SP170224

U

Suara Pembaruan

2

Jumat, 24 Februari 2017

Ahok Hadapi Koalisi Besar?

P emilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 akan berlang- sung dua putaran. Walau pengumuman resmi belum dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, salah satu pa- sangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) sudah menga- ku kalah dan mengucapkan selamat kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi). Partai politik pengusung Agus-Sylvi, yakni Partai Demokrat, PKB, PAN, dan PPP belum menentukan arah dukungan kandidat pa- da putaran dua yang akan

berlangsung 19 April men- datang. Sumber SP di inter- nal salah satu partai pendu- kung utama pasangan Anies-Sandi menyebutkan, pada putaran kedua partai pendukung Agus-Sylvi di luar Partai Demokrat, se-

partai itu sudah menyatakan dukungan yang sama. Dikatakan, alasan pem- bentukan koalisi besar itu karena partai-partai itu me- miliki kesamaan visi dan misi. “Komunikasi antara beberapa partai, se- dan PKS sudah terjalin. Jadi, tinggal menunggu pengumuman resmi,” tutur- nya. Sementara, sumber lain mengungkapkan, puluhan organisasi relawan pendu- kung Agus-Sylvi akan sege- ra mendeklarasikan du- kungan kepada Anies-Sandi dalam beberapa hari men- datang. “Bekas relawan Agus-Sylvi dipastikan akan perti PKB, PPP, PAN, Gerindra, Partai Demokrat,

merapat ke Anies-Sandi. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk deklarasi beberapa hari ke depan,” ujar sumber itu. Menurutnya, para rela- wan menjatuhkan pilihan ke Anies-Sandi, karena visi dan misi Agus-Sylvi hampir sama dengan pasangan itu. Mereka yakin dengan du- kungan publik yang begitu kuat belakangan ini, pa- sangan Anies-Sandi akan dengan mudah memenang- kan Pilgub DKI Jakarta. “Pemilih Anies-Sandi itu beririsan kuat dengan pemilih Agus-Sylvi. Ini bu- kan sekadar hasil survei, te- tapi fakta di lapangan. Makanya, relawan Agus- Sylvi merapat ke Anies- Sandi,” kata dia. [Y-7/H-14]

cara resmi akan menyatakan du-

kungan penuh ke- pada pasangan itu. “Nantinya akan ada koalisi besar untuk

menghadapi Ahok-Djarot. Dukungan resmi kepada Anies-Sandi akan diberikan partai pendukung Agus- Sylvi,” kata sumber itu di Jakarta, Kamis (23/2). Dijelaskan, Partai Demokrat belum dapat me- nentukan arah dukungan, namun sebagian besar elite

Wajah Jakarta Mulai Berubah

[JAKARTA] Pemprov DKI Jakarta telah menunjukkan bukti konkret pembangunan Ibukota. Awal pekan ini, sejumlah wilayah Jakarta digenangi banjir karena cu- aca ekstrem. Namun ge- nangan di 54 titik cepat su- rut, kecuali di kawasan Cipinang, Jaktim, karena tanggul jebol. Normalisasi sungai dan waduk di Jakarta serta pem- bangunan drainase punya andil besar mengurangi in- tensitas banjir meski Jakarta belum lepas 100% dari an- caman banjir. Kemarin, Ahok meres- mikan ruang terbuka hijau sekaligus Ruang Publik Te r padu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakut. Proyek ini sangat istimewa karena hanya dalam 10 bu- lan, Pemprov DKI di ba- wah kepemimpinan duet Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat mampu mengubah sebuah kawasan prostitusi 4,6 ha menjadi tempat re- kreasi dan ruang terbuka hi- jau bagi warga. Sehari setelah itu, Ahok mendampingi Presiden Jokowi meninjau proyek mass rapid transit (MRT) d a n s i mp a n g s u s u n Semanggi. Dua proyek ber- kaitan dengan solusi masa- lah lalu lintas ini akan sa- ngat monumental karena mencolok dari letak dan simbol DKI serta secara fungsi cukup signifikan mengurangi kemacetan di jantung kota. Siapa pun yang bakal terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta akan dimudah- kan dengan pelaksanaan pembangunan yang sudah s e s u a i r e n c a n a . Pembangunan harus terus berjalan karena ada bebera-

pa proyek masih terkendala. Dalam penanganan banjir, normalisasi Ciliwung sudah berjalan 40%. Pengendalian banjir mulai dari hulu, te- ngah, hingga hilir. Di hulu, perlu dibangun waduk dan pengembalian fungsi daerah resapan (pembongkaran vi- la). Di tengah perlu norma- lisasi sungai dan pemba- ngunan waduk/situ. Di hilir, sudah dibangun tanggul, dan rumah pompa, serta nantinya program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Data dari Kempupera menyebutkan pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta telah berhasil me- ningkatkan debit di pintu air Karet dari 500 menjadi 700 m3/dtk. Artinya air yang menggelontor semakin ba- nyak dan semakin lancar/ c e p a t . D i p i n t u a i r Manggarai, debit sudah na- ik dari 300 ke 500 m3/dtk. Pekerjaan rumah belum se- lesai. Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai C i l i w u n g C i s a d a n e ( B BW S C C ) , Te u k u Iskandar, saat ini kapasitas tampung aliran sungai Ciliwung 220 meter kubik per detik dengan lebar ben- tangan sungai 20-30 meter. Melalui program normalisa- si, bentangan sungai menja- di 40-50 meter dengan ka- pasitas tampung aliran men- capai 570 meter kubik per detik. Sementara itu di bagian hulu juga perlu ada perlaku- an yakni pembangunan wa- duk atau daerah tangkapan air. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) meng- akui masih terkendala pem- bebasan lahan dalam pem- bangunan waduk Sukamahi dan Ciawi, Bogor.

panjang daerah aliran su- ngai (DAS). Dia mengatakan, kedua waduk ini dapat berfungsi untuk memperlambat waktu laju air di bagian hulu. Apab i l a , d i p i n t u a i r Katulampa terjadi debit air yang tinggi, maka aliran air di Sungai Ciliwung sampai ke Jakarta sekitar 9-10 jam kemudian. "Dengan adanya waduk ini, laju air tiba ke Jakarta akan mundur 3-4 jam. Dengan demikian, tiba di Jakarta sekitar 13-14 jam kemudian," ungkapnya. Dengan perlambatan laju aliran sungai ini, kata dia, k o n d i s i TMA s u n g a i Ciliwung tidak meningkat drastis sehingga dapat m e n g h i n d a r i l u a p a n Ciliwung. Kepala Dinas Sumber Daya Air Pemprov DKI Jakarta Teguh Hendarwan mengatakan bahwa anggaran pembebasan lahan untuk Waduk Sukamahi danWaduk Ciawi sudah berada di Dinas Tata Air pada tahun 2017 ini sebesar Rp 74 miliar. Sedangkan mengenai normalisasi DAS Ciliwung menurut Teguh Hendarwan, saat ini normalisasi sungai, Dinas Sumber Daya Air su- dah dapat meningkatkan de- bit air yang dibuang ke laut sehingga air tidak lama ter- g e n a n g d i j a l a n a n . "Sekarang sudah 550 meter kubik per detik. Ini sudah meningkat dari sebelumnya hanya 220 meter kubik per detik," ujar Teguh, Jumat (24/2). Diungkap Teguh, daerah yang saat ini sudah bebas banjir adalah Kampung Pulo di Jakarta Timur. Sedangkan yang masih ra- wan banjir adalah Cawang, Normalisasi

Buk i t Du r i , Ci p i nang Melayu. Menurut Iskandar, di wilayah Bukit Duri, sekitar depo kereta api, akan dilan- jutkan Maret ini. Masih ba- nyak lahan milik warga yang belum dibebaskan. Mu l a i d a r i Kampung Melayu, Jembatan Baru, SMAN 8, Berlan, Kebon Pala, Gang Arus. Masih ada sepanjang 700 meter lagi lahan warga yang belum di- bebaskan. Inilah pekerjaan r uma h Pemp r ov DKI Jakarta. Sedangkan dari sisi tata ruang dan pengembalian fungsi lahan, Ahok berhasil m e n y u l a p k a w a s a n Kalijodo. Proyek ini punya banyak arti selain mengem- balikan fungsi kawasan, menambah ruang terbuka hijau, dan memberikan ru- ang sosialisasi warga. Pemprov DKI Jakarta ber- hasil memberantas praktik maksiat serta mengopti- malkan peran swasta mem- bangun fasilitas umum. “Saya puas dengan hasil pembangunan RPTRA Kalijodo ini. Karena RPTRA ini dapat dijadikan sarana be- raktivitas yang berguna bagi warga, terutama anak-anak yang membutuhkan ruang bermain,” kata Ahok, Rabu (22/2) lalu. RPTRA Kalijodo diba- ngun menggunakan dana CSR PT Sinar Mas Land dengan anggaran senilai Rp 3,6 miliar. Berbeda dengan RPTRA lainnya, RPTRA yang memiliki luas lahan 5.489 meter persegi dan lu- as bangunan 1.468 meter persegi tersebut memiliki Pos Pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan anak. [RIA/LEN/160/A-15] Kalijodo

10 Bulan Kalijodo

Februari 2016

Maret 2016

Desember 2016

"Sejak 2016, sudah kon- trak dan dalam persiapan pengerjaan waduk. Sebelum pengerjaan, dilakukan pem- bebasan lahan. Ini yang ma- sih kami lakukan," ujar Teuku Iskandar, Jumat (24/2).

Kedua waduk bakal memperlambat laju aliran air sungai yang mengalir ke wilayah Jakarta. Dengan begitu diharapkan, tinggi muka air (TMA) sungai akan stabil sehingga luapan sungai dapat dihindari di se-

Made with FlippingBook HTML5