SP160819

Utama

Suara Pembaruan

2

Jumat, 19 Agustus 2016

Arcandra Jadi Penasihat Presiden?

S etelah diberhentikan dengan hormat seba- gai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena status warga negara asing, Arcandra Tahar bakal sege- ra mendapatkan kembali status sebagai warga negara Indonesia (WNI). Setelah menjadi WNI lagi, Arcandra disebut-sebut bakal mendapatkan jabatan penting. “Arcandra akan ditun- juk menjadi penasihat pre- siden bidang energi. Komunikasi antara pihak Arcandra dan Presiden terus dilakukan secara

intens. Respons di sana (Istana) juga positif,” ujar sumber SP di Jakarta, Kamis (18/8) malam. Dikatakan, alasan untuk menempatkan Arcandra di posisi itu karena dia memiliki keah- lian di bidang energi. Apalagi, keahliannya itu diakui dunia. “Kami mengatakan kepada Presiden, ambil langkah konkret saja. Tidak usah mengginakan pertim- bangkan politis. Akan sangat bermanfaat kalau Arcandra diberi kepercaya- an untuk bidang energi

sebab dia memang mum- puni,” katanya. Dikatakan, Arcandra juga tengah dilirik untuk bisa menjadi orang nomor satu di Pertamina. Salah satu alasan ada- lah persiapan pemba- ngunan infrastruktur blok Masela yang segera dimulai. Kelancaran pembangunan infrastruktur di Blok Masela sangat ditentukan oleh perencana- an yang matang. “Arcandra adalah sosok yang paling tepat di situ dan tidak ada masalah pelanggaran hukum kalau mengurus Pertamina,” katanya.

Terkait kontroversi kewarganegaraan ganda Arcandra, sumber itu menegaskan, pria yang sudah 20 tahun tinggal di Amerika Serikat itu dinilai layak untuk mendapatkan jabatan di bidang energi. “Status dwikewarganegara- an itu sedang diproyeksi- kan untuk dibahas di DPR. Sementara, untuk sesuatu yang perlu dieksekusi, ya, bisa segera dilakukan. Saya kira DPR mendukung dia (Arcandra), jika presiden menempatkannya di bidang energi, salah satunya di Pertamina,” katanya. [W-12]

PilgubDKI Jakarta PlatformAhok Paling Dekat dengan PDI-P

[JAKARTA] Langkah pen- dekatan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Partai Demo k r a s i I n d o n e s i a Perjuangan (PDI-P) agar dapat diusung sebagai calon gubernur (cagub) pada Pilgub DKI Jakarta 2017, dinilai sangat logis. Sebab, PDI-P merupakan penyokong utama Ahok, baik saat menjadi wakil gubernur (wagub) mendam- pingi Joko Widodo, maupun sekarang saat menjadi guber- nur DKI Jakarta berpasang- an dengan Djarot Saiful Hidayat. Di samping utama, alas- an yang lebih substansial adalah platform politik sangat d e k a t d e ng a n PDI - P. Konsistensi partai banteng dalam memperjuangkan kebinekaan dan keindonesi- aan, menjadi jaminan bagi Ahok dalam upayanya melanjutkan kepemimpinan di Jakarta. Demikian rangkuman pandangan pengamat politik Syarwi Chaniago dan pakar politik dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Muradi, secara terpisah, Jumat (19/8). Keduanyamenanggapi menguatnya sinyal PDI-P bakal mengusung pasangan petahanaAhok-Djarot dalam Pilgub DKI tahun depan. Posisi PDI-P bagi Ahok sangat strategis. PDI-Pmeru- pakan partai dengan jumlah kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta, yakni 28 kursi, dan menjadi satu-satunya partai yang bisa mengusung pasangan cagub-cawagub tanpa harus berkoalisi. Selain itu, sebagai pen- dukung utama, investasi politik PDI-P kepada Ahok dalam empat tahun terakhir sangat besar. Bahkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menginstruk- sikan kadernya di DPRD untuk mengawal pemerin-

tahan Ahok-Djarot hingga akhir masa jabatan pada 2017. Garansi dari Megawati itu membuat Ahok mampu melewati ganjalan politik dari parlemen selama men- jadi gubernur menggantikan Jokowi sejak 19 November 2014. Menurut Muradi, di sam- ping alasan-alasan tersebut, Ahok juga menyadari bahwa secara platform politik, dia lebih dekat dengan PDI-P, bukan partai lain. “Sebab, hanya PDI-P yang selama ini konsisten dengan kebineka- an dan keindonesiaan. Kepemimpinan Ahok yang berbasis pada penguatan kebinekaan dan keindonesi- aan tersebut sejalan dengan platform PDI-P, sehingga menjadi garansi bagi Ahok untuk melanjutkan kepemim- pinannya di Jakarta,” jelas Muradi. Dia menilai, PDI-Pmemi- liki daya tawar yang lebih besar dibandingkan partai-par- tai lain, termasuk tiga parpol yang terlebih dahulu mendu- kung Ahok, yakni Golkar, Hanura, dan Nasdem. Menurutnya, ada tiga posisi tawar PDI-P. Pertama , sebagai partai yang bisa mencalonkan pasangan tanpa harus koali- si. Kedua , memiliki banyak alternatif berkoalisi dengan mengusung pasangan selain Ahok-Djarot, seperti duet Tri Rismaharini-Sandiaga Uno. Ketiga , kader militan PDI-P akan mampu menjadi mesin politik yang efektif. Sedangkan , Sya rwi Chaniago melihat, aroma PDI-P akan mengusung Ahok-Djarot semakin men- dekati kenyataan. Sinyal itu terbaca dari komentar Sekjen PDI-PHasto Kristiyanto yang mengisyaratkan Ahok yang sudah mendaftar ke PDI-P. “Pernyataan Hasto ini bagi-

