ID170418

selasa 18 april 2017

24

Investor Daily/ist

Maret 2016 yang mencapai 3,9%. Pendapatan berbasis biaya ( fee- based income ) yang kuat mengkom- pensasi penurunan margin, sehingga menghasilkan total pendapatan se- besar Rp 2,4 triliun atau tumbuh 11% (yoy) dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, pembiayaan syariah mencatat per tumbuhan positif 4% (yoy) pada Maret 2017, dan Bank Permata juga mencatat pertumbuhan CASA yang kuat sebesar 49% (yoy). Pencadangan kredit sebesar Rp 670 miliar pada kuartal I-2017 tercatat 57% lebih rendah dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun, sehingga menghasilkan laba sebelum pajak sebesar Rp 596 miliar atau membaik dibandingkan dengan kerugian op- erasional sebesar Rp 508 miliar pada tahun lalu. Rasio modal Bank Permata atau total CAR per akhir Maret 2017 se- besar 17%, meningkat dibandingkan akhir Maret 2016 di level 15,1%, atau di atas persyaratan minimum regu- lator. Proses rights issue sebesar Rp 3 triliun (yang mencakup Rp 1,5 triliun setoran modal pada Desember 2016) juga sedang berjalan, dan akan mem- perkuat rasio modal ketika selesai dilakukan pada Juni 2017. “Bank Permata memperkuat funda- mental dan memanfaatkan kekuatan inti kami termasuk jaringan cabang yang luas, saluran distribusi yang komprehensif, produk-produk inovatif serta peningkatanmodal melalui rights issue . Kami yakin Bank Permata akan kembali ke performa yang semakin kuat pada 2017, sebagaimana kami terus membangun peran sebagai agen pembangunan bagi para nasabah kami,” jelas Ridha.

Oleh Gita Rossiana

JAKARTA – PT Bank Permata Tbk mencatat perolehan laba untuk tiga bulan pertama tahun ini (kuartal I-2017) sebesar Rp 453 miliar. Perolehan laba bersih tersebut lebih baik dibandingkan periode sama tahun 2016 yang membukukan rugi Rp 376 miliar.

Bank Persepsi Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) Fahmi Bagus Mahesa (kiri) bersama Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Banten Nandy Mulya S (tengah) menyaksikan seremoni pemukulan gong oleh Direktur Pengelolaan Kas Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia Rudy Widodo (kanan) sebagai tanda ditunjuknya Bank Banten sebagai Bank Persepsi di Serang, Banten (17/4/2017). Bank Banten resmi menjadi bagian dari Bank Persepsi, yakni bank yang ditunjuk untuk melakukan pembayaran terkait penerimaan negara meliputi penerimaan pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) maupun peneriman bea dan cukai, yang harus masuk ke kas negara melalui sistem Modul Penerimaan Negara (MPN).

di sisi kami dan kami mengharapkan dukungan penuh dari mereka,” kata dia Menurut Ridha, Bank Permata terus mengambil langkah-langkah proaktif yang diperlukan untuk mengelola kualitas asetnya melalui restruktur- isasi dan rehabilitasi, mempercepat pemulihan kredit dan menjual se- bagian dari portofolio NPL. Hal ini telah menghasilkan peningkatan pada kualitas aset, dimana rasio NPL gross tercatat sebesar 6,4% per 31 Maret 2017, turun dibandingkan Desember 2016 di level 8,8%, dan rasio NPL net tetap di kisaran 2,2%. Seiring dengan fokus perseroan pada peningkatan pengelolaan risiko dan NPL, pertumbuhan kredit Bank Permata menurun 22% secara year on year (yoy) menjadi Rp 95,4 triliun dari Rp 122,7 triliun pada akhir Maret 2016. Di sisi lain, untuk menjaga likuiditas yang sehat, Bank Permata telah men- ingkatkan saldo CASA (dana murah) sebesar 13%. Dengan demikian, rasio CASAmeningkat menjadi 46% diband- ingkan 38% tahun lalu. Penurunan kredit menjadi penyebab utama dari net interest margin (NIM) di level 3,5%, lebih rendah dibandingkan pada akhir

Direktur Utama Bank Permata Ridha DM Wirakusumah men- gungkapkan, membaiknya kinerja Bank Permata merupakan hasil dari perbaikan rasio kredit bermasalah ( non per forming loan /NPL) sejak tahun lalu. Selain itu, ditopang oleh pendapatan dari bisnis utama yang tetap berjalan dengan baik, serta pen- jualan sebagian porsi aset bermasalah sebagaimana yang telah direncanakan. “Kami juga sedang memproses rights issue sebesar Rp 3 triliun dan di- harapkan akan selesai pada semester pertama 2017. Jumlah ini jika dikom- binasikan dengan rights issue Rp 5,5 triliun pada Juni 2016 akan men- ingkatkan cadangan modal perseroan sebesar Rp 8,5 triliun,” kata Ridha dalam keterangan tertulis yang diter- ima Investor Daily , Senin (17/4). Ridha mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi pencapaian kinerja Bank Permata yang mulai meningkat pada awal tahun. “Kami terus men- jalankan rencana yang dapat mem- bawa Bank Permata menghasilkan kinerja yang lebih baik tahun ini. Kami berterima kasih kepada para stake- holders , terutama para nasabah dan pemegang saham, yang terus berada

penyelenggaraan Hari Pemungutan Suara PutaranKedua PemilihanKepala Daerah (Pilkada) Provinsi DKI Jakarta 2017, BI menyesuaikan kegiatan opera- sional pada 19 April 2017. Penyesuaian bertujuan untuk memberikan kesem- patan pegawai agar dapat menggun- akan hak pilihnya dalam Pilkada. Di sisi lain, BI tetap mendukung kegiatan ekonomi nasional dan memberikan pelayanan sistem pembayaran kepada masyarakat dan dunia usaha di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Senin (17/4), pada 19 April 2017, Kantor Pusat BI di Jakarta akan beroperasi terbatas. Layanan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), Bank Indonesia Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), dan Sis- tem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) beroperasi secara normal se- suai dengan jadwal yang berlaku. (gtr)

Pematang Siantar, dan Kpw Bali dengan target 184 pelaku. “Dari target 184 pelaku KUPVA BB tanpa izin sebanyak 95 pelaku telah diter tibkan, 71 target telah menghentikan layanan, dan 18 pelaku telahmengajukan izin ke BI,” kata Eny di Jakarta, Senin (17/4). Dia menjelaskan, Bali merupakan provinsi yang paling banyak ditertib- kan. Sebab, dari total 95 pelaku yang ditertibkan, sebanyak 47 pelaku be- rasal dari daerah tersebut. Kemudian 36 pelaku dari Jakarta-Bogor, delapan dari Pematang Siantar, dan empat dari Sumatera Utara. Dia memaparkan, pelanggaran yang ditemukan BI pada penertiban tahap pertama diantaranya pemasangan tanda izin KUPVA palsu, penjualan izin KC oleh KUPVA berizin, kantor cabang tanpa izin BI dan tidak dipas- angi identitas dan logo KUPVA. Sementara itu, sehubungan dengan

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menertibkan 95 pelaku kegiatan usaha penukaran valuta asing bukan bank (KUPVA BB) yang tidak memiliki izin operasional. Penertiban tersebut seir- ing dengan berakhirnya batas waktu pengurusan izin yang ditetapkan BI kepada para pelaku KUPVA BB tak berizin pada 7 Apri 2017. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Eny V Panggabean menjelaskan, kewajiban KUPVA BB untukmemiliki izin sesuai dengan Per- aturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/20/PBI/2016 perihal Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank. Sampai saat ini untuk mengimple- mentasikan peraturan tersebut, BI telahmelakukan penertiban tahap per- tama pada 10-13 April 2017 di wilayah kerja BI Kantor Pusat (Jakarta, Bogor, Depok), Kpw Sumatera Utara, Kpw

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker