SP190218

Suara Pembaruan

Metropolitan

27

Senin, 18 Februari 2019

HBKB di Danau Sunter Meriah Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang di- laksanakan di area Jalan Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, Minggu (17/2), berlangsung meriah. Selain berolahraga, para pengunjung HBKB juga bisa turut memancing ikan di Danau Sunter. Ada pula flash mob dari para pelajar sekolah yang telah menda- patkan penyuluhan dari BNN Kota Jakarta Utara yang berbarengan dengan kegiatan membaca dan me- Kasie Rehabilitasi BNN Kota Jakarta Utara, Novianti Purnamasari menuturkan, gerakan flash mob dimak- sudkan untuk menarik per- hatian masyarakat kota Jakarta Utara agar lebih pe- duli akan bahaya narkotika. "Selain memproteksi diri dan keluarga, kita perlu me- ningkatkan kesadaran ma- syarakat akan pelayanan rehabilitasi bersinergi de- ngan stakeholder di Jakarta Utara sehingga tindakan pencegahan dan kuratif le- bih maksimal," ujar Novi. Ia memaparkan, kesa- daran masyarakat untuk melakukan rehabilitasi terus meningkat dari 120 pasien pada 2017 menjadi 160 pa- sien pada 2018. Harapannya, pada 2019 jumlah pengguna narkoba yang ingin direhabilitasi le- bih banyak lagi. Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau menu- turkan, pihaknya mengajak masyarakat untuk membia- sakan gaya hidup sehat de- ngan berolahraga serta menjauhi narkoba. [C-7] Pertamina Latihan Cegah Kebakaran Terminal BBM Jakarta Grup PT Pertamina Persero mengadakan kegiatan heal- th safety security environ- ment (HSSE) dalam rangka bulan K3 2019, Senin (18/2). Operation Head TBBM Jakarta Group, Hari Purnomo mengatakan HSSE dimaksudkan untuk mencegah kecelakaan kerja ( zero fatality ) sehingga se- makin memicu para pekerja memastikan keamanan dan keselamatan kerja. "Selama 10 hari menda- tang kita akan melaksana- kan kegiatan pelatihan ini melibatkan kurang lebih 200 peserta dibagi ke segmen first aid , inspeksi, seminar kesehatan," ujar Hari, Senin (18/2). Ia menyebutkan, meski briefing keamanan dan ke- selamatan kerja dilaksana- kan setiap hari, pihaknya masih perlu melaksanakan HSSE setahun sekali untuk memacu para pekerja me- ningkatkan produktivitas de- ngan mengedepankan as- pek K3. [C-7] nulis dari Suku Dinas Perpustakaan Jakarta Utara.

Bogor Perlu Memperluas Pertanian Kota

M asalah per- tanian menjadi salah satu hal tidak mudah bagi bangsa Indonesia. Luas lahan per- tanian yang terus-menerus berkurang juga diikuti me- nurunnya jumlah petani di perdesaan, perlu dijadikan salah satu fokus perhatian untuk mendapatkan solusi terbaik. Berbagai upaya te- robosan harus dilakukan sehingga bisa mengatasi masalah pangan secara umum tersebut. Belakangan, pengem- bangan pertanian kota ( ur- ban farming ) pun semakin luas. Biasanya masyarakat perkotaan hanya identik dengan tanaman hias di se- kitar pekarangannya. Kini, komoditas untuk pemenuh- an kebutuhan rumah tangga dan kesehatan pun terus di- perluas. Mulai dari jagung, sayur-sayuran, tanaman rempah, hingga obat-obat- an dan herbal. Sekalipun ti- dak mudah juga mengenal- kan sistem pertanian kota karena berbagai keterbatas- an, mulai dari lahan, wak- tu, tenaga kerja, dan sarana pendukungnya. Praktik pertanian per- kotaan bisa dimulai dari skala pekarangan, kebun campuran, taman lingkung- an, area pemakaman dan lahan terbengkalai. Bogor merupakan salah satu kota yang juga mulai mengim- plementasikan pertanian kota tersebut. Hal itu sudah dilakukan warga RW 13, Kelurahan Kencana, Tanah Sareal, Kota Bogor (Kentagor), Jawa Barat. Warga di RW 13 tersebut sangat aktif mempraktikkan sistem per- tanian kota yang dikerjakan secara mandiri oleh warga- nya. Untuk memudahkan manajemen, RW13 mem- bangun dua kelompok wa- nita tani (KET). KWT Kentagor Mandiri telah membangun kebun sayur mayur diatas lahan seluas 500 meter persegi. Sedangkan KWT Akasia mengelola Kebun Tanaman Obat Keluarga (Toga) dia- tas lahan sekitar 100 meter persegi. Kebun KWT Akasia lebih awal diba- ngun dan sudah menghasil- kan panen jahe merah. Hasilnya sudah dirasakan warga RW13 untuk dikon- sumsi sendiri dan sebagian kecil dijual. “Biasanya kami priori- taskan untuk kebutuhan sendiri dari anggota kelom- pok atau warga RW13. Pengelolaan dalam KWT ini dikerjakan secara go- tong royong dan menguta- makan kebersamaan,” ujar Ketua KWT Kentagor Eka

FOTO-FOTO: SP/HERI SOBA Para penyuluh dari Sukabumi, Jawa Barat, mengunjungi tanaman herbal dan sayur-sayuran yang dikembangkan warga RW 13, Kelurahan Kencana, Kota Bogor (Kentagor), Jawa Barat.

