SP190218

Suara Pembaruan

25

Senin, 18 Februari 2019

Bogor Street Festival CGM 2019 Digelar

[BOGOR] Bogor Street Festival (BSF) 2019 akan di- gelar di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Selasa (19/2). BSF mengusung tagline ajang budaya pemersatu bangsa. Karnaval budaya ini mulai digelar pada pukul 18.30 dengan mengambil te- ma kemasan Katumbiri yang mengandung nilai keindahan dalam keberagaman. Katumbiri adalah Bahasa Sunda yang dipergunakan untuk menyebut pelangi. Fenomena alam yang biasa- nya muncul di bentang langit itu memang menyuguhkan pemandangan yang indah. Fenomena alam yang muncul membentuk pelangi adalah hasil pembiasan si- nar matahari dengan tam- pilan warna yang berbe- da-beda. Namun, justru per- bedaan warna itulah yang membuat katumbiri menja- di indah dipandang. Budaya masyarakat yang tumbuh dan berkembang di Kota Bogor dan sekitarnya ibarat pelangi. Penuh warna

warna katumbiri yang ber- beda-beda tetapi tetap indah di langit yang sama,” kata Ketua Pelaksana Bogor Street Festival Pesta Rakyat CGM 2 0 1 9 , A r i f i n Himawan, Minggu (17/2). Kata dia, persiapan su- dah seratus persen, panitia merencanakan akan me- nampilkan 15 sanggar seni, 25 timliong, dan barongsai dari berbagai daerah. Selain itu, diperkuat juga oleh ber- bagai sanggar seni, komuni- tas, organisasi, masyarakat atau lembaga memang ber- kesempatan untuk mengi- kuti festival tersebut. Panitia juga akan mema- sang sedikitnya 1.000 lampi- on. “Ini yang berbeda pada festival tahun ini karena ada 1.000 lampion yang akan di- pasang di sepanjang jalur lintasan pawai,” tutur Arifin.

Pe r bedaan l a i nnya , waktu pelaksanaan pun akan berubah. Jika tahun sebelumnya dimulai sejak sore, kali ini arak-arakan akan dimulai setelah ibadah salat magrib atau sekitar jam 18.30. Bima Arya mendukung penuh kegiatan tersebut, mulai dari dukungan aspek personel hingga publikasi. “Kami akan backup , teruta- ma dari sisi publikasi. Kami juga akan bantu untuk mengkomunikasikan de- ngan pemerintah pusat agar kegiatan ini terpublikasi menyeluruh,” kata Bima. Bima pun mengingat- kan agar pesta rakyat terse- but harus bersih dari unsur politik mengingat dalam waktu dekat, masyarakat akan menghadapi pilpres dan pileg. [VEN/W-11]

VENTO SAUDALE Peserta mengikuti Bogor Street Festival (BSF) 2018 yang digelar di Jalan Suryakencana, Kota Bogor.

dan berbeda-berbeda satu sa- ma lainnya. Keragaman bu- daya yang berakar pada ke- beragaman suku, ras, agama, dan kepercayaan tersebut se- lama ini telah terpelihara dan tetap hidup dengan baik. Apabila perbedaan itu bisa tetap terpelihara, maka budaya masyarakat Kota Bogor akan menampilkan keindahan dalam kehidup-

an. Indah karena kehidupan bermasyarakat tetap ber- langsung dalam kerukunan antarwarga dan hidup da- lam damai. Keberagaman budaya itulah yang akan ditampilkan pada festival. BSF juga un- tuk memperingati Cap Go Meh (CGM). Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, kegiatan tersebut

bukan acara keagamaan, te- tapi kegiatan budaya. “Pesannya hampir sama dengan tahun sebelumnya, yakni kebersamaan di te- ngah keberagaman, seperti

Bekasi Jaring Wisatawan lewat Festival

SP/MIKAEL NIMAN Rangkaian Festival 2019 menyajikan pergelaran budaya Cap Go Meh di sepanjang Jalan Juanda, Bekasi Timur, yang menyedot perhatian masyarakat.

[JAKARTA] Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi me- ngeluarkan kalender festi- val seni dan budaya 2019. Kalender itu menyajikan beragam festival budaya Bekasi yang mulai digelar s e j ak J anua r i h i ngga Desember mendatang un- tuk menjaring wisatawan berkunjung ke Kota Bekasi. Agenda Festival Budaya 2019 mulai dari pemutaran film yang menceritakan ke- budayaan asli Bekasi hingga festival budaya dalam rang- ka menyambut HUT ke-22 yang diperingati pada 10 Maret 2019. Seusai perhelatan HUT ke-22, Dinas Pariwisata dan Budaya (Parbud) Kota Bekasi merangkai acara, mulai dari wayang golek

hingga festival tabuh gen- dang Dongdang dan seni tari dan beragam atraksi menarik lainnya. "Tujuan dikeluarkannya agenda tahunan 2019 ini, untuk mengenalkan sekali- gus sosialisasi budaya Bekasi. Diharapkan, lebih banyak lagi, warga yang mengenal budaya Bekasi, mengingat penduduk Kota Bekasi merupakan masyara- kat yang multietnis," ujar Kepala Dinas (Kadis) Parbud Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih, Senin (18/2). Berbagai kegiatan wisata budaya dipaparkan dalam kalender Festival 2019 ini, sehingga masyarakat, Kota Bekasi maupun dari luar Kota Bekasi, bisa ikut me- meriahkan setiap acara yang

diagendakan Pemkot Bekasi. Selain itu, kata Zarkarsih, pemerintah daerah sedang membidik para wisatawan untuk berkunjung ke Kota Bekasi. "Tiap tahun, peraya- an Cap Go Meh selalu dipa- dati ribuan warga yang me- nyaksikan di sepanjang Jalan Juanda. Pagelan seni dan bu- daya menyedot para wisata- wan dari luar Kota Bekasi," tuturnya. Sedangkan rangkaian HUT ke-22 Kota Bekasi, sambung Zarkasih, ada agenda khusus yang masih digodok Disparbud Kota Bekasi. "Secara umum, agenda HUT ke-22 mulai diselenggarakan saat pera- yaan Cap Go Meh hingga f e s t i va l budaya pada Maret," imbuhnya. [160]

Made with FlippingBook flipbook maker