SP170905

Suara Pembaruan

28

Selasa, 5 September 2017

Pembunuhan Pegawai BNNDiduga Direncanakan

nya sudah dikaruniai anak. "Sering banget adik saya dipukul sama ibu Indria. Bahkan, adik saya pernah mengalami memar-memar di bagian kepalanya dan su- dah visum untuk dilaporkan. Namun, akhirnya tidak jadi karena masih menyayangi istri dan anak," kata Siti.

Menurutnya, perlakuan kasar tersebut sudah dia- lami adiknya selama menja- lin rumah tangga. Perilaku kasar itu dikarenakan per- mintaan Indria yang mengi- nginkan mobil mewah dan rumah tidak terpenuhi. "Bukan main, bukan di- porotin lagi pak. Bu Indria

itu minta mobil sama rumah mewah ke adik saya sampai ngamuk-ngamuk . Sampai pernah mukulin juga meng- ancam mau bunuh adik sa- ya pakai pistol, saya ada re- kamannya," kata dia. Atas kejadian ini, Siti pun meminta maaf kepada semua pihak bila memang

nantinya Malik terbukti bersalah di mata hukum. Meski demikian, ia memin- ta kepada kepolisian untuk berlaku adil dalam mengu- sut kasus ini. "Jika adik saya berbuat kesalahan, saya mohon ma- af atas nama keluarga," tambahnya. [VEN/W-11]

VENTO SAUDALE Siti Nuraeni (36), saudara tersangka pembunuhan Abdul Malik, memberikan keterangan di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (4/9).

[BOGOR] Pembunuhan terhadap pegawai Badan Nasional Narkotika (BNN) Indria Kameswari diduga direncanakan oleh Abdul Malik, yang juga suami korban. Polisi hingga kini masih memeriksa tersang- ka. Polisi akan menjerat Malik dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman 20 tahun penjara. D i r e k t u r Kr imi n a l Umum (Dikrimum) Polda Jabar, Komisaris Besar Umar Fana saat dikonfir- masi Senin (4/9) malam menjelaskan, pascapenang- kapan di Batam, Kepulauan Kepri, tersangka Malik langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pe- meriksaan di Bogor. Tersangka Malik akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Hal tersebut ter- ungkap berdasarkan hasil pemeriksaan atas pengaku- an tersangka. "Berdasarkan pengakuannya, dia (ter- sangka) memang berniat melakukan pembunuhan kepada korban Indr i a Kameswari," paparnya. Terkait motif dan cara pembunuhan, lanjut Fana, polisi masih melakukan pe- ngembangan juga mencari bukti otentik (senjata api) yang dipergunakan untuk membunuh. Hasil otopsi, korban mengalami luka tembak dari dada mengenai paru-paru dan tembus ke tu- lang belakang. Jasad korban ditemukan anaknya yang masih balita pada Jumat (1/9) pagi. Anaknya lalu mendatangi tetangganya dan kemudian melapor ke polisi.

Masih kata Umar, sete- lah melakukan pembunuh- an, tersangka langsung me- larikan diri ke kediaman sa- lah satu iparnya di Batam. Dalam pelariannya, Malik yang mempunyai identitas lain yakni M Akbar dan akhirnya diketahui polisi la- lu dilakukan penangkapan tanpa perlawanan. Keberadaan senjata api yang digunakan Malik un- tuk menghabisi nyawa Indria masih menjadi miste- ri. Polisi tidak secara spesi- fik menjelaskan apakah ada proyektil ditemukan di tu- buh korban atau di lokasi pembunuhan. Namun, Umar memasti- kan, Malik bukanlah pene- gak hukum yang bekerja di kepolisian atau institusi la- innya. Hal tersebut juga di- benarkan anggota keluarga Malik, Siti Nuraeni. Sejak menikah pada 2012, Malik bekerja sebagai kontraktor atau pengembang properti. Korban Kekerasan Istri Siti Nuraeni, adik kan- dung Malik, saat tiba di Mapolres Bogor, Cibinong kemarin meyakini, kejadian pembunuhan tersebut dipi- cu perlakukan kasar korban Indria kepada Malik semasa hidup. Kata dia, semasa adik- nya menjalani pernikahan dengan Indria lima tahun terakhir, Malik kerap me- ngeluh mendapatkan perla- kuan kasar dari istrinya. Perlakuan kasar tersebut sempat akan dilaporkan ke- pada polisi. Namun, niatnya diurungkan karena Malik masih ingin memperbaiki hubungan dengan istrinya. Terlebih hasil pernikahan-

Made with FlippingBook HTML5