ID190727

sabtu/minggu 27-28 JULI 2019

| 24

Investor Daily/IST

JAKARTA – Lee Kum Kee, produsen saus dan bumbu dari Tiongkok terus memperkuat kehadirannya di Indonesia dengan mendukung pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019 pada 24 - 27 Juli di Jakarta. Dalam pameran tersebut, Lee Kum Kee mensponsori Salon Culinaire Chef Competition (kategori masakan berbahan dasar kambing) untuk membina para chef muda Indonesia. Pemenang kompetisi akan mewakili Indonesia untuk berlaga di kompetisi International Young Chef Chinese Culinary Challenge (IYCCCC) di Hong Kong tahun depan. FHI merupakan pameran makanan dan perhotelan internasional terbesar di Indonesia yang diselenggarakan oleh Pamerindo Indonesia, setiap dua tahun sekali dan berhasil menarik lebih dari 3.000 buyer dari industri F&B. Bermitra dengan Lee Kum Kee, Chef Michelin Sta r Kwok-keung Chan (KK Chan) dari Hong Kong hadir di FHI untuk mendemonstrasikan keahlian memasaknya dan membagikan resep fusion Asia. Beliau memberikan sentuhan pada dua hidangan khas Kanton melalui penambahan saus dan bumbu Lee Kum Kee, termasuk produk terlaris Saus Tiram Cap Panda dan Saus Plum, untuk menunjukkan bahwa hidangan Kanton mudah disesuaikan dengan selera lokal. Kompetisi masak yang disponsori oleh Lee Kum Kee menarik lebih dari 60 chef muda Indonesia. Para peserta menyiapkan hidangan lezat menggunakan saus dan bumbu Lee Kum Kee untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Sebagai pengamat kompetisi tersebut, Chef KK Chan mengatakan, “Masakan Tiongkok- Indonesia memiliki sejarah panjang, dan masakan Indonesia banyak terinspirasi oleh masakan Tiongkok. Saya sangat tertarik melihat banyak peserta hari ini memberikan sentuhan pada masakan tradisional Indonesia menggunakan saus dan bumbu Lee Kum Kee, menambah warna pada masakan fusion Asia. Saya berharap semua peserta terinspirasi oleh kompetisi ini dan dapat berkembang di industri chef, ”kata Chef KK Chan. Sementara itu, Leslie Lau, Managing Director - South Asia of Lee Kum Kee mengatakan sangat senang dapat kembali berpartisipasi di FHI tahun ini. “Indonesia adalah pasar yang besar dan kami berupaya untuk terus memperluas jangkauan kami di ritel, restoran, dan industri makanan. Misi kami adalah mempromosikan kebudayaan kuliner Tiongkok ke seluruh dunia dan kami berkomitmen untuk membina bakat kuliner di seluruh dunia. Melalui kerja samadengan Chef KK Chan dan menjadi sponsor kompetisi masak di FHI, kami ingin mempromosikan pertukaran kuliner di Indonesia,” kata Lau. (nan)

President Director of Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti Dipl.AAAM (dua kanan) di peluncuran konsep kecantikan ‘The Science of Facial Architecture’ di Jakarta, Kamis (25/7/2019). Konsep ini dilakukan dengan pendekatan holistik yang memadukan ilmu kedokteran dan seni untuk menghasilkan wajah terbaik setiap individu.

individu. Di dalammetode The Science of Facial Architecture ini, dokter akan melakukan tiga tahapan proses pembentukan wajah. “Yang pertama dilakukan adalah memperbaiki struktur kulit untuk memperkuat fondasi wajah dengan perawatan filler penguat kulit atau perawatan ultrasound ultherapy yang dapat mengencangkan kulit. Kalau pondasi tidak kuat, hasil akhir perawatan tidak akan bertahan lama,” ujar Lanny. Selanjutnya dilakukan tahapan memperbaiki kontur wajah agar memiliki tampilan wajah 3D yang lebih simetris, proporsional, dan ideal. “Tahapan yang ketiga adalah bertujuan untuk menyempurnakan detail-detail, dan harmonisasi setiap bagian wajah sehingga hasil akhirnya adalah tampilan wajah yang lebih artistik dan merupakan versi terbaik dari pasien,” jelas Lanny.