Darwati.

mikian, potensi lahan dan aktivitas dari para wanita di berbagai kawasan bisa dioptimalkan. “Ini bisa menjadi acuan bagi wilayah lain di Kelurahan Kencana dan Kota Bogor secara umum. Selain bisa mengoptimal- kan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan tertentu bagi warga, keberadaan ur- ban farming semakin me- nambah kekompakan dan solidaritas warga,” ujarnya. Dalam berbagai kesem- patan, Guru Besar Arsitektur Lanskap Institut Pertanian Bogor (IPB) Hadi Susilo Arifin menga- takan bahwa sistem perta- nian kota bisa menjadi sa- lah satu solusi bagi kawa- san dengan lahan yang ter- batas. Kota yang dipadati penduduk selalu identik ke- terbatasan lahan, kemacet- an, dan kehidupan masya- rakat yang konsumtif. Namun, jika kota dikem- bangkan dengan sistem tata ruang yang lebih fungsio- Solusi

nal maka semakin member- dayakan lanskap agar lebih produktif. “Kegiatan urban far- ming ini merupakan salah satu solusi multifungsional yang dapat diterapkan di seluruh areal perkotaan,” ujarnya. Selain urban farming , Kentagor juga dikenal cu- kup bagus dalam mengem- bangkan tata kelola masya- rakat serta manajemen sampah terpadu TPS 3R ( reuse, reduce, dan recyc- le ). Hadi mengatakan, per- tanian di perkotaan bisa di- lakukan di pekarangan ru- mah sendiri, jalur hijau, ta- lud, taman kota bahkah di area pemakaman. "Pertanian sekarang ti- dak seperti dulu, pertanian sekarang tidak ndeso, tidak kotor dan tidak miskin," katanya. Ia mengatakan. masya- rakat perkotaan bisa me- manfaatkan kegiatan perta- nian sebagai warung hidup dan apotek hidup sekaligus meningkatkan tambahan

pendapatan atau aktivitas ekonomi bagi ibu-ibu ru- mah tangga. Dikutip dari Antara , Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Jawa Barat, me- ngembangkan urban far- ming untuk menajamkan fokus pembelajaran Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH). "Fokus prodi AGH ada- lah urban farming ini me- rupakan penciri atau ke- khasan dari prodi AGH Polbangtan Bogor," kata Kepala Prodi AGH Wasissa Titi Ilhami. Sebagai salah satu pro- gram studi baru di Polbangtan Bogor, Prodi AGH mulai menajamkan fokus pembelajarannya un- tuk mempelajari urban far- ming. "Fokus ini kami pilih mempertimbangkan letak geografis Bogor sebagai daerah perkotaan," kata- nya. Urban farming merupa- kan praktik budi daya, pemrosesan, dan distribusi bahan pangan di atau seki- tar kota. Hal ini sejalan de- ngan makin menyempitnya lahan untuk pertanian di perkotaan. Wasissa menambahkan, prodi AGH telah mengim- plementasikan urban far- ming ini dikampus seperti membuat vertikultur, wall garden dan hidroponik. "Visi kami adalah mengha- silkan manajer agribisnis dan hortikultura khususnya pertanian perkotaan," kata- nya. Ia mengatakan, mahasis- wa diharapkan dapat meng- aplikasikan aneka model ur- ban farming di kampus Polbangtan sehingga kam- pus menjadi kampus yang hijau dan asri dan menjadi percontohan urban farming di Bogor. [SP/Heri Soba]

Selain banyak dikun- jungi kelompok-kelompok lain dari Bogor dan juga lu- ar Bogor, sistem pertanian kota tersebut juga meraih sejumlah penghargaan dan prestasi tingkat kota dan provinsi Jawa Barat. Terakhir, KWT Kentagor meraih juara per- tama dalam lomba Taman Herbal se-Bogor yang di- gelar Pemkot Bogor dan PT Bintang Toedjoe. Ketua Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor Yane Ardian menyerahkan penghargaan itu kepada Ketua KWT Kentagor Eka Darwati. Yane berharap apa yang sudah dikerjakan di RW 13 tersebut perlu terus dipelihara dan dikembang- kan. Lurah Kencana Syafei sangat berharap warga dari wilayah lain bisa mempela- jari berbagai program yang dikembangkan KWT Kentagor Mandiri dan KWT Akasia. Dengan de-

Warga beraktivitas di lahan pertanian kota di RW13 di Kelurahan Kencana, Kota Bogor (Kentagor), Jawa Barat.

Made with FlippingBook flipbook maker