ID190820

selasa 20 agustus 2019

24

Investor Daily/David Gita Roza

bayaran, seperti OVO, Gopay, Dana, LinkAja, termasuk dari luar negeri AliPay dan Wechat Pay, harus menye- suaikan dengan kode standar itu. Un- tuk penerapannya, BI mengacu pada Europay Mastercard Visa (EMV). EMVmerupakan standar pembayaran menggunakan chip , near field com- munication (NFC) maupun kode QR sebagai penghubung (interface) ke dompet digital (e-wallet). Adapun skema operasional kerja sama adalah penerbit uang elektronik asing membuka rekening penampung di bank BUKU IV. Rekening tersebut untuk menampung dana dari penerbit uang elektronik asing yang akan diter- uskan ke merchant-merchant yang berkerja sama dengan bank BUKU IV. Sementara itu, Presiden direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Se- tiaatmadja mengatakan, terkait kerja sama denganWechat dan Alipaymasih dalam proses penjajakan di sisi teknis dan legal. Selain itu, pihaknya masih perlu mendapat persetujuan dari BI sebelum mulai beroperasi dengan menggandeng kedua perusahaan dompet digital tersebut. “Untuk dua itu kami sedang jajaki teknis dan legalnya. Misalnya teknis itu penting untuk bisa berjalan, karena menyangkut traveler yang datang ke Indonesia dan dari regulator harus dapat persetujuan,” papar Jahja. Jahja menambahkan, terkait Wechat dan Alipay yang sudah beroperasi di Indonesia namun belummendapat izin dari BI merupakan suatu hal yang bisa saja terjadi. Pasalnya, belumada sanksi yang tegas. (nid) yang terintegrasi untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based , dompet elektronik, atau mobile banking pada aplikasi BJB Digi. “Perseroan telah menginvestasikan dana Rp 800 miliar untuk proyek pengembangan layanan digital aplikasi BJB Digi yang digunakan sepanjang periode 2017-2022,” ungkap dia. Sementara itu, Direktur Keuangan danManajemen Resiko BJBNia Kania mengatakan, ke depan perseroan berharap tidak lagi mengandalkan pendapatan dari margin bunga bersih ( net interest margin /NIM). Adapun saat ini BJB masih mengandalkan lini bisnis kredit pada sektor konsumer, komersial, UMKM, dan KPR. Pada semester I-2019, perseroan mencatat penurunan pada laba bersih yang diakibatkan peningkatan biaya dana atau cost of fund menjadi 5,4% dari 5% akhir 2018 dan dari 4,8% pada semester I-2018. Adapun rasio NIM perseroan hanya mencapai 5,7% atau turun 56 basis poin dari periode yang sama tahun lalu. “Mudah-mudahan dengan pengem- bangan teknologi informasi (TI) dan e-channel di BJB itu segera terlak- sana. Bukan hanya kebutuhan dari masyarakat secara individu, tapi juga pemerintah daerah dengan program smartcity -nya sudah menuntut perb- ankan dalam hal ini BJB sudah bisa mewujudkan layanan berbasis TI. Dengan demikian, ke depan transaction banking adalah suatu keharusan,” jelas Nia. (c04)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) akanmenertibkan perusahaan dompet digital asal Tiongkok seperti Wechat Pay dan Alipay yang sudah beroperasi di Indonesia, namun belum mendapat persetujuan dari regulator. Sebab, untuk beroperasi di Indonesia, per- usahaan dompet digital asing harus bekerja sama dengan bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV. “Wechat dan Alipay masih kami atur, kami akan tertibkanlah nanti (yang sudah beroperasi di Indonesia tapi belum mendapat izin), karena harus kerja sama dengan BUKU IV,” kata Deputi Gubernur BI Sugeng di Jakarta, pekan lalu. Dia menegaskan, agar bisa men- jalankan bisnisnya di Indonesia, perusahaan asal Tiongkok tersebut harus mengikuti aturan BI. Pada prinsipnya, untuk penyelenggara asing yang memberikan layanan di Indone- sia, harus menggunakan kuotasi dan bertransaksi dalam rupiah. Kemudian, penyelenggara asing tersebut harus bekerja sama dengan BUKU IV, hal tersebut tercantum dalam Peraturan BI Nomor 20/6/ PBI/2018 tentang Uang Elektronik. Sehingga aliran dananya dapat ter- monitor dan settlement terjadi di do- mestik. “Dengan adanya QRISmereka harus tunduk sama kita, mereka harus kerja sama dengan bank BUKU IV,” lanjut Sugeng. QR Code Indonesia Standard (QRIS) diluncurkan pada 17 Agustus 2019. Sistem pembayaran QR Code di In- donesia nantinya harus beradaptasi dengan QRIS. Jadi, penyedia jasa pem- JAKARTA – PT Bank Pemban- gunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk menggenjot transaksi digital melalui aplikasi BJB Digi. Hal tersebut guna mendorong kontribusi pendapatan berbasis komisi ( fee based income ) dari 16% pada tahun ini men- jadi hingga 40% tahun 2024. Direktur Informasi dan Tekno- logi BJB Rio Lanasier menyatakan, peningkatan layanan transaksi di- gital merupakan langkah strategis perseroan guna meningkatkan fee base income . Dengan demikian, perusahaan tidak hanya bergantung pada sektor kredit dengan kondisi ketidakpastian pada tingkat suku bunga, tapi pada sektor fee base income khususnya potensi pendapatan yang ada pada layanan transaksi digital. “ Fee based income BJB kalau dilihat sekarang 16% dari total pendapatan. Dalam lima tahun ke depan (2024) kami berkomitmen untuk men- ingkatkan pendapatan dari fee base itu sekitar 35-40%,” kata dia di Jakarta, Senin (19/8). Rio memaparkan, beberapa cara dilakukan untukmewujudkan proyeksi tersebut. Pertama, proses transaksi harus dipacu melalui berbagai kanal khususnya secara digital. Kedua, menyediakan layanan dengan bebagai kemudahan dengan melibatkan mitra financial technology ( fintech ). BJB telah memiliki fitur quick re- sponse (QR) payment dan akan meny- usul pada September tahun ini yakni QR Code Indonesian Standard (QRIS)

