ID160421

KAMIS 21 APRIL 2016

24

Investor Daily/GAGARIN

JAKARTA – PTBank Pundi Indo- nesia Tbk mengimplementasikan solusi Arium Banking Suites dari Telkomsigma agar dapat memberi- kan layanan yang cepat, mudah, dan dapat dikendalikan nasabah. Saat ini, perbankan harusmemili- ki layanan digital end to end , sehing- ga antara layanan di customer service dan back office berjalan cepat dan sistem pengumpulan pembayaran dilakukan secara digital. Untuk itu, solusi Arium Banking Suites dari Telkomsigma hadir dengan graphic user interface yang memudahkan nasabah untuk menikmati layanan perbankan 24 jam, mempercepat proses data, mudah diintegrasikan dengan berbagai channel branchless , dan adaptif terhadap pertumbuhan bisnis. Bank Pundi merupakan loyal user yang telah menggunakan dan menjadi yang pertama dalam meng- upgrade solusi tersebut. Solu- si Arium Banking Suites memberi nilai lebih bagi bank serta nasabah yang mengikuti regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). “Telkomsigma telah menjadi mitra teknologi kami untuk seluruh dan layanan berbasis ICT yang diimplementasikan oleh Bank Pundi, dengan kompetensi yang di- miliki Telkomsigma,” kata Direktur Operasional Bank Pundi Maximi- anus Puguh Djiwanto di sela acara launching AriumBanking Suites di Jakarta, Rabu (20/4). Diamengatakan, pihaknya sudah siap untuk menerapkan layanan internet banking . Namun, ada ket- entuan OJK yang mensyaratkan bank harus masuk kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) II agar dapat menerapkan layanan tersebut. Untuk memperkuat layanan teknologi informasi (TI), lanjut dia, tahun ini Bank Pundi menyiapkan anggaran sekitar Rp 50 miliar dari capex dan opex . “Sekarang kami masih di BUKU I, jadi masih harus menunggu ke BUKU II agar dapat menerapkan layanan internet banking . Kami memang masih fokus ke pasar mikro yang belumbanyakmenggu- nakan smartphone . Kami berharap untuk segmen kecil dan menengah mulai banyak yang menggunakan fasilitas smartphone , sehingga im- plementasi layanan internet banking bisa segera diterapkan,” kata dia. Sementara itu, CEOTelkomsigma Judi Achmadi mengatakan, Telkom- sigma melakukan transformasi solusi terintegrasi berbasis digital yang siap dukung perbankan Indo- nesia untuk lebih berkembang dan memberikan layanan terbaik,melalui solusi Arium Banking Suites yang merupakan produk anak bangsa. Telkomsigma sebagai bagian dari TelkomIndonesiamemperkuat kola- barasi channel link yang ada di dalam Telkom Group yang akan memper- luas jangkauan penjualan solusi ini. “Solusi ini akan dijual oleh 1.000 account manager Telkom Indonesia dan akan dipimpin langsung oleh direktorat CFU Enterprise Telkom Indonesia,” kata Judi. (mam) Bank Pundi Terapkan Solusi Arium Banking Suites

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Sa- ham (RUPS) PT BRI Agroniaga Tbk menye- pakati pembagian dividen sebesar Rp 15,2 miliar. Nilai tersebut setara dengan 20% laba bersih 2015 yang mencapai Rp 80,49 miliar. “Adapun dividen per saham yang akan dibagikan sebesar Rp 1,36 per lembar sa- ham, dan akan dibayarkan pada tanggal 20 Mei 2016,” kata Sekretaris Perusahaan BRI Agro Hirawan Nur Kustono di Jakarta, Rabu (20/4). Selain dividen, lanjut dia, sebagian laba bersih perseroan 2015 juga dialokasikan untuk dana cadangan sebesar Rp 2,4 miliar. Sementara sisanya akan dibukukan sebagai laba ditahan. “Laba ditahan akan difungsikan untukmemperkuat permodalan perusahaan” ujar dia. Lebih lanjut, pada tahun ini perseroan me- nargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15%. Hal ini dipengaruhi oleh permintaan komodi- tas seperti minyak sawit mentah (CPO) mulai meningkat. “Pertumbuhan kredit ditargetkan meningkat sebesar 15%, atau lebih tinggi dib- andingkan industri perbangkan yang sebesar 11% Tahun buku 2015, total kredit BRI Agro sebesar Rp 6,04 triliun,” ujar Direktur Bisnis Bank BRI Agro, Zuhri Anwar. Ia mengatakan, pihaknya optimistis target itu dapat tercapai seiring dengan meningkat- nya harga dan permintaan terhadap CPO, kondisi itu yang dapat mendorong pertum- buhan kredit perseroan. “Prospek industri CPO di Indonesia cukup baik, karena CPO juga masuk ke dalambahan olahanmakanan, dimana kita tahu permintaan makanan akan terus bergerak naik,” kata dia. Anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang fokusmenyalurkan kredit ke sektor pertanian itu juga akan men- jaga rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) di bawah 3%. Sedangkan per akhir 2015, NPL perseroan di posisi 1,9%. “Kami akan tetap selektif dalammenyalurkan kredit agar rasio NPL terjaga. Kredit paling besar itu disalurkan ke sektor perkebunan dan seba- gian ke peternakan,” kata Zuhri Anwar. (gtr) JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menjadi mitra utama Inacraft 2016. BNI telah menjadi bagi- an dari event Inacraft selama 12 tahun sejak tahun 2005, sebagai salah satu dukungan terhadap pengembangan industri kreatif karya anak bangsa. Pada Inacraft 2016 yang bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-70 BNI, perseroan memberikan kenyamanan bertransaksi se- lama event berlangsung dan menghadirkan mitra-mitra binaan serta debitor yang berger- ak di industri kreatif pada 34 stand . Event Inacraft 2016 dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu (20/4). Pada kesempatan tersebut hadir Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto. Corporate Secretary BNI Suhardi Petrus mengungkapkan, BNI adalah satu-satunya bank yang mengelola transaksi keuangan se- lama event Inacraft 2016 dalambentuk layanan mini banking BNI. BNI juga hadir dengan menawarkan produk-produk unggulan, yaitu Taplus Bisnis danKredit Usaha Rakyat (KUR) BNI. Perseroan juga memastikan transaksi di event Inacraft 2016 dapat dilakukan melalui EDC BNI bagi semua tenant Inacraft 2016. Seiring perayaan HUT ke-70, BNI mengetengahkan tema Semarak 70 BNI melalui program-program yang menarik untuk dinikmati oleh nasabah, pengun- jung, dan tenant Inacraft 2016. BNI akan memberikan berbagai pilihan program dan produk perbankan yang menarik, dan juga mengikutsertakan perusahaan anak dalam memberikan jasa keuangan yang lengkap dengan berbagai program promo. Salah satu program promo untuk memanjakan nasa- bah adalah pembelian tiket masuk seharga Rp 70 rupiah bagi nasabah BNI. Selain itu terdapat promo usage belanja menggunakan kartu kredit dan debit untuk 70 nasabah BNI, cashback pembukaan rekening Taplus Bisnis, serta berbagai promo lainnya. BNI juga memberikan perhatian khusus bagi pelaku usaha yang bermaksud mendap- atkan dukungan pembiayaan murah melalui skema KUR. Selama event Inacraft 2016, BNI KUR memberikan penawaran menarik bagi 70 calon debitor. BNI KUR ditawarkan dengan suku bunga menarik yaitu 9% dan dengan proses kredit lebih sederhana dan cepat, dapat digunakan untuk menambah modal usaha dan kredit investasi, dan jangka waktu pengembalian hingga lima tahun. Pada kesempatan itu, Suprajarto mengata- kan, BNI akanmenghadirkan 34mitra binaan yang berasal dari Kampoeng BNI di berbagai kota di Indonesia serta mitra binaan lain yang memanfaatkan pembiayaan UMKMBNI. Mi- tra binaan yang diajak pameran tersebut be- rasal dari Jakarta, Padang, Bali, Palembang, Banjarmasin, Makassar, Tasikmalaya, hingga Pekalongan dengan bidang usaha beragam, yaitu fashion (tenun, batik atau pakaian jadi), kerajinan kulit, jewellry dan aksesories, spa dan aromatheraphy, serta handicraft . Sedangkan mitra binaan di luar Kampoeng BNI yang dihadirkan olehBNI di Inacraft 2016 antara lain Bali Alus, Nuanza Keramik, Kr- ishna Silver, Global Leather, dan Jilsi Toys. (th)

Aplikasi Kredit Kendaraan Bermotor Sejumlah pengunjung mengisi aplikasi kredit kendaraan bermotor di booth HPM pada pameran IIMS 2016 di JIExpo, Kemayoran, baru-baru ini. Sejumlah perusahaan pembiayaan dilibatkan, diantaranya Mandiri Tunas Finance untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan kepemilikan kendaraan konsumen dari PT Honda Prospect Motor.

Mandiri menandatangani nota kesepahaman ( memorandum of understanding /MoU) dengan bank asal Jerman, KfW IPEX Bank ter- kait kerja sama dalam pembiayaan infrastruktur. Pascapenandatangan MoU tersebut, menurut Pahala, bank Mandiri dan KfW IPEX-Bank akan mengkaji berbagai alternatif skema dan potensi pembiayaan infrastruktur berupa joint financ- ing , syndicated loan , ECA covered loan , dan corporate lending . Adapun proyek infrastruktur yang diincar antara lain transportasi dalam kota, pelabuhan dan bandara. “Di samping skema pembiayaan, tentu nya kami juga akan berdisk- usi untuk mengidentifikasi dan menentukan proyek-proyek infra- struktur yang berpeluang untuk memperoleh pembiayaan dengan tetap mempertimbangkan kebu- tuhan dan karakteristik proyek,” tutur Pahala. Dia menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan dapat ikut mendorong penyaluran kredit infrastruktur perseroan dengan target pertumbuhan 20-25% hingga 2-3 tahun ke depan. Pada kuartal I-2016, Bank Mandiri telah men- yalurkan pembiayaan khusus ke sektor konstruksi sebesar Rp 19,5 triliun, tumbuh 2,3% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 19,1 triliun.

bilateral loan sesuai kebutuhan. Bilateral loan juga nanti tergan- tung dari permintaan kredit valas, kami lihat permintaannya ada,” terang dia. Bank Mandiri sudah memper- oleh tawaran bilateral loan dari sejumlah kreditor dari luar negeri. Namun, pihaknya masih mengkaji harga dan ketentuan pinjaman yang ditawarkan. “Keinginan kami, kalau bilateral loan paling tidak yang bertenor tujuh tahun ke atas, karena untuk pembiayaan infra- struktur,” terang dia. Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan dan Treasur y Bank Mandiri Pahala Mansury menu- turkan, penerbitan obligasi ren- cananya akan dilakukan perseroan pada semester kedua tahun ini. Penerbitan obligasi tersebut akan menggunakan laporan keuangan kuartal I-2016 yang telah diaudit. “Kami ada rencana terbitkan bonds pada semester kedua, karena itu harus punya laporan keuangan yang berlaku sampai dengan bulan Agustus-September. Jadi kami laku- kan audit laporan keuangan kuartal pertama, sehingga kinerja kuartal pertama Bank Mandiri baru akan kami sampaikan pada Mei nanti,” kata dia. Gandeng Bank Jerman Pada kesempatan itu, Bank hasilan non fixed income . “Namun, NPF sampai Maret 2016 ini sudah membaik dibanding akhir 2015 yang mencapai 4,5%. Bahkan, pada April 2016 juga sudah turun ke angka 2,5-2,6%,” terang dia. Pertumbuhan pembiayaan juga diikuti oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) dengan nilai yang lebih besar, sehingga rasio pembiayaan terhadap simpanan ( financing to deposit ratio /FDR) menurun dari 90% ke 80%. Adapun nilai DPK pada posisi Maret 2016 adalah Rp 20,7 triliun, tumbuh 20,07% dibandingkan Maret 2015. Dari nilai tersebut, deposito tercat- at sebesar Rp 11,4 triliun, tabungan Rp 7,6 triliun dan giro Rp 1,7 triliun. Rasio CASA BNI Syariah 45,06%. Sementara itu, tahun ini perse- roan menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 290 miliar dan pembiayaan tumbuh 15-20%. Un- tuk mencapai target tersebut, BNI Syariah memperbesar pembiayaan perumahan untuk pekerja ber- penghasilan tetap. Menurut Imam, segmen pekerja penghasilan tetap sangat cocok dengan karakteristik pembiayaan perumahan bank sya- riah yang cenderung memberikan margin tetap. (gtr)

Oleh Agustiyanti

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Perseroan) Tbk berencana menerbitkan surat utang (obligasi) berdenominasi rupiah dalam bentuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) sekitar Rp 5-10 triliun pada semester II-2016. Bank Mandiri juga berminat mencari pendanaan dalam valuta asing (valas) melalui bilateral loan untuk memenuhi kebutuhan wholesale funding perseroan tahun ini sekitar US$ 1 miliar.

dan tujuh tahun. Namun, menurut dia, besaran penerbitan dan jangka waktu obligasi tersebut akan ter- lebih dahulu mempertimbangkan kondisi pasar. Kendati berencana menerbitkan obligasi, menurut Kartika, Bank Mandiri juga masih membuka kemungkinan mencari pendanaan dari bilateral loan . Adapun total kebutuhan pendanaan perseroan melalui penerbitan ob- ligasi dan bilateral loan tahun ini sebesar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13-14 triliun. “Nanti kami rebalancing saja besaran penerbitan obligasi dan roanberharapbisamengembangkan bisnis yang belum pernah digarap seperti bancassurance ,memiliki anak usaha, sertamengembangkanbisnis di luar negeri. “Dengan menjadi BUKU III, kami bisamelayani buruh migran dengan fasilitas remitansi melalui cabang luar negeri yang kami dirikan,” ujar dia. Sementara itu, pada kuartal I-2016 BNI Syariahmembukukankenaikan laba 64,62% menjadi Rp 75,18 miliar dibandingkan kuartal I-2015 yang sebesar Rp 45,67 miliar. Pertum- buhan laba tersebut didukung oleh pembiayaan yang tumbuh 14,95% menjadi Rp 18,04 triliun. Kontrib- utor pembiayaan tersebut adalah pembiayaan konsumtif mencapai 53,18%, pembiayaan produktif 22,2%, pembiayaan komersial 16,75%, dan pembiayaan Hasanah Card 2,15%. Di sisi lain, rasio pembiayaan bermasalah ( non per forming fi- nancing /NPF) juga ikut mening- kat. Imam menyebutkan, posisi NPF sampai Maret 2016 mencapai 2,77%, naik dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai 2,53%. Kontributor utama dari pening- katan NPF tersebut berasal dari pembiayaan perumahan terutama dari nasabah yang memiliki peng-

Direktur Utama Bank Mandiri KartikaWirjoatmodjomenuturkan, rencana penerbitan PUB dilakukan secara bertahap dalam dua tahun (2016-2017) dengan denominasi rupiah. “Ini obligasi berkesinam- bungan sekitar Rp 5-10 triliun dan bisa dilakukan dalam dua tahun. Tahun ini kemungkinan minimum Rp 5 triliun, kami akan lihat kebu- tuhannya tergantung pertumbuhan kredit dan dana,” ujar Kartika di Jakarta, Rabu (20/4). Penerbitan obligasi tahun ini ke- mungkinan akan dilakukan dalam dua seri dengan tenor lima tahun JAKARTA – PT Bank BNI Syari- ahmenargetkan tahun 2019 masuk kategori bank umum kegiatan us- aha (BUKU) III atau bank dengan modal inti di atas Rp 5 triliun. Saat ini, modal inti perseroan mencapai Rp 2,2 triliun. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono menjelaskan, untuk men- capai BUKU III, perseroan akan melakukan tiga tahapan, yakni penambahan modal dari induk, dukungan mitra strategis, dan penawaran umum saham perda- na ( initial public offering /IPO). “Ketiga tahapan yang kami susun bisa direalisasikan jika mendapat persetujuan induk usaha,” jelas dia pada acara pemaparan kinerja ke- uangan kuartal I-2016 BNI Syariah di Jakarta, Rabu (20/4). Imam melanjutkan, untuk taha- pan pertama, perseroan berharap bisa mendapat tambahan modal sebesar Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun dari PTBankNegara Indone- sia (Persero) Tbk (BNI). Pada tahap kedua dan tahap ketiga, menurut Imam, bisa berjalan beriringan atau hanya diambil salah satu opsi di antara kedua opsi tersebut. Denganmenjadi BUKU III, perse-

Investor Daily/ist

Seminar Eksekutif Perbankan Dari kiri ke kanan, Risk Practice Lead ASEAN Region SAS Lock Kwee Yoong, Sales Director SAS Indonesia Peter Sugiapranata, Head of Financial Risk Management KPMG Indonesia James Loh dan Director of Financial Risk Management KPMG Indonesia Richard Ticoalu di sela acara pengumuman kerja sama KPMG Indonesia dan SAS Indonesia untuk membantu bank menilai risiko manajemen modal mereka dengan lebih baik dan memenuhi persyaratan regulator di Jakarta, kemarin. Melalui kerja sama ini, keduanya menyelenggarakan seminar bagi eksekutif perbankan dengan tema “Mengembangkan dan Menerapkan Framework Stress Testing Terintegrasi” di mana pada acara tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan sambutan utama.

Made with FlippingBook - Online catalogs