SP190218

Suara Pembaruan

28

Senin, 18 Februari 2019

Joko Driyono Penuhi Panggilan Polisi

[JAKARTA] Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri, memenuhi panggilan Satgas Antimafia Bola setelah di- tetapkan sebagai tersangka kasus pengerusakan barang bukti. “Kita ikutin saja proses- nya saja," kata Jokdri sing- kat kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya Senin (18/2). Pemilik saham ma- yoritas Persija ini langsung bergegas masuk ke dalam kantor Direktorat Krimum Polda Metro Jaya. Seperti diberitakan, Jokdri sementara ini jadi tersangka kasus pengeru- sakan barang bukti. Jokdri adalah otak yang memerin- tah Muhammad Mardani alias Dani, Musmuliadi ali- as Mus, dan Abdul Gofur untuk merusak, atau meng- hancurkan barang bukti di Kantor Komdis PSSI.

Jodri meminta mereka untuk mengambil recorder CCTV, laptop inventaris be- berapa dokumen, dan HP milik Jokdri. Muhammad Ma rdan i ada l ah sop i r Jokdri. Ketiga nama di atas juga sudah jadi tersangka. Polisi masih menggali motif Jokdri meminta keti- ga orang itu merusak ba- rang bukti di kantor Komdis PSSI meski kantor itu telah dipasang police line. Polisi menduga peru- sakan itu terkait upaya penghilangan jejak dalam pengaturan skor terkait PS Persibara Banjarnegara. Pengusutan kasus pengatur- an skor memang berawal dari pelaporan mantan ma- n a j e r P S P e r s e b a r a Ba n j a r n e g a r a La k smi Indaryani. Sejauh ini polisi telah menetapkan 15 ter- sangka termasuk Jokdri. Sebelumny, tim Satgas

Satgas Antimafia bola juga menunjukkan beberapa ba- rang bukti hasil gedelah di apartemen itu seperti uang, bukti transaksi, dokumen, handphone, dan "laptop" atau komputer jinjing. "Bukti transaksi banyak se- kali, ada yang angkanya sampai Rp 500 juta, Rp 300 juta," ucap Hendro. Lebih lanjut Hendro menyatakan, sejak Satgas Antimafia Bola dibentuk pada 21 Desember 2018, hingga saat ini sudah mem- buat lima laporan polisi. Terkait kemungkinan adanya tersangka lain, ucap dia, Satgas Antimafia Bola akan mempelajarinya terle- bih dahulu baik dari doku- men-dokumen ataupun bukti-bukti digital yang te- lah disita sebelumnya. "Tentunya apakah ada kemungkinan tersangka yang lain, banyak dokumen

-dokumen yang sedang kami pelajari baik itu adanya alir- an dana, bukti-bukti digital yang tentunya perkembang- an berikutnya nanti akan di- sampaikan," ujarnya. Untuk diketahui, pene- tapan Jokdri tersangka ber- awal dari pengembangan atas penetapan tiga tersang- ka sebelumnya terkait peru- sakan dan pencurian barang bukti di lokasi atau tempat yang jadi sasaran penggele- dahan dan penyitaan Satgas Antimafia Bola. "Ternyata dari pemerik- saan kami, ketiga tersangka tersebut tidak melakukan sendiri, ada yang memerin- tahkan untuk menghilang- kan barang bukti yang pe- nyidik rasa sangat penting kaitannya dengan pem- bongkaran pengaturan skor yang sedang ditangani Satgas Antimafia Bola," ka- ta Hendro. [Ant/B1/G-5]

ANTARA

Joko Driyono

Antimafia Bola menyita uang Rp 300 juta dari hasil penggeledahan apartemen milik Jokdri di Taman

Rasuna, Jakarta Selatan. Menurut Ketua Satgas Antimafia Bola Brigjen Pol Hendro Pandowo, tim

Made with FlippingBook flipbook maker