Gerindra yakni Sandiaga Uno. Dia masih berharap PDI-P tetap di Koalisi Kekeluargaan. “Namun kalau PDI-P ternyata mendukung Ahok, kita tidak bisa berbuat banyak. Kita akan terus bertarung dengan calon yang telah diputuskan,” katanya. Pada Jumat (19/8) sore, Partai Gerindra kembali menggelar rapat untuk mem- bahas perkembangan Pilgub DKI Jakarta. Pendapat senada disam- paikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon. Dia menegaskan tidak terpengaruh dengan klaim Ahok yang menyatakan telah mendapat dukungan PDI-P. “Kalau klaimAhok, itu belum final, sehingga masih bisa kita komunikasikan. Tapi jika sudah final, tentu kami akan lakukan strategi lain,” kata Fadli. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini juga mene- gaskan, setiap parpol memi- liki otoritas masing-masing dalam menentukan bakal calon kepala daerah. “Tentu hak PDI-P untuk mendukung calon tertentu,” jelasnya. Untuk itu, PKS terus merangkul partai lain untuk diajak berkoalisi. Sejauh ini, kata dia, PKS berkomunika- si intensif dengan Partai Gerindra yang akan mengu- sung Sandiaga Uno. Hal yang sama disampai- kan Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Syakir Purnomo. Jika PDI-P akhirnya resmi men- gusung petahana, PKS ber- sama lima parpol lain yang tergabung dalam Koalisi Kekeluargaan menghargai keputusan tersebut. [ C - 6 / MJ S / YUS / LEN / H-14/Y-7]

ANTARA/M Agung Rajasa Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menyerahkan buku "Megawati Dalam Catatan Wartawan Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat" kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat peluncuran buku di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, Rabu, 23 Maret 2016. Menjelang pendaftaran Pilgub DKI Jakarta, sinyal dukungan PDI-P kepada Basuki semakin menguat.

an dari sinyal Bu Megawati,” ujarnya. Menurut Syarwi, keingin- anAhok agar didukung PDI-P bukan tanpa sebab. Ahok berharap agar PDI-P tidak mengusung Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini. “Karena penan- tang yang sebanding untuk Ahok adalah Risma. Kalau PDIPmemastikan tiket untuk Ahok, sudah jelas Risma enggak jadi maju. Itu meng- apa Ahok ingin dengan PDI-P,” tuturnya. Empat Alasan Secara terpisah, politisi PDI-PMaruarar Sirait meng- ungkapkan, secara pribadi, dirinya melihat empat alasan Ahok layak diusung kemba- li. Pertama , alasan kinerja. Pria yang akrab disapa Ara

itu mengaku Ahok telah melakukan perubahan-peru- bahan yang nyata dalam membenahi masalah-masalah penting di Jakarta. “Kita harus memilih pemimpin harus berdasarkan kinerja,” katanya. Kedua , mayoritas konsti- tuen PDI-P sebenarnya mendukung Ahok. Hal ter- sebut terekam dari hasil sejumlah lembaga survei, dan berdasarkan pertemuan dengan konstituen yang berharap Ahok kembali menjadi Gubernur. “Pengurus partai harus menyerap suara konstituennya,” imbuhnya. Ketiga , tak bisa dimungkiri selama iniAhok masih memi- liki komunikasi yang bagus dengan Megawati. Keempat , Gubernur DKI Jakarta harus memiliki komunikasi yang baik dengan Presiden Jokowi.

“Posisi Jakarta sangat penting. Gubernur harus bisa berko- munikasi secara baik dengan presiden. Dan Ahok bisa,” jelas Ara. Menyikapi sinyal dukung- an PDI-P terhadap Ahok, Wakil Sekjen Partai Nasdem, Willy Aditya menyambut positif. “Semakin banyak partai yang mengusungAhok itu menegaskanAhok adalah pilihan terbaik untuk Jakarta. Silakan partai lain bergabung untuk bersama-sama melan- jutkan perubahan yang dilakukanAhok untuk mem- benahi Jakarta,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi DascoAhmad menga- takan, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan partai politik lainnya untuk meng- usung calon yang diajukan

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker