ID160808

SENIN 8 AGUSTUS 2016

24

Investor Daily/IST

aulia ersyah marinto ceo pt petra plaza

S etelah berkiprah selama 15 tahun di PT Telkomsel, Aulia Ersyah Marinto diangkat menjadi Chief Executive Officer (CEO) PT Petra Plaza alias Blanja. com, perusahaan e-commerce hasil kolaborasi Grup Telkom dan eBay, pada 2012. Ini merupakan lahan baru bagi Aulia, yang sebelumnya berkutat di bisnis telekomunikasi. Banyak tantangan dihadapi Aulia kala itu, seperti pola interaksi dengan karyawan yang mayoritas anak muda dan tentu saja spektrum bisnis e-commerce . Berbagai cara dilakukan Aulia agar bisa langsung nyetel. Aulia belajar e-commerce bukan dari buku, melainkan langsung dari timnya dan eBay, yang sudah eksis di Amerika Serikat (AS). Dia gencar berdialog dengan bawahan, bahkan untuk hal-hal kecil, demi mendapatkan pengetahuan. Bagi Aulia, filosofi mendengar lebih pas diterapkan ketimbang studi literatur. Aulia sangat menikmati proses itu. Sebab, bagi dia, pengetahuan sejati alias real knowledge tidak akan didapat dari buku. “Saya mungkin bukan penggemar buku dan baca, sorry to say . Tetapi, filosofi saya adalah mendengar ( listening ). Saya belajar dari mereka yang kebanyakan anak muda di kantor saya,” kata dia di Jakarta, belum lama ini. Dalam memimpin tim, filosofi pria kelahiran 20 Agustus ini adalah cepat dan akurat. Dia tidak menetapkan banyak indikator, karena itu justru membuat karyawan tertekan. Yang penting, karyawan bisa mengerjakan order pelanggan secara cepat dengan hasil maksimal. Apa strategi lain Aulia untuk mencapai target-target Blanja.com? Apa saja kendala yang dihadapinya? Berikut petikan lengkap wawancara wartawan Investor Daily Imam Suhartadi dengan Aulia Ersyah Marinto. Anda kesulitan beradaptasi di Blanja.com setelah lama bekerja di Telkomsel? Tentu ada hal yang saya sesuaikan. Pertama, menyadari bahwa saya akan berhadapan dengan tim yang bukan dari latar belakang yang sama dengan saya. Mereka datang dari ritel atau e-commerce online atau dari all about internet base . Mereka juga masih sangat muda, energik, sehingga saya harus adjust bagaimana cara saya berinteraksi, termasuk di dalamnya interpersonal skill untuk berkomunikasi. Itu menjadi hal yang saya harus sesuaikan, sehingga bukan mereka yang mendekat ke saya, tapi sebaliknya. Saya transparan ke para karyawan.

karyawan akan overload .

Nama: Aulia Ersyah Marinto Pendidikan: S1 Electrical Engine, Institut Teknologi Indonesia (1987-1994) Tanggal lahir: 20 Agustus Karier: l CEO PT Petra Plaza/Blanja.com (Sep- tember 2012 - sekarang) l Telkomsel (1997-2012) Kedua, mengenai industrinya. Telekomunikasi adalah bisnis padat modal di depan dalam konteks membangun infrastruktur, kemudian secara kasat mata kelihatan. E-commerce berbeda, karena kami membangun sesuatu yang bentuknya ada di layar ponsel. Lalu, orang bertanya untuk apa menginvestasikan dana besar? Nah , oleh karena itu, saya perlu lebih banyak mendengar di awal. Beruntung saya bergabung dengan eBay, karena bisnis intinya adalah e-commerce . Jadi, mereka bukan sekadar punya duit lalu membangun e-commerce. Mereka bukan orang yang baru kemarin sore bangun e-commerce , mereka sudah makan asam garam. Dua hal ini yang mewarnai hari-hari saya. Secara bisnis, ini hal yang baru sehingga saya menyesuaikan pengetahuan saya dan bagaimana agar bisa mengejar ketertinggalan. Bagaimana gaya kepemimpinan Anda? Hasil, kalau tidak dibarengi kualitas, tentu tidak baik. Gaya manajemen saya adalah serius tapi santai. Saya juga ketat dalam mengejar hasil, karena saya pikir kalau cuma mengerjakan tanpa kualitas, ya percuma. Moto saya adalah speed and aquracy. Di sisi lain, menurut saya, terlalu banyak key performance indicator (KPI) juga tidak bagus. Saya hanya memprioritaskan KPI yang penting. Pertama, cepat, karena tamu datang dengan cepet, lalu ‘teh’ yang disajikan harus enak. Teh enak ini tidak berhubungan dengan bagaimana cangkir diletakkan, tidak berhubungan dengan bakinya. Jadi, saya akan terima apabila mereka men- deliver dalam konteks cangkirnya, misalnya, diletakkan di mana saja. Bagi saya, kalau kebanyakan parameter, Keahlian: l Mobile devices l Strategi pemasaran l Strategi binis l Project Management l Manajemen l E-commerce l Telekomunikasi l Pengembangan produk l Manajemen Produk

garis batasan buat saya. Tetapi, yang sebenarnya sangat saya senangi adalah pengetahuan yang timbul dari proses itu, sehingga saya sering berdialog dengan tim untuk hal-hal kecil. Sebab bagi saya, pengetahuan sejati atau real knowledge tidak akan didapat dari buku, sorry to say . Saya mungkin bukan penggemar buku dan baca. Tetapi filosofi saya adalah mendengar ( listening ). Saya belajar dari mereka yang kebanyakan anak muda di kantor saya. Misalnya di bagian PR. Saya bukan orang PR. Memang saya pernah menjadi spokeperson Telkomsel dan corcomm telkomsel, but saya bukan PR sejati. Bisa Anda cerita tentang Blanja.com? Blanja.com ini didirikan secara legalnya pada 2012. Saat itu, Telkom Group mencari mitra dan akhirnya setelah melakukan beberapa tahapan, mereka membentuk suatu perusahaan dengan e-Bay. Menurut kami, eBay adalah pemain semua model marketplace di dunia. Di dunia, ada pemain e-commerce utama yang besar, yakni eBay dan Amazon. Bahkan, Alibaba kiblatnya eBay. Mereka bisa besar, karena besar di Tiongkok. Sementara itu, Amazon susah ditiru. Kekuatan mereka adalah logistik yang kuat dan canggih. Begitu itu tidak ada, susah diterapkan di negara lain. Jadi, perusahaan ini selektif memilih mitra. Untuk sementara, Amazon hanya ada San Jose, AS. Telkom memutuskan bekerja sama pada 2012, dan saya sebenarnya lama di Telkomsel. Di Telkomsel, saya bergabung dari 20 Desember 1997. Nah , perkembangannya saya lebih banyak mengembangkan hal-hal baru, fitur baru. Kalau istilahnya kita di Telkomsel adalah bisnis baru, yakni mobile data services . Mungkin karena itu kemudian manajemen memutuskan oke saya mewakili Telkom di Blanja.com. Nama perusahaan kami adalah PT Petra Plaza, tapi nama domain atau nama komersialnya adalah Blanja. com. Perkembangannya seperti apa? Saya bisa berbangga dalam konteks ini, karena waktu kami memutuskan membangun ini, kami menargetkan untuk memenangi persaingan dalam 5-10 tahun ke depan. Untuk itu, harus dibangun fondasi yang kuat, salah satunya adalah teknologi. Terus terang, Indonesia ini sangat unik dari sisi bagaimana pasar e -commerce dikelola, pembelinya unik, penjualnya juga belum siap betul. Sebab, e-commerce kita belum sepenuhnya Rezim payment kita berbeda dengan negara lain. Demikian pula dengan logistik. Kami membangun teknologi dari nol, bukan meng- copypaste. Saya akui, meng- copy paste ada untung dan ruginya. Untungnya adalah cepat, tapi pada akhirnya Anda harus memenuhi permintaan pasar. Kami membangun itu semua pada 2013, setelah soft launch pada pertengahan 2012. Kemudian grand launching pada 2014, lalu sekarang saya sudah mempunyai tim sekitar 131 orang. Ini menunjukkan kami expand. Hasil yang kami peroleh dalam kurun waktu yang cuma satu setengah tahun ini adalah transaksi yang ditangani sebesar US$ 35 juta hingga akhir 2015. Tapi, kami bukan mengejar angka itu dulu, karena bagi kami angka itu akan lebih besar lagi ke depannya. Prinsipnya, kami ingin mendapatkan testimoni positif dari partner. Kami juga tidak menginginkan Blanja.com hanya menjadi pemain yang hidup tiga tahun, kemudian dibeli oleh orang lain karena tidak kuat napasnya. Anda tahu sendiri, ada banyak e-commerce yang ambisius, sehingga tidak kuat napasnya. Kami perlu mempelajari market untuk membangun fondasi lebih dahulu. Jadi, apa yang kami siap, tapi di sisi lain sistem pembayaran sudah banyak.

Tapi, suatu saat saya akan bilang ke mereka, bagaimana cara menaruh cangkir yang baik. Tapi, untuk sementara, saya hanya bilang sajikan dengan cepat dan rasanya enak. Rasa yang enak itu rumusnya, misalnya, air panas segini , gula segini , itu saja. Saya tidak akan menuntut untuk mengikuti 100% cara penyajian ala saya. Sebagai pemimpin, saya harus legowo kalau, misalnya, proses karyawan tidak sesuai keinginan. Saya juga senang berdialog dengan tim. Saya senang mengobrol dengan mereka, membantu mereka menemukan masalah. Buat saya, kalau hanya memerintah saja, semua orang bisa, apalagi dengan kedudukannya. Faktanya, kita harus membangun talent itu sendiri, sehingga fundamental yang paling penting di Blanja.com adalah talent, karena menyangkut dengan upaya membangun mereka person by person , leadership mereka, bagaimana mereka bekerja, pola pikir, sebelum kemudian saya berbicara mengenai platform , fitur, dan lain-lain. Anda kalau tidak menemukan orang dengan attitude yang benar, akan mubazir. Harapan saya, Blanja.com ini akan menjadi tempat buat mereka yang enjoy bekerja. Mereka mendapatkan pengetahuan untuk masa depan mereka, karena saya tahu mungkin akan ada yang 25 tahun bekerja di sini. Tapi, mereka akan berkompetisi satu sama lain, dan ini membuat mereka mencari jalannya masing- masing. Dan, saya ingin mereka jadi CEO di tempat lain. Itu yang saya inginkan dari tim saya, dan itu membutuhkan kesabaran. Anda pada dasarnya juga senang teknologi? Ya , saya menyenangi teknologi yang digabungkan dengan bisnis, saya bukan orang teknik. Saya pernah menolak jabatan prestisius pada era saya, karena saya tidak mau ditempatkan di bagian operasional. Teknologi buat saya itu menjadi passion, apalagi di sini saya membangun dari nol. Kalau membangun dari nol, Anda bisa menata sesuai impian. Maka saya sangat passion dengan bidang ini. Apa filosofi bekerja Anda? Filosofi pertama saya adalah menyenangi pekerjaan dengan passion . Jadi, bagi saya, apa yang saya lakukan selama ini adalah passion , sehingga cintai dulu pekerjaannya. Passion itu belum tentu sesuatu yang sudah kita tahu. Tapi dengan passion , pengetahuan bisa tumbuh, sehingga Anda harus punya dulu passion . Tanpa ini, Anda akan susah untuk menghasilkan maksimal. Kedua, buat saya, perjalanan mendapatkan sukses hanyalah

AS. Jadi, wajar saja jika rupiah makin terpuruk. Mau tidak mau, itu campaign -nya. Teman-teman yang memiliki media mainstream yang ada mungkin menggunakannya secara musiman. Tapi, kalau Facebook, Google, digunakan terus, belum lagi tools-tools- nya. Tools mengenai profiling , mengenai ini, mengenai itu. Ini salah satu komponen yang menghabiskan dana besar. Kalau TVC, misalnya, atau radio tradisional mungkin kami habis Rp 10 miliar. Tapi itu paling buat berapa lama? Bisa juga orang lihat iklan di billboard , sehingga awareness terbangun. Tapi, kemudian dia harus melakukan action untuk klik, sehingga ada beberapa langkah yang harus dilakukan di ponsel atau komputer. Berbeda dengan Facebook, yang bisa langsung klik. Jadi, shortcut ini yang kemudian membuat orang akhirnya memiliki ketergantungan. Ini yang harus sama-sama kita ubah agar uangnya tidak lari keluar. Prinsipnya, semua uang kita, every peny, itu harus terlacak. Ayo kita kolaboratif. Jadi, Anda mau main aman untuk jangka panjang? Kita harus concern dengan dinamika pasar yang masih sangat belum stabil. Perkembangan regulasi, kita tidak tahu. Satu hal yang pasti, kita tahu pasarnya sangat potensial. Blanja.com yang dimiliki eBay dan Telkom sangat unik, karena kolaborasi dua grup itu. Ada saatnya nanti kami mengeluarkan senjata ampuh agar orang melirik Blanja.com. Kebijakan strategis Anda? Yang saya lakukan pada dasarnya adalah strategic move dari Telkom dan tentunya eBay. Kenapa begitu? Karena kami masih baru melakukannya. Maksudnya pasarnya masih baru, industrinya masih baru. Saya memperkenalkan model yang kami adopsi dari eBay, yang kami yakini akan lebih besar membangun kepercayaan daripada model lain. Ini bisa dibilang strategis, karena kami akan mempertaruhkan masa depan bermain di industri e-commerce ini, sehingga semua keputusan saya itu strategis, baik bagi Telkom maupun bagi eBay. Semua yang kami lakukan sekarang belum bisa terlihat dampaknya, karena industri ini masih baru. Kita baru bisa melihat imbasnya mungkin lima tahun ke depan. Kapan era tinggal landas Blanja.com? Tahun 2020. Kita akan lihat market terkonsolidasi, dibuktikan dengan kejadian ada yang tutup, ada yang keluar, ada yang merger, sehingga nama-nama yang beredar sekarang belum tentu ada dalam lima tahun ke depan. Prinsipnya, saya tidak membesarkan Blanja. com untuk nanti dikawinkan atau dijual dengan harga baik.

dapatkan adalah kepercayaan dari seller , buyer , partner , yang membuat kami yakin mampu bertarung. Sekarang pangsa pasar Blanja.com ada di nomor berapa? Sekarang, mengingat banyak pemain yang rontok, jadi susah, ya ? Di luar itu, tidak ada angka pasti soal pasar e-commerce, tapi kami tahu potensinya sangat besar. Sebab, industri ritel kita sangat besar. Tapi, berapa yang masuk e -commerce ? Masih sangat kecil, di bawah 1%. Itu artinya, masih banyak peluang, pemainnya pun banyak, sehingga kompetisi menjadi sangat ketat hari-hari ini. Waktu kami pertama muncul, ada sekitar 10 perusahaan dan dalam kurun waktu dua tahun, 1-2 perusahaan tutup. Kemudian, ada 1-2 perusahaan dibeli, ada yang menahan ekspansi dan ada juga yang sakit. Kenapa sakit? Karena mungkin saking besarnya pasar Indonesia, semua orang ingin berada di sini, sehingga pemain besar jorjoran investasi dan belum bisa balik modal. Jadi, jangan sampai membuat kita hanya menjadi tempat untuk muter-muterin uang, tanpa ada efek ke masyarakat, penjual, dan ekonomi. Ini pesan yang ingin kami sampaikan. Kami sangat sehat dalam hal operasional. Biaya pemasaran kami sehat, karena ini adalah marathon game yang membutuhkan stamina. Saya tidak mau Blanja.com dijual karena tidak mampu lagi beroperasi setelah saya turun. Menurut Anda, biaya iklan terlalu membebani perusahaan e-commerce ? Kalau di e-commerce memang seperti itu. Dan, itu tidak masalah, karena masing-masing punya strategi sendiri. Tapi, kami tidak melakukan seperti itu, karena kami tahu perjalanan masih panjang. Iklan memang menjadi salah satu senjata, karena ingin memanfaatkan pesatnya pertumbuhan bisnis ini. Indonesia sangat banyak pengguna ponsel pintar. Di Tekomsel saja, terdapat 50% pengguna smartphone , ini saja sudah pasar tersendiri. Selanjutnya, jumlah UKM 50 juta-an, belum lagi merek-merek produknya. Selain itu, ada UKM yang belum tercatat. Perkembangan ekonomi Indonesia juga bagus. Semua itu menunjukkan potensi pasar e-commerce yang menggiurkan. Mungkin untuk mempercepat penetrasi, ada yang jorjoran beriklan. Soal itu, saya no comment . Namun, menurut saya, karena kita bergerak di internet, yang paling pas adalah melakukan digital campaign . Digital channel yang merambah semua unsur masyarakat dipegang pemain- pemain luar, seperti Google, Facebook, BBM, Instagram, Line, yang semuanya bayarnya dolar

Investor Daily/IST

O tomotif menjadi hobi sebagian besar masyarakat, termasuk Aulia Marinto. Pria lulusan Universitas Teknologi Indonesia ini mengaku keranjingan sepeda motor trail. Bagi Aulia, menaiki motor trail bisa melepaskan kepenatan sekaligus memompa adrenalin. Saat menunggai motor trail, ada perasaan bebas yang didapat Aulia. “Makanya saya selalu berupaya meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk naik motor trail,” kata dia. Saking sukanya naik motor trail, Aulia kerap meminta acara gathering kantor dilakukan di daerah terpencil. Begitu ada waktu lowong, pria yang juga penggila teknologi ini langsung mengegas motor trail bersama beberapa orang timnya. (imm)

Made with FlippingBook HTML5