SP180818

Utama

Suara Pembaruan

2

Sabtu-Minggu, 18-19 Agustus 2018

Pesta Asia Dimulai

Pemimpin Umum: Sinyo H Sarundajang Wakil Pemimpin Umum: Randolph Latumahina

SP

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Primus Dorimulu

Editor at Large: John Riady

Memihak Kebenaran

Tajuk Rencana

Menjadi Tuan Rumah yang Bermartabat M ulai Sabtu (18/8) hingga 2 September mendatang, Asian Games ke-18 resmi digelar di Jakarta dan Palembang. Ini menjadi momen- tum emas sekaligus pertaruhan bagi bangsa Indonesia sebagai tuan rumah event akbar yang menghadirkan sekitar 15.000 anggota kontingen dari 45 negara. Kesempatan menjadi penyelenggara pesta olahraga negara-negara se-Asia empat tahunan tergolong langka. Tahun ini adalah kedua kalinya kita dipercaya menyelenggarakan Asian Games, setelah yang pertama terjadi 56 tahun silam, atau pada 1962. Untuk penyelenggaraan tahun ini, pemerintah telah menggelontorkan lebih dari Rp 30 triliun. Anggaran sebesar itu mencakup kebutuhan untuk pembangunan infrastruktur, kebutuhan untuk sarana pendukung, serta kebutuhan untuk pelaksanaan. Dengan dana sebesar itu, tidak berlebihan jika kita berharap agar kita bisa meraup sukses sebagai tuan rumah yang profesional. Persiapan sejak 2015 dipertaruhkan selama dua pekan pen- yelenggaraan di Jakarta dan Palembang. Tak bisa dimungkiri, sukses tidaknya penyelenggaraan pesta olahraga antarbangsa, menjadi tolok ukur kemajuan negara yang ditunjuk menjadi tuan rumah. Banyak aspek yang menjadi tolok ukur, karena dilihat dan dialami sendiri oleh kontingen yang hadir, terutama awak media asing yang meliput langsung. Aspek dimaksud mulai dari kelayakan wisma atlet berikut fasilitas pendukungnya, sarana transportasi yang disiapkan bagi semua tamu, kualitas makanan, kebersihan, kualitas tempat pertand- ingan ( venues ), pelayanan bagi awak media, kejelasan informasi bagi kontingen, sportivitas penyelenggara pertandingan, antusiasme warga untuk menonton secara langsung, serta tentu saja bagaimana jalannya upacara pembukaan dan penutupan. Semua aspek itu ibarat rapor kita sebagai bangsa. Kontingen negara peserta dan awak media internasional yang hadir adalah tamu yang harus mendapat pelayanan maksimal, karena mereka yang akan menilai apakah Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik dan profesional. Di sinilah martabat kita sebagai bangsa dipertaruhkan. Kita tentu berharap Asian Games 2018 berjalan lancar dan memberi kesan baik bagi semua kontingen yang hadir. Dengan sendirinya, hal itu menjadi kampanye positif bagi Indonesia ke seluruh penjuru dunia. Apalagi, kehadiran jurnalis asing akan membuat sorot mata sekitar 4 mil- iar penduduk Asia tertuju ke Jakarta dan Palembang selama dua pekan ke depan. Kita ingin berita yang disampaikan tentang penyelenggaraan Asian Games mampu meningkatkan citra bangsa Indonesia di mata dunia. Namun, kita tak bisa menutup mata, hari-hari mendekati dimulainya Asian Games, masih ada sejumlah persoalan yang harus diatasi. Persoalan dimaksud seperti penjualan tiket upacara pembukaan secara online yang amburadul sehingga menyulitkan calon penonton, sarana shuttle bus di sekitar kawasan Gelora Bung Karno yang masih minim sehingga sempat dikeluhkan media asing, kurangnya kapasitas wisma atlet di Palembang yang membuat tim sepakbola wanita tuan rumah terpaksa pindah ke hotel, serta masih minimnya penonton di sejumlah cabang olahraga yang telah dipertandingkan. Semua persoalan itu, jika tidak segera dicari solusinya, rawan menjadi informasi negatif tentang penyelenggaraan Asian Games. Persoalan inipun tidak cukup mampu diatasi oleh panitia penyelenggara (Inasgoc). Pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat harus berinisiatif turun tangan menyelesaikannya. Sukses penyelenggaraan Asian Games akan membawa dampak positif yang luar biasa. Di satu sisi, Indonesia berkesempatan meraup keuntungan dari sisi devisa yang masuk. Pemerintah berharap ada pema- sukan sekitar Rp 3 triliun dari pengeluaran seluruh kontingen termasuk kunjungan wisata. Kesan positif yang diperoleh seluruh kontingen, juga akan menjadi kampanye yang diharapkan mendorong sektor pariwisata. Di sisi lain, sukses menggelar Asian Games akan menempatkan Indonesia masuk jajaran negara-negara yang mampu menggelar event berkelas dunia secara profesional. Harus diakui, tidak banyak negara yang berkesempatan dan dipercaya menjadi tuan rumah pesta olahraga berskala besar sekelas Asian Games. Dari 18 kali penyelenggaraan, Indonesia mendapat kehormatan menggelarnya sebanyak dua kali. Dengan segala sarana olahraga berkelas dunia berikut sarana penunjang dan infrastruktur yang telah terbangun, suatu saat Indonesia berkesempatan mengajukan diri menjadi tuan rumah ajang olahraga yang lebih besar skalanya dan lebih bergengsi, seperti Olimpiade dan Piala Dunia sepakbola. Berbekal pengalaman sukses menggelar Asian Games di era modern dan digital saat ini, kita sangat berharap pemerintah membulatkan tekad mewujudkan impian tersebut dalam waktu dekat. Dengan menjadi tuan rumah event olahraga berskala besar, merupakan momentum emas untuk untuk meningkatkan harga diri dan kehormatan kita sebagai bangsa di mata dunia. Hal ini sekaligus kesempatan untuk menyatukan seluruh energi nasional demi martabat dan kejayaan Merah Putih.

Pembukaan Asian Games XVIII/2018 Spektakuler

4. Ratusan Pemusik Panggung spektakuler diramaikan oleh ratusan pemusik di bawah arahan komposer Addie MS dan Ronald Steven, seniman musik yang sudah tak asing lagi di Indonesia. 5. Sosok di Belakang Layar Pesta pembukaan Asian Games melibatkan sosok-sosok yang hebat di bidangnya, antara lain Wishnutama sebagai direktur kreatif, Ronald Steven dan Addie MS sebagai penata musik, Eko Supriyanto dan Denny Malik sebagai koreografer, Dynand Fariz dan Rinaldy Yunardi sebagai penata busana. 5. Tiket Tiket untuk upacara pembukaan dibanderol dengan harga Rp 750.000 sampai Rp 5 juta. Tetapi, masyarakat Indonesia juga dapat menyaksikannya di seluruh stasiun televisi nasional. 6. Pembawa Obor Ada enam atlet legendaris yang akan menyalakan obor ke kalderon saat pembukaan, tetapi siapa saja mereka dan bagaimana prosesnya masih menjadi rahasia sebagai kejutan. [CAH/O-1] foto:inasgoc

1. Musisi Kebanggaan Indonesia Upacara pembukaan dimeriahkan oleh para musisi kebangaan Indonesia, termasuk Anggun yang namanya sudah terkenal di kancah internasional. Ada pula Raisa, Tulus, Via Vallen, Ariel NOAH, Rossa, Rian D’Masiv, Cakra Khan, Rinni Wulandari, Wizzy, Edo Kondologit, Putri Ayu, Fatin, GAC, dan Kamasean. 2. Panggung Spektakuler Para bintang akan tampil di atas panggung spektakuler dengan ukuran panjang 120 meter, lebar 30 meter, dan tinggi 26 meter. Panggung akan menampilkan pemandangan gunung yang besar dan dilengkapi dengan berbagai tumbuhan ciri khas Indonesia, dibuat secara manual oleh pengrajin asal Bandung dan Jakarta. 3. Ribuan Penari Sekitar 5.000 penari akan menambah semarak pesta pembukaan. Mereka akan menampilkan tarian dari arahan koreografer andal, Denny Malik dan Eko Supriyanto.

[JAKARTA] Indonesia bertekad untuk sukses menjadi tuan rumah Asian Games XVIII/2018. Pembu- kaan pesta olahraga negara-negara Asia, Sabtu (18/8), akan digelar secara spektakuler. Sekitar 5.000 penari dan ratusan artis nasional akan tampil di atas panggungdengan ukuran panjang 120meter, lebar 30 meter, dan tinggi 26 meter. Panggung akan menampilkan pemandangan gunung yang besar dan dilengkapi dengan berbagai tumbuhan ciri khas Indonesia. Ratusan pemusik di bawah arahan komposer Addie MS dan Ronald Steven akan menyajikan musik bernuansa tradisional Indonesia. Lebih dari 10.000 personel Polri siap mengamankan upacara pembukaan yang akan dihadiri Pre- siden Jokowi dan Perdana Menteri Republik Korea, Lee Nak-Yeon. Lebih dari 15.000 atlet dan ofisial dari 45 negara akan berjuang demi mengharumkannamanegaramereka di Jakarta dan Palembang hingga 2 September nanti. Ajang bergengsi Asian Games 2018 akanmelambungkan reputasi bangsa di pentas dunia dan tentunya menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Sebagai penyelenggara, Indonesia telah bertekad untukmen- jadi tuan rumah yang baik. Direktur Pembukaan dan Pe- nutupanAsian Games 2018, Herty PaulinaPurbamengatakan, pihaknya bersiap secara maksimal karena sudah melakukan simulasi upacara dan berbagai komponen pelengkap lainnya, termasuk panggung pem- bukaan. Rangkaian pertunjukkan

akan diatur olehWishnutama selaku DirekturKreatifUpacaraPembukaan dan PenutupanAsian Games 2018. Upacara pembukaan Asian Games 2018 akan menampilkan pertunjukanIndonesiasebagai negara maritim sejak Kerajaan Sriwijaya hingga KerajaanMajapahit dengan tema “Energy of Asia”. Pertunjuk- kan budaya juga akan ditampilkan dengan sentuhan teknologi kekinian, sehingga orang yangmenonton bisa mengetahui kekayaan kebudayaan Indonesia. Sementara, Wishnutama men- jelaskan, pembukaanAsian Games 2018 akanmenampilkan panggung terbesar dan tertinggi yang pernah ada dalam upacara pembukaan pertandingan olahraga multi event . Dengan berat total 600 ton dan ukuran panjang 120meter, lebar 30 meter, dan tinggi 26meter, panggung tersebut menjadi latar saat 6.000 atlet dan ofisial dari seluruh kon- tingen berparade di bawah bendera Dikatakan, panggung juga di- perkuat dengan teknologi proyektor dan pencahayaan maksimal, yang membuat semuanya menjadi lebih indah dilihat. Kemegahan panggung itumerupakan hasil karya 350 orang anak bangsa. “Sangat pentingbagi kami untuk menampilkan keindahan alam dan keragaman budaya Indonesia pada acarapembukaanAsianGames2018 ini, untukmemperkuat rasa bangga dan cinta kita terhadap bangsa dan negeri ini,” kataWishnutama. Dika- kebanggaan negaranya. Teknologi Pencahayaan

takan, proses pembukaan berdurasi selama 2 jam30menit, yangdimulai sejak pukul 19.00 WIB. Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc), ErickThohir menambahkan,Asian Games 2018 akanmenjadi pesta olahraga terbesar sepanjang sejarah dan diyakini akan menjadi warisan yang berharga bagi generasi penerus bangsa Indonesia. Untukmendukungacarapembukaan danpenutupan, Inasgocmenganggar- kan danamencapai Rp 291,5miliar. “Ini akanmenjadi opening cere- mony yang luar biasa dan saya jamin suguhannya spektakuler. Diawali dengan sebuah upacara pembukaan yangmegah, spektakuler, dan sakral, kami yakinAsianGames 2018 akan menciptakan perdamaian di benua Asia dan tentunya memperkuat persatuan bangsa Indonesia,” kata Erick. Pengamat olahraga Djoko Pe- kik Irianto mengatakan, ke depan, Indonesia tidak perlu menunggu puluhan tahun lagi untuk menjadi tuan rumah Asian Games. Negara lain, seperti Korsel dan Jepang, bahkan Thailand, tidak perlu me- nunggu selama 56 tahun. Hal ini terjadi karena secara infrastruktur pendukungnya sudah siap. “Ini adalah salah satu persya- ratan dari Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk menjadi tuan rumah, yakni kesiapan infrastruktur dan venue-venue yang ada harus berstandar internasional. Dengan begitu, kita bisa kembali menjadi tuan rumahAsianGames tanpaperlu menunggu waktu puluhan tahun,” ujarnya. [MJS/H-15]

Made with FlippingBook Annual report