SP190611

Suara Pembaruan

20

Selasa, 11 Juni 2019

Sakit, Ratna Sarumpaet Dirujuk ke RS

[JAKARTA] Terdakwa Ratna Sarumpaet menga- lami sakit dan sempat diba- wa ke Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Senin (10/6). "Yang pertama tensinya itu tinggi, kalau saya lihat dari surat rujukan itu. Kalau salah 160. Kemudian di be- lakang leher nyeri, kemudi- an beliau juga mengalami pu s i ng , " u j a r I n s a nk Nasruddin selaku kuasa hu- kum Ratna, Selasa (11/6). Insank menyampaikan, kliennya semalam sempat ke Biddokkes Polda Metro Jaya dan mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit. "Iya, semalam kami ju- ga lagi menunggu di rumah sakit mana dirujuk beliau. Kan dalam status penaha- nan pengadilan, majelis ha- kim dalam hal ini. Artinya, walaupun Biddokkes sudah mengeluarkan surat peng- antar untuk dirujuk ke ru- mah sakit, yang menentu- kan tentunya majelis hakim di rumah sakit mana," ung- kap Insank. Insank menyampaikan, seharusnya pihak kejaksaan yang mengurus apakah Ratna bisa dirujuk ke ru- mah sakit. "Ya seharusnya kalau begitu pihak kejaksa- an ya, harusnya. Karena melihat kondisi kesehatan. Artinya sudah ada surat pengantar dari Biddokkes bahwa yang bersangkutan, tahanan ini harus dirujuk. Karena yang wajib meng- hadirkan terdakwa di peng- [JAKARTA] Karo Penmas Di v i s i Huma s Po l r i , Brigjen Pol Dedi Prasetyo m e n g u n g k a p k a n , Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bekerja sama dengan stake- holder terkait mengaman- kan 91 kg methampheta- mine dari sindikat kejahat- an terorganisasi Malaysia- Jakarta. “Empat orang berhasil diamankan. Sebagian war- ga Malaysia. Mereka di- tangkap di sebuah lokasi tersembunyi. Barang bukti narkoba yang diduga dari Malaysia disimpan dalam sebuah kapal pesiar atau yatch mewah,” kata Dedi, Selasa (11/6).

Sementara itu, penyidik D i r e k t o r a t R e s e r s e Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, memanggil Ustaz Ahmad Rifky Umar Said Barayis alias Ustaz Lancip untuk dimintai kete- rangan terkait kasus dugaan tindak pidana ujaran keben- cian dan atau berita bohong, Senin. Namun, penyidik ha- rus menjadwalkan ulang pemeriksaan karena yang bersangkutan berhalangan hadir. "Ya agendanya diperik- sa hari ini, tetapi minta di- jadwal ulang," ujar Argo. Dikatakan Argo, Ustaz Lancip berhalangan hadir karena ada kegiatan yang sudah dijadwalkan sebe- lumnya. Nanti, penyidik akan mengagendakan pe- manggilan ulang terhadap y a n g b e r s a n g k u t a n . "Alasannya ada kegiatan la- in yang sudah terjadwal," ungkap Argo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidik memanggil Ustaz Lancip untuk dimintai keterangan terkait laporan kasus duga- an tindak pidana ujaran ke- bencian dan berita bohong. Ustaz Lancip dilapor- kan soal pernyataannya, bahwa ada hampir 60 orang meninggal dan ratusan orang hilang terkait keru- suhan massa pada 21-22 Mei kemarin. Pernyataannya itu tere- kam di dalam video, dan viral di jagat maya. Sementara itu, tersang- ka Hermawan Susanto alias

