ID190411

kamis 11 APRIL 2019

24

Investor Daily/GAGARIN

dari Rp 499,38 triliun menjadi Rp 542,05 triliun atau tumbuh 8,54%. Penyaluran kredit tumbuh 10,45% dari Rp 433,49 triliun menjadi Rp 478,78 triliun. Sedangkan untuk non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah yang menjadi salah satu indikator kunci untuk menilai kinerja fungsi bank di Jatim menurun, dari 3,03% menjadi 2,90%. Mulyanto berharap, per tum- buhan positif perbankan Jatim ini didukung dengan naiknya literasi atau pengetahuan tentang jasa keuangan yang saat ini masih ada di angka 32%, sedangkan inklus- inya atau pemakai jasa perbankan mencapai 72%. “Untuk tingkat literasi Jatim masih lebih tinggi dari nasional yang mencapai 29%, sedangkan inklusi nasional 69%. Namun akan kami dorong bisa lebih baik lagi ke depan dengan adanya pertumbuhan ekonomi,” kata dia. (th)

SURABAYA – Total aset bank umumdi Jawa Timur (Jatim) hingga akhir 2018 tercatat tumbuh 7,9%, sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB). Hal ini didukung oleh tum- buhnya APBD daerah dan aktivitas ekonomi di sejumlah daerah, “Tumbuhnya aktivitas ekonomi di Jatim dipengaruhi oleh dua sektor, yakni swasta dan pemerintah,” kata Direktur Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis Otor- itas Jasa Keuangan (OJK) Jatim Mulyanto di Surabaya, Rabu (10/4) seperti dilansir Antara . Mulyanto yang ditemui saat meresmikan Kantor Bank KEB Hana I ndone s i a d i Many a r mengatakan, pertumbuhan aset perbankan di Jatim tercatat dari Rp 534,92 triliun pada 2017 menjadi Rp 577,18 triliun pada akhir 2018. Per tumbuhan aset, kata dia, juga berbanding lurus dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat

Kerja Sama Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri Donny J. Subakti (tengah), didampingi Direktur Danet Fitrianto (kiri) dan Presiden Direktur PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk Chooi Jung Hoon saat menandatangani naskah kerja sama layanan perbankan & bancassurance bagi nasabah BWS, di Jakarta, Rabu (10/4/2019). Melalui kerja sama ini nasa- bah BWS mendapat nilai tambah berupa layanan produk asuransi jiwa dan kesehatan dari Tugu Mandiri.

terbuang untuk urusan internal. Terlalu banyak wacana dan sedikit bekerja,” kata dia. Sementara itu, Bank Jateng menyalurkan bantuan renovasi r umah untuk veteran pejuang kemerdekaan RI dan bantuan pemugaran untuk 79 unit rumah tak layak huni (RTLH) di Kabupaten Banyumas. Besaran bantuan senilai Rp 855.998.000. Perinciannya, ban- tuan renovasi rumah untuk veteran sebesar Rp 65.998.000 dan bantuan pemugaran RTLH Rp 760.000.000 dengan alokasi danamasing-masing Rp 10.000.000. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada acara Penyerahan Bantuan Gubernur Tahun 2019, serta silat- urahmi dengan perorangan/lem- baga penerima Bantuan Gubernur se-Kabupaten Banyumas Tahun 2018 di Pendapa Sipanji Kabupaten Banyumas, Selasa (9/4). Direktur Utama Bank Jateng S u p r i y a t n o d a l am r i l i s n y a mengatakan, pemberian tersebut di samping merupakan bentuk kepedulian Bank Jateng terhadap lingkungan dan masyarakat, juga sebagai bentuk dukungan Bank Jateng terhadap program Pemerin- tah Provinsi Jawa Tengah. Khususnya, Pemerintah Kabu- paten Banyumas dalam upaya men- anggulangi kemiskinan dan men- jadikan rumah tinggal yang layak bagi masyarakat, meningkatkan kesehatan, kesejahteraan dan ku- alitas hidup masyarakat penerima bantuan. Veteran pejuang kemerdekaan RI yang menerima bantuan, Basiran (70) tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya telah menerima bantuan dari Bank Jateng. “Saya berterima kasih sekali kepada pe- jabat yang memperhatian pejuang lama yang bersifat bela negara,” tutur dia. Perwakilan penerima bantuan pemugaran RTLH, Daryono juga mengaku bersyukur dengan ban- tuan yang diberikan dari Bank Jateng. “Melalui program CSR dari Bank Jateng, para penerima sangat terbantu,” kata dia. (th) Handayani di Gedung BRI, Jakarta, Rabu (10/4). Jika dirinci, portofolio transaksi kartu kredit BRI untuk segmen per- jalanan ( travel ) paling tinggi mencapai 35%. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya kerja sama dan promo dari BRI dengan travel agent maupun e-commerce sektor travel . Kemudian transaksi kartu kredit untuk fashion porsinya sekitar 20%. Menurut Handayani, pada kuartal kedua tahun ini diperkirakan transaksi kartu kredit akan semakin meningkat. Pasalnya, pada April sampai dengan Juni terdapat sejumlahmomen penting yang dapat menggenjot jumlah dan volume transaksi kartu kredit. “Kuartal kedua pasti akan naik lagi ya, karena ada momen liburan, puasa, Lebaran,

SEMARANG – PT Bank Pem- bangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) mengalokasikan ang- garan sekitar Rp 100 miliar untuk meningkatkan kualitas teknologi informasi (TI). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan perseroan terhadap nasabah bank pembangunan daerah Jawa Tengah. Direktur Bisnis Ritel dan Usaha Syariah Bank Jateng Hanawijaya saat peringatan HUT ke-56 Bank Jateng di Semarang, Sabtu (6/4), mengatakan, digitalisasi menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab Bank Jateng ke depan. “Targetnya tahun 2020 aspek tekno- logi Bank Jateng selesai,” kata dia seperti dilansir Antara . Selain teknologi, lanjut dia, penataan sumber daya manusia dan organisasi juga menjadi bagian dari instropeksi diri Bank Jateng di usianya yang ke-56 ini. “Tata ulang organisasi untuk mempercepat respon kebutuhan pasar,” kata dia. Selain itu, kata dia, perlu dilak- ukan pula perampingan organisasi dan birokrasi. Dia menambahkan, pasar yang lebih rasional memaksa Bank Jateng tidak bisa lagi hanya mengandalkan kedekatan emo- sional, namun harus meningkatkan hubungan relasional. Sementara itu, secara umum kinerja Bank Jateng hingga Desem- ber 2018 mencatatkan aset sebesar Rp 66,8 triliun. Meski per tum- buhannya tidak seagresif tahun 2017, menurut dia, pada tahun lalu Bank Jateng masih mampu mem- bukukan laba sebesar Rp 1,24 triliun. Di sisi lain, Hanawijaya menga­ takan berbagai tekanan ekonomi se- tahun belakangan ini menyebabkan pertumbuhan Bank Jateng sebagai bank pembangunan daerah kedua terbesar di Indonesia itu melambat. “Dari tahun 2017 ke 2018 pertum- buhannya hanya 6%,” kata dia. Padahal pada tahun-tahun se- belumnya, kata dia, pertumbuhan BUMD milik Pemerintah Provinsi Jateng itu bisa mencapai 25%. “Secara finansial tumbuh, tetapi de- taknya melambat,” tambah dia. Ber- dasarkan kondisi setahun terakhir tersebut, kata dia, pihaknya melak- ukan evaluasi. “Energi kami masih JAKARTA – PT Bank Rakyat In- donesia (Persero) Tbk (BRI) hingga kuartal pertama tahun ini mencatat volume transaksi kartu kredit men- capai Rp 2,3 triliun, meningkat 45% secara tahunan ( year on year /yoy). Sementara itu, tahun perseroan men- argetkan per tumbuhan transaksi kartu kredit di atas 30%. Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, saat ini jumlah kartu kredit yang beredar sebanyak 1,7 juta keping. Sampai dengan akhir tahun, pihaknya menargetkan ada 350 ribu keping kartu kredit baru yang diedarkan perseroan. “Dari 1,7 juta kartu itu, sales volume sebesar Rp 2,3 triliun di kuartal I-2019. Transaksi paling banyak untuk travel , kemu- dian, fashion , dan grocery ,” ungkap

