ID190125

JUMAT 25 januari 2019

24

Oleh Aris Cahyadi

“Alhamdulilah, kami sangat ber- syukur atas pencapaian ini. Walau tentu saja banyak faktor lain yang ikut berperan dalam per ubahan positif yang terjadi pada nasabah prasejahtera kami. Perubahan positif tersebut menjadi sumber motivasi tak terhingga bagi BTPN Syariah dan ribuan #bankirpemberdaya di seluruh Indonesia. Semua ini tidak akan ter- wujud tanpa ridho dan pertolongan dari Allah SWT,” jelas Direktur Utama BTPN Syariah Ratih Rachmawaty. Selain mencatatkan kinerja keuan- gan yang baik, BTPN Syariah melak- ukan sur vei secara berkala bagi nasabah prasejahtera yang mengikuti program pemberdayaan. Metode dan alat survei yang dipilihmerupakan alat yang berlaku internasional dan memi- liki kredibilitas yang baik, tapi tetap mudah dalampengimplementasiannya yaitu Poverty Probability Index (PPI) dari Inovative for Poverty Action (IPA ) . Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa nasabah BTPN Syariah yang telah memasuki tahun ke-3 dalam program pemberdayaan, probabilitas mereka untuk kembali ke garis prase- jahtera menurun dari 28,2% menjadi 23,5%. Anak nasabah yang tidak bersekolah juga menurun dari 17,4% menjadi 12,5%. Sementara itu, DPK BTPN Syariah dari keluarga prase- jahtera mencapai 19,9% atau tumbuh 26,3% secara year on year, melampaui pertumbuhan DPK perseroan sebesar 16,3%. (th)

memiliki aset lebih dari Rp 180 triliun. Produknya menjadi lebih lengkap dan segmen pasar yang dilayani akan semakin beragam,” kata Jerry. Kinerja BTPN Syariah Sementara itu, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk, (BTPN Syariah) berhasil men- ingkatkan kinerja keuangan yang pos- itif selama tahun 2018 dengan mem- bukukan pertumbuhan pembiayaan sebesar Rp 7,28 triliun tumbuh 20,2% dibandingkan periode sebelumnya Rp 6,05 triliun. Pertumbuhan pembiayaan yang sehat disertai dengan kualitas pembiayaan yang baik itu, membuat BTPN Syariah berhasil menjaga rasio pembiayaan bermasalah (NPF) di posisi 1,39%. Sementara itu, kenaikan total aset BTPN Syariah menembus 31,5% dari Rp 9,16 triliun pada 2017 menjadi Rp 12,04 triliun. Pertumbuhan total aset ini didorong oleh aksi korporasi per- usahaan berupa proses penawaran umum perdana ( initial public offer- ing ) pada 8 Mei 2018. Adapun dana pihak ketiga juga tumbuh 16,3%, mencapai Rp 7,61 triliun dibanding posisi Desember 2017 sebesar Rp 6,55 triliun. Financing to deposit r atio (FDR) di posisi 95,6%. Rasio kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) dipertahankan sebesar 40,9%, dan laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 965 miliar atau tumbuh 44%.

( initial public of fering /IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret 2008, BTPN ber tumbuh secara signifikan. Selama 10 tahun terakhir, aset melonjak 10 kali lipat dari Rp 10,6 triliun per Desember 2007. Begitu pula kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang saat itu masih senilai Rp 7,85 triliun dan Rp 8,80 triliun. “BTPN segera memulai lembaran hidup baru. Kami bangga bisa mengantarkannya ke gerbang merger dengan kondisi yang sangat sehat dan kuat,” kata Jerr y yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir Januari ini. Terkait agenda merger dengan SMBCI, Jerry menjelaskan, BTPN telahmengantongi izin penggabungan usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 19 Desember 2018 dan juga persetujuan dari Japan Financial Sector Authority (JFSA) pada 18 Janu- ari 2019. Setelah mendapatkan restu ini, masih terdapat beberapa tahapan proses administrasi yang harus dilalui pada otoritas-otoritas terkait. “Sejak awal tahun, kami fokus berkonsolidasi dalam rangka menun- taskan agenda penggabungan usaha (merger) dengan SMBCI. Kami bersyukur dapat melewati semua ini dengan tetap mencetak kinerja yang positif,” kata Jerry. Setelah semua tahap ini terlewati, bank hasil penggabungan dari BTPN dan SMBCI segera beroperasi sebagai bank baru. “BTPN yang baru akan

Rasio pinjaman terhadap pendanaan ( loan to deposit ratio /LDR) berada di level 96%. “Biaya operasional yang lebih rendah dan fokus pada pertumbuhan yang berkualitas ini memberikan hasil positif. Laba ber- sih BTPN tahun 2018 mencapai Rp 1,97 triliun, melonjak 61% dari peri- ode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 1,22 triliun,” kata dia. Selain kinerja yang moncer terse- but, pada 2018 BTPN juga masuk daf- tar jumlah bank di Indonesia dengan kepemilikan aset di atas Rp 100 triliun. Pencapaian ini terwujud sebelum BTPNberoperasi sebagai entitas baru, hasil penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Hingga akhir Desember 2018, aset BTPN mencapai Rp 101,9 triliun, tumbuh 7% dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya ( year on year /yoy) senilai Rp 95,5 triliun. Total pembiayaan tercatat Rp 68,1 triliun atau tumbuh 4% (yoy) dan pendanaan ( funding ) sebesar Rp 80,5 triliun, men- ingkat 5% (yoy). “Kami bersyukur atas pencapaian ini. Berkat dukungan semua pihak, BTPN tumbuh luar biasa dalam satu dekade terakhir dan masuk ke jajaran bank dengan aset di atas Rp 100 triliun. Setelah resmi merger, BTPN tentu memiliki kesempatan untuk menjadi lebih kuat dan lebih besar lagi,” kata Jerry. Sejak pencatatan saham perdana

JAKARTA – PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencetak laba bersih ( net profit after tax / NPAT) sebesar Rp 1,97 triliun tahun 2018, melonjak 61% jika dibandingkan dengan perolehan laba tahun 2017 yang sebesar Rp 1,22 triliun.

jadi Rp 5,2 triliun, meski pendapatan operasional ( operating income ) hanya tumbuh 2% menjadi Rp 10,2 triliun. Rasio biaya terhadap pendapatan pun turun dari 69% pada 2017 menjadi 56% pada 2018. Adapun inovasi tersebut diwujudkan melalui produk baru berbasis digital antara lain BTPN Wow! dan Jenius. Sedangkan transformasi digulirkan dengan mengubah konsep pelayanan dari bank-centric , menjadi custom- er-centric . “Kami tidak hanya men- ciptakan produk dan layanan baru berbasis digital. Kami juga melakukan digitalisasi di existing business . Kini BTPN lebih terintegrasi dan lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan nasabah secara cepat, mudah, dan aman,” kata Jerry. Semen t a r a i t u , un t uk r a s i o kecukupan modal ( capital adequacy ratio /CAR) tercatat sebesar 25% dan rasio kredit bermasalah ( non per- forming loan /NPL) sebesar 1,24%.

Direktur Utama BTPN Jerry Ng mengatakan, melonjaknya laba tersebut mer upakan salah satu hasil dari program transformasi dan inovasi digital yang digulirkan mana- jemen sejak tiga tahun terakhir yang membuat BTPN semakin efisien dan kompetitif. “Transformasi dan inovasi digital tersebut memangkas biaya operasional, sehingga rasio biaya terhadap pendapatan ( cost to income ratio /CIR) menjadi lebih baik,” kata Jerry dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Kamis (24/1). Hal tersebut tercermin dari biaya operasional rutin perusahaan ( busi- ness as usual ) BTPN selama kurun Januari-Desember 2018 yang tercatat Rp 3,48 triliun, turun 12% dari periode yang sama 2017 sebesar Rp 3,93 triliun. Penur unan biaya ini membuat pendapatan operasional bersih ( net operating income ) meningkat 12%men-

Investor Daily/IST

PaninPeduli Cepat Tanggap Tim relawan PaninPeduli yang dipimpin Regional Manager PaninBank Indonesia Timur, Hudli Huduri (ketiga dari kanan) menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana banjir dan longsor Sulawesi Selatan, kemarin. PaninBank cepat tanggap merespon bencana banjir besar dan tanah longsor yang terjadi di provinsi ini. Penyaluran bantuan juga dilanjutkan ke posko pengungsian di Kabupaten Gowa.

loan /NPL) di bawah 2%. Adapun hingga akhir 2018 perseroan berhasil menurunkan NPL gross dari 2,3% pada 2017 menjadi 1,9%. Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk loan to deposit ratio (LDR) dipa- tok sebesar 88-90%, net interest margin (NIM) 5,3-5,4%, dan capital adequacy ratio (CAR) 18,5%. “Sementara itu, coverage ratio guidance kami 153-160% dan credit cost guidance kami tahun ini 1,5-1,7%,” ujar Anggoro. Dia juga menjelaskan, tidak ter- tutup kemungkinan pihaknya akan menaikkan suku bunga pada tahun ini, baik itu suku bunga kredit maupun suku bunga deposito. Pasalnya, men- urut dia, dengan tekanan likuiditas yang semakin ketat tentu saja ada ruang untuk menaikkan bunga. Terlebih lagi, pada tahun 2018, bank- bank besar termasukBNI belumsepen- uhnyamentransmisikan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7-Day Reverse Repo Rate yang telah naik 175 basis poin. Meski demikian, KUR tersebut mempertimbangkan antara lain pertumbuhan ekonomi 2018 yang diperkirakan 5,2%, pertum- buhan kredit UMKM sebesar 8,48% ( year on year /yoy) tingkat inflasi terjaga di tingkat 2,88% sampai dengan September 2018. Deputi Bidang Koordinasi Eko- nomi Makro dan Keuangan Kemen- terian Koordinator Bidang Pereko- nomian Iskandar Simorangkir mengatakan, Komite pun menaikkan porsi penyaluran KUR untuk sektor produksi hingga 60%. Pada tahun 2018, porsi penyaluran KUR untuk sektor produksi baru sebesar 50%. Apabila KUR untuk sektor produksi yang disalurkan tak mencapai 50%, maka lembaga penyalur akan dikenakan sanksi, berupa pen- gurangan penambahan plafon di tahun berikutnya. “Perbankan yang tidak mencapai penyaluran KUR produksi hingga 60 % akan dikenai pinalti berupa pengurangan tambahan plafon. Ini dalam rangka memperluas penyaluran KUR,” kata Iskandar. Menurut dia, Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM jugamengu- sulkan skema KUR untukmereka yang sudah paripurna dari tugasnya atau pensiunan. KUR ini akan diberikan ke- pada para pensiunan dan atau pegawai pada masa persiapan pensiun yang mempunyai usaha produktif. Dia memastikan, penyaluran KUR tahun depan akan didorong untuk nelayan, serta peternakan rakyat dan garam lantaran realisasi penyaluran KUR di sektor tersebut masih kecil. Penyaluran KUR pada sektor kelautan dan perik- anan masih di bawah 1%. (ris)

JAKARTA – PT Bank Negara In- donesia (Persero) Tbk (BNI) men- argetkan penyaluran kredit tahun ini tumbuh 13-15% secara tahunan ( year on year /yoy). Sedangkan untuk per- tumbuhan dana pihak ketiga (DPK), BNI mematok pertumbuhan hingga 16% (yoy). Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya op- timistis target tersebut dapat tercapai. Pasalnya, kondisi tahun ini dinilai lebih stabil dibandingan tahun lalu meski masih terdapat peluang adanya kenaikan suku bunga. “Untuk laba tahun ini kami juga targetkan sekitar 13-15%, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 10,3%, karena banyak analis yang menyampaikan tahun ini akan lebih stabil, itu basis asumsi kami,” kata Anggoro di Jakarta, Rabu (23/1). Anggoro mengemukakan, selain target pertumbuhan kredit, perseroan juga menargetkan dapat menjaga rasio kredit bermasalah ( non performing JAKARTA – Peningkatan plafon un- tuk penerima program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan dari sejumlah perbankan nasional, dinilai akan sangat membantu industri ruma- han di berbagai daerah. Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mar- wan Cik Asan mengatakan, Komisi XI DPR telahmelakukan kunjungan kerja spesifik untuk meninjau langsung be- berapa pelaku industri rumahan yang selama ini mendapatkan KUR sebagai modal usahanya. Menurut Marwan, diperoleh in- formasi bahwa tidak ada kendala baik dalam permintaan maupun dari pen- cairan KUR. “Tapi mereka meminta agar plafonnya diperbesar. Dengan kata lain mereka bisa mendapatkan KUR dengan jumlah lebih besar lagi,” kata politikus Partai Demokrat itu seperti dilansir Antara , Kamis (24/1). Sebelumnya, Kementerian Koordin- ator Bidang Perekonomian memas- tikan realisasi penyaluran KUR sep- anjang 2018 telah mencapai Rp 123,80 triliun atau 97,2% dari target dengan kredit bermasalah (NPL) tercatat 0,24%. Realisasi KUR tersebut se- bagian besar atau mencapai 46,8% telah tersalurkan kepada KUR sektor produksi seperti pertanian, perikanan, industri, konstruksi, dan jasa-jasa yang bermanfaat untuk mendukung perekonomian. Sementara itu, Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM juga telah menetapkan plafon KUR untuk 2019 mencapai Rp 140 triliun, meningkat dibandingkan plafon KUR 2018 se- besar Rp 123 triliun. Untuk bunganya tetap 7% per tahun. Peningkatan plafon

Bukopin Gandeng Totalindo Jajaki Structure Financing

dan menengah (UMKM) dan kon- sumer, serta didukung oleh segmen komersial. Bank Bukopin senantiasa melak- ukan inovasi dan peningkatan lay- anan kepada para nasabah dengan melakukan modernisasi infrastruk- tur teknologi informasi (TI), serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile, B Wallet, dan tabungan digital Wokee. Per 31 Desember 2018, saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (23,4%), KB Kookmin Bank (22,0%), Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia/Kopelindo (11,3%), Negara RI (8,9%), dan publik (34,4%). (nid) Kamis (25/1). BNI Syariah berkesempatan ber- sinergi positif dengan Holding Perke- bunan Nusantara PTPN III (Persero), sebagai salah satu BUMN yang mem- punyai visi menjadi perusahaan ag- ribisnis kelas dunia. PTPN III memiliki kinerja prima dan melaksanakan tata kelola bisnis terbaik yang fokus dalam pengelolaan industri perkebunan kelapa sawit dan karet di Indonesia. Peran penting perkebunan akan semakin meningkat di masa depan dengan krisis energi dunia telah me- nempatkan posisi perkebunan pada tingkat sangat penting. Penandatanganan akad plafon pem- biayaan BNI Syariah dengan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) diharapkan mempunyai dampak yang baik bagi kedua belah pihak. BNI Syariah siap memberikan dukungan terhadap keberlangsungan sektor perkebunan nasional melalui kerjasama fasilitas pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah. (ris/th)

“Dalam kerja sama yang akan di- jalin, Bank Bukopin akanmemberikan fasilitas pembiayaan dengan pola struc- ture financing denganmelakukan pem- biayaan dari hulu sampai ke hilir untuk Totalindo dan para rekanannya, hal ini ditujukan untuk memitigasi risiko meningkatnya NPL ( non performing loan ),” ungkap Eko dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Kamis (24/1). Eko berharap kerja sama tersebut akan meningkatkan portofolio kredit ritel Bank Bukopin. Seiring dengan strategi usaha yang telah ditetap- kan perseroan, pada tahun ini Bank Bukopin akan meningkatkan fokus untuk memacu bisnis di segmen ritel, yang mencakup usaha mikro, kecil, tersebut dilakukan di Kantor Pusat Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Jakarta, pada 24 Januari 2019. Sebelumnya, BNI Syariah juga bersinergi dengan PTPN X pada April 2018 di Surabaya. Direktur Utama BNI Syariah Ab- dullah Firman Wibowo mengatakan, pihaknya memandang upaya Holding Perkebunan Nusantara PTPN III untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat Indonesia memiliki kes- amaan dengan BNI Syariah, yaitu menebarkan Hasanah. “Oleh karena itu, melalui sinergi ini kami berharap dapat menjadi mitra yang memberikan solusi bagi seluruh kebutuhan perbankan Holding Perke- bunan Nusantara PTPN III (Persero), baik dalam pembiayaan permodalan, transaksi bisnis maupun kebutuhan perbankan lainnya. Harapan kami kerja sama ini akan berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian,” terang dia dalam si- aran pers yang diterima Investor Daily ,

Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo menjelaskan, melalui nota kesepahaman tersebut, Bank Bukopin akan menyediakan jasa project financing kepada Totalindo Eka Persada khusus untuk pembayaran kepada supplier atau rekanan dengan fasilitas LC/SKBDN (surat kredit berdokumen dalam negeri) inter- changeable melalui kredit modal kerja. Eko menjelaskan, kedua perusa- haan telah sepakat bahwa Bank Bukopin akan menyediakan project financing berupa pemberian fasilitas open SKBDN, fasilitas modal kerja dan bank garansi, open LC dan flexy bill . Flexy bill merupakan pembiayaan pembayaran tagihan listrik yang dise- diakan Bank Bukopin. loan kami tumbuh hampir 40%, kon- tribusinya memang ada dua sumber pertama dari local loan , kemudian yang kedua dari kredit yang di- gener- ate dari kantor pusat,” kata Rico. Dia menambahkan, hal lain yang mendukung bisnis di cabang luar negeri adalah trade income. Sepan- jang tahun 2018, pendapatan dari trade naik hampir 100%. “Ini memang ditopang dengan perubahan fokus di cabang-cabang kami di luar negeri untukmelayani nasabah-nasabah yang berorientasi trade finance ekspor dan impor terutama untuk mendorong ekspor yang berasal dari Indonesia, diharapkan mereka secara spesifik le- bih berkontibusi untuk menghasilkan devisa,” jelas Rico. BNI Syariah Gandeng PTPN III Sementara itu, PTBank BNI Syariah dan PTPN III menandatangani akad plafon pembiayaan sebagai bentuk dukungan di sektor perkebunan nasional. Penandatanganan akad

JAKARTA – PT Bank Bukopin Tbk dan PT Totalindo Eka Persada Tbk menjalin kerja sama pembiay- aan dengan pola structure finan- cing . Nota kesepahaman tersebut merupakan landasan rencana kerja sama dalam penyediaan jasa project financing . Totalindo Eka Persada merupakan perusahaan jasa konstruksi swasta Indonesia dengan spesialisasi pada konstruksi gedung bertingkat. Kegi- atan usaha konstruksi Totalindo telah dimulai oleh pendiri perseroan sejak tahun 1995 dengan pembangunanMall dan Condominium Taman Anggrek, Jakarta, yang merupakan kawasan superblok terbesar di Asia Tenggara pada saat itu. Anggoro mengaku perseroan tetap lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga tersebut. “Kami fokus kepada kualitas, karena kami tidak mau gegabah menaikkan suku bunga yang hasilnya malah menggangu kualitas kredit. Tapi kalau ditanyakan apakah ada kenaikan suku bunga tahun ini, kemungkinan iya,” ungkap Anggoro. Sementara itu, Direktur Tresuri dan Bisnis Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo mengatakan, hingga akhir 2018, kantor cabang luar negeri BNI membukukan per tumbuhan penyalurkan kredit yang signifikan atau mencapai hampir 40% sepanjang tahun 2018. Adapun saat ini BNI memi- liki delapan kantor cabang luar negeri yang berada di London, New York, Tokyo, Osaka, Seoul, Hong Kong, Yangon, dan Singapura. Menurut Rico, ada dua sumber dari pertumbuhan kredit tersebut, yakni kredit lokal dan kredit yang di- generate dari kantor pusat. “Selama tahun 2018

Made with FlippingBook Online newsletter