ID170915

JUMAT 15 SEPTEMBER 2017 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/AFP PHOTO/POOL/WALLACE WOON

Oleh Happy Amanda Amalia  WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengadang upaya perusahaan Tiongkok untuk mengakuisisi produsen semikon- duktor asal AS. Berbicara pada Rabu (13/9) waktu setempat, Trump mengatakan alasannya demi keamanan nasional, namun Tiongkok memprotes langkah tersebut.

sekaligus merevisi korban tewas resmi sebelumnya yang berjumlah 24. Subra- maniammengatakan jenasah diidenti- fikasi dengan tes DNA. Petugas pemadam kebakaran men- duga penyebab kebakaran, salah satu yang paling buruk di Malaysia selama dua dekade, disebabkan oleh korslet- ing listrik atau alat pengusir nyamuk. Kecelakaan tersebut akan mening- katkan pengawasan sekolah-sekolah agama yang dikenal sebagai tahfiz. Banyak warga Muslim Malaysia mengirimkan anak-anaknya belajar Al Quran di sana namun eksistensinya tidak diatur oleh otoritas pendidikan dan sering beroperasi secara ilegal. Para pejabat mengatakan bahwa pesantren tersebut beroperasi tanpa izin yang benar. Wakil Perdana Men- teri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi, di lokasi kejadianmengumumkan bahwa pihak berwenang telah meluncurkan penyelidikan. Dia mengatakan bahwa tempat itu hanya sementara tapi yang menjalan- kan sekolah tetap mematuhi persyara- tan keselamatan. Nik Azlan Nik Abdul Kadir, yang kehilangan anak berusia 12 tahun dalam kebakaran tersebut, memeluk istrinya yang terisak-isak di luar sekolah. Ia mengatakan terakhir bertemu anaknya pada malam sebelumnya. “Dia dalam suasana hati yang riang, dia senang belajar di sini,” kata dia kepada AFP . Kadir menambahkan bahwa anak- anaknya yang lain lolos dari maut karena tidak mau kembali ke sana selama dua pekan terakhir. Kecelakaan itu akan menambah kekhawatiran tentang pusat studi agama. Lembaga-lembaga pendidi- kan ini sudah mendapat pengawasan pemerintah setelah kematian seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, yang diduga dipukuli di salah satu lembaga pada tahun lalu. Zahid mengatakan catatan pem- adam kebakaran menunjukkan telah terjadi 31 kebakaran di tahfiz sejak 2011. (afp/leo) “Penting untuk dicatat bahwa pemerintah AS sangat memperhati- kan investasi asing – terutama inves- tasi dari Tiongkok – yang masuk ke industri semikonduktor AS selama bertahun-tahun. Mungkinmasih terla- lu dini untuk berpikir bahwa pemerin- tahan Trump mengambil pendekatan hawkish terhadap investasi Tiongkok di semua sektor industri. Tapi ini se- mua hanya masalah waktu saja yang akan menentukan,” ujar Lawrence Ward dari firma hukum internasional Dorsey & Whitney yang fokus pada HukumKeamanan Nasional AS. (afp) tuk menerapkan proteksionisme. “Tiongkok berharap negara-negara yang relevan dapat memperlakukan akuisisi luar negeri perusahaan-peru- sahaan asal Tiongkok secara obyektif dan tidakmemihak, sertamemberikan perlakuan adil terhadap praktik-praktir bisnis yang normal, sekaligus mencip- takan lingkungan bisnis yang masuk akal dan transparan demi menghindari dampak kepercayaan investor,” bunyi pernyataan yang dikutip dari situs la- man kementerian perdagangan. Lattice sendiri merupakan peru- sahaan yang memproduksi program- mable logic devices atau komponen- komponen elektronik yang dapat diprogram untuk menyediakan fungsi yang serupa dengan kerja kartu chip. Trump memutuskan melakukan intervensi secara pribadi dalamproses itu setelah perusahaan mengajukan permohonan kepadanya secara lang- sung untuk membatalkan aturan CFIUS. Demikian dilaporkan TheWall Street Journal. Sebelum Trump, Barack Obama juga melakukan inter vensi serupa untuk mencegah tercapainya kes- epakatan yang melibatkan perusahan semikonduktor karena masalah kea- manan tahun lalu. Grand Chip Investment yang dikelo- la Pemerintah Tiongkok memba­ talkan rencana pembelian produsen peralatan semikonduktor Aixtron asal Jerman pada Desember, setelah Washington menolak masuknya unit Aixtron AS karena khawatir bisa men- empatkan teknologi dalam keadaan rentan dimasukkan ke aplikasi militer, jika berada di tangan Tiongkok.

KUALA LUMPUR – Kebakaranmel- alap pesantren Darul Quran Ittifaqiyah di Malaysia pada Kamis (14/9), mene- waskan 33 orang yang sebagian besar para santri. Para korban terjebak di asrama karena jendelanya berteralis. Jenasah para korban, yakni 21 anak laki-laki yang kebanyakan remaja, ditemukan menumpuk satu sama lain. Hal ini menunjukkan mereka be- rebutan dalam upayanya meloloskan diri dari lalapan api, yang berkobar sebelum fajar. Petugas pemadam kebakaran yang tak lama tiba di tempat kejadian ber- hasil memadamkan api satu jamkemu- dian, namun yang tampak kemudian hal yang memilukan. Gambar-gambar yang beredar menunjukkan tempat tidur para siswa tertutup abu karena dilalap api. Para santri dan ustad di pusat studi Islam yang berada di pusat kota Kuala Lumpur itu menjerit-jerit minta per- tolongan, tapi para tetangga melihat dengan tak berdaya. Norhayati Ab- dul Halim, yang tinggal di seberang pesantren, mengatakan kepada AFP bahwa dia mendengar jeritan saat panggilan azan subuh terdengar. “Saya pikir ada orang yang berteng- kar. Saya membuka jendela ke rumah saya dan saya bisa melihat pesantren terbakar. Mereka berteriak minta to- long tapi saya tidak dapat melakukan apa pun.” kata pria berusia 46 tahun itu. Ia menambahkan pada saat petugas pemadam kebakaran tiba di sana, teriakan itu sudah berhenti. Para pejabat mengatakan bahwa para santri tidak dapat menyelamatkan diri dari api karena api itu menghalangi satu- satunya pintu ke asrama lantai atas dan jendelanya ditutup dengan teralis besi. Empat belas siswa berhasil keluar dan tujuh orang dirawat di rumah sakit. “Mereka lolos dengan merusak teralis, lalu melompat turun, beberapa di antaranya turun memegang pipa saluran,” kata Menteri Kesehatan Malaysia S Subramaniam. Ia mengatakan, jasad 21 santri dan dua anggota staf telah teridentifikasi, Menurut pernyataan yang dikeluar- kan Departemen Keuangan (Depkeu) AS, akuisisi terhadap Lattice Semi- conductor Corporation, perusahaan terbuka asal Oregon, oleh China Canyon Bridge Fund milik Tiongkok dapat membahayakan penggunaan produk sensitif pemerintah AS yang diproduksi perusahaan tersebut. Sebelumnya, Pemerintahan Trump juga telah menerapkan sikap agresif terhadap Tiongkok terkait masalah perdagangan dan keamanan nasional, dengan meluncurkan penyelidikan luas mengenai konsekuensi keamanan nasional akibat perdagangan alumu- nium dan baja dengan Beijing. Presiden AS ke-45 itu memang me- miliki wewenang untuk menghalangi investasi asing yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional mela- lui Komite Penanaman Modal Asing Amerika Serikat (CFIUS) - sebuah komite antar-lembaga. Depkeu menyebutkan bahwa dalam kasus Lattice, CFIUS dan presiden telah memutuskan akuisisi akan itu menimbulkan risiko bagi keamanan nasional Amerika Serikat yang tidak dapat diselesaikan melalui mitigasi. Adapun isi keputusan melarang Canyon Bridge, mitranya dengan Yitai Capital dan perusahaan induk Yitai, serta China Venture Capital Fund Corp (CVCF) membeli perusahaan AS yang bergerak dalam pelayanan pasar konsumen, komunikasi dan industri. Depkeu menjelaskan, kesepakatan tersebut menimbulkan risiko kea- manan nasional karena ada dukungan Beijing terhadap transaksi yang berpo- tensi terjadinya transfer kekayaan in- telektual kepada investor asing, serta pentingnya pasokan semikonduktor untuk Pemerintah AS, termasuk produk-produk Lattice. Kementerian Perdagangan Tiong- kok pun menyatakan prihatin dengan keputusan itu. Juru Bicara Kementerian Perdagan- gan Tiongkok Gao Feng mengungkap- kan di hadapan wartawan dalam konfer- ensi pers, Kamis (14/9), bahwa masing- masing negara memiliki hak untuk menyelidiki investasi di ‘bidang-bidang sensitif’, namun kekuasaan seharusnya tidak digunakan sebagai instrumen un-

Pelantikan Presiden Presiden Singapura Halimah Yacob (tengah) diambil sumpahnya didampingi oleh PM Lee Hsien Loong (kiri) dan Jaksa Agung Sundaresh Menon (kanan) pada upacara pelantikan di Istana Kepresidenan Singapura, Kamis (14/9).

negara maju berar ti harus relatif mandiri atau mengurangi ketergan- tungan terhadap negara lain, karena itu kini Indonesia harus mewujudkan kemandirian pangan dan energi. Kalau untuk kemandirian sulit bisa dengan ketahanan lebih dulu, untuk pangan misalnya harus dibenahi soal lahan. Kalau sektor pangan baik, maka akan ada 35 juta orang yang tersenyum, lapangan kerja tercipta, dan pengang- guran berkurang,” ujar Eko. 2018, Palapa Ring Beroperasi Pemerintah saat ini tidak hanya gencar membangun infrastruktur transportasi darat, laut, maupun udara, namun juga gencar membangun in- frastruktur telekomunikasi strategis. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menga- takan sebelumnya, proyek teleko- munikasi nasional Palapa Ring akan rampung dan beroperasi akhir 2018. Program pembangunan serat optik yangmenjangkau berbagai daerah ter- pencil ini terbagi menjadi tiga wilayah, yakni Barat, Tengah, dan Timur. Nilai bisnis tiga paket tersebut seki- tar Rp 21 triliun, dengan panjang kabel fiber optikmencapai 12 ribu kilometer. “Jadi, pada 2019, semua ibu kota kabu- paten dan kotamadya telah terhubung dengan broadband ,” kata Rudiantara. Proyek Palapa Ring merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan layanan jaringan serat optik untuk tulang punggung sistem telekomunikasi na- sional, yang menghubungkan seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Proyek ini pernah terhenti selama 10 tahun sebelumnya. Sementara itu, dalam Rencana Stra­ tegis (Renstra) 2015-2019, pemerin- tah menargetkan pembangunan jalan tol baru mencapai 1.000 km, meski realisasi pembangunan pada periode pemerintahan-pemerintahan sebel- umnya tak sampai 1.000 km. Bahkan, seiring adanya program percepatan proses pembebasan lahan melalui dana talangan oleh badan usaha jalan tol, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memproyeksikan penambahan jalan tol dalam lima tahun tersebut men- capai 1.851,9 km. Sementara itu, hingga tahun lalu, realisasinya sekitar 176 km. Demikian pula infrastruktur kelis- trikan dibangun besar-besaran lewat Program 35 Ribu MW, termasuk pembangunan pembangkit listrik yang menggunakan energi bar u dan terbarukan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Igna- sius Jonan menjelaskan sebelumnya, pencapaian target porsi energi baru terbarukan sebesar 23% pada 2025 akan didukung dari sektor ketena- galistrikan ini. Sementara itu, hingga semester I-2017, pembangkit listrik dalam Pro- gram 35 Ribu MW yang telah me- masuki masa konstruksi sekitar 14.193 MW atau 40%. Sisanya masuk fase perencanaan sekitar 7.170 MW (20%), fase penandatanganan kontrak sekitar 8.550 MW (24%), proses pengadaan sekitar 5.155MW(14%), dan yang telah beroperasi sekitar 758 MW (2%). (en) Sekitar 389.000 orang Rohingya te­ lahmelarikan diri melintasi perbatasan sejak akhir Agustus dan telah terjadi seruanmendesak pemimpinMyanmar Aung San Suu Kyi untuk berbicara untuk membela mereka. Gelombang pengungsi itu telah membuat Bang- ladesh berjuang untuk memberikan bantuan bagi pengungsi yang kelela- han dan lapar, sekitar 60% di antaranya adalah anak-anak. (afp/leo) Zahid Hossain Siddique, administra- tor pemerintah untuk kota perbatasan Teknaf,mengatakan sejauh ini pihaknya telah menghukum sekitar 150 orang. “Banyak dari orang-orang ini dijatuhi hukuman enam bulan penjara setelah dipidana di tempat kejadian,” ucap dia, tanpa memberikan angka yang tepat untuk jumlah yang dipenjara.

Ia pun akhirnya menyerahkan li- ontin emas yang diberikan suaminya untuk bisa melarikan diri. Laporan media menyebutkan Rohingya ditahan oleh tukang perahu dan agen selama berjam-jamdi desa-desa pesisir sampai mereka menerima pembayaran yang meningkat untuk perjalanan tersebut. Rohingya yang tinggal di kamp pengungsi yang mapan di Bangladesh juga telah dituduh ikut serta dalam pemerasan tersebut. Beberapa pejabat mengatakan hakim Bangladesh yang mengoper- asikan pengadilan mobile di kota per- batasan Cox’s Bazar dan distrik-distrik terdekat sekarang mulai menghukum pemilik kapal dan penduduk desa setempat untuk hukuman enam bulan penjara.

US$ 100 untuk perjalanan 10-30 menit yang biasanya berharga kurang dari US$ 50 sen atau naik 200 kali lipat. “Kapten kapal mengambil semua duit dari kami untuk feri. Sekarang kami ingin pergi ke kamp tapi tidak punya uang,” kata Momena Begum, (35 tahun), seorang ibu dari Rohingya yang berusia lima tahun kepada AFP . Dia duduk dengan anak-anaknya di samping jalan raya yang membentang di pantai Teknaf, tidak dapat berkend- araan ke tempat-tempat pengungsian sekitar 10 kilometer dari perbatasan. “Tukang perahu mengancam untuk membuang kita ke laut jika kita me- nolak memberi barang berharga milik kita,” kata Nadera Banu, (19 tahun), yang baru menikah tahun lalu dan kini menjadi janda.

COX’S BAZAR – Operator kapal Bangladesh mengambil untung dari Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar dengan memungut biaya hingga US$ 100 untuk perjalanan feri yang biasanya hanya US$ 50 sen. Krisis kemanusiaan yang telah memicu kecaman interna- sional tidak menunjukkan tanda-tanda mereda pada Kamis (14/9). Banyak yang berjalan kaki melin- tasi perbukitan dan melewati hutan berhari-hari sampai ke perbatasan hanya untuk menghadapi harga yang sangat tinggi untuk sebuah kursi di atas kapal yang melintasi sungai Naf, yang membelah kedua negara. Seorang koresponden AFP di sungai tersebut mengatakan bahwa pemilik kapal mengangkut pengungsi hingga

 Sambungan dari hal 1

PwCmemaparkan, ekonomi Indone- sia berpeluang masuk peringkat lima besar dunia pada 2030 ataumenggeser posisi Jerman saat ini. Pada 2030, pro- duk domestik bruto (PDB) PPP Indo- nesia akan mencapai US$ 5,42 triliun. Pembangunan infrastruktur yang masif di Tanah Air saat ini akan men- jadi pondasi yang kuat bagi Indonesia untuk meraih peluang tersebut, meski Indonesia juga masih memiliki peker- jaan rumah (PR) lain yang cukup berat untuk diselesaikan. Ini di antaranya adalah perbaikan kemudahan bisnis dan peningkatan kualitas maupun produktivitas tenaga kerja (sumber daya manusia/SDM). Pembangunan infrastruktur be- sar-besaran dinilai bisa mengatasi deindustrialisasi yang terjadi di In- donesia. Selama ini, pertumbuhan ekonomi terhambat karena terjadinya deindustrialisasi, sehingga sum- bangan manufaktur yang pada 2001 masih 29% terhadap PDB, tahun lalu tinggal 20%. Deindustrialisasi muncul karena kendala infrastruktur yang minim. “Itulah sebabnya, pembangunan in- frastruktur akan membalikkan kinerja sektor industri. Memang dampaknya tidak bisa langsung, namun pemerintah sudah on the right track dalammemban- gun infrastruktur. Pemerintah sudah kerja keras dan hasilnya akan terasa dalam jangka panjang, deindustrialisasi ke depan akan terselesaikan,” ujar dia. Pemda Juga Harus Dukung Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyatakan, adalah hal mudah bagi ekonomi Indonesia untuk berada di posisi kelima terbesar dunia pada 2030 dan posisi keempat pada 2050, apabila parameternya pertumbuhan PDB. Yang menjadi persoalan adalah apakah pada 2030 Indonesia akan menjadi negara produsen, konsumen, atau sekadar penonton, mengingat pada 2030 Indonesia akan mendapat- kan bonus demografi sangat besar. “Bahkan kalau kita bicara secara linier dari parameter PDB saja, ekonomi In- donesia pada 2030 bisa mengalahkan Jepang dan India,” ujar dia. Ia menjelaskan lebih lanjut, peluang ekonomi Indonesia masuk lima besar dunia pada 2030 terbuka lebar, dengan pertumbuhanekonomi Indonesiadi atas 7% saat itu, dibanding tahun ini yang ditargetkan 5,2% dalam APBN Peruba- han 2017. Hal ini akan mudah tercapai asalkan Indonesia mampu menggenjot pertumbuhan investasi lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi, mampu menjaga stabilitas politik, dan mampu menciptakan kebijakan yang tidak mendistorsi pelaku usaha.

barang di Indonesia jauh lebih mahal, dibanding kompetitor seperti Viet- nam. Kondisi ini bisa menyebabkan calon investor memilih negara lain yang ongkos tenaga kerjanya lebih murah. “Untuk soal ini, Indonesia bisa berkaca pada Jerman, ada 133 ribu tenaga ahli yang dijadikan staf di balai latihan kerja (BLK). Sementara itu, di Indonesia jumlah BLK saja sangat minim. Belum lagi, kurikulumpendidi- kan Indonesia tidak terkoneksi dengan industri, padahal di Prancis lulusan politeknik justru menjadi kaum elit karena lebih dibutuhkan,” tandas dia. Ketahanan Energi Ekonom Indef Eko Listiyanto menambahkan, peluang ekonomi In- donesia masuk peringkat lima besar dunia pada 2030 sangat mungkin. Sementara itu, dari sisi teori ekonomi, negara dengan PDB tinggi dan mapan, pertumbuhan ekonominya sudah tidak akan mencapai 5%, na- mun tingkat kemiskinan dan peng­ angguran juga rendah. “Proyeksi-proyeksi optimistis itu memang sangat mungkin dan bisa menjadi penyemangat, bahwa ke depan Indonesia bisa menjadi negara maju. Kita bisa melakukan evaluasi lagi agar proyeksi itu terwujud. Hanya saja, tentu kita inginnya menjadi negara maju yang berkualitas, jan- gan sampai terjebak sebagai negara ekonomi besar namun di dalamnya banyak persoalan,” imbuh dia. Untuk mewujudkan proyeksi terse- but, selain terus menggiatkan pem- bangunan infrastruktur sebagai kunci utama pendorong per tumbuhan ekonomi, Indonesia harus membuat kebijakan yang mengarah pada ket- ahanan energi dan pangan, ser ta mengubah basis ekonomi dari ko- moditas mentah menjadi produk hilir yang memiliki nilai tambah. “Menjadi

“Selain itu, dalam menghadapi bonus demografi, pemerintah harus mampu menyediakan lapangan kerja, terutama di sektor manufaktur dan pertanian, mendorong inovasi den- gan memberikan insentif fiskal dan nonfiskal bagi perusahaan teknologi, serta memperbaiki daya saing. Upaya pemerintah denganmembangun infra- struktur patut diapresiasi, karena ini bisa mengatasi masalah laten dalam persoalan daya saing,” ujar dia. Dia juga mengatakan, peningkatan produktivitas tenaga kerja juga harus dilakukan, mengingat saat ini posisi Indonesia jauh tertinggal dibanding negara tetangga Asean seperti Singa- pura dan Malaysia. Bahkan, RI masih di bawah Filipina dan Vietnam. Kondisi yang demikian akan men- jadi penghambat masuknya investasi. Untuk itu, sekolah vokasi, pemagan- gan, dan perbaikan kurikulumyang se- suai dunia kerja maupun perkemban- gan teknologi harus segera dilakukan. Hal lain yang harus dibenahi adalah pemberantasan korupsi, perbaikan regulasi dan adanya jaminan kepastian hukum, baik di pusat maupun daerah. “Pemerintah pusat bilang siap, namun banyak pemerintah daerah tidak sang- gup. Kondisi ini harus segera diatasi, guna memberikan sinyal positif untuk meningkatkan keterlibatan swasta demi mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi,” kata dia. Fithra Faisal juga mengatakan, tantangan yang harus segera disele- saikan agar peluang Indonesia masuk lima besar dunia bisa diraih adalah peningkatan produktivitas tenaga kerja atau SDM. Saat ini, 70-80% SDM di Indonesia berpendidikan di bawah SMA, belum lagi pertumbuhan pro- duktivitas tidak seimbang dengan pertumbuhan gaji. Gaji tenaga kerja atau SDM di Indo- nesia naik terus namun produktivitas sebaliknya, sehingga ongkos produksi

Made with FlippingBook - Online magazine maker