ID180809

KAMIS 9 agustus 2018

24

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

asional bisa menjadi suatu kendala dalam mengembangkan skala bisnis mereka di Indonesia. Kolaborasi kami dengan Cocowork menawarkan potongan harga biaya sewa co-working space di COCOWORK@UOB Plaza,” kata Pardi dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily , Rabu (8/8). Tidak seperti penyewaan ruang kerja tradisional yang biasanya mem- butuhkan komitmen dua hingga tiga tahun, co-working space menawarkan pengusaha sebuah fleksibilitas dalam menentukan durasi sewa berdasarkan kebutuhan mereka. Pengeluaran biaya di muka yang digunakan untuk renovasi dan perabot kantor atau untuk mengelola tugas-tugas seperti mengatur utilitas atau layanan internet juga tidak lagi diperlukan. Kolaborasi UOB dengan Cocowork merupakan salah satu rangkaian kerja sama MOU yang terjalin antara UOB Group dengan co-working space lainnya di wilayah Asia Tenggara seper ti Common Ground (Malaysia), WORQ (Malaysia), Toong (Vietnam) dan 80RR Fintech Hub SG (Singapura). “Dengan memanfaatkan jaringan regional UOB Group, kami akan membantu menghubungkan ang- gota Cocowork yang ingin berek- spansi di wilayah Asia Tenggara dengan co-working spaces lainnya di wilayah tersebut, dimana mereka dapat menikmati keuntungan dari harga penyewaan co-working space yang istimewa. Biaya set-up yang lebih rendah untuk berekspansi ke luar negeri akan memungkinkan mereka untuk mencapai kinerja bisnis yang lebih baik,” terang Pardi. Sementara itu, CEO dan Co- Founder Cocowork Carlson Lau mengungkapkan, sebagai salah satu pemimpin pasar di Indonesia dengan 3.500 anggota di 21 lokasi di Jakarta dan Medan, pihaknya percaya bahwa coworking akan menjadi platform agar para pelaku bisnis dapat saling berbagi dan berkolaborasi mengembangkan bisnis. “Kami sangat mendukung komunitas startup dan UKM dengan menciptakan budaya kolaborasi dan berbagi ilmu pengetahuan. Melalui kerja sama dengan UOB Indonesia, member kami dapat memiliki peluang untukmengembangkan bisnis mereka di Asia Tenggara,” jelas Carlson. (nid)

JAKARTA – PT Bank UOB Indone- sia bekerja sama dengan Cocowork, salah satu penyedia ruang kerja bersama atau co-working spaces, un- tuk meresmikan COCOWORK@ UOB Plaza. Peluncuran co-working space tersebut merupakan dukun- gan perseroan terhadap perusahaan rintisan ( start-up ) dan usaha kecil dan menengah (UKM) dalam pengelolaan biaya operasionalnya. Peresmian tersebut merupakan ba- gian dari memorandum of understand- ing (MOU) antara UOB Group dan Cocowork pada Maret lalu. Nasabah UOB Indonesia, mulai dari start-up hingga UKM dapat menikmati po- tongan biaya sewa khusus sebesar 20% di COCOWORK@UOB Plaza. Melalui inisiatif ini, UOB Indonesia bertujuan membantu nasabah dalam pengelolaan biaya operasional mereka. Sebagai bagian dari kolaborasi, UOB Indonesia juga akan menye- diakan seluruh anggota co-working space Cocowork dengan solusi keuan- gan yang sesuai kebutuhan mereka, seperti pinjaman, cash management , dan produk pembiayaan perdagangan untuk membantu mengelola bisnis. Perusahaan start-up maupun UKM yang menggunakan co-working space juga memperoleh akses pilihan pem- biayaan alternatif melalui kemitraan UOB dengan perusahaan-perusahaan pendanaan ekuitas yangmerata ( crowd funding ) dan perusahaan utang usaha ( venture debts ), seperti OurCrowd dan InnoVen Capital. Channels Director UOB Indone- sia Pardi Kendy mengatakan, UOB Indonesia senantiasa berkomitmen dalam mendukung perusahaan start- up dan UKM agar dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan. Selain itu, para bankir UOB juga dapat memberikan solusi keuangan untuk mengembangkan bisnis mereka. Cocowork juga menyediakan peluang bagi para nasabah untuk terhubung dengan penyewa lain, termasuk perusahaan start-up lain, perusahaan teknologi, perusahaan pemasaran digital, dan penyedia layanan profesional, seperti penga- cara, akuntan, dan spesialis properti intelektual untuk peluang kolaborasi. “Kami memahami ambisi perusa- haan-perusahaan start-up dan UKM, dan kami sadar bahwa biaya oper-

MiTreasure Optimax Protection Presdir & CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster (dua dari kiri) dan Managing Director, Head of Treasury & Markets PT Bank DBS Indonesia (DBSI) Bimo Notowidigdo (dua dari kanan), menandatangani piagam kerja sama peluncuran produk asuransi MiTreasure Optimax Protection, disaksikan Bancassurance Head DBSI Natalina Syabana dan Head of DBS Partnership Business Malulife Indonesia Richard Ferryanto (kiri) di Jakarta, Rabu (8/8). Produk asuransi tersebut dirancang untuk melindungi para nasabah yang memiliki nilai aset tinggi (High Net Worth) dan berharap dapat menyiapkan pengelolaan warisan (legacy planning).

layanan di Tanah Air. BUMN jasa keuangan ini telah beroperasi di 34 provinsi. “Untuk penyaluran pem- biayaan sudah di atas target. Pada semester I tahun ini, penyaluran pembiayaan Rp 5 triliun, yang ter- diri atas segmen Sekaar (pinjaman hanya Rp 2-5 juta) senilai Rp 1,8 triliun, serta yang lain untuk segmen ULaMM (pinjaman lebih dari Rp 5 juta-5 miliar), dan sedikit untuk PNM Venture Capital (sekitar Rp 400 miliar),” ujar dia. Dia juga menjelaskan, nasabah Mekaar 3.175.000 dan ada penugasan untuk menambah jumlah nasabah ini menjadi 4 juta hingga akhir tahun ini. Meski tidak mudah untuk membina pelaku usaha segmen ini agar bisa untung usahanya, PNM optimistis target ini tercapai. Sementara itu, jum- lah nasabah ULLaM sekitar 67.000. Sedangkan target total penyaluran pembiayaan semester II ini sekitar Rp 4,5 triliun. Dengan demikian, target sepanjang 2018 sebesar Rp 9 trilliun akan bisa dicapai. Untuk laba bersih tahun ini seben- arnya cuma ditargetkan Rp 30 miliar. Namun, melihat perkembangan per- olehan semester I lalu yang bagus, diperkirakan bisa lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang Rp 32 miliar. Seiring dengan membaiknya bisnis, maka rasio kredit bermasalah pun turun. “NPL gross untuk Juni lalu 2,3% dan Juli turun jadi 2,14%,” papar dia. kesehatan, yang disediakan PT Allianz Life Indonesia, dengan menempatkan dana baru sebesar Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar di Tabungan MAKSI, yang akan di- hold selama setahun. DalamprogramtabunganMySaveR, nasabah akan mendapatkan kepeser- taan asuransi kesehatan selama satu tahun, tanpa memerlukan masa tunggu maupun medical check-up , dan dapat diberikan sebagai hadiah kepada anggota keluarga nasabah, baik kepada orang tua, kakak/adik, pasangan maupun anak selama penerima kartu asuransi merupakan nasabah Maybank dengan usia 65 tahun ke bawah. “Pr ogram MySaveR memun- gkinkan nasabah dapat melakukan perencanaan keuangan secara menye- luruh, dengan menabung sekaligus mendapatkan nilai tambah memper- oleh proteksi asuransi kesehatan. Dengan mengikuti program ini, dana nasabah tetap dapat terlindungi dan tetap mendapatkan bunga tabungan, sekaligus nasabah tidak terbebani dengan biaya kesehatan,” papar Jenny. (nid)

Sebelumnya, PNM menyalurkan pembiayaan ke UMKM secara tidak langsung atau melalui bank-bank maupun bank perkreditan rakyat (BPR). Pada tahun 2008, PNMmelak- ukan transformasi bisnis berupa penyaluran pembiayaan secara lang- sun g ke UMKM dengan mendirikan ULaMM(Unit LayananModal Mikro). Sejak 2015, ada penugasan baru lewat program Mekaar, yang membina ekonomi keluarga sejahtera. Hingga kini, bisnis ULaMM maupun Mekaar tumbuh pesat. Sejak tahun 2009, PNM juga men- diversifikasi sumber pendanaannya melalui kerja sama dengan pihak ketiga, yaitu perbankan dan pasar modal. Hal ini sekaligus membuk- tikan bahwa dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai penggerak sektor UMKM, PNM menerapkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan best practices dari suatu perseroan terbatas yang memiliki komitmen yang baik. Tercatat, sejak 2009, PNM mampu meraih kepercayaan dari perbankan dan sejak 2012 PNM juga berhasil memperoleh pendanaan dari pasar modal, antara lain melalui penerbitan obligasi. Hal ini mendukung optim- alisasi tugas pengembangan UMKM yang diamanatkan pada PNM. Virus Kewirausahaan Arief Mulyadi menjelaskan, pi- haknya terus memperluas jangkauan dana murah ( current account saving account /CASA). Saat ini komposisi CASA terhadap dana pihak ketiga (DPK) perseroan sebesar 40%. Hingga akhir tahun porsi dana murah tersebut akan dipertahankan. “CASA 40%, sudah bertahun-tahun harapannya untuk pertahankan rasionya di 40%,” tutur Thila. Di samping itu, produk tersebut juga dapat meningkatkan pendapatan berbasis komisi ( fee based income ) perseroan. Adapun, fee based disum- bang dari transaksi kartu kredit, cash management , trade finance , bank garansi, serta bancassurance . “Pada Juni bancassurance kami tumbuh 41% (yoy), bancassurance ini menyum- bang 11-12% pendapatan nonbunga. Targetnya tahun depan bancassurance bisa berkontribusi 15% untuk fee based income ,” terang Thila. Sementara itu, Direktur Community Financial Services (CFS) Maybank In- donesia JennyWiriyantomenjelaskan, program MySaveR adalah program tabungan, di mana nasabah secara gratis akan mendapatkan asuransi

Oleh Ester Nuky

BANTUL – Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Arief Mulyadi optim- istis, pihaknya bisa kembali meraih dana dari pasar modal lewat Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III senilai Rp 5 triliun hingga tiga tahun ke depan. Penyaluran pembiayaan BUMN yang fokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini diperkirakan tetap tumbuh baik tahun ini, demikian pula laba bersihnya.

Investor Daily/IST

para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Perusahaan ini didirikan oleh pe- merintah melalui Peraturan Pemer- intah RI Nomor 38/99 Tanggal 29 Mei 1999, yang kemudian disahkan oleh peraturan Menteri Kehakiman RI Nomor C-11.609.HT.01.TH.99 Tanggal 23 Juni 1999. Pendirian PNM kemudian dikukuhkan lewat SKMenteri Keuangan RI Nomor 487/ KMK.017/1999, Tanggal 13 Oktober 1999, yang menunjuk PNM sebagai BUMN Koordinator Penyalur Kredit Program Eks Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI). ucap dia. Sementara itu, meski perseroan belum akan menaikkan suku bunga kreditnya, Maybank Indonesia telah menyesuaikan tingkat bunga deposito sebesar 25-75 bps tergantung dari ten- ornya. Hal tersebut dilakukan seiring dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) dan kenaikan tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). “Deposito pasti naik, terutama yang tiga bulan, enam bulan itu sudah naik 25-75 bps. Kenaikannya tergantung jumlahnya dan tenornya, kami naikkan karena LPS sudah naik, BI 7DRRR juga sudah naik 1%,” kata Thila. Luncurkan Program MySaveR Sementara itu, Menurut Thila, salah satu cara yang dilakukan perseroan untuk bisa menjaga agar suku bunga kredit tidak naik adalah dengan men- jaga biaya dana ( cost of fund ). Untuk itu, perseroan meluncurkan program tabungan dengan asuransi kesehatan secara gratis bernama MySaveR yang dapat meningkatkan pertumbuhan

“Untuk mendukung pendanaan, tahun ini kami akan kembali menarik obligasi dengan penerbitan PUB III yang waktunya 3 tahun. Saat ini, dana dari bank porsinya hanya sekitar 20- 30%. Sedangkan total pembiayaan yang kami butuhkan hingga akhir tahun 2018 sekitar Rp 11 triliun,” kata dia saat kunjungan kerja di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (8/8). PNM didirikan sebagai bagian dari solusi strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan pem- erataan ekonomi masyarakat melalui pengembangan akses permodalan dan program peningkatan kapasitas bagi haknya menyiapkan beberapa strategi agar NIM tidak tergerus terlalu dalam, yakni dengan fokus pada nasabah kon- sumer untuk meningkatkan transaksi, selain itu, di Unit Usaha Syariah juga sudah bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta ada produk My Arafah yang khusus nasabah menegah ke bawah untuk tabungan haji. “NIM pasti tergerus, saat ini NIM kami masih di bawah 5%, akhir tahun ini kami prediksi NIM akan turun 25 basis poin (bps) karena tidak naikkan bunga. Untuk itu kami jaga dengan produk kami dengan fokus pada nasabah konsumer, meningkatkan transaksi, pembelian asuransi,” jelas Thila. Dia juga mengatakan, Maybank akan menahan kenaikan suku bunga kredit. Sebab, ketika industri perb- ankanmenurunkan bunga kredit pada awal tahun, perseroan justru memilih untuk menahan. “Karena sejak awal tahun kami mempertahankan bunga kredit ketika yang lain menurunkan, jadi kami tidak ingin naik secara cepat juga karena tidak fair bagi nasabah,”

Literasi Keuangan Untuk Petani Direktur Operasional dan Marketing Bhinneka Life Lina Bong berdialog dengan para petani Tasikmalaya di sela kegiatan Pelatihan Perencanaan Keuangan yang diadakan di Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (8/8). Kegiatan Literasi dan Edukasi Perencanaan Keuan- gan di bidang Asuransi bagi anggota BUMDes ini sebagai langkah dukungan Bhinneka Life terhadap upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan melalui perencanaan keuangan menuju masyarakat ‘well literate’.

tumbuhan ekonomi dulu,” papar Thila di Jakarta, Rabu (8/8). Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi perseroan, penyaluran kredit bank only pada semester I-2018 sebesar Rp 111,3 triliun, tumbuh 3,22% secara tahunan ( year on year / yoy). Dengan per tumbuhan yang tipis tersebut, perseroan tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit secara konsolidasi sekitar 6-8% (yoy). “Kredit Juni tumbuh 6%, jadi harapan kami akhir tahun ini kredit dijaga antara 6-8% secara konsolidasi. Kami agak susah juga, karena mau tidak mau ada proyek pada akhir tahun tapi belum masuk, dan baru masuk tahun depan,” ungkap dia. Adapun penyumbang kr ed i t perseroan pada semester pertama tahun ini berasal dari kredit infrastruk- tur yang meningkat lebih dari 70%. Kredit infrastruktur tersebut mayor- itas disalurkan pada badan usaha milik negara (BUMN) Karya. Di samping itu, Thila mengun- gkapkan, dengan tidak menaikkan suku bunga kredit akan berdampak pada NIMyang tergerus. Untuk itu, pi-

JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk belum menaikkan suku bunga kredit di tengah tren kenaikan suku bunga. Hal ini un- tuk menggenjot permintaan kredit perseroan pada semester II-2018. Se- mentara itu, pada semester pertama, pertumbuhan kredit konsolidasian Maybank sebesar 5,94% menjadi Rp 127,06 triliun dibandingkan tahun lalu Rp 119,93 triliun. Direktur Keuangan Maybank In- donesia Thila Nadason mengatakan, dengan tidak menaikkan suku bunga kredit, hal ini akan berdampak pada penurunan margin bunga bersih ( net interest income /NIM) perseroan. Hingga semester I-2018, NIM May- bank tercatat di posisi 4,19%, menurun dibandingkan posisi sama tahun lalu 4,58%. “Kami pertahankan bunga di posisi sekarang, kami akan usahakan tetap, mau tidak mau NIM tergerus sedikit. Tapi ini untuk mendorong kredit, kar- ena sekarang kredit slow, konsolidasi kredit hanya tumbuh 6%, maka kami tidak mau menaikkan bunga kredit secara cepat, melihat perbaikan per-

Made with FlippingBook - Online magazine maker