HS, pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo, melalui pengacaranya mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik P o l d a M e t r o J a y a . Alasannya, karena yang bersangkutan hendak meni- kah. "Hari ini, kita menyam- paikan surat permohonan penangguhan penahanan a t a s nama He rmawan Susanto karena si HS ini, bulan ini, rencananya akan menikah," ujar kuasa hu- kum Hermawan, Sugiarto Atmowijoyo, di Mapolda Metro Jaya, Senin (10/6). Dikatakan Sugiarto, apabila penyidik tidak me- ngabulkan penangguhan penahanannya, diharapkan kliennya bisa melangsung- kan pernikahan di tahanan. "Jadi keinginan kita, ke- inginan keluarga adalah HS dibebaskan atau ditangguh- kan penahanannya, atau (kalau) tidak memungkin- kan kita mohon untuk dibe- rikan tempat dan waktu agar ijab kabul bisa dilaksa- nakan di tahanan," ungkap Sugiarto. Sugiarto menyampai- kan, kliennya akan mengu- rus surat-surat pernikahan menunggu pihak penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan- nya atau tidak. Sementara, calon istri Hermawan sudah mengurus surat pengantar pe r n i kahan d i dae r ah Karawang, sekitar 2 ming- gu lalu. [BAM/G-5]

SP/JOANITO DE SAOJOAO

Terdakwa Ratna Sarumpaet saat mengikuti sidang di PN Jakarta Selatan, bulan lalu.

adilan itu kan jaksa," kata- nya. Menurut Insank, pihak kuasa hukum rencananya akan melihat kondisi Ratna, di Rutan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa ini. "Kami dari kuasa hu- kum akan ke sana. Iya meli- hat kondisi ibu, kemudian menanyakan rumah sakit mana beliau akan dirujuk. Dari itu semua, kami ingin menanyakan kondisi kese- hatannya," tandasnya. Direktur Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro Jaya AKBP Barnabas mem- benarkan, Ratna sempat di- bawa ke Biddokkes, sema- lam. Menurut Dedi, peng- ungkapan tersebut merupa- kan buah dari hasil penyeli- dikan selama lebih kurang satu bulan oleh Tim Saatgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Mereka bekerja sama dengan stakeholder lain- nya. Mabes akan memberi- kan keterangan tersebut di Komp l e k s Pe l a buh a n Sunda Kelapa, Batavia Marina, Jakarta Utara, si- ang ini. Bulan lalu, sindikan asal Malaysia ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN). Dua pengedar dan 200 kilogram narkotika jenis sabu-sabu,

"Bu Ratna ke Dokkes Polda saja, habis itu balik la- gi ke selnya," kata Barnabas. . Pemeriksaan Sementara itu, penyidik Polda Metro Jaya kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen (purn) Sofjan Jacoeb yang menjadi tersangka dalam kasus du- gaan makar. Sofyan sendiri melalui kuasa hukumnya menyatakan siap hadir me- menuhi panggilan penyidik. Pemeriksaan akan dilaku- kan pada Senin (17/6). "Awa l nya peny i d i k menjadwalkan pemeriksaan dilakukan pada Senin (10/6) tetapi batal karena tersang- termasuk juga ekstasi dan happy five, disita di kawa- san Bekasi. "Hasil operasi BNN, te- lah dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka atas nama Zulham dan Fajar, dengan barang bukti narko- tika kurang lebih 200 kilo- g r am , " u j a r D e p u t i Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari. Dikatakan Arman, kro- nologi pengungkapan pere- daran narkotika jenis sa- bu-sabu asal Malaysia itu, bermula ketika tim BNN mencurigai truk yang kelu- ar dari Tol Bintara Bekasi menuju Tambun, sekitar pukul 19.00 WIB, Jumat (10/5). [160/C-7/G-5]

ka tidak bisa memenuhi panggilan penyidik alasan kesehatan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Selasa (11/6). Menurut Argo, Sofjan me l a l u i kua s a hukum Ahmad Yani menyebutkan, pihaknya akan kooperatif dengan polisi. Sofjan me- nyatakan siap memenuhi memenuhi panggilan penyi- dik pekan depan. Sebelumnya penyidik Polda Metro Jaya menetap- kan Sofjan sebagai tersang- ka kasus dugaan makar se- telah ditemukan dua bukti atas keterlibatan mantan kapolda Metro Jaya dalam kasus itu.

Polri Ungkap Penyelundupan 91 Kg Narkoba dalam Kapal Pesiar

Made with FlippingBook flipbook maker