ID181228

C

C

C

C SELASA 13 MARET 2018

16 >>

8 >>

24 >>

industries 5 TELECOMMUNICATION M Y

money & banking

SPORTS

Reksa Dana CIPTA

Reksa Dana CIPTA DANA CASH KEAMANAN DAN LIKUIDITAS

M

M

M

MELENGKAPI DIVERSIFIKASI PORTOFOLIO Reksa Dana CIPTA BOND

Reksa Dana CIPTA DINAMIKA

Y

Y

Y

SYARIAH BALANCE STRATEGI DIVERSIFIKASI SYARIAH YANG OPTIMAL

CM bangsa Indonesia akan mengalami kemajuan sangat besar. Mari ikut serta memikirkan dalam digitalisasi bangsa Indonesia,” kata Mochtar. Ia mencatat, gejala yang kerap menghambat sebuah perusahaan besar, perusahaan keluarga, atau se- jumlah negara seperti Eropa Selatan dan Amerika Selatan untuk berke - bang adalah jebakan middle income , yakni saat pendapatan per kapita suatu negara mencapai US$ 5.000. Pada level itu, biaya tenaga kerja akan membubung, sehinggamereka yang tidak sensitif terhadap perubahan teknologi akan kalah bersaing. MY CY CMY K

www.ciptadana.com Ia juga menceritakan bagaimana perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Salah satunya adalah perubahan dari t ksi k nvensional menjadi taksi online. “Sebelumnya ada Bluebird yang bisa atur puluhan ribu sopir dan begitu tertib. Be- berapa bulan kemudian hadir Grab dan Uber, betapa hebatnya digital economy ,” kata Mochtar. Indonesia sendiri pun tidak bisa lolos dari ekonomi digital. Dengan kehadiran berbagai e-commerce dan e-pay, MochtaryakinekonomiIndone- sia ke depan bisa tumbuh lebih besar lagi. “Dengan e-commerce dan e-pay negara berpendapatan menengah. “Jepang mulai tidak sadar dilampaui Tiongkok,” kata Mochtar.

ALOKASI ASET YANG DINAMIS “Saya beberapa bulan lalu pergi ke kota yang kelas tiga di Tiongkok. Di situ saya lihat setiap orang bayar delivery dengan e-pay. Dua hari lalu saya ada di Tokyo lihat semua orang beli barang secara kontan,” kata Mochtar saat berbicara pada Rapat Kerja Nasional XVI Himpunan Pen- gusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta, Senin (27/3). Padahal, kata Mochtar, pem- bayaran menggunakan teknologi sangat memudahkan masyarakat sekaligus membuat efisiensi. Jika Je- pang tidak mengikuti perubahan ini, Jepangbisa terjebakdalamkelompok CM hari Terbit itu, sistem pembayaran masih konvensional, yaitu meng- gunakan uang tunai. MY CY CMY K

Oleh YosiWinosa dan Rahajeng KH

M

CM

www.ciptadana.com JAKARTA - Founder Lippo Group Mochtar Riady menyatakan, In- donesia bisa belajar dari Tiongkok dalam mengembangk n ekonomi digital dan masyarakat digital. Negara yang sudah 30 tahun men- utup diri tersebut terbukti berhasil memanfaatkan ekonomi digital untuk memakmurkan rakyatnya. Menurut Mochtar, kemajuan teknologi pembayaran di Tiongkok sudah sangat pesat sehingga masyarakat yang ingin berbelanja tidak perlu repot-repot menyiapkan uang tunai. Namun, hal berbeda ditemui di Jepang. Di Negeri Mata-

Y

MY

Y

CY

+62 21 2557 4883

+62 21 2557 4883

Investasi dalam reksa dana mengandung r membaca dan memahami isi prospektu untuk berinvestasi dalam reksa dana. Kin merupakan indikasidarikinerjamasayang PTCiptadanaAssetManagementterdaftardan +62 21 2557 4883

www.ciptadana.com

+62 21 2557 4883

MY

CMY

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana. Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan

K

K

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh

Bersambung ke hal 11

MEDIA HOLDINGS n Mochtar Riady

indonesia

JUMAT 28 DESEMBER 2018

Tebusan ssP CaPai RP 124 T, RePaTRiasi RP 145,95 T

BeritaSatu Photyo/UTHAN A RACHIM

PF_SquareAds_CiptaSyariahEquity_160516.pdf 1 16/5/16 4:57 PM

PF_SquareAds_RencanaCerdas_160516.pdf 1 16/5/16 4:58 PM

energy

IST

C

C

Oleh Yosi Winosa

Reksa Dana CIPTA SYARIAH EQUITY

M

M

Investor Daily/David Gita Roza

Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan ( tax amnesty ) dalam tiga hari terakhir yang tersisa, yakni hingga Jumat (31/3) pukul 24.00 WIB. Dengan realisasi program peng mpunan pajak yang masih di bawah target, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) bersiap-siap memeriksa para pengemplang pajak yang tidak memanfaatkan fasilitas ini. merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh www.ciptadana.com Reksa Dana RENCANA CERDAS INVESTASI DITEMPATKAN PADA SAHAM-SAHAM UNGGULAN JAKARTA – Kementerian Keuangan meminta agar para wajib pajak (WP) segera memanfaatkan kesempatan mengikuti program amnesti pajak +62 21 2557 4883 Y CM MY CY CMY K

Y

CM

MEMENUHI KEBUTUHAN INVESTASI SYARIAH ANDA

MY

INdUSTRIeS

CY

Pertamina Berpotensi Hemat US$ 500 Juta Per Tahun PT Pertamina (Persero) akan mem- perluas uji coba pengolahan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi bahan bakar minyak (BBM) dengan met- ode co-processing di empat kilangnya. Jika implementasi pengolahan CPO di kilang Pasar Obat Generik US$ 605 Juta Pasar obat generik nasional tahun ini diprediksi mencapai US$ 605 juta (Rp 8,05 triliun). Jumlah ini sekitar 11% dari total pasar farmasi nasional s besar US$ 5,5 miliar. “Penggunaan obat generik terus meningkat setiap tahunnya, terlebih setelah adanya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN),” kata Direktur Eksekutif Inter ational Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Parulian Simanju tak baru- aru ini. >> 8 Investasi dalam reksa dana mengandung risiko.Calon pemodal wajib membaca dan memahami isi prospektus sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam reksa dana.Kinerja masa lampau bukan merupakan indikasidarikinerjamasayangakandatang. PTCiptadanaAssetManagementterdaftardandiawasioleh +62 21 2557 4883 www.ciptadana.com n Budi Santoso Syarif berhasil, perseroan berpo- tensi menghemat biaya pem- belian minyak mentah hingga US$ 500 juta per tahun. 2019, Jasa Marga Bidik Pinjaman Sindikasi Rp 10 T PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya mengincar pinjaman sindikasi dari lembaga keuangan sebesar Rp 10 tri- PLN Percepat Proses Pendanaan PLTU Jawa 4 PT PLN (persero) mempercepat ter- capainya tahap pendanaan (financial close) pembangunan pembangkit listrik Tanjung Jati B ekspansi 2 x 1.000 Megawatt (MW) dengan menandatangani dokumen Per- nyataan Dan Jaminan Sertifikat Tanggal markets & co porate eNeRGy >> 9 2019, Pemerintah Fokus Luncurkan 3 KEK Pemerintah fokus untuk menyiapkan peluncuran tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) pada 2019. Ketiga KEK BNI Pimpin Kredit Sindikasi Palapa Ring Paket Timur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bertindak sebagai mandated lead arranger (MLA) and bookrunner dalam proyek kredit sindikasi, untuk pemban- gunan proyek Jaringan Serat macro economics itu meliputi Sungai Liat dan Tanjung Gunung di Bangka Belitung serta Singosari di Jawa Timur. Optik Palapa Ring Paket Timur senilai Rp 4 triliun. >> 21 >> 24 >> 13 >> 9 mONey & BaNKING liun pada 2019. Dana tersebut untuk mendukung pendanaan proyek tol ruas Cinere-Ser- pong dan Kunciran-Cengkar- eng. Pembiayaan Bersama. Nilai investasi untuk proyek ini mencapai Rp 44 triliun atau sekitar US$ 3,3 miliar.

MY

K

HUT KSEI Ke-21 Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi (kedua dari kiri) bersama Direktur KSEI Safrudin (kiri), Direktur KSEI Supranoto Prajogo dan Komisaris Dian Fithri Fadila (kanan) meniup lilin sebagai tanda memasuki usia yang ke 21 tahun PT Kustodian Sentral Efek I donesia (KSEI), dalam cara Media Gathering KSEI 2018 di Jakarta, Kamis (27/12/2018). KSEI terus berupaya melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan kenyam an bertr nsaksi di pas r modal Indonesia. Beberapa pencapaian dan pengemban- gan infrastruktur be h sil dilakukan sepanjang tah n 2018. Pada 9 Juli 2018 KSEI telah berhasil melakukan pengembangan sistem utama The Central Depository abd Book-Entry Settlement Sys em(C-Best) generasi terbaru atau C-Best Next G. Kapasitas sistem KSEI generasi terbaru tersebut meningkat 6 kali lipat d n mampu menanga i hingga 3 juta investor. Berita di halaman 14.

Oleh Ridho Syukra

kebutuhan perusahaan, seper ti bonus kar yawan dan kebutuhan lain. Korporasi juga banyak yang tarik kredit pada akhir tahun, khususnya untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur,” kata Boedi kepada Investor Daily di Pada kesempatan terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta ke- pada seluruh masyarakat untuk benar-benar memanfaatkan pro- gram amnesti pajak sebelum be- rakhir pada 31 Maret. Pasalnya, setelahnya, pemerintah tidak lagi membuka pintu pengampunan bagi masyarak t yang tid k meman- faatkan progr m tersebut. Bersambung ke hal 2 Berita terkait di hal 21 WP badan sekitar 2,47 juta, WP orang pribadi non-karyawan sekitar 5,24 juta, dan WP orang pribadi karyawan sekitar 22,53 juta. Berdasarkan surat pernyataan har ta (SPH), realisasi total te- busan mencapai Rp 108,87 triliun. Sedangkan realisasi tebusan ber- dasarkan surat setoran pajak (SSP) sekitar Rp 124 triliun, terdiri atas Rp 110 triliun pembayaran tebusan, pembayaran bukti perkara (bukper) Rp 1,08 triliun, dan pembayaran tunggakan sebesar Rp 12,5 triliun. Adapun dari dana tebusan Rp 108,87 triliun berdasarkan SPH, sebanyak Rp 13,27 triliun dari badan non-UMKM, dari badan UMKM sebesar Rp 511,81 miliar, dari orang pribadi (OP) non-UMKM Rp 88,07 triliun, serta dari OP UMKM Rp 7 triliun. Bawa Dana Pulang

JAKARTA–Fasilitas kredit perb- ankan yang belum ditarik ( undis- bursed loan ) per Oktober 2018 mencapai Rp 1.565,93 triliun, naik 10,58% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 1.416,09 tri- liun. Menjelang tutup tahun, angka tersebut diperkirakan menurun seiring makin banyaknya korporasi yang menarik kredit. Deputi Komisioner Pengawas Perbankan IIOtoritas JasaKeuangan (OJK) Boedi Armanto mengatakan, menjelang akhir tahun biasanya pen- arikan kredit mulai meningkat, baik untuk kebutuhan proyek maupun untuk kebutuhan pendanaan per- usahaan. “Angka itu pada akhir tahun bi- asanya menurun, terutama untuk “DJP akan melayani WP hingga pukul 21.00 WIB, bahkan hingga tengah malam pada hari terakhir periode amnesti pajak. Di sisi lain, kami juga bersiap melakukan pe- meriksaan terhadap para pengem- plang pajak yang ti ak meman- faatkan amnesti paja . DJP kini mengantongi 6.000 lebih data pengemplang paja yang bersu - ber dari data neg ra-negara G-20,” katanya di Jakarta, Senin (27/3). Berdasarkan dat DJP hi gga 28 Maret 2017 pukul 20.00 WIB, tot l harta tax amnesty mencapai Rp 4.667,37 tril un, terdiri tas deklarasi harta bersih repatriasi Rp 145,95 triliun, deklarasi harta bersih luar geri Rp 1.027,74 triliu , dan deklarasi har a bersih dalam neger Rp 3.493,68 triliun. Sedangkan jumlah WP yang menyerahkan SPH sebanyak 873.964. Jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan to l pemilik nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang sekitar 30,04 juta, terdiri atas Oleh Nid Sahara Menjelang berakhirnya periode tax amnesty 1 Juli 2016-31 Maret 2017, deklarasi harta bersih repatri- asi baru berjumlah Rp 145,95 triliun per 28 Maret 2017 pukul 20.00WIB. Perolehan ini sekitar 14,6% dari target Rp 1.000 triliun dana WNI di luar negeri yang diharapkan pulang kampung. Wakil Menteri Keuangan (Wa- menkeu) Mardiasmo menyatakan, pihaknya akan all out hingga akhir bulan ini untuk meningkatkan jumlah peserta amnesti pajak yang signifikan.

Kredit sindikasi Rp 4 Triliun untuk Palapa Ring Paket Timur Direktur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Iwan Putrama (lima dari kanan) bersama (dari kiri ke kanan) Pemilik PT Mora Telematika Indonesia Galumbang Menak, Direktur Pemasaran Bank Sulselbar Rosmala Arifin, Group Head Graeter China Xin Hayan, Pemimpin Divisi LMC 1 Bank BNI Dedi Priambodo, Direktur Utama Palapa Timur Telematika (PTT) Leon M Kakisna, Pemimpin Unit Sindikasi Betty Noorbaiti, Plt Direktur Utama BPD Maluku & Maluku Utara Arief Burhanuddin, Direktur Utama BPD Papua F Zendrato, dan Direktur PT PTT Jimmy Kadir usai penandatanganan perjanjian kredit sindikasi sebesar Rp 4 triliun antara bank-bank sindikasi dengan PT PTT di Jakarta, Senin (27/3/2017). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner bersama empat bank lainnya menyalurkan kredit sindikasi senilai lebih dari Rp 4 triliun untuk membiayai Pemban- gunan Proyek Jaringan Serat Optik Palapa Ring Paket Timur. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada PT Palapa Timur Telematika (PTT) sebagai badan usaha proyek. Berita di halaman 24. JAKARTA – Momen Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 mendongkrak penjualan ritel modern sekitar 15-20% dibandingkan periode sama tahun lalu. Peningkatan penjualan ini didorong oleh program diskon besar-besaran dan sejumlah event yang di- gelar pusat perbelanjaan/mal untuk menarik pen- gunjung berbelanja sepa jang libur n akhir ahun.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, Natal tahun ini men- dorong penjualan ritel sekitar 15%, sementara liburan tahun baru men- dorong penjualan sekitar 20%. “Natal dan tahun baru sangat terasa dam- paknya dimana penjualan ritel naik 15-20%,” ujar dia ketika dihubungi Investor Daily , di Jakarta, Kamis (27/12). Menurut dia, sepanjang tahun ada empat momen spesial yang mem- pengaruhi penjualan ritel modern yaitu lebaran, tahun ajaran baru sekolah, Natal dan liburan tahun baru. Keempat momen tersebut merupakan musim panen dan ke- banyakan konsumenmenghabiskan waktunya untuk berbelanja di pusat perbelanjaan. Momen lebaran tahun ini mampu mendorong penjualan ritel modern lebih besar lagi yaitu 30%. Khusus untuk Natal, produk yang paling diminati adalah produk fash- ion , makanan dan minuman yang digunakan untuk bingkisan. Sement- ara untuk tahun baru, produk yang paling banyak dibeli adalahmakanan dan minuman serta hiasan untuk dekorasi. “Tahun 2018 merupakan tahun kebangkitan ritel modern, ber- beda dengan tiga tahun lalu yang merupakan tahun terburuk. Sepan- jang tahun ini, penjualan ritel mod- ern cukup positif meskipun bersaing dengan e-commerce ,” ujar Roy. Menurut dia, konsumen sudah mulai berbelanja kebutuhan dan menggunakan hari libur sebagai hari belanja. Aprindo menargetkan omset ritel modern tahun ini mencapai Rp 220 triliun. Dia optimistis target tersebut bisa dicapai karena melihat perkem- realisasi hingga akhir Maret. Pada kuartal I-2016, ilai kontrak baru Adhi mencapai Rp 2,3 triliun. S mentara itu, lonjakan pada se gian besar e iten BUMN konst ksi dirasakan oleh emiten yang memproduksi beton pracetak, yang juga nak usaha miten kon- struksi. PTWijaya Karya Beton Tbk (WTON) menganto gi ko trak b ru Rp 1,5 triliun ada kuartal I-2017, tum uh 50% dibandingkan periode sama tahun lalu yang senilai Rp 1 tri- liun. PT Waskit Beton Precast Tbk (WSBP) bahkan meraih lonjakan kontrak b ru hingga 520% menjadi Rp 4,2 triliun dari Rp 677 miliar. Untungkan Emiten Kepala Riset Trimegah Securities Sebastian Tobing mengatakan, kepu- tusan pemerintah terus mendorong pembangunan proyek-proyek in- frastrukturminimal hingga 2019 akan menguntungkan BUMN konstruksi. Dari empat emiten BUMN kon- struksi, dia menilai Wika dan PP lebih prospektif. Dua perusahaan tersebut masihmemiliki ruang untuk menggarap sejumlah proyek baru tahun ini. “ Balance sheet mereka bagus. Untuk mengerjakan kontrak baru kan membutuhkan modal kerja,” jelas Sebastian kepada In- vestor Daily di Jakarta, Senin (27/3).

KOnTRaK baRu beRLiMPaH

bangan daya beli konsumen yang terus membaik. Dia menjelaskan, sepanjang tahun ini, tantangan terbesar ritel modern justru dari kebijakan pemerintah daerah yang melarang penggunaan kantong plastik di ritel modern. Karena itu, pihaknya sudah meminta pemerintah untukmerevisi peraturan tersebut karena kantong plastik yang digunakan ritel modern sudah ramah lingkungan sesuai peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Roy memproyeksikan, untuk tahun 2019, penjualan ritel mod- ern diproyeksikan jauh lebih baik karena tahun politik. Sama seperti tahun 2014, tahun politikmendorong penjualan ritel modern cukup tinggi dimana kebutuhan air kemasan dan makanan ringan naik tajam. Di samping itu, belanja pemerin- tah pusat dan daerah juga dipercepat realisasinya. Dia menegaskan, tahun lalu emiten konstr uksi sebenarnya sudah mulai membukukan per- tumbuhan kontrak baru cukup signifikan. Tetapi perolehan kontrak baru m sih dapat bertumb h tahun ini, bahkan pad awal kuartal. Sebastia memprediksi harga saham Wika dapat mencapai Rp 3.100 ahun ini, d ng n sumsi rasio harga berb ding laba per saham ( price t earning ratio /PER) sebesar 18,4 k li. S at ini, WIKA diperd- agangka pada harg Rp 2.430. Dia j g m mperkir ka harga saham PP bakal menyentuh level Rp 5.000 tahun ini, dengan asum i PERmencapai 13 kali. Saat ini, PTPP bertengger pada harga Rp 3.310. Di lain pihak, Executive Vice Pres- ident da analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengatakan, saat ini, performa indeks saham konstruksi melampaui indeks harga saham gabungan (IHSG). Karena itu, saham-sahamunggulan di sektor konstruksi masih menjadi perhatian investor. “Potensial upside sektor konstruksi sebesar 15-16% tahun ini,” katanya.

Oleh Rausyan Fikry

Jakarta, baru-baru ini. JAKARTA – Sejumlah emiten BUMN konstruksi dan turunannya berlimpah kont ak bar u pada kuartal I-2017 seiring maraknya pembangunan proyek-proyek in- frastruktur. Ini tergolong fenomenal, mengingat kontrak baru yang dikan- tongi emiten pelat merah pada awal tahun biasanya relatif kecil karena mereka masih dalam proses tender dan persiapan. Hingga pertengahan Maret saja, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sudah berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp 13,3 triliun,meningkat 121% dibanding Rp 6,02 triliun pada kuartal I-2016. Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) membukukan kontrak baru Rp 8,6 triliun. Meski itu baru realisasi per akhir Februari, nilainya sudah 6% lebih tinggi dari realisasi sepanjang kuartal I-2016. AdapunPTPPTbk (PTPP)meraup kontrak baru senilai Rp 6,6 triliun hingga pertengahan Maret 2017. Realisasi kontrak tersebut sudah naik 10% dibandingkan realisasi selama kuartal I-2016 yang sebesar Rp 6 tri- liun. Sedangkan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru sebesar Rp 1,5 triliun hingga akhir Februari 2017. Belum ada informasi Bersambung ke hal 2 Bersambung ke hal 11 tidak memenuhi ketentuan otoritas bursa dan otoritas pasar modal dilakukan semata-mata untuk mem- berikan perlindungan kepada para investor dan transparansi terhadap risiko yang dimiliki masing-masing emiten. “Dengan begitu, kami harap- kan emiten akan lebih patuh aturan,” tandas dia.

“Kami telah melakukan uji coba dan penerapannya dimulai 28 Desember. Untuk perusahaan ter- catat dengan notasi khusus, datanya akan diolah hari ini cut off pukul 15.00 dan akan kami sampaikan be- sok sebelum jam perdagangan sesi I dimulai,” kata Direktur Penilaian perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Kamis (27/12). Dia menegaskan, pemberian tanda kepada saham emiten yang

Oleh Rahajeng Kusumo

JAKARTA- Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai hari ini (Jumat, 28/12) memberikan notasi atau tanda khusus kepada saham yang emitennya tidak memenuhi aturan. Penandaan emiten bermasalah tersebut dilakukan demi melindungiinvestordanmeningkatkan tatakelolaperusahaanyangbaik ( good corporate governance /GCG).

Bersambung ke hal 2 Bersambung ke hal 11

>> Investor DaIly eDIsI 2017 no. 4588

>> telp reDaksI: (021) 29957500, Iklan: (021) 29957500, sIrkulasI: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan rp 120.000 /bulan)

www.InvestorInDonesIa.co.ID

Investor Daily/David

DEPOK - Universitas Indone- sia (UI) melakukan riset bidang social finance dan sustainable finance tentang creating shared value (CSV) dengan pengambilan sampel nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes dari nasabah PT Bank Rakyat Indo- nesia (Persero) Tbk. Dari survei tersebut, nasabah menganggap penyaluran KUR BRI memiliki peran penting dalam membantu nasabah untuk menciptakan shared value dari proses redefinisi produk dan pasar. Kesimpulan lainnya dari survei tersebut adalah nasabah meng- anggap penyaluran KUR BRI memiliki peran penting dalam membantu nasabah, untuk men- ciptakan shared value dari proses redefinisi value chain. Kemudian, nasabahmenganggap penyaluran KUR BRI memiliki peran penting dalam membantu nasabah untuk menciptakan shared value dari

proses pengembangan kluster. Ketua Tim Peneliti Rofikoh Rokhim mengatakan, BRI meru- pakan pionir dalam pembiayaan usaha mikro, kecil, danmenengah (UMKM) yangberkelanjutan tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia. Sebagai BUMN, BRI tidak hanya berorientasi pada keuntun- gan ( profit oriented ) , namun juga berperan sebagai agen pembangu- nan ( agent of development ). Dalam menjalankan perannya sebagai agen pembangunan, BRI selalu berupaya untuk berkontribusi dalam menciptakan shared value bagi nasabahnya. “Khusus KUR saat ini bunganya semakin turun yakni sebesar 7%, yang artinya lebih meringankan nasabah khu- susya dalam modal usaha,” kata Rofikoh di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat Kamis (27/12). Melihat hal ini, beberapa dosen dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Indonesia (UI), yakni Rofikoh Rokhim, Ida Ayu agung Faradynawati, Arief Wibisono Lubis, danWinalda Perdanamela- kukan riset tersebut dengan sampel nasabah KUR BRI. Konsep CSV merupakan suatu kerangka, di mana suatu entitas bisnis dapat menciptakan nilai ekonomis dan pada saat bersa- maan dapat menciptakan nilai dengan menjawab permasala- han dan tantangan yang ada di masyarakat. Konsep CSV merupakan konsep yang lebih berkelanjutan dari Corporate Social Responsibility (CSR). Terdapat tiga tingkatan CSV, yakni me- review produk dan pasar (Level 1), meredefinisi produk- tivitas pada rantai nilai (Level 2), dan mendorong pengembangan kluster (Level 3). “BRI sebagai penyedia akses permodalan, selalu ber upaya mendorong nasabah untuk menciptakan

shared value , sehingga dapat meningkatkan profitabilitas dan pada saat bersamaan juga dapat meningkatkan kondisi keseha- tan, lingkungan, pendidikan dan indikator-indikator lain dari social wellbeing ,” jelas Rofikoh. Hasil Survei Sur vei dilakukan kepada 80.090 nasabah KUR dan 95.195 nasabah Kupedes melalui kue- sioner yang diisi secara online pada periode 17-20 Desember 2018. Hasil sur vei menunjuk- kan bahwa bahwa rata-rata skor persepsi nasabah KUR mencapai angka 4,53 dan Kupedes sebesar 4,34 dari nilai maksimal sebesar 5 untuk persepsi CSV Level 1. Angka inimenunjukkannasabah menganggap penyaluranKURdan Kupedes BRI memiliki peran pen- ting dalammembantu nasabah un- tuk menciptakan shared value dari proses redefinisi produkdan pasar.

Sementara itu untuk CSV Level 2 yaitu penciptaan shared value dari proses redefinisi value chain , rata- rata skor persepsi nasabah KUR adalah 4,37 dan nasabah Kupedes adalah 4,21 dari nilai maksimal 5. “Skor inimemperlihatkanbahwa nasabah memiliki persepsi bahwa penyaluran KUR dan Kupedes BRI memiliki peran penting dalam membantu nasabah untuk men- ciptakan shared value dari proses perbaikan produktivitasnya. CSV Level 3 memperlihatkan bagaima- na suatu bisnis dapat menciptakan shared value dari pengembangan kluster usaha,” ungkap Rofikoh. Perolehan nilai rata-rata untuk nasabah KUR adalah 4,34 dan Kupedes adalah 4,17. Hal ini be- rarti bahwa nasabahmenganggap penyaluran KUR dan Kupedes oleh BRI penting dalam upaya merekamenciptakan shared value melalui pengembangan kluster usaha. (nid)

Tim peneliti Survey Persepsi Nasabah terhadap Kontribusi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes BRI dalam Pembentukan Nilai Bersama atau Creating Shared Value (CSV) yang beranggotakan (ki-ka): Ketua Tim Peneliti Rofikoh Rokhim, anggota Arief Wibisono Lubis, Ida Ayu Agung Faradynawati, dan Winalda A. Perdana, usai memapar- kan hasil penelitian di Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Kamis (27/12). Para dosen dari Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini telah melaku- kan riset bidang social finance dan sustainable finance tentang CSV dengan pengam- bilan sampel 80.090 nasabah KUR dan 95.195 nasabah Kupedes dengan hasil bahwa nasabah menganggap penyaluran KUR dan Kupedes oleh BRI penting dalam upaya mereka menciptakan shared value melalui pengembangan kluster usaha. Tim Peneliti BRI

>> Investor Daily EDISI 2018 No. 5083

>> telp redaksi: (021) 29957500, iklan: (021) 29957500, sirkulasi: (021) 8280000, layanan pelanggan: (021) 2995 7555, fax. (021) 5200 812

>> harga eceran rp 6.500 (berlangganan Rp 120.000 /bulan)

www.investorindonesia.co.id

Made with FlippingBook - Online magazine maker