungkapkan, DPW PPP DKI Jakarta menyepakati bakal mengerahkan beberapa badan otonom (Banom) untuk memenangkan pasang- an calon petahana tersebut di pilgub putaran kedua. Dia menyebut, beberapa Banom itu di antaranya adalah Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Angkatan Muda Ka’bah (AMK), Wanita Persatuan Pembangunan (WPP), dan Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) yang bertugas untuk merebut suara dari pendukung Agus-Sylvi. “Mereka turun ke sejumlah titik di Ibu Kota, khususnya kantong-kantong pemilih Agus-Sylvi untuk mengalihkan dukungan kepada Ahok-Djarot,” katanya. Kehadiran organisasi sayap PPP ini, menurutnya, menjadi warna tersendiri dalam pemenangan Ahok- Djarot. Salah satunya, mendekati kalangan muda Muslim untuk memberikan pemahaman pentingnya melanjutkan kepemimpinan DKI Jakarta agar pemba- ngunan berkesinambungan. “Selain itu, aktivis banom-banom PPP akan ditempatkan sebagai pemantau di setiap TPS untuk memastikan pendukung Ahok-Djarot bisa menyalur- kan hak suaranya serta dapat mengamankan perole- han suara,” katanya. [W-12]

foto-foto:antara

M Iriawan

HM Prasetyo

Penundaan akan membe- rikan efek positif terhadap warga Jakarta. Menurut dia, publik pemilih DKI Jakarta membutuhkan kesempatan untuk memikirkan secara jernih program dan visi-misi pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi. "Penundaan tersebut akan memberikan langkah kepada publik Jakarta untuk memba- ca secara jernih programkedua pasangan tersebut dan tidak lagi terpengaruh oleh proses hukum yang sedang berlang- sung tersebut. Jadi, secara politik tentu dengan penunda- an tersebut kita akan menda- patkan objektivitas pemilih di Jakarta," jelas dia. Polda beralasan karena keamanan, tetapi menurut Muradi, langkah itu juga sinergi dengan penguatan demokrasi yang sedang ber- langsung. Penundaanakanbaik agar ada kejernihan publik pemilih Jakarta untuk menen- tukan pemimpinnya tanpa diganggu atau tergiring opini- nya karena pembacaan tuntut- an tersebut. Muradi juga menilai lang- kah penundaan tersebut akan memberikan rasa keadilan bagi kedua paslon. Pasalnya, tak hanya persoalan hukumAhok yang ditunda, tetapi juga per- soalanhukumyangdituduhkan kepada Anies-Sandi juga ditunda. "Dengan menunda proses hukum kedua paslon, maka polda akan dinilai objektif dan netral," pungkas dia. P e n g a m a t p o l i t i k Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai, polisi memberikan masukan itu dengan pertimbangan aspek sosiologis dan psiko- logis massa. “Ini persoalan sosiologis dan psikologis massa yang mungkin di- trig- ger proses pengadilan Ahok tersebut. Jadi, publik tidak begitu saja mudah mencuri- gai kebijakan dan keputusan yang dilakukan lembaga negara. Jangan sampai nanti lembaga negara ini tidak mengambil keputusan apa pun sehingga menimbulkan hal-hal yang tidak diingin- kan,” ungkap dia.

Menjelaskan

Sementara itu, pengamat politik Fachri Ali meminta kepolisian khususnya Polda Metro Jaya untukmenjelaskan secara terang dan masuk akal terkait permintaan penundaan sidang. Penjelasan yangmasuk akal ini untuk mengurangi kecurigaan rakyat atas permin- taan tersebut. "Polisi harus menjelaskan sejauh mana kekhawatiran polisi terhadap terganggunya keamanan jika sidang Ahok tetap dilanjutkan sehingga publik paham," ujar Fachri. Dia menilai publik meres- pons permintaan PoldaMetro Jayamelalui dua hal. Pertama , publik menilai polisi berinisi- atif mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan jika sidangAhok dilanjutkan. "Dalamhal ini, publikmenilai alasan keamanan polisi bisa diterima," tandas dia. Kedua , kata dia publik menilai hal tersebutmerupakan hakpengadilan. Polisi tugasnya menjaga keamanan, apa pun keputusanpengadilannantinya, apakah menunda atau melan- jutkan sidang Ahok. "Pengadilan tersebut oto- nom, bekerja dengan meka- nismenya sendiri dengan

Made with FlippingBook HTML5