Apresiasi Bri Untuk Tim Paskibraka Nasional Wakil Direktur Utama Bank BRI Sunarso (kanan) memberikan apresiasi bagi Tim Paskibraka Nasional 2019 berupa dana pembinaan Tabungan BRI BritAma dengan nilai total se- besar Rp. 241 juta, di Brilian Center, Kantor Pusat Bank BRI, Jakarta, Senin (19/8). Dana Apresiasi yang rutin diberikan Bank BRI kepada Tim Paskibraka Nasional sejak tahun 2010 ini, merupakan wujud kepedulian terhadap generasi muda bangsa yang berprestasi.

Pada kesempatan itu, Direktur Bis- nis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, Bank Mandiri memang ingin melakukan konsolidasi bisnis asuransi, salah satunya dengan melepas kepemilikan saham di MAGI. Kepemilikan saham 60% akan dilepas dalam dua tahap. “Tahap pertama pelepasan 40% done pada akhir 2018 di beli oleh AXA. Sisa kepemilikan 20% akan dilepas paling lama lima tahun sejak 2018 dan AXA akan mencari investor untuk membeli sisa kepemilikan 20%,” terang Hery. Pasalnya, mengacu padaUndang-Un- dang Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian, disebutkan bahwa kepemilikan badan hukumasing dalam perusahaan tidak boleh melebihi 80%. Saat ini, AXA Asia telah memiliki 80% usai divestasi awal. “Mungkin tahun de- pan, sedang dalamproses. Tergantung, masih dalam proses (bertemu dengan investor strategis) tapi belumbisa sebut namanya,” kata Hery. Tahun lalu, Bank Mandiri men- jual 276 ribu sahamnya di MAGI atau setara 66,67% dari kepemilikan awal yang mencapai 414 ribu saham. Dengan penjualan tersebut, pemilik saham MAGI lainnya yaitu AXA Asia menjadi 552 ribu saham atau setara 80% kepemilikan total MAGI, sedangkan kepemilikan BankMandiri saat ini menjadi 20%. 800 ribu unit rumah. Penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan di segmen subsidi dan nonsubsidi. Di segmen subsidi, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 328.192 unit rumah senilai Rp 19,7 triliun. Kemudian, di segmen nonsubsidi, kredit perumahan yang disalurkan mencapai 96.671 unit rumah atau setara Rp 16,72 triliun. Sementara itu, BTN menargetkan perolehan margin bunga bersih ( net interest margin /NIM) sebesar 4% tahun ini. Salah satu cara untuk men- capai target tersebut denganmenghin- dari penghimpunan deposito pada Desember tahun 2019. “Strateginya kami ubah, deposito mulai kami himpun dari sekarang, sehingga spe- cial rate -nya turun, sementara pada Desember kami hindari penghim- punan deposito,” kata Nixon. Target mengejar NIM 4% juga di- dasarkan atas acuan pada RBB BTN yang tanpa adanya penurunan bunga. “Jadi kalau nanti realisasinya ada satu atau dua kali penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia maka kami akan mendapatkan gain, di mana NIM lebih baik dari asumsi RBB,” ujar dia. (ris/c04)

harapkan RoE MAGI bisa lebih tinggi dari kami,” papar Elmamber. Dia juga mengungkapkan, meski RoE MAGI rendah, perusahaan ini tetap mencatatkan profit. Oleh kar- ena itu, Bank Mandiri akan men- goptimalkan kepemilikan saham untuk shareholder . “Secara gradual ke depannya kami turunkan lagi kepemilikan saham di MAGI, untuk memberikan sebaik-baiknya kepada shareholder kami,” lanjut dia. Mesk i demi k i an , Elmambe r mengaku, Bank Mandiri masih akan melakukan kerja sama denganMAGI, khususnya terkait bisnis wealth man- agement . “Kerja sama tetap kami lakukan denganMAGI, tapi untuk pen- gelolaan perusahaan bisa diserahkan ke yang lebih expert , ke AXA Asia misalnya,” ungkap dia. Investor Relation Bank Mandiri Yohan Setio menambahkan, apabila anak usahanya kurang memberikan kontribusi, perseroan akan meng- optimalkan dengan mengalihkan kepemilikan saham atau investasi ke- pada anak usaha lainnya yang sedang mengalami pertumbuhan tinggi. “Jika ada yang pertumbuhan bis- nisnya kurang, kami akan pindahkan porsi kepemilikan kami ke anak usaha lain yang lebih bagus. Jadi tiap tahun kami ada corporate action terkait anak usaha,” imbuh Yohan. atau naik dari Rp 211,35 triliun pada Juni 2018 menjadi Rp 251,04 triliun. Kenaikan tersebut mencapai dua kali lipat pertumbuhan kredit industri perbankan nasional. OJK mencatat, kredit nasional tumbuh single digit di level 9,92% (yoy) per Juni 2019. Kinerja penghimpunan DPK BTN juga mencapai dua kali lipat industri perbankan nasional. Per semester I-2019, BTN menghimpun simpanan masyarakat sebesar Rp 219,75 triliun atau naik 15,89% (yoy). OJKmerekam kenaikan tersebut melesat jauh di atas kinerja penghimpunan DPK perb- ankan nasional yang hanya tumbuh di level 7,42% (yoy) per Juni 2019. Hingga akhir tahun ini, Nixon mengungkapkan pihaknya tetap men- catatkan kinerja positif. “Bagi kami, bisnis yang berkelanjutan merupakan prioritas utama,” tegas Nixon. BTN pun tetap berkomitmen mem- beri dukungan penuh pada Program Satu Juta Rumah. Per 30 Juni 2019, BTN telah menyalurkan kredit per- umahan untuk 424.863 unit rumah atau senilai Rp 36,42 triliun. Total realisasi jumlah unit rumah tersebut setara 53,1% dari target yang ditetap- kan BTN untuk 2019 yakni sebanyak

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus mengurangi kepemilikan saham (divestasi) di anak perusahaannya yakni PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI). Sebab, Bank Mandiri akan beralih ke instrumen lain yang lebih produktif dari sisi risk return .

kami belum bisa share detailnya ke mana,” jelas Elmamber di Jakarta, Senin (19/8). Elmamber menjelaskan, perseroan belum memastikan apakah akan melepas saham menjadi 0% di MAGI. Namun, yang pasti pihaknya akan mengoptimalkan investasi di tempat lain. Dia menyebut, Bank Mandiri akan memberi kesempatan kepada AXA Asia untuk menjadi pemegang saham mayoritas MAGI. Pihaknya mengharapkan, RoE MAGI nantinya bisa lebih tinggi dari RoE Bank Mandiri. “Kami ingin mak- simalkan MAGI, karena partner kami lebih punya pengalaman di asuransi jadi kami beri kesempatan AXA agar menjadi mayoritas, bisa saja nanti RoE (MAGI) jadi naik, itu bagus. Kami melaju tersebut menyumbang per- gerakan positif pada aset kami. Ke depan kami terus berupaya agar laju kenaikan aset tetap dibarengi dengan kualitas yang terjaga,” jelas Nixon di sela jumpa pers public expose BTN di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (19/8). Nixon menjelaskan perseroan tidak hanya mencatatkan kinerja positif pada aset secara tahunan. Perseroan berhasil menjaga kenaikan aset tetap positif dalam lima tahun terakhir. Nixon merinci, dalam lima tahun terakhir, laju pertumbuhan majemuk tahunan ( compound annual growth rate /CAGR) aset BTN di posisi 20,66%. Kenaikan tersebut tercatat dari Rp 144,58 triliun pada Desember 2014 menjadi Rp 306,44 triliun pada bulan yang sama tahun 2018. Komposisi aset BTN, ujar Nixon, juga didominasi aset produktif. Catatan keuangan BTN per Juni 2019 menunjukkan aset produktif perseroan mencapai 88,98% dari total aset. Adapun porsi kredit dan pembiay- aan tercatat sebesar 89,27% dari total aset produktif BTN. Di sisi kredit, BTN mencatatkan pertumbuhan pada posisi 18,78% (yoy)

Senior Vice President (SVP) Strategy and Per formance Management Bank Mandiri Elmamber Sinaga mengatakan, pengurangan kepemi- likan saham MAGI diharapkan akan menjadi positif. Pasalnya, hingga semester I-2019 return on equity (RoE) MAGI berada di bawah 4%, sedangkan RoE Bank Mandiri di atas 12%, maka perseroan tidak memasukkan laporan keuangan MAGI di kinerja konsol- idasian Bank Mandiri, karena RoE Bank Mandiri akan menjadi rendah. “Kalau digabungkan (RoE) kami jadi ke bawah RoE-nya. Makanya kami mau optimalkan uang yang ada itu ke tempat yang lain yang bisa memberikan kontribusi, kami akan mengalihkan ke instrumen yang lebih produktif dari sisi risk return , saat ini JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) hingga akhir semester I-2019 mencatatkan pertumbuhan aset tertinggi di jajaran 15 entitas bank terbesar lainnya di Indonesia. Meski demikian, perseroan tetapmenjaga laju pertumbuhan bisnis sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) hingga akhir 2019. Aset emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh di level 16,58% secara tahunan ( year on year /yoy) dari Rp 268,04 triliun pada semester I-2018 menjadi Rp 312,47 triliun pada semester I-2019. Selain mencatatkan kenaikan aset paling tinggi di antara 15 bank besar di Indonesia, pertumbuhan aset BTN pun berada di atas rata-rata indus- tri perbankan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam aset perbankan nasional hanya naik di level 7,77% (yoy) per Mei 2019. Direktur BTNNixon LP Napitupulu mengatakan, laju pada aset perseroan tersebut disumbang pergerakan positif pada penyaluran kredit dan penghim- punan dana pihak ketiga (DPK). Kredit dan DPK BTN, lanjut Nixon, naik positif mencapai hampir dua kali lipat industri perbankan nasional. “Kenaikan kredit dan DPK yang

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Menguat Tipis Seorang teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Rp100.000 di Plasa Mandiri, Jakarta, belum lama ini. Pada perdagangan Senin (19/8/20190), Nilai tukar rupiah berakhir menguat tipis 2 poin atau 0,01 persen di level Rp14.238 per dolar AS, saat indeks dolar AS naik 0,05 persen atau 0,05 poin ke posisi 98,189.

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker