SP170731

Suara Pembaruan

28

Senin, 31 Juli 2017

WNA Pelaku Kejahatan Siber Akan Dideportasi

[JAKARTA] Puluhan war- ga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang terlibat dalam kasus dugaan keja- hatan siber di Jl Sekolah Duta Raya RT 2 RW 15 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, akan dideportasi ke negaranya. "Sebab korbannya dari luar negeri, kemudian pela- ku orang luar negeri. Kalau ada perkembangan dari pe- langgaran Imigrasi, akan kami tindaklanjuti," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Pr abowo Argo Yuwono, Senin (31/7). Dikatakannya, kasus ke- jahatan siber itu terungkap berkat kerja sama Polri de- ngan Kepolisian Tiongkok. Kasus ini menjadi perhatian serius polisi Tiongkok. "Jadi untuk kasus ini, ka- lau di Tiongkok sana adalah kasus menonjol. Makanya atensi sekali kepolisian sana untuk memberantas. Mereka memberikan informasi ke Kepolisian Indonesia bahwa ada warga negaranya yang melakukan tindak pidana di sini," ujarnya. Argo menyampaikan, Tim Satuan Tugas Khusus ( Sa t g a s u s ) Ga bung a n Direktorat Siber Bareskrim Polri, Direskrimum Polda Metro Jaya, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Polresta Depok kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil [ JAKARTA] Kapo l da Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz mengunjungi rumah kediaman Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin di Jl Deli Lorong 27 Nomor 42, RT 7 RW8, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7) pagi. Dalam pembicaraan sela- ma satu jam mulai pukul 08.00 WIB itu, Ma'ruf meli- hat komitmen dari Kapolda Metro Jaya yang baru untuk melakukan pendekatan kepa- da tokoh ulama dengan cara yang lebih lembut, sehingga tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. "Beliau akan mengelola Jakarta dengan cara huma- nis, pendekatan yang soft , ini kunci untuk mengatasi Jakarta yang lebih kondusif, sehingga bisa meredam ke- adaan agar tidak menimbul-

pelaku meminta sejumlah uang apabila mau kasusnya dibekukan. Selain mengamankan 29 orang WNA, polisi juga menyita tujuh laptop, 31 Ipad mini, satu Ipad, 12 handy talky , 12 wireless , ti- ga alat network , empat han- dphone Nokia, 12 keybo- ard , dan 20 KTP Tiongkok. Argo menambahkan, pi- haknya masih memburu se- seorang berinisial Y, penye- wa rumah. "Masih kami da- lami. Dia (peran) mengon- trak saja. Ini masih kami dalami," ujar dia. Menyoal apakah ada pe- laku lain yang masih diburu polisi selain Y, Argo me- nyampaikan, belum menge- tahui bergantung perkem- bangan kasus nanti. Ia me- nyampaikan, masyarakat diharapkan lebih waspada kepada orang yang akan mengontrak rumahnya. Tanyakan identitas dan cek secara berkala rumah kon- trakannya. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, Senin siang, Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan merilis pengungkapan kasus keja- hatan siber itu. Disebutkan, saat diperiksa, para pelaku siber asal Tiongkok itu se- n a n g b e r o p e r a s i d i Indonesia karena posisi ge- ografis Indonesia yang ke- pulauan. an saya, beliau sebagai Kapolda bisa mengatasi berbagai masalah yang di- hadapi. Beliau silahturahmi ke saya dan ulama yang la- in, dengan kerja sama anta- ra kepolisian dan ulama, kondisi Jakarta lebih baik ke depannya," katanya. Upaya yang dilakukan Kapolda Metro Jaya dengan melakukan konsultasi maka bisa mencegah munculnya tindakan aksi unjuk rasa massa di Ibu Kota. "Aksi itu sebenarnya ti- dak perlu karena ada meka- nisme hukum. Kalau salur- an terbuka sudah ada, ya melalui mekanisme hukum saja. Saya harap beliau bisa mengatasi masalah kea- m a n a n , g a n g g u a n Kamtibmas, dan masalah pandangan keagamaan yang intoleran terhadap ke- lompok lain, komitmen ke-

“Indonesia luas, wila- yahnya terputus-putus, jangkauan penyadapan su- lit, karena letaknya jauh-ja- uh,” tutur dia. S e m e n t a r a i t u , Kepolisian Bogor membe- kuk dua orang berinisial EY (38) dan HM (33) yang di- duga penyedia prostistusi daring ( online ) melalui lini massa atau media sosial. Dari dua tersangka, polisi menemukan tiga remaja yang dipekerjakan sebagai penjaja seks komersial. Penangkapan kedua ter- sangka di lakukan pada Jumat (28/7) malam di se- buah hotel di Kecamatan Tanahsereal, Kota Bogor. Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Yusri Yunus saat dikonfirmasi menjelaskan, cara transaksi mereka melalui jejaring Facebook dan Twitter . Rata-rata, perempuan yang dijajakan berusia seki- tar 18-21 tahun. Setiap trans- aksi, pelanggan bisa memilih mulai dari Rp 300.000 hing- ga Rp 1 juta, sesuai perem- puan yang diinginkan. Dari tersangka EY, polisi mengamankan dua perem- puan yang diasuhnya berini- sial SS (18), dan NA (19), sedangkan dari tersangka HM alias Cemi polisi meng- amankan anak asuhnya AM (21). [BAM/VEN/G-5] Prostitusi Online bangsaan yang setengah-se- tengah," tambah Ma'ruf. Disebutkan, Komitmen kebangsaan harus diputus- kan total, dan sudah final di tengah organisasi kemasya- rakatan. Jangan sampai bi- lang Pancasila di depan, namun ada hal-hal lain yang mengkritisi di belakang se- hingga menimbulkan kete- gangan. "Kasus soal tokoh aga- ma, akan dilakukan dengan cara humanis, itu pernyata- an yang dalam, sehingga beliau dapat melakukan pendekatan yang soft ,” te- gasnya. Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz mengaku akan lebih se- ring melakukan pertemuan silahturahmi dan konsultasi dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang dapat menjaga Kamtibmas. [C-7]

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA Sejumlah pelaku "cyber fraud" (penipuan melalui media daring) asal Tiongkok diamankan petugas di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Minggu (30/7).

mengungkap kasus kejahat- an siber di Bali, Surabaya, dan Jakarta (Pondok Pinang, Kebayoran Lama). "Ini modusnya sama ya . Jadi ada tahapan, pertama adalah pelaku ini dari Tiongkok, kemudian kor- bannya dari Tiongkok. Selanjutnya, dia mendata pejabat-pejabat Tiongkok yang terjerat masalah hu- kum dan menyampaikan bahwa korban ada masalah. Dia juga mengaku sebagai Jaksa dan Polisi. Ia mena- warkan sejumlah uang agar

selesai kasus ini," katanya. Kendati modusnya sa- ma, tambahnya, penyidik masih mendalami apakah kelompok di Bali, Surabaya, dan Jakarta merupakan ja- ringan yang sama. "Masih kami cek. Para pelaku su- dah kami kumpulkan, na- mun tak ada paspornya. Kan biasanya paspor itu melekat ya di dirinya. Ini hanya KTP dari Tiongkok sana. Nanti akan kami cari brokernya," tegasnya. Diketahui, Tim Satgasus Polri besama Kepolisian

Tiongkok menggerebek dan mengungkap dugaan keja- hatan siber internasional de- ngan modus penipuan serta pemerasan di Jl Sekolah Duta Raya, Sabtu (29/7). Sebanyak 29 WNA Tiongkok, terdiri atas 17 la- ki-laki dan 12 perempuan diamankan. Para pelaku mengaku sebagai aparat pe- negak hukum dengan menghubungi korban WNA Tiongkok yang berada di Negara Tiongkok dari Indonesia. Korban diancam terlibat kasus tertentu, dan

Pendekatan Lembut Kapolda kepada Ulama

SP/CARLOS ROY FAJARTA BARUS Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Aziz dan Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin memberikan pernya- taan kepada jurnalis di depan kediaman rumah Ma'ruf di Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7) pagi.

kan masalah baru,” ujar Ma’ruf kepada wartawan di depan rumahnya seusai ber- s i l a h t u r a hm i d e n g a n Kapolda Metro.

Ia mengaku mengetahui rekam jejak dari Idham dan melihat sosok mantan Kadiv Propam Mabes Polri itu se- bagai polisi yang memiliki

banyak prestasi. Idham juga pernah mengunjunginya ber- sama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Harapan dan keyakin-

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online