ID170915

jumat 15 SEPTEMBER 2017

24

Investor Daily/ist

kerja sama tersebut lebih difokuskan untuk menjaring kepesertaan pekerja bukan penerima upah (BPU). Pas- alnya, BPU berbeda dengan pekerja formal di mana kepesertaannya diurus oleh pemberi kerja. “BPU itu tidak melulu informal, tapi BPU itu sebenarnya pekerja mandiri misalnya dokter, seniman, bahkan owner perusahaan. Jadi bukan yang kecil saja, tapi ada juga pedagang pasar, petani, nelayan, ini bagian yang kami lindungi. Kami kerja sama dengan PasarPolis ini untuk yang BPU dulu,” jelas Ilyas. Dalam sisa empat bulan ke depan, lanjut Ilyas, pihaknya akan memobil- isasi sumber daya maupun infrastruk- tur, termasuk kerja sama dengan Pas- arPolis untuk meningkatkan jumlah peserta. Dia menambahkan, karena BPJS Ketenagakerjaan adalah ke- wajiban, ada sanksi berupa adminis- tratif yang dapat diberikan. Menurut Ilyas, dengan adanya Go Digital, BPJS Ketenagakerjaan bisa diakses oleh seluruh masyarakat di berbagai wilayah. Dengan demikian, seluruh pekerja bisamendapatkan per- lindungan dari BPJS Ketenagakerjaan. “Karena perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai perlindungan dasar, tentunya sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata dia. Kemudahan layanan adalah peserta hanya perlu waktu tiga menit untuk mendaftar secara online . Layanan ini akan menjadi alternatif dan pelengkap kanal pembayaran iuran kepesertaan yang selama ini sudah bisa melalui ATM dan teller dari tujuh bank, BNI, BRI, Mandiri, BCA, Bukopin, BTN, BJB, ataupun di berbagai gerai min- imarket . (nid) membeli. “Pertimbangan lain adalah imbal hasil ( yield ) dari investasinya. Apakah dapat menutupi liabilitas yang jangka panjang atau tidak,” lanjut dia. Togar mengatakan, instr umen EBA tidak terlihat kekurangannya, tapi mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan industri asuransi jiwa. Sebab, meskipun didorong untuk meningkatkan porsi EBA oleh Otor- itas Jasa Keuangan (OJK), per- usahaan asuransi jiwa juga perlu menempatkan dana pada instrumen lainnya. “Tidak mungkin semua dana investasi anggota ditempatkan di EBA, prinsip investasi itu tidak boleh dana ditempatkan di satu keranjang,” terang Togar. Sebelumnya Wakil Ketua OJK Nurhaida mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pembelian EBA salah satunya dengan memberi kelonggaran kepada industri asur- ansi umummaupun jiwa, untuk dapat menempatkan dana investasinya pada instrumen EBA. Hal tersebut karena masih terdapat beberapa perusahaan asuransi yang belum memenuhi kewajiban investasi pada SBN sebesar 20% untuk asuransi umum, dan 30% untuk asuransi jiwa. “Dengan adanya relaksasi tersebut, industri asuransi diharapkan dapat memenuhi investasi SBN dengan menempatkan pada instrumen EBA,” kata Nurhaida. (nid)

JAKARTA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) mencatat, dari 500 ribu per- usahaan formal yang menjadi peserta, tingkat ketertiban membayar iuran baru sebesar 68%. Hingga akhir tahun ini, tingkat ketertibanmembayar iuran diperkirakan baru 85%. Direktur Perluasan Kepeser- taan dan Hubungan antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan E Ilyas Lubis mengatakan, tahun ini pihaknya men- argetkan dapat menjaring 18,5 juta peserta baru. Selain dengan melak- ukan sosialisasi, pihaknya memberi kemudahan sehingga pekerja mau mendaftar sebagai peserta. “Kami masih harus kerja keras untuk capai target peserta tahun ini, realisasi sampai Juli baru 53% dari yang harusnya sudah 56%. Kami juga catat yang tertib bayar iuran baru 68% dari 500 ribu perusahaan, tahun ini mencapai 85%,” kata Ilyas di Jakarta, Kamis (14/9). Ilyas menjelaskan, terdapat tiga masalah utama BPJSKetenagakerjaan. Per tama, perusahaan yang wajib be l um menda f t a r kan s e l u r uh pegawainya. Kedua, perusahaan baru mendaftarkan sebagian pegawainya. Ketiga, perusahaan masih banyak menunggak iuran. Salah satu cara untuk menggerus permasalahan tersebut selain dengan melakukan sosialisasi secara masif juga dengan menggandeng perusa- haan online yang bergerak di bid- ang asuransi ( insurtech ) PasarPolis. Dengan kerja sama tersebut, maka pekerja yang ingin menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan cukup mendaf- tar online pada situs PasarPolis.com. Meski demikian, Ilyas menjelaskan, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) ikut mendorong anggotanya untuk membeli instru- men efek beragun aset (EBA) seba- gai investasi industri asuransi, guna memenuhi batas minimal investasi di surat berharga negara (SBN) sebesar 30% untuk asuransi jiwa. Instrumen EBA dapat menjadi opsi lain industri asuransi jiwa dalam berinvestasi. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, pihaknya juga meminta pelaku asuransi jiwa untuk masuk ke instrumen EBA, meskipun jika untuk investasi masih banyak yang perlu dipertimbangkan. Hal tersebut sesuai dari kebijakan investasi masing-masing perusahaan asuransi. “Kami pasti mendorong anggota beli EBA, terbitnya EBA merupakan kabar baik bagi anggota, karena menambah opsi atau pilihan instrumen investasi,” jelas Togar kepada Investor Daily, Jakarta, akhir pekan lalu. Terdapat beberapa pertimbangan yang perlu dilihat pelaku asuransi. Sebab, liabilitas perusahaan asuransi jiwa umumnya berjangka panjang dan disesuaikan dengan periode instru- men investasinya. Togar menjelaskan, pertimbangan lain yang diperhatikan adalah risiko dari penempatan instru- men investasi. Dengan demikian, jika ada instrumen investasi baru, per- usahaan asuransi jiwa tidak langsung

Penghargaan Bank DKI Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi (kiri) menerima penghargaan dari Ketua Dewan Juri TOP Bank, Top Insurance dan Top Multifinance 2017, Suryo Danisworo pada kategori TOP CEO Bank 2017 dan TOP BPD BUKU III 2017 dalam acara penghargaan TOP Bank 2017 di Jakarta, Kamis (14/9). Penganugerahan penghargaan tersebut merupakan penanda bahwa Bank DKI merupakan salah satu perusahaan yang memiliki kinerja keuangan, produk, dan layanan terbaik, serta memiliki prospek bisnis dan berkontribusi tinggi dalam pembangunan nasional khususnya DKI Jakarta.

pada September 2017 adalah 7,41% untuk BUKU I, 6,96% untuk BUKU II, 6,36% untuk BUKU III, dan 6,69% untuk BUKU IV. Sedangkan pengaruhnya terhadap suku bunga kredit, Direktur Eksekutif Riset, Surveillance dan Pemeriksaan LPS Didik Madiyono menjelaskan, penurunan tingkat bunga penjaminan memang bisa berpengaruh terhadap penurunan tingkat bunga deposito bank. Namun, pengar uhnya ter- hadap penurunan suku bunga kredit tidak bisa serta merta karena penye- suaiannya membutuhkan waktu. Meski demikian, dia menyadari perlu ada penurunan suku bunga kredit karena melihat pertumbuhan kredit yang saat ini masih melambat. Per tumbuhan kredit sampai Juni 2017 hanya mencapai 7,75% ( year on year ), sedangkan dibandingkan bulan sebelumnya hanya tumbuh 1,49%. Halim mengungkapkan, apabila merujuk pada angka pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi, bank sebaiknya bersiap untuk melakukan ekspansi kredit tahun depan. Tingkat konfidensi ini tentunya juga harus dibarengi pula dari sisi membaiknya dunia usaha dan meningkatnya per- mintaan kredit. “Kalau dunia usaha membaik dan permintaan kredit naik, pertumbuhan kredit tentunya juga bisa naik pada tahun depan,” terang dia. perkaya fitur yang ada dalam mobile dan internet banking . Saat ini, selain bisa digunakan untuk mengakses fitur perbankan konvensional, e-channel Bank Permata dapat digunakan untuk mengecek produk kartu kredit, wealth management, dan pembelian reksa dana serta obligasi. “Bank Permata juga berusaha memberikan nilai tam- bah kepada nasabah untuk produk tabungan,” ujar dia. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, hingga Juli 2017 perseroan telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 93,09 triliun, dengan porsi CASA sebesar 48,47% atau senilai Rp 45,12 triliun. Angka tersebut lebih besar dari porsi CASA Juli 2016 yang sebesar 38,79% dari total DPK. Sedangkan untuk penyaluran kredit Bank Permata hingga Juli 2017 men- capai Rp 90,81 triliun, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 117,57 triliun. Untuk menggenjot penyaluran kredit, Bank Permata akan fokus di kredit pemilikan rumah (KPR) serta kredit untuk usaha mikro, kecil, dan men- engah (UMKM). (nid)

nempatkan informasi pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan. Halim melanjutkan, berdasarkan tren yang dipantau LPS dari periode kuartal III-2016 hingga kuartal II- 2017, LPS rate cenderung berada di tengah-tengah, di antara suku bunga minimum dan maksimum simpanan perbankan. Hal ini menunjukkan, penurunan tingkat bunga penjaminan yang dilakukan LPS tahun lalu be- lum banyak diikuti oleh bank. Oleh karena itu, penurunan tingkat bunga penjaminan kali ini diharapkan bisa mempercepat penurunan suku bunga deposito. “Jadi, kami berharapnya berada di atas suku bunga maksimum dan mudah-mudahan hal tersebut bisa terjadi, apalagi BI juga sudah men- urunkan suku bunga acuan sehingga kami berharap penurunan suku bunga deposito bisa lebih cepat,”ungkap dia. Sementara itu, berkaitan dengan suku bunga special rate , Kepala Ek- sekutif LPS Fauzi Ichsan menilai juga menunjukkan tren penurunan. Di antara keempat kategori bank, sejak awal kuartal III-2017 terdapat pen- urunam special rate sebesar 17 bps pada kategori bank umum kegiatan usaha (BUKU) I, kategori BUKU III sebesar 13 bps, BUKU IV sebesar 12 bps, dan pada BUKU II sebesar 8 bps. Posisi special rate masing-masing bank Menurut dia, saat ini penyumbang fee based income terbesar berasal dari transaksional seperti biaya transfer dan layanan electronic channel . “Selain itu, penyumbang fee based income terbesar dari produk wealth manage- ment ,” ujar Bianto. Sementara itu, mengenai tantan- gan pada semester II-2017, Bianto mengatakan, pihaknya harus men- angkap kesempatan yang ada men- gingat pertumbuhan ekonomi yang terbilang lambat pada semester I-2017. Perseroan pun tetap mendorong per- tumbuhan kredit konsumer dengan fokus pada peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA). Salah satu strategi yang dilakukan Bank Permata adalah meningkatan in- ovasi produk seperti mengembangkan electronic channel, untuk memper- mudah nasabah dalam melakukan transaksi. “Inovasi produk seperti Permata Bebas yang memberikan diskon untuk transaksi di supermarket , pom bensin, dan belanja online ,” kata Bianto. Bank Permata juga berusaha mem-

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan menurunkan tingkat bunga pen- jaminan sebesar 25 basis poin (bps), untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di bank umum serta simpanan rupiah di bank perkreditan rakyat (BPR). Tingkat bunga penjaminan ini berlaku untuk periode 15 September 2017 sampai 15 Januari 2018.

prospek hingga tiga bulan ke depan. “Kami menilai likuiditas perbankan berada dalam kondisi yang memadai,” ucap dia. Pelonggaran kebijakan ini, lanjut dia, sejalan dengan pelonggaran ke- bijakan moneter BI. Sebelumnya, BI menurunkan suku bunga acuan (BI 7-days reverse (repo) rate ) sebesar 25 bps menjadi 4,5%. Sesuai ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diper- janjikan antara bank dengan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan, simpanan tidak dijamin. Oleh karena itu, bank harus member- itahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku, dengan me-

Rincian tingkat bunga penjaminan untuk simpanan rupiah di bank umum sebesar 6%, sedangkan simpanan valas di bank umum sebesar 0,75%. Sement- ara itu, tingkat bunga penjaminan simpanan rupiah di BPR sebesar 8,5% Ketua Dewan Komisioner LPS HalimAlamsyahmenjelaskan, pertim- bangan penurunan tingkat bunga pen- jaminan berdasarkan perkembangan suku bunga simpanan bank benchmark di 62 bank yang menunjukkan pen- urunan sejak awal 2017. “Penurunan suku bunga simpanan bank-bank yang dipantau LPS secara rata-rata men- urun 22 bps sejak awal tahun,” kata dia di Jakarta, Kamis (14/9). Pertimbangan lain adalah kondisi likuiditas perbankan saat ini dan

Investor Daily/ist

JAKARTA – PT Bank Permata Tbk mencatat, dampak penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Day Reserve Repo Rate (DRRR) meningkatkan dana kelolaan wealth management perseroan. Pasalnya, nasabah melihat adanya alternatif in- vestasi di produk wealth management . Direktur Retail Banking Bank Permata Bianto Surodjo mengatakan, dana kelolaan wealth management perseroan saat ini sekitar Rp 8-9 triliun. Mayoritas dana ditempatkan pada produk obligasi dan asuransi, dan total dana prioritas hampir mencapai Rp 50 triliun. “Popularitas obligasi itu meningkat dengan adanya penurunan suku bunga acuan BI, makanya kami luncurkan e-Bond, karena demand masyarakat meningkat untuk investasi pada ob- ligasi di wealth management ,” jelas Bianto di Jakarta, Selasa (12/9). Dia mengatakan, untuk men- ingkatkan bisnis wealth management , perseroan akan mengembangkan electronic channel . Perseroan juga menggenjot pendapatan berbasis komisi ( fee based income ).

Penghargaan Sinar Mas Land CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land Ishak Chandra (kanan) menerima penghargaan BTN Golden Property Awards 2017 dari Dirut BTN Maryono di Jakarta, baru-baru ini. Pada kesempatan ini Sinar Mas Land meraih tiga penghargaan untuk kategori : Best Township – BSD City, Best Innovative Networking Marketing – Program Price Amnesty, Most Influential Professional – Ishak Chandra.

Made with FlippingBook - Online magazine maker