pendekatan holistik, lalu memadukan ilmu kedokteran dan seni, untuk selanjutnya ditentukan perawatan apa yang terbaik,” jelas dr.Lanny di pelucnuran sekaligus perayaan ulang tahun ke-23 Miracle Aesthetic . Saat pasien datang dengan keluhan atau permintaan, dokter di Miracle, kata dr.Lanny, akan melakukan facial assessment untuk menganalisa dan memahami apa yang menjadi keinginan dan dirasakan pasien. “Dalam tahapan facial assessment dokter menggunakan alat berteknologi canggih yaitu 3D System Camera untuk analisa dan simulasi kulit wajah. Kemudian dokter akan menjelaskan kepada pasien apa yang menjadi kebutuhan pasien,” papar Lanny. Selanjutnya, dokter akan merancang program perawatan yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan setiap

JAKARTA – Pada era Beauty 4.0, kebutuhan masyarakat untuk tampil sempurna, tidak hanya untuk eksistensi dan aktualisasi diri di media sosial, namun lebih pada kehidupan sosialnya yang secara nyata dapat mendukung pekerjaan, karir, dan kehidupan sosial mereka.

Oleh Mardiana Makmun

namun tidak menjadi orang lain,” kata President Director of Miracle Aesthetic Clinic Group, dr. Lanny Juniarti Dipl. AAAM di peluncuran ‘The Science of Facial Architecture ’ di Jakarta, Kamis (25/7/2019). Namun, lanjut dr.Lanny, membuat wajah terbaik tidak bisa langsung asal suntik filler atau botok atau perawatan lainnya. “Di konsep ‘The Science of Facial Architecture’, membuat wajah versi terbaik harus dilakukan dengan

B eruntungnya, kebutuhan ini didukung oleh teknologi kecantikan dengan prosedural yang minim pembedahan atau disebut minimal invasif. “Dengan teknologi ultrasound, laser, filler, dan botox, pasien bisa mendapatkan wajah versi terbaiknya

Investor Daily/Indah Handayani

di sela Glow Your Skin, Glow Your Financial Sequis bersama Skin+ Indonesia di Jakarta, Jumat (26/7). Head of Corporate Branding, Marketing & Communication Sequis, Felicia Gunawan, pekerja kantoran sering lalai memperhatikan kesehatan dan kebersihan kulit wajah karena banyak faktor, seperti kelelahan karena perjalanan dari dan menuju kantor, banyak pekerjaan menumpuk, kurang istirahat, sering lembur, tidak memperhatikan asupan gizi dengan sering menyantap makanan siap saji ( junk food ). “Pada akhirnya, gaya hidup yang tidak sehat akan memengaruhi kesehatan kulit karyawan,” jelas dia. Dalam dunia kerja, kata Felicia, akan bertemu dengan banyak orang sehingga jika kulit sehat, bercahaya, dan akan lebih percaya diri. Masalah kulit bisa datang dari faktor luar tetapi secara alami seiring dengan bertambahnya usia, kulit wajah juga akan mengalami penuaan dan akan ada perubahan pada kulit. Jadi selagi berada di usia produktif sebaiknya memperhatikan kesehatan kulit tubuh dan wajah. Namun, lanjut Felicia, tentu saja hal ini tidak akan lepas dari soal bujet, seperti perlu sejumlah dana untuk perawatan di skin care , membeli kosmetik yang bermutu, vitamin, hingga makanan sehat. Untuk itu, selain memberikan pengetahuan tentang kesehatan kulit, pihaknya juga memberikan

Selain makanan, dr Renobulan menyebutkan faktor yang paling sering memengaruhi kesehatan adalah stres. Stres dapat disebabkan karena kurang tidur dan kondisi psikologis lainnya. Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan, pernafasan, hormon, dan juga kulit. “Beberapa orang, jika terjadi stres dapat memengaruhi kulitnya, seperti muncul jerawat dan gatal. Untuk itu, lakukan perawatan kulit yang tepat sesuai dengan reaksi yang muncul,” imbuh dr. Renobulan. Dia menyarankan untuk mulai memperhatikan masalah apa yang ada pada kulit masing-masing dan menghindari faktor penyebabnya. Masalah kulit biasa terjadi pada profesi yang sering terkena matahari dan banyak kegiatan out door karena sering terpapar sinar matahari UVA (sinar ultraviolet dengan gelombang panjang mulai dari matahari terbit sampai dengan terbenam) dan UVB (sinar ultraviolet dengan gelombang pendek yang intensitasnya memuncak pada pukul 10.00 sampai 16.00) serta radikal bebas dari polusi. “Rajin menggunakan sunblock (tabir surya) jika sering terkena sinar matahari, cucilah wajah 2 kali sehari. Namun, tambahnya, masalah kulit juga terjadi bagi mereka yang profesinya sering berada di dalam ruangan karena merasa nyaman dengan suhu ruangan dan tidak peduli pada pola hidup sehat,” papar dia. (iin)

JAKARTA - Salah satu masalah kesehatan yang penting tetapi sering diabaikan oleh pekerja kantoran adalah soal kesehatan kulit. Padahal, kulit terutama wajah adalah bagian tubuh yang menjadi salah satu modal utama dalam dunia kerja. Dokter Estetika Skin+ Indonesia, Renobulan Sanusi mengatakan merawat kulit bukan semata untuk mengubah diri agar menjadi cantik seperti yang disangka beberapa orang yang cenderung menempuh segala cara instan, seperti operasi plastik. Manfaat merawat kulit adalah agar wajah menjadi bersih dan sehat. Menurut Renobulan, kulit wajah perlu dirawat karena wajah paling sering terpapar dengan faktor eksternal, seperti polusi, debu, sinar UV (ultraviolet), tangan yang kotor, keringat, kosmetik, dan barang lain yang mudah tersentuh dengan wajah. Selain itu, kulit wajah berbeda dengan kulit lainnya pada tubuh kita. Kulit wajah cenderung lebih sensitif dan peka sehingga ketika tubuh tidak fit atau tidak sehat, stres, dan kondisi psikologis lainnya dapat berpengaruh pada kulit wajah. “Misalnya menyebabkan tumbuhnya jerawat, kulit menjadi kering dan kusam, gatal, kemerahan, terkelupas, bahkan psoriasis (peradangan kulit). Bahkan, kesehatan tubuh akan berkaitan dengan kulit dan kulit pun bisa menjadi indikator kesehatan,” ungkap dr Renobulan

Edukasi Karyawan Sequis bersama Skin+ Indonesia mengadakan gathering karyawan dengan topik Glow Your Skin, Glow Your Financial di Jakarta, Jumat (26/7). Cara ini dilakukan Sequis untuk mengedukasi karyawannya untuk peduli pada kesehatan agar tetap produktif. Sebab, karyawan yang produktif dapat bekerja maksimal dan hasil kerja pun semakin optimal.

mengandung banyak minyak, siap saji, yang terlalu manis, dan juga minuman berkarbonasi. Ditambah lagi pengetahuan tentang riwayat lergi tertentu yang berpengaruh pada kulit, seperti makanan berminyak, susu kacang. “Jika ada, sebaiknya dihindari. Jangan lupa untuk konsumsi air putih secara teratur apalagi jika kulit kita kering akan mudah terjadi dehidrasi (kekurangan cairan),” kata dr Renobulan.

tampak tanda-tanda aging (penuaan kulit). Memiliki kulit yang sehat tidak bisa secara instan tetapi harus terus dijaga. Caranya dari gaya hidup, asupan, dan dengan perawatan ( treatment ) di klinik estetika serta rutin menggunakan skin care setiap hari. Selain itu, tambah dia, asupan tentu memengaruhi kesehatan tubuh dan kulit. Makanan yang tidak sehat sebaiknya dihindari, seperti makanan yang

edukasi tentang bagaimana mengatur keuangan yang bijaksana dan perlunya memiliki asuransi jiwa dan kesehatan agar seimbang antara anggaran, pengeluaran, dan kebutuhan kesehatan kulit. Indikator Kulit Sehat Indikator kulit sehat, kata dr Renobulan, adalah memiliki warna kulit yang rata, bersih, tekstur kenyal, lembab, dan jika disentuh terasa lembut dan halus serta tidak

Made with FlippingBook - Online magazine maker