SP190507

Suara Pembaruan

28

Selasa, 7 Mei 2019

Sidang Ratna Sarumpaet Fahri Hamzah Berikan Kesaksian Meringankan

[JAKARTA] Politisi Fahri Hamzah akan memberikan kesaksian meringankan da- lam sidang kasus penyebar- an berita bohong atau hoax dengan terdakwa Ratna Sarumpaet, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5). "Meringankan tentunya ya, karena saya dari awal setelah peristiwanya berlalu dan beliau minta maaf saya menganggap sudah selesai, tetapi ya rupanya berlan- jut," ujar Fahri. "Sudah berseri-seri ini, sudah berbulan-bulan, bah- kan sudah beberapa lama sejak ditangkap. Sudah tu- juh bulan. Sebenarnya ne- gara tidak perlu habis-ha- bisin tenaga untuk yang be- gini-begini karena ini kan persoalan yang sudah sele- sai, karena dia sudah meng- aku, dan sebagainya," tam- bah Fahri. Fahri yang hadir sebagai saksi fakta menyampaikan, akan memberikan keterang- an sesuai dengan apa yang dia dengar dan ketahui. "Persiapannya tidak ada ya, karena saya cuma diun- dang sebagai saksi fakta. Jadi nanti saya akan sam- paikan apa yang saya keta- [JAKARTA] Jaksa penun- tut umum (JPU) mendakwa Joko Driyono mengambil dan merusak barang bukti. Jokdri, panggilan akrabnya, terancam hukuman maksi- mal 7 tahun penjara dalam kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor. "Pasalnya 363 (pencuri- an dengan pemberatan), ada juga 235, terakhir 221. KUHP semuanya, ada tiga pasal. Ancaman hukuman tertingginya 7 tahun," ujar JPU Sigit, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (6/5). Dikatakan, Jokdri diduga menyuruh Muhammad Mardani alias Dani, masuk ke ruangan yang telah terpa- sang garis polisi dan meng- ambil DVR server CCTV, notebook serta dokumen, di Ruangan Kantor PT Liga Indonesia, Gedung Rasuna Office Park (ROP) DO-07, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi,

dangan, menguatkan unsur pasal di dalam dakwaan ter- dakwa Ratna. “Tentu begitu (menguat- kan dakwaan), nanti akan kita lihat dalam analisis yuridis," ujar JPU Daru Tri Sadono, Kamis (25/4). Menyoal Ratna dan pe- nasihat hukumnya menya- takan sejauh ini tidak ter- bukti adanya keonaran, Daru menuturkan, tanggap- an JPU akan disampaikan dalam analisis yuridis. "Tanggapan kami nanti akan kami sampaikan da- lam analisis yuridis kami. Kan hal yang sangat wajar pihak terdakwa pasti akan menyampaikan versi yang menguntungkan baginya," ungkap Daru. Daru menegaskan, kete- rangan semua saksi dan ahli mengarah adanya keonaran akibat kebohongan yang di- lakukan Ratna. "Semuanya , s emua (saksi dan ahli) mengarah ke unsur keonaran. Tidak apa-apa, itu kan kata ter- dakwa (tidak ada keonar- an), tak perlu ditanggapi le- bih jauh lagi. Nanti kami jelaskan dalam analisis yuridis," kata Daru. [BAM/W-11] Abdanial Malakan menga- takan, pihaknya tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi, sehingga per- sidangan dilanjutkan de- ngan agenda pemeriksaan pokok perkara. Hakim Kartim kemudi- an menanyakan kepada JPU kapan bisa menghadirkan saksi-saksi untuk dimintai keterangannya dalam persi- dangan. Kemudian, disepa- kati sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi digelar, Kamis (9/5) men- datang. "Terdakwa dan penasi- hat hukumnya tidak menga- jukan keberatan, maka ma- jelis akan memeriksa pokok perkara langsung yaitu, mendengarkan keterangan saksi-saksi, Kamis tanggal 9 Mei 2019," kata Kartim. Kartim menuturkan, ka- rena pemeriksaan saksi cu- kup padat, kemungkinan ke depannya persidangan akan digelar dua kali dalam satu pekan. [BAM/W-11]

BAYU MARHAENJATI Fahri Hamzah hadir sebagai saksi dalam sidang penyebaran berita bohong dengan terdakwa Ratna Sarumpaet, di PN Jakarta Selatan, Selasa (7/5).

hui, apa yang saya dengar, lihat, rasakan," kata Fahri. Menyoal apa saja fakta yang akan disampaikan, Fahri menyampaikan, ba- nyak orang bohong tidak mengakui kebohongannya. Namun, Ratna mau dan su- dah mengakui kebohongan- nya. "Karena banyak orang bohong juga tidak mengaku

kan. Ini ada orang bohong mengaku. Ya, sudahlah cu- kup selesai," tandas Fahri. Penasihat hukum ter- dakwa pada sidang kali ini menghadirkan tiga saksi dan ahli, salah satunya poli- tisi Fahri Hamzah. "Agenda sidang peme- riksaan saksi yang meri- ngankan. Ada tiga orang, dua saksi fakta dan satu ah-

li," ujar penasihat hukum Ratna, Desmihardi. Dikatakan Desmihardi, pihaknya akan menghadir- kan asisten Ratna dan Fahri sebagai saksi fakta di persi- dangan. "Kemudian, ahli bahasa dari UI (saksi ahli)," ungkap Desmihardi. Ratna juga siap menja- lani sidang lanjutan. Dia mengajukan Fahri Hamzah

karena selalu membelanya. "Iya, kalau dia kan sela- lu buka suara tentang saya kalau di media ya. Dia orang yang konsisten bela saya," kata Ratna. Pada sidang sebelum- nya, JPU menilai keterang- an saksi dan ahli yang telah dihadirkan dalam persi- Kuatkan Dakwaan Terdakwa Jokdri tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan terkait dak- waan yang disampaikan j aksa penun t u t umum (JPU), dalam sidang kasus dugaan memasuki garis po- lisi, mengambil, dan meru- sak barang bukti. Seusai JPU membaca- k a n d a kwa a n , Ke t u a Majelis Hakim Kartim Haeruddin, bertanya apa- kah Jokdri, memahami isi dakwaan. Jokdri pun me- ngatakan, mengerti. Selanjutnya, Kartim menyampaikan, apakah Jokdri keberatan dengan dakwaan JPU. "Apakah Anda keberatan secara ek- sepsional atau akan diserah- kan kepada penasihat hu- kum?" kata Kartim kepada Jokdri. "Izin yang mulia, saya serahkan ke penasihat hukum," jawab Jokdri. Merespons hal itu, pe- nasihat hukum Jokdri, Memahamim

Didakwa Mencuri, Jokdri Terancam 7 Tahun Penjara

ANTARA/APRILLIO AKBAR Mantan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengikuti sidang perdana kasus du- gaan penghilangan barang bukti pengaturan skor di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (6/5). Sidang tersebut beragendakan pembacaan dakwaan.

Jakarta Selatan, awal Februari 2019. "Walaupun barangnya milik sendiri, itu dalam pe- nguasaan Satgas Mafia Sepak Bola. Barang itu su- dah dipasang police line

oleh Satgas Antimafia Bola, jadi seharusnya itu tidak boleh diambil, maupun di- rusak apalagi diganti, ter- masuk CCTV diganti," ung- kap Sigit. Menyoal apakah JPU

akan menuntut Jokdri sesu- ai dengan surat dakwaan, Sigit belum bisa memasti- kannya. "Tuntutan belum tahu, nanti kita lihat fak- ta-fakta di persidangan du- lu," kata Sigit.

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker