SP191030

Suara Pembaruan

Utama

2

Rabu, 30 Oktober 2019

Ada Menteri Angkat 11 Stafsus?

Rekam Jejak Idham Sesuai dengan Profil Ancaman Keamanan

K abinet Indonesia Maju (KIM) pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin telah dilantik pada 23 Oktober 2019. Presiden juga sudah mengangkat 12 wakil menteri untuk 11 kementerian. Kini, jajaran menteri di KIM telah bekerja di pos jabatan masing-masing. Para menteri diharapkan bekerja le- bih cepat untuk mengimplementasikan visi dan misi Presiden Jokowi ketika kampanye pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Saat menjalankan tugasnya, para menteri dapat mengangkat maksimal lima staf ahli menteri (stafmen) dan tiga staf khusus (stafsus). Hal itu sesuai Peraturan Presiden Nomor 7/2015 tentang Kementerian Negara. Namun, berdasarkan informasi yang diterima SP , salah satu menteri ada yang akan mengangkat 11 orang staf- sus. “Ya, kabarnya ada menteri yang akan mengangkat 11 stafsus. Semua hak keuangan ditanggung oleh menteri tersebut,” kata sumber SP di Jakarta, Rabu (30/10). Dikatakan, menteri yang akan mengangkat banyak stafsus itu agar dia bisa mencapai target yang ditetap- kan Presiden Jokowi. Menteri itu, ujar sumber tersebut, ingin mendapatkan penilaian yang bagus oleh Presiden agar dia tidak diganti bila ada perom- bakan kabinet. Untuk diketahui, staf menteri bera- sal dari aparatur sipil negara (ASN) dan merupakan jabatan struktural eselon Ib atau jabatan pimpinan tinggi madya. Stafmen mempunyai tugas memberikan rekomendasi terhadap isu-isu strategis kepada menteri sesuai keahliannya. Sementara, stafsus dapat berlatar belakang non-ASN dan tugasnya sama dengan stafmen. Stafsus wajib mene- rapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi yang baik dengan unsur organisasi di lingkungan kemen- terian atau kementerian koordinator. Hak keuangan dan fasilitas lain bagi stafsus diberikan paling tinggi setara eselon Ib. [C-6]

antara Irjen (Pol) Idham Azis (kanan) saat masih menjabat Kapolda Metro Jaya mendampingi Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian meresmikan gedung Promoter di Mapolda Metro Jaya, pada 19 Januari 2018. Idham Azis yang saat ini berpangkat komjen dan menjabat Kabareskrim Mabes Polri, ditunjuk menjadi calon tunggal Kapolri menggantikan Tito Karnavian.

[JAKARTA] Penun j ukan Komjen (Pol) Idham Azis sebagai calon tunggal Kapolri dinilai tepat. Sebab, sosok Id- ham dianggap memiliki rekam jejak yang sesuai dengan profil potensi ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini. “Kompolnas (Komisi Ke- polisian Nasional) memberikan pertimbangan kepada Presiden tentang pengangkatan dan pemberhentian Kapolri. Hal tersebut adalah tugas Kompol- nas. Komjen IdhamAziz adalah salah satu yang dipertimbangkan oleh Kompolnas untuk menjadi calon Kapolri. Yang menjadi kepedulian kami adalah, saat ini Indonesia menghadapi tan- tangan dari kelompok-kelompok radikal dan jaringan teroris, sehingga penunjukan Pak Id- ham sebagai calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo sangat tepat,” ungkap Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada SP , Rabu (30/10). Poengky membeberkan, Id- ham memiliki sederet prestasi dalam memberantas terorisme. Sejumlah kasus teroris kelas kakap di Indonesia ditangani oleh Idham, di antaranya Doktor Azahari, Noordin M Top, dan jaringan teroris Santoso di Poso. Idham juga dinilai berprestasi menangani serangan bom di Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada 16 Januari 2016. “Selain itu latar belakang Pak Idham di reserse diharapkan mampu fokus pada pening- katan kinerja Polri di bidang penegakan hukum,” katanya. Poengky menambahkan, jika terpilih sebagai Kapolri, Idham memiliki sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya pena- nganan kejahatan-kejahatan terkait kelompok-kelompok

ward and punishment di jajaran Polri harus serius dilakukan, serta peningkatan kesejahtera- an anggota untuk membentuk SDM Polri yang lebih unggul dalammenjalankan tugas-tugas untuk melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat guna terciptanya kamtibmas,” ujarnya. Penunjukan Idham sebagai calon tunggal Kapolri sempat menimbulkan pro dan kontra. Sebagian kalangan menilai, mantan Kapolda Sulawesi Te- ngah dan Kapolda Metro Jaya itu masih memiliki utang kasus yang harus diselesaikan. Salah satunya, kasus teror penyiraman air keras yangmenimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswe- dan. Tim teknis yang dipimpin Idham Azis belum mampu mengungkap kasus tersebut, baik pelaku lapangan maupun aktor intelektual teror terhadap Novel. Pada 19 Juli lalu, Presiden Jokowi memberikan tenggat selama tiga bulan kepada Polri untuk mengungkapnya. Dengan demikian, tenggat waktu tiga bulan tersebut telah berakhir pada 19 Oktober lalu. Selain kasus Novel, Idham juga memiliki tunggakan kasus lain, seperti penanganan ricuh demo di Bawaslu pada 22 Mei dan demo di depan DPR, serta kasus-kasus lainnya. Menanggapi hal tersebut, Poengky meyakini Idham dan jajaran Kepolisian bakal menun- taskannya. “Saya percaya Polri terus berusaha dan berupaya menangani serta mengungkap kasus-kasus tersebut, karena hal itu merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Polri,” katanya. [F-5]

[JAKARTA] Presiden JokoWidodo (Jokowi) menunjuk Ka- bareskrim Komjen Idham Azis untuk menjadi calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian yang dilantik sebagai Menteri Dalam Negeri Kabinet Indo- nesia Maju. Idham direncanakan menjalani uji kepatutan dan kelayakan ( fit and proper test ) di Komisi III DPR pada Rabu (30/10) siang. Sebagai calon orang nomor satu di Korps Bhayangkara, berapa harta kekayaan Idham? Berdasarkan data dari elhkpn.kpk. go.id , pria kelahiranKendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963 ini memiliki harta senilai Rp 5,513 miliar. Harta tersebut yang terakhir kali dilaporkan Idham kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 8Maret 2019, untuk periode pelaporan 2018. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LH- KPN) tersebut, Idhammengaku memiliki harta tidak bergerak berupa delapan bidang tanah dan bangunan di Kota Depok, Jawa Barat dan sebidang tanah di Kendari, Sulawesi Tenggara. Secara total, tanah dan bangunan pria lulusanAkpol 1988 ini senilai Rp 3,458 miliar. Untuk harta bergerak, mantan Kapolda Metro Jaya ini mengaku memiliki mobil merek Toyota Innova Venturer tahun 2017 dan mobil merek Toyota Kijang Innova tahun 2016 dengan nilai total Rp 730 juta. Selain itu, Idham juga mengklaim memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 490 juta, serta giro dan setara kas lainnya yang mencapai total Rp 834 juta. Dalam LHKPN ini, Idham mengaku tidak memiliki utang. [F-5]  Idham Azis Miliki Harta Rp 5,5 Miliar

radikal dan jaringan teroris, kejahatan siber yang makin marak, serta kejahatan trans- nasional termasuk narkoba. Selain itu, Polri juga mengha- dapi tantangan kejahatan kerah putih maupun kejahatan-keja- hatan konvensional lainnya. “Pak Idham diharapkan mampu meningkatkan profesionalitas dan modernisasi Polri agar makin dipercaya masyarakat. Agar apa yang sudah dirintis Pak Tito dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” katanya.

Ke depan, lanjut Poengky, Polri juga menghadapi tantangan untuk lebih mengedepankan tin- dakan preventif dan preemptive , sehingga tidak selalu menggu- nakan pendekatan penegakan hukum yang bersifat represif. Selain itu, Poengky berharap Korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan IdhamAzis dapat meningkatkan pelayanan pada masyarakat yang lebih inovatif, cepat, danmodern denganmeng- gunakan teknologi informasi. “Rekrutmen yang baik, re-

Made with FlippingBook - Online catalogs