Soeko menyebutkan, untuk kuartal kedua tahun ini diperkirakan kredit tumbuh akan lebih melandai. Pas- alnya, pertumbuhan kredit kuartal pertama sudah lebih dari target, yakni 19,57% (yoy). Kredit tersebut banyak didorong dari KPR subsidi, karena pada akhir tahun lalu belum bisa direalisasikan karena kuota fasilitas likuiditas pem- biayaan perumahan (FLPP) sudah habis. Iman menilai, melandainya per- tumbuhan kredit kuartal kedua bukan sebab dari pemilu yang membuat pengusaha wait and see . Tapi, karena memang sudah dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) ditargetkan 13-15% tahun ini. “Target pertumbuhan kredit kami tahun ini hanya di kisaran 13-15% disesuaikan juga dengan ketersediaan anggaran KPR subsidi pemerintah dan perkiraan lebih mengetatnya kondisi likuiditas perbankan,” jelas Iman. Senada, Direktur Utama PT Bank Mayapada International Tbk Hariy- ono Tjahjarijadi mengungkapkan, tahun ini perseroan memang men- argetkan pertumbuhan single digit , sehingga kuartal kedua juga tidak akan tumbuh signifikan. “Target pertumbuhan kredit single digit dan kuartal I ini pertumbuhannya masih rendah, kuartal berikutnya seperti tahun-tahun sebelumnya akan ada peningkatan. Semua ini tergantung dari kondisi sektor riil,” kata Hariyono. Dia mengatakan, tahun politik tidak menjadi hambatan untuk pertum- buhan usaha ke depan. Adapun sektor kredit yangmasihmenjadi fokus Bank Mayapada adalah sektor perdagangan dan ritel. memperoleh kartu kredit ini dengan mengajukan di seluruh jaringan kan- tor BRI Agro yang berjumlah lebih dari 40 kantor. Kerja sama BRI Agro dengan BRI memang terus dilakukan, sebelumnya induk dan anak usaha ini meluncurkan produk layanan dan jasa keuangan digital dengan nama Pinang. Selain itu, jaringan e-channel BRI Agro dengan BRI juga telah terintegrasi yang memungkinkan Kartu ATMBRI Agro dapat digunakan di lebih dari 22 ribu ATMBRI. “BRI terus berkolabor- asi dengan anak perusahaan untuk menghadirkan one stop integrated financial solution sehingga dapat memberikan layanan dan produk keuangan terbaik untuk masyarakat Indonesia,” pungkas Handayani. (nid)

berhati-hati menambah kredit baru. Kedua, kondisi makroekonomi global yang tidak pasti seperti perang dagang dan brexit. Ketiga, pemilu juga bisa membuat sebagian pelaku usaha wait and see . Keempat, pengetatan likuiditas perbankan secara umum. Selain tantangan, menurut Bhima terdapat peluang yang dapat diman- faatkan oleh industri perbankan di tahun ini, antara lain, segmen konsumsi yang dinilai masih men- janjikan. Bank bisa mendorong kredit pemilikan rumah (KPR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), kemudian kerja sama dengan perusahaan fintech . “Kedua, peluang segmen baru, seperti lifestyle export , seperti kopi, vanila, dan sebagainya. Sektor restoran dan hotel yang sedang booming ,” kata Bhima. Sementara itu, Direktur Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pada kuar tal I-2019 kredit tumbuh sesuai kisaran target yang sebesar 13-15% (yoy). “Pertum- buhan kredit BNI kuartal I masih on the track sesuai kisaran target. Kalau kuartal II melihat trennya bisa saja (lebih tinggi), apalagi pasca pemilu,” terang Anggoro. Dia menjelaskan, segmen kredit korporasi masih menjadi motor per- tumbuhan kredit pada kuartal kedua tahun ini. Kemudian disusul oleh segmen menengah, lalu segmen kecil. “Tantangan tidak ada, kalau peluang ada, yaitu pengusaha mulai bergairah pasca pemilu nanti,” lanjut dia. Di sisi lain, Direktur Keuangan dan Tresuri PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Iman Nugroho nasabah. “Nasabah kami saat ini ada 100 ribu nasabah, jauh dengan induk yang sudah lebih dari 50 juta nasabah. Tapi dengan digital kami akan akuisisi nasa- bah lebih mudah lagi. Tahun pertama kami akan targetkan 10% dari nasabah atau 10 ribu card holder karena ini baru perkenalan, nanti tahun depan target- nya naik lagi 50%, dan tahun depannya lagi naik 50%,” lanjut Agus. Dengan desain kartu khusus, Kartu Kredit BRI Agro menawarkan berba- gai promomenarik di merchant pilihan yang telah bekerjasama dengan BRI, fasilitas cicilan 0% hingga 24 bulan, free executive lounge dengan redeem BRI Point, fitur autopayment untuk pemba- yaran tagihan, hingga free annual fee pada tahun pertama. Nasabah dapat

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pertumbuhan kredit industri perbankan masih didorong oleh kredit investasi, sehingga kuartal kedua dan selanjutnya diharapkan akan ada peningkatan aktivitas ekonomi yang berkontribusi pada momentum pertumbuhan kredit yang berkelanjutan. Sampai dengan Februari 2019, penyaluran kredit tumbuh 12,13% secara tahunan ( year on year /yoy).

akan didorong oleh sektor konstruksi, industri pengolahan, dan kredit kon- sumsi. “Pada kuartal II kredit bisa tumbuh di atas 12%, faktornya se- cara musiman mendekati Lebaran permintaan kredit baik modal kerja maupun konsumsi meningkat. Kondisi ekonomi pun lebih baik dibandingkan dengan kuartal II tahun lalu,” papar Bhima. Selain itu, faktor lain adalah nilai tukar rupiah yang lebih stabil, devisa meningkat, dan permintaan domestik pulih juga menjadi motor untuk kredit kuartal kedua tahun ini. “Di samping itu, bank juga sebagian juga sudah selesai lakukan restrukturisasi kredit bermasalah. Jadi mulai ekspansi kembali meskipun tetap hati-hati,” lanjut dia. Ada sejumlah tantangan yang dihad- api industri perbankan pada kuartal kedua ini. Pertama, efek kenaikan bunga kredit membuat pelaku usaha Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto menambahkan, kar tu kredit BRI Agro yang diluncurkan bersama dengan BRI merupakan salah satu produk hasil kolaborasi BRI Group khususnya antara BRI dan BRI Agro. “Kartu kredit ini dapat memberikan kemudahan nasabah BRI Agro dalam bertransaksi, dan dengan berbagai promo menarik kartu kredit BRI akanmeningkatkan loyalitas nasa- bah terhadap BRI Agro,” kata Agus. Pada tahun pertama, Agus memas- ang target menerbitkan minimal 10 ribu keping kar tu kredit, dengan volume transaksi sekitar Rp 200 miliar pada tahun ini. Saat ini jumlah nasabah sekitar 100 ribu orang, sampai dengan akhir tahun 2019 diharapkan bisa meningkat 30% atau menjadi 130 ribu

“Karena pertumbuhan kredit con- tohnya pada Februari lalu didominasi oleh kredit investasi, diharapkan peningkatan aktivitas ekonomi akan terjaga,” ungkap Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot ketika dihubungi Investor Daily , Senin (8/4). Deputi Komisioner Pengawas Perb- ankan OJK Boedi Armanto menam- bahkan, pada kuartal kedua tahun ini bersamaan dengan pemilihan umum (pemilu), hal tersebut diperkirakan akan memberikan dampak pada per- mintaan kredit perbankan. “Sepertinya faktor pilpres (pemilihan presiden) sangat mempengaruhi perkembangan kredit,” kata Boedi. Dihubungi terpisah, ekonom Insti- tute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, pada kuartal kedua tahun ini diperkirakan kredit industri perbankan bisa tumbuh lebih dari 12% (yoy). Peningkatan tersebut dan liburan anak-anak, pasti meningkat. Kalau kuartal kedua ini kami proyek- sikan secara year on year sales volume kartu kredit bisa naik 40-50%, lebih tinggi dari kuartal I,” jelas Handayani. Kartu Kredit Co-branding Pada kesempatan itu, BRI dan anak usahanya, PT Bank Rakyat In- donesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) meluncurkan kartu kredit co-branding BRI Agro sebagai bentuk kolabor- asi antara induk dan anak usaha. “Peluncuran kartu kredit BRI Agro ini untuk memberikan value kepada nasabahnya. Karena saat ini transaksi sudah melalui digital, masyarakat belanja di e-commerce , jadi peluncuran kartu kredit ini untuk memenuhi ke- butuhan seperti itu,” papar Handayani.

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker