ID160502

SENIN 2 MEI 2016

423

Investor Daily/ist

dapat melayani nasabah lebih baik sekaligus meningkatkan produktivitas seluruh jaringan yang ada,” tegas dia. Sementara itu, Direktur Uta- ma Bank Bukopin Glen Glenardi mengungkapkan, dari nilai laba bersih sebesar Rp 964,3 miliar pada 2015, sebesar 30% akan dibagikan sebagai dividen. Se- mentara itu, untuk 70% lainnya akan dialokasikan sebagai laba ditahan. “Kami bersyukur di tengah kondisi makroekonomi yang kurang kondusif, kami berhasil membukukan kinerja yang cukup membanggakan,” ujar dia. Tahun lalu, aset Bank Buko- pin tumbuh 19,37% menjadi Rp 94,37 triliun dibandingkan tahun 2014 sebesar Rp 79,05 triliun. Perseroan mencetak laba ber- sih Rp 964,3 miliar, meningkat 43,31% dibandingkan periode sama tahun 2014. Pada 2015, kredit Bank Bu- kopin mencapai Rp 66,04 triliun atau tumbuh 19,51% dibanding- kan tahun 2014 yang mencapai Rp 55,3 triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 16,48% dari Rp 65,4 triliun tahun 2014 menjadi Rp 76,2 triliun. (dka/gtr) taran sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak orang. “Selainmelakukan marketing se- cara aktif, kami mempermudah kanal-kanal untuk pendaftaran. Pendaftarannya kami permudah untuk kantor-kantor cabang dan juga mengoptimalkan kanal elektronik yang bisa dibuka dari website ,” tutur Agus. Saat ini tercatat ada 122 juta angkatan kerja di Indonesia. Dari 122 juta angkatan kerja, 71% di antaranya adalah pekerja yang bekerja di sektor informal yang umumnya bekerja di segala jenis pekerjaan tanpa adanya perlindungan negara dan tidak dikenakan pajak. “Kalau kita bedakan dari sektor formal dan informal, yang informal ada 71% ada 80 jutaan,” ungkap Agus. Sedangkan tenaga kerja dari sektor formal di Indonesia tercat- at sekitar 40 juta angkatan kerja. Sedangkan dari total 122 juta angkatan kerja yang ada, hampir separuhnya merupakan lulusan sekolah dasar (SD). “Kemudian yang formal tadi angkanya ada 40 juta. Kalau kita lihat, tingkat pendidikannya yang lulus SD atau yang tidak lulus SD ada 51 juta,” ujar dia. (mam) Daily , Kamis (28/4). Pada akhir 2015, asuransi jiwa Allianz Indonesia atau Al- lianz Life mencatat pendapatan premi Rp 8,2 triliun, turun 9,2% dari Rp 9,71 triliun pada 2014. Sementara itu, laba operasional turun 5,5% dari Rp 957 miliar ta- hun 2014 menjadi Rp 904 miliar pada 2015. Sementara itu, asuransi umum Allianz Indonesia atau Allianz Utama mencatat pendapatan premi tahun lalu Rp 1,22 triliun atau tumbuh 7,3% dibandingkan tahun 2014. Pertumbuhan ini juga mendorong peningkatan laba operasional perusahaan menjadi Rp 37,41miliar atau tum- buh 22,6% dibandingkan tahun 2014. Pendapatan bersih ( net in- come ) Allianz Utama meningkat 15,3% menjadi Rp 33,9 miliar dari Rp 29,4 miliar pada 2014. (gtr)

laba bersih yang ada akan kami bukukan sebagai laba ditahan,” papar Sng dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (28/4). Selain persetujuan distribusi laba bersih, agenda lain yang disepakati di RUPST Bank Da- namon adalah pengkatan Adnan Qayum Khan dan Heriyanto Agung Putra sebagai direksi perseroan. Kedua direksi ter- pilih tersebut akan berlaku efek- tif setelah lulus uji kelayakan dan kepatutan ( fit and proper test ) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “RUPST juga menyetu- jui pengunduran diri Direktur Independen Bank Danamon Fransiska Oei,” ungkap Sng. Ke depan, lanjut Sng, pers- eroan terus memperkuat jar- ingan franchise , layanan, serta sumber daya manusia (SDM) untuk memaksimalkan bisnis di segmen usaha kecil menengah (UKM), komersial, konsumer, dan mass market . “Di samping itu, secara bersamaan BankDan- amon juga akanmemperluas dan memperkuat transaction bank- ing serta membentuk structure sales and distribution yang baru. Jadi harapan ke depan, kami gakerjaan Agus Susanto seusai menjadi pembicara pada acara BUMN Marketeers Club ke-44 di Jakarta, Jumat (29/4). Agus mengatakan, pihaknya secara berkesinambungan akan memperbesar alokasi investasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Menurut dia, rebalancing membutuh- kan waktu untuk menghindari gejolak pada hasil investasi ( return ). “Kami sedang melaku- kan rebalancing portofolio untuk memenuhi ketentuan POJK yang mewajibkan alokasi 50% pada SBN. Ini akan kami penuhi secara bertahap,” tutur dia. Agus jugamengatakan, pihakn- ya siap mendukung proyek in- frastruktur seperti Mass Rapid Transit (MRT) asalkan ada in- strumen investasinya seperti obligasi. “Dukungan kami bukan bersifat langsung,” kata dia. BPJS Ketenagakerjaan me- nargetkan jumlah kepesertaan tahun 2016 menjadi 22,1 juta, dari saat ini sebanyak 19,25 juta. Untuk merealisasikan target itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan akan mem- permudah prosedur pendaf- si umum tumbuh lebih baik dibandingkan tahun 2014. Hal ini ditopang oleh peningkatan penetrasi yang dari sisi jalur keagenan, strategi produk dalam menjawab kebutuhan nasabah, dan peningkatan sistem yang mempengaruhi kualitas layanan. “Menjawab tantangan besar untuk tetap bertumbuh di ten- gah-tengah situasi perlambatan ekonomi, strategi multisegmen dan multidistribusi yang kami terapkan membuat kami tetap leluasa dan cekatan dalam men- emukan peluang danmelakukan pendekatan yang tepat terhadap kebutuhan nasabah di berbagai segmen pasar yang kami mi- liki, sehingga meskipun terjadi penurunan pendapatan, basis nasabah kami justru mening- kat,” ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Investor

JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Bank Bukopin Tbk menyetujui untuk membagikan membagikan divi- den dengan rasio sebesar 30% atas laba bersih tahun 2015. Dua bank tersebut masing-masing melaksanakan RUPST pada 28 April 2016. Bank Bukopin memutuskan membagikan dividen Rp 289,29 miliar atau 30% dari laba bersih tahun 2015 sebesar Rp 964,3 mil- iar. Sedangkan Bank Danamon membagikan dividen kepada pemegang saham dengan rasio 30% senilai Rp 717,99 miliar, atas laba bersih tahun 2015 yang sebesar Rp 2,39 triliun. Direktur Utama Bank Da- namon Sng Seow Wah men- gatakan, RUPST perseroan menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp 717,99 miliar yang merupakan Rp 74,90 per lembar saham. Sisa laba sete- lah pajak ( earning after taxes ) di luar dividen, yakni 1% akan dialokasikan untuk cadangan wajib perseroan sesuai keten- tuan pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas (PT). “Sisa JAKARTA – Badan Penyeleng- gara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dalam hal pengelolaan dana akan menin- gkatkan ekposur investasi pada sektor riil, seperti properti dan infrastruktur. Selain merupakan alternatif bentuk pengelolaan dana investasi, hal tersebut untuk mendukung program pri- oritas pemerintah yaitu program Satu Juta Rumah dan pembangu- nan infrastruktur. Total dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan pada Maret 2016 telah mencapai Rp 218 triliun dengan target imbal hasil pada 2016 mencapai 9,42%. Aset alokasi investasi di surat utang 51%, deposito 19%, saham 21%, reksa dana 8%, serta properti dan penyertaan langsung 1%. Adapun porsi alokasi investasi terbesar surat utang diputar di instrumen surat berharga ne- gara (SBN) sebesar 41%. “Kami wajib mengalokasikan ke SBN dan pemanfaatannya itu digunakan untuk infrastruktur. Kami juga mendukung BUMN menghadirkan produk-produk yang inovatif dan mendukung proyek infrastruktur,” kata Di- rektur Utama BPJS Ketena- JAKARTA – Allianz Indonesia mencatatkan pendapatan premi bruto gabungan dari lini asur- ansi jiwa dan umum sebesar Rp 10,04 triliun tahun 2015, menu- run 7,4% dibandingkan tahun 2014. Penurunan premi bruto juga diikuti oleh penurunan laba bersih 0,4% menjadi Rp 840 miliar. Kendati demikian, aset Al- lianz Indonesia meningkat 3,6% mencapai Rp 29,8 triliun. Country Manager dan Direk- tur Utama Allianz Life Indonesia JoachimWessling menjelaskan, banyaknya tantangan yang di- hadapi perusahaan tahun lalu menyebabkan penurunan pada premi bruto dan laba bersih. Hal ini terutama terjadi pada industri asuransi jiwa dari sisi permintaan yang menurun seir- ing perlambatan ekonomi. Sementara itu, lini asuran-

CSR BRI Direktur Kelembagaan Bank BRI Kuswiyoto(kedua kanan), Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan (kedua kiri), Sekjen Kementerian Agraria dan Tata Ruang Heri Santoso (kanan), dan Ketua DKM Masjid Nuuruur Rahman Kementerian Agraria dan Tata Ruang Djamaludin berfoto bersama setelah memberikan bantuan CSR pembangunan masjid di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang RI senilai Rp1 miliar di Jakarta, pekan lalu.

pedagang setorkan akan memi- liki struk tanda terima yang sah dan tercatat pada sistem Bank DKI” ujar Kresno. Dia menegaskan, penyalu- ran kredit kepada Pedagang UMKM ini senantiasa men- erapkan prinsip kehati-hatian dengan memperhatikan ke- mampuan usaha para peda- gang UMKM. “Kami senantiasa bekerjasama agar fasilitas yang diberikan lebih tepat sasaran,” katanya. Bank DKI terus menginten- sifkan penyaluran kredit kepada sektor UMKM seperti pembe- rian kredit kepada pedagang UMKM binaan Dinas Koperasi dan UMKMP DKI Jakarta den- gan plafond masing-masing sebesar Rp10 juta yang terpusat di Fatahillah dan Pasar Taman Puring. Maret 2016 kemarin, Bank DKI juga kembali menyalurkan kredit Monas 25 senilai total Rp1,5 miliar kepada pedagang PD Pasar Jaya untuk jangka waktu 1 tahun. (mam) punan dana pihak ketiga (DPK), yakni bertumbuh 19,4% menjadi Rp 81,3 triliun. Dari nilai tersebut, dana mu- rah bertumbuh 6,3% menjadi Rp 24,9 triliun. Sedangkan deposito masih menjadi kontributor uta- ma dengan porsi sebesar 56,4% dari total simpanan.”“Dengan pencapaian pada kuartal per- tama, kami optimisis bisa men- capai target tahun ni dengan be- ragam inovasi dan peningkatan layanan kepada konsumen,”kata dia. (gtr) Perubahan Pepres Terkait penyaluran pembi- ayaan, Raharjo memaparkan, perseroan tengah meminta agar bisnis tersebut tidak dihapus dari SMF. Pasalnya, jelas dia, kalau mengacu terhadap Pasal 20 di Peraturan Presiden (Per- pres) Nomor I Tahun 2008 lini usaha tersebut tidak dapat lagi dijalankan SMF mulai tahun 2018. Raharjo menegaskan, saat Perpres tersebut ditetapkan dari sisi pemerintah kita berek- spetasi kalau 10 tahun ke depan atau tepat tahun 2018 perbankan di Indonesia sudah siap men- jalankan sekuritisasi. Namun, hingga akhir tahun 2015 baru BTN saja yang siap dan sudah rutin melakukan sekuritisasi atas jaminan ( under- lying ) kredit kepemilikan rumah (KPR) dengan SMF. “Di samping itu, Indonesia juga tengah memiliki program satu juta rumah. Berdasarkan hal itu, kami telah meminta perpanjangan menggarap bisnis pembiayaan kepada pemerintah. Adapun, kini perubahan atas Perpres itu sudah ada di Kemen- terian Hukum dan HAM,” papar dia. (mam)

masing-masing terdiri dari 31 pedagang dari pasar kampung makasar, 16 pedagang dari pasar enjo, 15 pedagang dari pasar jl Nusa, 9 dari pisangan baru, pasar Jangkrik, 8 dari JT04 (pisangan baru), 7 dari pasar rebo dan cibubur, 6 dari pasar JT 20, pasar Cililitan, JT 38 (Pasar Rebo), JT 32 (Rawamangun), JT 20 (Pulogadung), 5 dari JT 39 (Pasar Rebo), JT 29 (Puloga- dung), 4 dari pasar Munjul, 1 dari JT 43 (Pasar Rebo), JT 31 (Rawamangun), JT 05 (Pisangan Baru). Dalam kesempatan ini Bank DKI juga menyalurkan kredit tanpa agunan (KTA) kepada pedagang dari Rusun Jatin- egara dan Rusun Pulo Gebang, masing-masing sebanyak 3 pedagang. Dalam penyaluran kredit ini Bank DKI memberikan layanan cash pick up dengan mobile col- lection yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. “Setiap angsuran yang para 67,1 triliun. Dari nilai tersebut, sekitar 40,3% disalurkan kepada segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM), seg- men komersial sebesar 36,9% dan mikro sebesar 12,5%. “Pada kuar- tal I-2016, pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen, per- tumbuhan tertinggi terjadi di seg- men mikro,yakni sebesar 33,7% menjadi Rp 8,4 triliun, disebabkan oleh pertumbuhan kredit untuk para pensiunan”kata dia. T ingginya per tumbuhan kredit didukung oleh penghim- Kebijakan pemerintah terkait pengadaan obligasi daerah dinilai juga dapat menjadi pe- luang bagi perseroan untuk meningkatkan kerja sama den- gan bank pembangunan daerah (BPD) ke depan. Sejauh ini, SMF memiliki rekanan aktif soal pembiayaan sebanyak sembilan bank. “Pada kuar tal I lalu, ada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang menarik pinja- man Rp 1 triliun dan BPD Riau Kepri Rp 190 miliar. Ke depan, kami berharap ada tambahan dua-tiga BPD lagi, di luar re- kanan yang sudah ada,” ungkap Raharjo. Berdasarkan laporan keuan- gan ( unaudited ), tercatat akumu- lasi total aliran dana dari pasar modal yang SMF salurkan ke pasar pembiayaan primer peru- mahanmencapai Rp 21,44 triliun sampai kuartal I-2016. Nominal itu, terdiri dari sekuritisasi Rp 5,65 triliun dan pembiayaan ( repo ataupun fi- nancing ) sekitar Rp 15,79 triliun. Kemudian, dari sisi akumu- lasi pembiayaan yang ada, kini hanya tersisa Rp 9,03 triliun yang masih dicatatkan di dalam aset perusahaan pelat merah itu.

Oleh Devie Kania

JAKARTA – PT Sarana Multigriya Financial (Persero) atau SMF menyatakan tengah bersiap menerbitkan obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB) III Tahap VI sebesar Rp 1 triliun.

“Penyaluran kredit ini juga merupakan komitmen Bank DKI dalam mendukung pro- gram kerja Pemerintah Provin- si DKI Jakar ta ser ta dalam rangka meningkatkan interme- diasi perbankan kepada sektor UMKM. Penyaluran kredit ini merupakan bentuk sinergi antar BUMD/ SUPD dan perwujudan fokus bisnis Bank DKI yakni DKI Business Linkage,” kata Direktur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi di Jakarta, be- lum lama ini. Penandatangan perjanjian kredit tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Walikota Jakarta Timur, BambangMusya- wardana, Kepala Dinas Koperasi UMKM, Bapak Irwandi, Direk- tur Utama Bank DKI, Kresno Sediarsi, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Bapak Lutfi Rach- man dan Direktur Utama PT. Jamkrida DKI Jakarta, Bapak Chusnul Ma’arif. Lebih lanjut Kresnomengung- kapkan, pedagang yang dibiayai oleh pendapatan berbasis biaya ( fee based income ) yang mening- kat dari Rp 268 miliar pada kuar- tal I-2015 menjadi Rp 323 miliar pada kuar tal I-2016.”Berkat komitmen dan kerja keras, kami masih melanjutkan pecapaian di atas rata-rata industri pada tahun lalu,”tukas dia dalamketerangan tertulis yang diterima Investor Daily , Minggu (1/5). Glen melanjutkan, peningka- tan pendapatan bunga disebab- kan oleh penyaluran kredit yang meningkat 21,3% menjadi Rp pelat merah ini selalu rutin menerbitkan surat utang, sep- erti obligasi penawaran umum berkelanjutan (PUB) ataupun medium term notes (MTN). “Jadi setiap tahun, kami rutin menerbitkan obligasi sekitar 3-4 kali. Sementara tahun ini, pers- eroan akan menerbitkan PUB lagi sebelum semester I-2016 berakhir,” ujar dia ketika ditemui di Jakarta, akhir pekan lalu. Adapun, rencana pengumpu- lan dana tersebut tidak terlepas dengan keyakinan SMF terhadap peningkatan permintaan pembi- ayaan, berupa financing maupun repo ( repurchase agreement ). Pasalnya, perusahaan pelat merah ini telah menyalurkan pinjaman baru ( new financing ) sebesar Rp 1,19 triliun pada kuartal I-2016.

JAKARTA – Terus tingkatkan intermediasi perbankan kepada sektor UMKM, Bank DKI salur- kan kredit Monas 25 senilai total Rp1,17 miliar kepada 154 peda- gang UMKM di Jakarta Timur untuk jangka waktu 1 tahun. Pemberian Kredit Monas 25 kepada 154 pedagang UMKM dengan nilai sebesar Rp1,173 miliar ini secara khusus ditu- jukan kepada para PKL yang telah terdaftar di Lokasi Binaan (Lokbin) dan Lokasi Sementara (Loksem). Pemberian fasilitas pembi- ayaan tersebut menggunakan kredit Monas 25 dengan plafond maksimal 10 juta dan mini- malnya 5 juta dengan jangka waktu antara 6 bulan sampai dengan 1 tahun. PKL yang berhak mendapatkan fasilitas Kredit Monas 25 tersebut adalah PKL yang telah memiliki kartu ID PKL berupa kar tu ATM Bank DKI, melakukan pemba- yaran retribusi melalui Bank DKI dan memiliki Kartu Tanda Penduduk DKI. JAKARTA – PT Bank Bu- kopin Tbk mencatat, perole- han laba bersih hingga kuartal I-2016 sebesar Rp 275 miliar. Nilai tersebut meningkat 38,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama Bank Buko- pin Glen Glenardi menjelaskan, pertumbuhan laba bersih pada kuartal I-2016 tersebut, disebab- kan oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 21,2% atau menjadi Rp 2,3 triliun. Selain itu, juga disebabkan Aksi korporasi tersebut meru- pakan bagian dari target pener- bitan obligasi dengan total emisi Rp 2,2 triliun sepanjang tahun ini. Dari sisi SMF, berharap penerbitan surat utang itu dapat efektif pada Juni mendatang. Direktur Utama SMF Raharja Adisusanto mengatakan, saat ini perusahaan yang ia pimpin ten- gah mempersiapkan penerbitan obligasi yang ke-24 dengan tar- get minimal sebesar Rp 1 triliun. Adapun, sekitar Maret 2016 SMF bar u merampungkan penerbitan PUB III Tahap 5 den- gan nominal emisi Rp 630 miliar. Sebagai lembaga jasa keuangan bukan bank (non-bank), SMF tidak diperkenankan mengum- pulkan dana berupa dana pihak ketiga (DPK) seperti perbankan. Oleh sebab itu, perusahaan

Investor Daily/GAGARIN

Penjaminan Kredit Pensiun Dari kiri, Direktur Bank Mantap Nurkholis Wahyudi, Direktur Utama Perum Jamkrindo Diding S. Anwar, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tsapen Pos (Mantap) Nixon LP. Napitupulu, Direktur Penjaminan Bisnis Perum Jamkrindo Bakti Prasetyo, Direktur Operasional & Jaringan Perum Jamkrindo R. Sophia Alizsa, Direktur Keuangan Perum Jamkrindo Rusdonobanu saat penandatanganan kerja sama tentang penjaminan kredit pensiun dan penjaminan kredit umum di Jakarta, pekan lalu. Kerja sama ini sebagai bagian dari sinergi BUMN dalam memberikan pen- jaminan terhadap dana pensiun.

Made with FlippingBook flipbook maker