ID160405

16 >>

8 >>

6 >>

INDUSTRIES

LIFESTYLE & SPORTS

INFRASTRUCTURE

INDONESIA

SELASA 5 APRIL 2016

MEDIA HOLDINGS

BeritaSatu Photo/M DEFRIZAL

MARKETS & CORPORATE

IST

n Helmy Yusman Santoso

Tower Bersama Jajaki Lagi Emisi Surat Utang US$ 500 Juta PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melalui TBG Global Pte Ltd kemba- li menjajaki penerbitan surat utang (notes) hingga sebesar US$ 500 juta atau setara Rp 6,6 triliun tahun ini. >> 13

Manajemen Astra Buka Perdagangan Saham Direktur Independen PT Astra International Tbk Gunawan Geniusahardja disaksikan Direktur PT Bursa Efek Indonesia Alpino Kianjaya (kanan) dan jajaran manajemen Astra saat pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (4/4). Mengakhiri perdagangan, IHSG ditutup naik 6,990 poin (0,14%) ke level 4.850,176. Sementara indeks LQ45 ditutup menguat 2,664 poin (0,32%) ke 842.960. Berita di halaman 14.

AGRIBUSINESS

STRATEGI UTANG PERLU HATI-HATI

Pacu Produksi, Dua BUMN Gula Siapkan Rp 1,9 Triliun Dua BUMN di Tanah Air pada 2016-2018 akan menggelontorkan dana Rp 1,92 triliun guna memacu produksi gula kristal putih (GKP). Mereka adalah PTPN XI yang

menyiapkan US$ 100 juta (Rp 1,32 triliun) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) sebanyak Rp 600 miliar.

Oleh Yosi Winosa dan Novy Lumanauw JAKARTA – Posisi utang pemerintah yang mencapai sekitar Rp 3.200 triliun atau 27% dari Produk Domestik Bruto (PDB) masih terbilang aman dan manageable . Namun, ke depan strategi utang pemerintah harus lebih berhati-hati dan diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan yang produktif, agar hasilnya dapat dipakai untuk membayar cicilan utang.

Direktur SBN Loto Srinaita Gint- ing menyebutkan, penerbitan SBN secara gross hingga 4 April 2016 mencapai Rp 262,4 triliun setara 47% dari target penerbitan SBN gross tahun ini yang sebesar Rp 556,5 triliun. Dia menilai posisi utang pemerintah saat ini tergolong kecil dan manageable . Ekonom Indef Eko Listiyanto menilai, posisi utang pemerintah memang masih terkendali. Namun pemerintah harus bisa realistis da- lam mengelola APBN. Dia menekankan pentingnya pemerintah mematangkan per- encanaan pengunaan pinjaman, guna menetapkan besaran emisi SBN yang tepat setiap tahun. Dia menggarisbawahi bahwa peng- gunaan pinjaman mampu secara efektif mendorong perekonomian dan banyak disalurkan untuk ke- giatan produktif, termasuk jaringan infrastruktur yang menghasilan dan memiliki dampak berganda ( multi- plier effect ) besar. Eko menambahkan, pemerintah lebih baik memperbesar porsi pin- jaman domestik lewat emisi SBN ketimbang pinjaman multilateral maupun bilateral, guna menghindari pendiktean oleh kreditor.

>> 7

MARKETS & CORPORATE

Kapitalisasi Pasar Astra Hampir Rp 300 Triliun Nilai kapitalisasi pasar saham PT Astra International Tbk (ASII) mencapai Rp 299,57 triliun hingga Senin (4/4) atau naik 23,33% dibandingkan per 30 Desember 2015 yang sebesar Rp 242,9 triliun. Kapitalisasi

pasar Astra tersebut merupa- kan terbesar kelima di Bursa Efek Indonesia (BEI).

>> 14

akhir 2015, rasio utang pemerintah terhadap PDB tercatat sebesar 27%. Posisi ini masih jauh di bawah batas maksimal 60% PDB yang diatur da- lam UU Keuangan Negara. Utang tersebut meliputi utang luar negeri senilai US$ 143 miliar dan utang domestik sekitar Rp 1.517 triliun. Sedangkan utang luar negeri swasta tercatat sekitar US$ 164,6 miliar. Untuk utang luar negeri pemerin- tah, kreditor terbesar adalah Bank Dunia, Jepang, dan ADB. Sedangkan untuk utang domestik dalam bentuk SBN senilai Rp 1.517 triliun, sekitar 39% dipegang oleh asing. Menurut Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Scenaider Siahaan, posisi utang pemerintah saat ini tergolong aman, apalagi rasio terhadap PDB hanya 27%. “Ini masih

Demikian rangkuman wawancara Investor Daily dengan Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Kementerian Keuangan (Kemen- keu) Scenaider Siahaan, Direktur SBN Loto Srinaita Ginting, Wakil Ketua Badan Anggaran Said Abdul- lah, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Soepriyatno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia (Indonesia National Shipowners’ As- sociation/INSA) Carmelita Hartoto, pengamat ekonomi Fadhil Hasan, ekonom Institute of Development for Economic and Finance (Indef) Eko Listiyanto, dan ekonom Kenta Institute Eric Sugandi di Jakarta, Senin (4/5). Per Februari 2016, total utang pemerintah tercatat Rp 3.196,6 triliun. Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Rp 11.540 triliun per

MACRO ECONOMICS

BKPM: Proyek Investasi Bermasalah Rp 226,9 T Kembali Beroperasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memfasilitasi 95 proyek investa- si senilai Rp 487,8 triliun pada periode

ya potensi kekurangan penerimaan pajak,” ujar Scenaider. Menurut Scenaider, pelebaran defisit anggaran kelak dapat dibiayai dari penerbitan SBN, penarikan pinjaman luar negeri, dan penggu- naan Sisa Anggaran Lebih (SAL). “Keputusan menambah utang untuk membiayai pelebaran defisit akan dilakukan setelah PMK Pelebaran Defisit ditetapkan,” tegasnya.

sangat manageable ,” kata Scenaider. Dia mengakui, ada potensi pemer- intah menambah utang baru lewat penerbitan SBN karena ancaman kekurangan penerimaan pajak. Pemerintah sudahmenyiapkan pem- biayaan sekitar Rp 273,2 triliun untuk menutupi target defisit anggaran tahun ini yang bisa mencapai 2,15%. “Potensi pelebaran defisit anggaran 2016 tidak terhindarkan karena adan-

September-Desember 2015 yang mengalami hambatan ( bottlenecking ).

>> 21

Bersambung ke hal 11

MONEY & BANKING

Konversi Pinjaman Bank Menjadi Modal Harus Kontraktual Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menerbitkan sejumlah aturan turunan Un- dang-Undang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK), di

DUKUNG EKSPLORASI MIGAS LAUT DALAM

BELANJA APBN AKAN DIPANGKAS

antaranya mengatur klausul pinjaman bank yang dapat dikonversi sebagai modal.

>> 24

Oleh Nurjoni dan Rausyan Fikry

JAKARTA – PT Elnusa Tbk (ELSA) serius menggarap bisnis survei seismik untuk mendukung kegiatan eksplorasi migas di laut ( marine seismic ) di Tanah Air. Keseriusan itu ditandai dengan pembelian sebuah kapal seismik oleh anak usahanya, PT Elnusa Trans Samudera (ETSA). Direktur Utama Elnusa Syam- surizal Munaf mengatakan, pi- haknya pekan lalu telah menan- datangani perjanjian pembelian sebuah kapal dari perusahaan kapal seismik kelas dunia. “Kami sebagai perusahaan BUMN akan membantu SKK Migas dan Ke- menterian ESDM dalam mene- mukan cadangan migas melalui kegiatan sur vei seismik di laut dalam,” kata Syamsurizal kepada Investor Daily , Senin (4/4). Mengenai harga kapal, dia tidak bersedia menyebutkan angkanya.

Oleh Hari Gunarto dan Nasori

JAKARTA --Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memastikan Rancangan Undang-Un- dang (UU) Tax Amnesty akan diba- has bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada April ini. Dia mengaku telah berkomunikasi dan melobi sejumlah anggota dewan. “Pokoknya RUU Tax Amnesty mudah-mudahan dibahas di masa sidang April ini. Sedangkan Rancan- gan Anggaran Pendapatan dan Be- lanja Negara Perubahan (RAPBN-P) akan dibahas pada sidang Mei. Saya juga menyampaikan komunikasi kami dengan DPR,” kata Bambang ditemui di Kompleks Istana Kepres- idenan, Jakarta, Senin (4/4). Jadwal pembahasan dengan DPR tersebut, menurut Bambang, telah

Menanti RUU TAX AMNESTY Perbaikan kemudahan berusaha Dewan pengurus KADIN 2015-2020

Namun, dia memberikan ilustra- si bahwa kapal seismik sejenis yang dibuat tahun 2016 harganya sekitar US$ 230 juta. “Sedangkan kapal yang dibeli Elnusa hasil per- emajaan ( rebuild ) tahun 2013, jadi harganya di bawah US$ 230 juta,” ucap dia. Dia menambahkan, pihaknya mendapatkan harga yang bagus untuk kapal tersebut.

belanja guna menjaga agar anggaran tetap sehat dan sesuai dengan porsi yang telah ditetapkan.

dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Senin (4/4) ini. Namun dia engganmengungkap- kan detail RUU Tax Amnesty maupun RAPBN-P 2016. Dia hanya mengatakan bahwa untuk mengantisipasi kekurangan penerimaan pajak, akan ada efisiensi

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 2

>> INVESTOR DAILY EDISI 2016 NO. 4302

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - Online magazine maker