ID170613

selasa 13 JUNI 2017 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/AFP PHOTO/NOEL CELIS

44 komandan polisi tewas dalamupaya yang gagal untuk menangkap seorang militan IslamMalaysia di wilayah yang sama. Puluhan ribu orang telah mening- galkan Marawi, yang merupakan kota Muslim terpenting di negara ini. Ekso- dus itu terjadi sejak militer mengata- kan pasukannya secara tidak terduga mengganggu rencana para pejuang untuk mengambil alih Marawi, dalam sebuah aksi spektakuler untukmenun- jukkan bahwa IS telah tiba di Filipina. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan bahwa serangan militan tersebut mer upakan bagian dari rencana yang lebih luas oleh IS untuk mendirikan sebuah pangkalan di wilayah selatan Mindanao, dan telah mengumumkan darurat militer di sana untuk memadamkan ancaman tersebut. Namun militer Filipina masih kesu- litan untuk mengalahkan orang-orang bersenjata berat, yang telah menggu- nakan sandera dan terowongan bom yang sudah ada sebelumnya untuk memperkuat posisi. “Seperti yang Anda tahu, targetnya adalah untuk membebaskan Marawi hari ini, 12 Juni, tapi anda dapat meli- hat betapa kompleksnya masalahnya dan berapa banyak perkembangan baru yang ada,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Alan Peter Cayetano kepada para wartawan pada acara pengibaran bendera tahunan di taman Manila. Pada Minggu (11/6), kepala militer wilayah tersebut, Letnan Jenderal Car- lito Galvez, mengatakan dalam sebuah konferensi pers bahwa pertempuran akan menjadi yang paling sulit, mema- tikan, dan berdarah, serta memakan waktu berbulan-bulan. Menteri Pertahanan Delfin Loren-

MARAWI – Pasukan Filipina meray- akan ulang tahun ke-61 kemerdekaaan negaranya dalam keadaan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Perayaan tahun ini di tengah pertem- puran melawan militan Islam yang menguasai kota Marawi. “Ini didedikasikan untuk tentara yang mengorbankan kehidupannya untukmelaksanakanmisi kami di kota Marawi,” kata Kolonel Jose Maria Cu- erpo, komandan brigade tentara yang berperang di Marawi, Senin (12/6). Sambil menitikkan air mata, para tentara, pejabat, petugas pemad- am kebakaran, polisi, dan panitera berkumpul di luar sebuah gedung pemerintah terdekat untuk mengibar- kan bendera Filipina. Juru bicara militer Kolonel Edgard Arevalo mengatakan, semua satuan militer dan badan-badan pemerintah akan mengibarkan bendera setengah tiang pada Selasa (13/6) untuk meng- hormati para tentara yang tewas di Marawi. Ribuan tentara Filipina, yang men- dapat pelatihan dari pasukan khusus AS, melakukan pertempuran sengit dengan gerilyawan, yangmengibarkan bendera hitamkelompok Islamic State (IS) dan menggunakan hingga 2.000 warga sipil sebagai tameng manusia sejak 23 Mei 2017. Dalam perkembangan terakhir, 13 marinir Filipina tewas pada Jumat (9/6) dalampertempuran jalanan yang ganas. Militer menyatakan pertempu- ran di kota tersebut telah menyebab- kan total 58 tentara dan polisi dan lebih dari 20 warga sipil tewas. Selain itu, diperkirakan bahwa hampir 200 gerilyawan telah terbunuh. Terakhir kali pasukan keamanan Filipina menderita kematian dalam jumlah besar adalah pada 2015, ketika

Doa Kemerdekaan Seorang tentara Filipina berdoa pada upacara penaikan bendera di Marawi, ibukot provinsi Lanao Del Sur, di Pulau Mindanao, Senin (12/6). Pasukan Filipina merayakan kemerdekaan di tengah kesulitan untuk mengalahkan kelompok militan yang menguasai kota tersebut.

zana mengatakan, seorang militan yang tertangkap telah mengatakan

kepada militer bahwa pimpinan IS, Abu Bakr Al Baghdadi, telah secara

langsung menghasut orang-orang bersenjata tersebut untuk menyerang

kota berpenduduk 200.000 orang tersebut. (afp/leo)

Yustinus menganalisa, penerimaan pajak beserta hasil amnesti pajak mencapai Rp 1.098 trilun. Itu sudah termasuk dana tebusan amnesti pajak senilai Rp 103 triliun. “Sulit untuk tidak merevisi target penerimaan pajak dalam APBN 2017. Kita tahu penentuan target penerimaan pajak dalamAPBN 2017 ditentukan sebelum hasil periode amnesti pajak keluar,” papar dia. Menurut Yustinus, ada optimisme berlebih dari Ditjen Pajak mengenai hasil program amnesti pajak yang juga berpengaruh pada penentuan target penerimaan pajak dalam APBN 2017. “Maka demi APBN yang lebih realistis, revisi menjadi keniscayaan,” ujar dia. Pagu Belanja 2018 Menkeu Sri Mulyani juga menge- mukakan, kenaikan target pajak 2018 juga tidak terlepas dari kenaikan pagu belanja yang dipatok pada kisaran 9,1-10,2% untuk pemerintah pusat dan 5,6-5,8% untuk transfer ke daerah. Total belanja negara pada 2018 bisa menembus Rp 2.204-2.349 triliun. “Sejalan dengan itu, kenaikan target pajak juga menjadi alasan pemerin- tah menekan defisit anggaran pada kisaran 1,9-2,3% terhadap PDB tahun depan,” ucap dia. Menkeu menambahkan, pihaknya berencana menekan defisit neraca keseimbangan primer pada level 0,6%-0,4% untuk menyehatkan APBN. Dengan kata lain, selain penarikan utang akan dikurangi, pemerintah ingin menghindari membayar pokok dan bunga utang dengan utang seperti yang terjadi dalam tiga tahun terakhir. Di pihak lain, Ketua Komisi XI DPR MelchiasMarkusMekengmengkritik rencana pemerintah mematok target pajak yang terlalu tinggi. Dengan target pajak yang tinggi, APBN pun se- makin berisiko. “Itu target yang terlalu ambisius. Kalau nanti targetnya tidak tercapai, ini mau ditutup darimana?!” ujar dia. Kecuali itu, kata Mekeng, pos belanja selama ini relatif tetap se­ hingga ruang fiskal juga terbatas. “Kami khawatir besarnya belanja pemerintah dalam APBN tidak terlalu efektif dalam mendorong perekono- mian,” tutur dia. (ns/az) Dia jugamenekankan tidakmemiliki pandangan sangat konservatif menge- nai isu-isu seperti aborsi dan homo- seksualitas – yang kerap enyebabkan keresahan di kalangan Konservatif. Kesepakatan tersebut juga men- imbulkan kekhawatiran di Dublin. Bahkan, PMEnda Kenny dari Irlandia memperingatkan soal aliansi yang da- pat mengganggu kedamaian Irlandia Utara yang rapuh. (afp) ini dapat ditunda karena Konservatif sedang berusaha memperkuat posisi mereka. Di sisi lain, ketua DUP Arlene Fos- ter menyampaikan sejauh ini sudah terjadi pembicaraan yang sangat baik dan dia akan berkunjung ke London untuk bertemu dengan May, pada Selasa (13/6). Namun Menteri Pertahanan Mi- chael Fallon mengungkapkan, pemer- intah tidak mencari koalisi formal melainkan meminta jaminan bahwa DUP akan memberikan suara kepada May terkait dengan hal-hal besar.

gotaan Inggris di blok itu yang sudah berlangsung selama 40 tahun. Namun, pemimpin Konser vatif pro-Uni Eropa di Skotlandia Ruth Da- vidson meminta May untuk kembali membuka rencana pemerintah Brexit. Diamemperingatkan 13 anggota par- lemennya akan memilih seratus persen karena mereka meyakini itu harus dilakukan. Tapi hal itu memunculkan keraguan bahwa pemerintah dapat memperoleh suara yang cukup banyak untukmencapai kesepakatanmembawa Inggris keluar dari pasar tunggal. Pada Senin, dia menghadapi Komite Konservatif 1922 yang dapat memicu mosi percaya pada pemimpin partai jika menerima surat dari 15% anggota parlemen partai tersebut. Isi surat itu diperkirakan soal tuntutan terhadap negosiasi Brexit dan kesepakatan dengan DUP. Kemudian pemerintah baru akan mempresentasikan program legislat- ifnya di hadapan parlemen pada 19 Juni 2017, meskipun ada indikasi bahwa hal

May adalah orang yang tepat untuk melakukan pekerjaan penting itu,” tulisnya dalam tabloid The Sun . Beraliansi dengan DUP Dalam pemilu sela, partai May ke- hilangan delapan kursi untukmemper- tahankan mayoritas parlemennya, dan sekarang sedang dalam pembicaraan denganPartai Serikat Demokrat (DUP) Irlandia Utara untuk aliansi formal. Pasalnya, partai yang terbilang sangat konservatif ini meraih 10 kursi yang sanat konservatif, merah 10 kursi. Sedangkan Menteri Brexit David Davis menegaskan pemerintah masih bertujuan membawa Inggris keluar dari pasar tunggal Uni Eropa. “Alasan untuk meninggalkan pasar tunggal adalah karena kami inginmen- gendalikan perbatasan kami, mereka tidak kompatibel,” katanya kepada radio BBC. Dia juga mengatakan pemerintah akan pergi tanpa kesepakatan jika perundingan gagal mengakhiri keang-

memegang jabatan. Dia juga mem- pertahankan anggota kabinet yang lama pada Minggu, dan akan bertemu dengan mereka untuk kali pertama pada Senin. Saat ditanya soal kekalahan dalam pemilu sela, PM yang terlihat lesu itu membantah dirinya terguncang ka- rena pertaruhannyamenggelar pemilu sela menjadi bumerang. “Apa yang saya rasakan sebenarnya masih ada pekerjaan yang harus dilakukan dan saya kira apa yang diinginkan publik adalah memastikan pemerintah meneruskan pekerjaan,” ujar May dalam wawancara dengan Sky News . Sementara itu, Menteri Luar Negeri Boris Johnson – yang dilaporkan oleh media Inggris ikut mengantre untuk memperoleh posisi menjadi pemimpin – berkeras supayaMay tetap menjabat sebagai PM. “Rakyat Inggris sudah jemu dengan janji dan bermain politik. Sekarang saatnya pembebasan dan Theresa

Oleh Happy Amanda Amalia  LONDON – Masa depan Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May masih menggantung. Pada Senin (12/6) waktu setempat ia diperkirakan menghadapi kemarahan para anggota parlemen dari Partai Kon- servatif, menyusul hasil buruk pada pemilihan umum (pemilu) sela pekan lalu.

permintaan untuk berhenti, karena kampanyenya lemah dan keputusan- nya pada April 2017 untuk menggelar pemilu sela. Kekacauan itu membuat nilai tukar poundsterling ikut menanggung beban dan merosot hampir 2% sejak Kamis pekan lalu. Selain itu, indeks saham FTSE London turun 0,2% pada awal perdagangan Senin. Meski demikian, May berjanji tetap

Dalam pemungutan suara Kamis (8/6), Konservatif secara tak terduga kehilangan suara mayoritasnya di parlemen sehingga menyebabkan kekacauan politik menjelang proses per undingan Brexit dengan Uni Eropa (UE), yang dijadwalkan mulai pekan ini. Dia dijadwalkan ber temu den- gan para anggota parlemenSenin. May akan menghadapi lebih banyak

 Sambungan dari hal 1

Tahun depan, kata Menkeu, sek- tor swasta akan semakin ekspansif, sehingga per tumbuhan ekonomi 2018 akan naik terus di kisaran 5,4- 6,1%. Apalagi ekonomi global pada 2018 diprediksi mulai masuk fase pemulihan. Pada 2018, menurut Sri Mulyani, ekonomi AS diproyeksikan tumbuh 2,5% dibandingkan proyeksi tahun ini sebesar 2,3%. Sedangkan ekonomi Eropa akan tumbuh 1,6% (dibanding proyeksi tahun ini 1,7%). Adapun ekonomi RRT tahun depan diprediksi tumbuh 6,2% (dari proyeksi tahun ini 6,6%). “Negara-negara Asean tumbuh lebih baik. Asean-5 akan tumbuh 5,2% dari proyeksi tahun ini 5%,” papar dia. Sri Mulyani mengatakan, pertumbu- han PDB 2018 akan ditopang pemuli- han ekonomi global dan domestik. Sumber pertumbuhan ekonomi tahun depan, baik dari sisi permintaan mau- pun penawaran, akan tumbuh kuat. Se- lain konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor diperkirakan tumbuhpesat. “Perdagangan besar dan eceran juga akan pulih, pertanian akan stabil, be- gitu pun konstruksi karena kita fokus pada pembangunan infrastruktur. Selain itu, pertambangan akan positif walaupun masih rendah,” kata dia. Menkeu mengakui, antara per- tumbuhan ekonomi nasional dan tax ratio selama ini tidak tumbuh selaras. Meski ekonomi di dalam negeri tum- buh kencang, tax ratio naik tipis, bah- kan relatif stagnan. Hingga tahun lalu, tax ratio kita masih 10,3% dan tahun ini ditargetkan 10,9%. Padahal, idealnya tax ratio mencapai 15%,” ucap dia. Kepatuhan Rendah Sri Mulyani mengemukakan, ren- dahnya tax ratio yang tidak sebanding dengan pertumbuhan ekonomi terjadi antara lain karena masih banyaknya WP yang belum patuh membayar pa- jak. “Ini terjadi karena banyak orang yang belum membayar pajak secara benar, baik WP superkaya, maupun

kata dia, antara lainmenyederhanakan pajak pertambahan nilai (PPN), mem- perbaiki paket regulasi perpajakan, termasuk merevisi Undang-Undang tentang Ketentuam Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), serta mere- visi UU Bea dan Materai. “Kita juga akan investasi pada sistem teknologi informasi (TI) dalam rangka memperkuat database dan menggu- nakan akses data perbankan sehingga bisa memetakan potensi penerimaan secara lebih baik,” ujar Menkeu. Direktur Potensi, Kepatuhan, dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal menambahkan, penerimaan per- pajakan secara tahun berjalan ( year to date /ytd) hinggaMei 2017 mengalami perlambatan. Secara keseluruhan, penerimaan pajak per Mei 2017 tum- buh sekitar 14,5%. Penerimaan pajak nonmigas mencapai Rp 396,8 triliun dan PPh migas Rp 21 triliun. “Tapi secara umum penerimaan tergerus restitusi. Kalau nggak ada res- titusi yang membeludak kemarin, mes- tinya bisa 16%. Selain itu, transaksi kan bergeser, ada yang bayar Juni dan Juli. Ada WP bayar deviden Juni,” papar dia. Dia menjelaskan, restitusi yang terjadi pada Mei mencapai Rp 65-68 triliun atau tumbuh 17% dibandingkan tahun sebelumnya. “Ini karena basis pajaknya naik, sehingga nilainya lebih tinggi. Tapi pertumbuhannya melam- bat. Tahun lalu 35% kalau nggak salah, sekarang 17%,” ucap dia. Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo

masyarakat biasa, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujar dia. Karena alasan itulah, menurut Menkeu, Indonesia menandatangani perjanjian keterbukaan informasi keuangan secara otomotis ( Automatic Exchange of Information/ AeoI) dengan negara-negara G20 dan Organisation for Economic Cooperation and Devel- opment/ OECD). Berdasarkanperjan- jian itu, Indonesia akan melaksanakan keterbukaan informasi keuangan mulai tahun depan, di mana perangkat hukumnya sudah harus sudah terse- dia pada Juli tahun ini. “Indonesia ikut AeoI supaya negara lain juga buka WP kita di luar negeri, sehingga mereka tidak bisa mengelak. Dengan begitu, kepatuhan membayar pajak di negara kita meningkat, se­ hingga penerimaan pajak bertambah,” tutur dia. Menurut Sri Mulyani, pada April lalu penerimaan pajak cukup stabil, kemudian turun pada Mei. “Pada semester II ini, penerimaan pajak diperkirakan mengalami tantangan karena jika tahun lalu masih terbantu dana tebusan amnesti pajak, tahun ini akan berbeda,” tandas dia. Yang bisa diupayakan pemerintah untuk penerimaan perpajakan 2017, kata dia, adalah memaksimalkan momentum penerimaan pajak. “Kami akan lihat dulu dan di mana letak potensinya, di mana letak risikonya,” kata dia. Strategi yang disiapkan pemerintah,

ini, bahan pangan yang untaxable mer- upakan kontributor terbesar inflasi. Alhasil, realisasi penerimaan pajak lebih rendah dari tingkat inflasi. “Maka untuk tahun depan, pertum- buhan penerimaan pajak sulit menca- pai angka 10% kalau pemerintahmasih belum memanfaatkan data amnesti pajak maupun keterbukaan data per- bankan dengan baik,” kata dia. Yustinus mengakui, meski ada tambahan basis pajak dari amnesti, tetap harus dilihat jenis harta yang di- deklarasaikan. Jenis harta yang paling banyak dideklarasikan adalah kas dan setara kas yang tidak bisa dikenai pajak. “Kuncinya adalah deklarasi harta diikuti deklarasi pendapatan sehingga akan ada tambahan penerimaan PPh dari basis data amnesti pajak. Jika tidak, butuh waktu tambahan karena mem- butuhkan pemeriksaan bagi WP yang melaporkanpendapatannya tidak sesuai deklarasi dalamamnesti pajak,” ujar dia. Dia mengemukakan, di satu sisi, den- gan adanya perjanjian AeoI antara Indo- nesiadannegara-negaraG20danOECD, penerimaan masih bergantung pada petugas pajak, khususnya bagaimana mereka merealisasikan data perbankan menjadi tambahan penerimaan. “Jika petugas pajak tidak mampu memanfaatkan data tersebut maka akses keterbukaan informasi data perbankan akan percuma. “Maka compliance risk management (CRM) menjadi mendesak agar mereka bisa lebih efektif bekerja,” tegas dia.

menyatakan, jika membandingkan penerimaan pajak Mei 2016 dengan penerimaan Mei 2017, pertumbuhan- nya mencapai 14,54% (yoy). Namun jika tidak memasukkan penerimaan dana tebusan program amnesti pajak, penerimaan pajak hanya tumbuh 8,22%. “Melihat kinerja sampai Mei, re- alisasi penerimaan hanya mencapai 84% dari target sebelum revisi atau menjadi 87% setelahmengalami revisi. Perhitungan realisasi ini berdasarkan basis penerimaan 2016 tanpa amnesti pajak yangmemang realisinya rendah. Jika optimalisasi pasca- tax amnesty lancar, bisa 90%,” tegas dia. Secara umum, menurut Yustinus, penentuan target penerimaan pajak di- dasari dua faktor, yakni pertumbuhan alami berupa pertumbuhan ekonomi dan inflasi. “Faktor lainnya adalah extra effort ,” ujar dia. Dia mengungkapkan, pada 2018 batas bawah ( lower bound ) pertumbu- han ekonomi diprediksi sebesar 5,8%. Sedangkan batas bawah proyeksi inflasi sekitar2,5%.“Jadi, lower bound pertumbu- han alami sebesar 8,3%. Ditambah extra effort , seharusnya pertumbuhan peneri- maan pajak bisa di atas 10%,” papar dia. Namun, menurut Yustinus Pras- towo, jika per tumbuhan ekonomi sektor tak kena pajak atau penerimaan pajaknya rendah ( untaxable ), seperti pertanian dan perikanan lebih tinggi maka pertumbuhan penerimaan pajak akan lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi. Begitupun inflasi. Selama

Made with FlippingBook flipbook maker