ID181002

SElasa 2 OKTOBER 2018

24

Investor Daily/IST

membuka rekening secara digital sudah bisa dilakukan pada Desem- ber 2017, kemudian bisa transfer uang ke luar negeri, menjual valas juga sudah bisa. Hingga Juli 2018, total pengguna aplikasi ONe Mo- bile sebanyak 218 ribu orang dan diharapkan terus meningkat. “Kami tiap bulan tambahkan fitur, maka targetnya 90% transaksi sudah bisa dilakukan di mobile banking. Dari 218 ribu user , yang aktif sekitar 60%, dan total nasabah kami 1 juta orang” lanjut dia. Sementara itu, Head of New Digital Ventures Bank OCBCNISP Altona Widjaja menjelaskan, ke depan, perseroan tidak hanya berhenti pada transformasi lay- anan mobile banking. Namun juga akan berkolaborasi dengan perusahaan financial technology ( fintech ) . “Kehadiran star tup yang lincah dalam berinovasi dan kreatif dalam berpikir merupakan penggerak transformasi usaha di sektor perbankan Indonesia. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi dengan startup diharapkan dapat mendukung upaya kami menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari nasabah,” ungkap dia. Tidak hanya dengan komunitas startup Indonesia yang bergerak di keuangan, Bank OCBC NISP juga akan berkolaborasi dengan startup yang bergerak di vertical industr y yakni di bidang pen- didikan, perumahan, kesehatan, dan layanan B2B. “Sinergi dan kolaborasi ini juga menjadi bukti nyata dukunganBankOCBCNISP untuk meningkatkan perkemban- gan ekonomi digital di Indonesia,” tambah Altona. Sementara itu, pada semester I-2018 perseroan mencatat kinerja positif dengan laba bersih 18% secara tahunan ( year on year /yoy) menjadi Rp 1,3 triliun, pertum- buhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13% (yoy) dari Rp 106,2 triliun menjadi Rp 120,5 triliun, dan kredit ( gross ) tumbuh 16% (yoy) dari Rp 100,6 triliun menjadi Rp 116,9 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, Bank OCBC NISP mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross sebesar 1,8% dan NPL net 0,7%. Dengan pertum- buhan baik dari sisi DPK maupun kredit, Bank OCBCNISP berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 19% pada semester I-2018 menjadi Rp 170,3 triliun, dari Rp 143,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada semester II-2018, Bank OCBC NISP fokus untuk menum- buhkan segmen ritel dan menjaga kualitas aset. Direktur Utama Bank OCBC NISP Parwati Sur- jaudaja menjelaskan, inovasi demi inovasi tetap menjadi prioritas dan terus dihadirkan agar tetap unggul di tengah persaingan yang semakin kompetitif. “Selain itu, kami mengupayakan akselerasi pertumbuhan bisnis yang tetap selaras dan relevan dengan kebu- tuhan nasabah,” jelas dia. (nid)

JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk memperkirakan 90% layanan perbankan yang biasa dilakukan di kantor cabang, ke depan dapat dilakukan dalam satu aplikasi ONe Mobile yang diterbitkan perseroan. Hal terse- but karena perseroan sedang meningkatkan peran dan layanan teknologi digital banking dengan terus menambah fitur baru di aplikasi tersebut. Head of Individual Customer Solutions Bank OCBC NISP Ka Jit mengatakan, pihaknya meny- ambut perkembangan tekno- logi dengan bertransformasi se- cara digital untuk mendekatkan diri dengan nasabah. Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, perseroan membentuk digital transformation team yang akan fokus melahirkan inovasi produk dan layanan berbasis digital. “Saat ini, inovasi dari trans- formasi digital yang dilakukan Bank OCBCNISP dapat dinikmati nasabah dengan kehadiran aplikasi seluler ONe Mobile. Kedepannya, sekitar 90% dari aktivitas perbankan yang biasa dilakukan di kantor cabang, dapat dilakukan di ONe Mobile,” kata Ka Jit di Jakarta, akhir pekan lalu. Ad a p t a s i t e k n o l o g i d a n kenyamanan nasabah mulai ter- lihat dari peningkatan transaksi di layanan ONe Mobile per Juli 2018 sebesar 40% secara tahunan ( year on year /yoy) danmendorong per tumbuhan fee sebesar 46% yoy. Selain untuk bertransaksi, nasabah mulai mempercayakan pengelolaan keuangannya di ONe Mobile denganmembuka deposito online . “Sampai akhir tahun kami rasa fee based income dari digital channel harusnya sama ya sekitar 46% juga (yoy),” ungkap dia. Selain itu, deposito berjangka yang dibuka di channel digital tumbuh delapan kali lebih cepat dibanding pembukaan di channel tradisional. Total deposito yang dibuka melalui channel digital naik sebesar 62,75% per Juli 2018 dibanding periode sebelumnya tahun lalu. Produk dan layanan ini akan menjadi solusi untuk setiap kebutuhan nasabah yang berkem- bang seiring dengan penetrasi teknologi. “Transformasi digital dan ke- hadiran digital transformation team merupakan upaya Bank OCBC NISP untuk menjadi penghubung aspirasi dan ke- butuhan nasabah. Strategi bey- ond banking digunakan untuk menghadirkan produk dan lay- anan yang berorientasi digital, yang tidak hanya menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi, namun lebih dari itu memungkinkan nasabah mengelola kekayaannya hanya dengan ujung jari,” terang Ka Jit. Menurut dia, ONe Mobile su- dah diluncurkan sejak 3 tahun lalu, namun, aplikasi tersebut baru on boarding pada April 2018. Setiap dua bulan sekali perseroan selalu memperbaharui fiturnya, seperti JAKARTA – PT Bank Rakyat In- donesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, untuk memberikan layanan kemuda- han dalam transaksi pembelian tiket kereta api. Dalam hal ini, BRI mem- berikan layanan Cash Card, dan BNI memberikan layanan yap! (Your All Payment) serta UnikQu. menggandeng PT Kereta Api In- donesia (Persero) atau KAI untuk memberikan layanan Cash Card. Kerja sama tersebut mer upakan upaya strategis BRI untuk memper- mudah KAI dalam meningkatkan efektifitasnya dan efisiensi dalam struktur keuangannya secara keselur- uhan melalui cash management system BRI. Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, berdasarkan perjanjian yang disepakati pada bulan Agustus lalu, kerjasama tersebut juga berupaya untuk memberikan kemudahan ke- pada pelanggan KAI dalammelakukan transaksi pembelian tiket perjalanan moda transportasi yang dikelola oleh KAI. Hanya dengan menggunakan sumber dana produk T-Bank pada aplikasi KAI Access, pelanggan dapat secara mudah, cepat, dan aman mem- beli tiket perjalanan untuk kebutuhan

Raih Total Transaksi Rp 8,7 Triliun Direktur Konsumer PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Budi Satria bersama para pengembang dan Sekjen PU Pera Anita Firmanti saat penutupan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018, kemarin. BTN merealisasikan total transaksi pembelian rumah dan apartemen selama Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 sebesar Rp.8,7 Triliun atau naik dari target yang ditetapkan BTN sebesar Rp 5 Triliun.

tumbuhan kredit menjadi Rp 722,38 triliun atau naik 9,69% (yoy). Pihaknya menargetkan pertum- buhan kredit sampai dengan akhir tahun ini berada di kisaran 11-14% (yoy). Menurut dia, sektor yang mendorong kredit perseroan ada- lah kredit korporasi dan konsumer. “Pertumbuhannya bagus, baik secara year on year , year to date ataupun month to month bagus semua. Kredit tumbuhnya juga double digit ,” ungkap Panji. Sementara itu, PT Bank Negara In- donesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 9,35 triliun, tumbuh 11,57% dari yang sebelumnya Rp 8,38 triliun. Perolehan tersebut berasal dari NII yang tumbuh 10,31% (yoy) menjadi Rp 21,40 triliun. Di samping itu, beban operasional selain bunga BNI sampai dengan Agustus tercatat sebesar Rp 10,09 tri- lium tumbuh 13,75% (yoy). Sedangkan penyaluran kredit BNI selama delapan bulanmencapai Rp 439,07 triliun, men- ingkat 10,95% dibandingkan dengan kredit Agustus 2017 senilai Rp 395,72 triliun. Sedangkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 1,98 triliun atau meningkat 15,79% (yoy). Perolehan tersebut berasal dari NII sebesar Rp 6,53 triliun atau tumbuh 13,76% (yoy). Untuk kredit, BTN telah menyalurkan sebesar Rp 216,79 triliun, meningkat 19,61% dibandingkan dengan kredit Agustus tahun lalu senilai Ro 181,25 triliun. belumnya harus dilakukan meng- gunakan uang tunai atau transfer ke rekening pribadi,” jelas dia. Kartu VA debit BNI tersebut, lanjut Susi, terafiliasi kepada satu rekening giro KAI, sehingga cash flow dari per- usahaan dapat tercatat dan termonitor dengan baik. Dengan demikian, BNI turut membangun cashless society dengan segala kemudahan produk dan layanannya. Kartu VA Debit BNI tersebut juga dapat digunakan di channel seperti mesin electronic data capture (EDC) BNI dan ATM BNI ataupun bank lain, BNI internet banking, dan kantor cabang BNI. Laporan yang diberikan realtime , akurat, dan terintegrasi. Sebelumnya, BNI telahmemberikan berbagai produk dan layanan lainnya untuk KAI yang meliputi kredit bi- lateral modal kerja (KMK), kredit sindikasi, BNI giro, BNI deposito, cash management (BNI Direct, bill payment , pick up service , eTax ), penempatan mesin EDC, e-ticketing , Kar tu ID BUMN Pegawai PT KAI, Penyaluran gaji melalui BNI payroll , BNI corporate card , dan penyaluran kredit consumer (BNI Fleksi, BNI Griya, dan BNI Oto). “Dengan layanan yang diberikan, diharapkan dapat memberikan sin- ergi yang positif bagi masing-masing BUMN,” kata Susi. (ris

buh 16,16% secara tahunan ( year on year /yoy). Sementara itu, Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, per Agustus kredit konsumer BRI tumbuh 19% (yoy). Pertumbuhan tersebut disumbang dari payroll loan , kredit pemilikan rumah (KPR), dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Pihaknya optimistis pertumbuhan kredit sampai dengan akhir tahun bisa mencapai target. “Kalau secara year on year tum- buh 19%, kami untuk KPR dan KKB tumbuhnya cukup baik. Pada kuartal ketiga per tumbuhan kredit lebih tinggi dari market dan on track . Akhir tahun ini kredit konsumer targetnya di kisaran 18-20%,” ungkap Handayani ditemui pada kesempatan yang sama. Sementara itu, posisi laba bersih terbesar kedua adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp 15,17 triliun per Agustus 2018, tumbuh 15,54% (yoy). Untuk NII BankMandiri senilai Rp 30,32 triliun atau meningkat 2,05% (yoy), dan beban operasional selain bunga juga menurun 12,45% (yoy) menjadi Rp 11,60 triliun. Bank Mandiri juga telahmenyalurkan kredit Rp 665,51 triliun hingga Agustus 2018. Nilai tersebut tumbuh 11,92% dari periode sama tahun lalu senilai Rp 594,60 triliun. Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan, sampai dengan Agustus, perseroan telahmen- catat pertumbuhan kredit dua digit. Sementara itu, DPK Bank Mandiri tercatat tumbuh lebih rendah dari per- BNI dan KAI diharapkan dapat men- ingkatkan layanan kepada konsumen dan memperkuat bisnis kedua belah pihak. Susi mengatakan, penerapan yap! UnikQu pada KAI Access merupakan salah satu upayamemperkuat Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia (BI), sekaligus memberikan pengalaman bertransaksi yang semakin mudah. Aplikasi yap! bahkan memungkinkan transaksi pembayaran tiket KAI tidak lagi memerlukan kartu ( cardless ). Kartu Debit BNI dan Kartu Kredit BNI yang dimiliki oleh calon pen- umpang dapat didaftarkan ke aplikasi yap! sebagai sumber dana. Non nasa- bah BNI tetap dapat bertransaksi dengan yap! melalui UnikQu atau uang elektronik BNI yang bersistem top up . Virtual Account untuk KAI Pada kesempatan yang sama, BNI dan KAI juga menandatangani PKS terkait Layanan BNI Virtual Account Debit Kredit untuk pembayaran uang muka dinas para pegawai KAI. “Dukungan BNI terhadap GNNT juga berlaku di dalam lingkungan internal KAI dengan adanya Kartu BNI Virtual Account Debit (VA Debit) untuk keperluan pembayaran uang muka dinas pegawai KAI yang se-

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Empat bank BUMN mencatat perolehan total laba bersih sampai dengan Agustus 2018 mencapai Rp 46,15 triliun, tumbuh 13,75% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu Rp 40,57 triliun.

tahun lalu Rp 17,35 triliun. Data menunjukkan, NII BRI men- capai Rp 49,35 triliun per Agustus 2018, tumbuh 5,16% dari NII periode sama tahun lalu sebesar Rp 46,93 triliun. Sedangkan beban operasional selain bunga BRI juga menurun 7,14% menjadi Rp 25,06 triliun. Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, perolehan laba perseroan selama delapan bulan tahun ini masih sesuai dengan target, meskipun pi- haknya enggan menyebutkan target pertumbuhan laba bersih pada tahun ini. Perolehan laba bersih tersebut selain berasal dari NII juga didorong dari pertumbuhan kredit. “Laba kami bagus sampai Agustus, masih on the track , karena penyaluran kredit yang juga tumbuh mendorong profit ,” kata Suprajarto kepada Investor Daily , ditemui di Jakarta, Minggu (30/9). Adapun sampai dengan Agustus tahun ini, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 771,76 triliun, tum- dana yang terhubung dengan aplikasi yap! UnikQu,” kata Adi Sulistyowati atau yang akrab disapa Susi dalam keterangan tertulis yang diterima I nvestor Daily . Menurut dia, transaksi tersebut dilindungi oleh sistem keamanan berlapis, yaitu keharusan untukmeng- gunakan Nomor Identifikasi Personal (PIN) sebanyak enam digit yang diketahui hanya oleh pengguna dan pemilik akun. Kemudian, pada saat pembayaran akan dilakukan, mereka juga masih harus memasukan PIN sumber dana yang terhubung dengan aplikasi yap! ini, termasuk UnikQu (atau fasilitas pembayaran elektronik BNI). Dengan begitu pembelian tiket dapat dilakukan melalui satu aplikasi sehingga memberikan pengalaman bertransaksi yang lebih mudah, cepat dan aman. Selain itu, pada kerjasama ini BNI juga menerbitkan kartu Tap- Cash special design Railpay. “TapCash ini tentunya akan memudahkan konsumen untukmelak- ukan berbagai macam transaksi mulai dari pembayaran transportasi, seluruh jalan tol, belanja di merchant retail , dan berbagai kegunaan lain,” ujar dia. Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari sinergi BUMN yang telah terjalin antara BNI dan KAI. Kerjasama

Jika dirinci, pendapatan bunga bersih ( net interest income /NII) empat bank BUMN tersebut men- capai Rp 107,6 triliun, tumbuh 5,72% dibandingkan dengan NII Agustus tahun lalu sebesar Rp 101,78 triliun. Kemudian, beban operasional selain bunga membaik terlihat dari penur- unan beban sebesar 3,49% menjadi Rp 49,76 triliun dari sebelumnya Rp 51,56 triliun. Selain itu, pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp 2.093 triliun per Agustus, meningkat 14% diband- ingkan dengan kredit Agustus 2017 yang sebesar Rp 1.835,96 triliun. Berdasarkan laporan keuangan bulanan dari empat bank BUMN yang dihimpun Investor Daily , PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperoleh laba bersih ter tinggi dibandingkan tiga bank BUMN lainnya yang mencapai Rp 19,65 triliun. Nilai tersebut tumbuh 13,26% dibandingkan periode sama Indonesia,” ujar Irfan. (nid JAKARTA – PT Bank Negara In- donesia (Persero) Tbk (BNI) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) menandatangani kerjasama integrasi layanan yap! UnikQu pada aplikasi KAI Access. Melalui kerjasama tersebut, pengguna aplikasi KAI Access akan mendapatkan kemudahan pemba- yaran tiket kereta api. Aktivasi layanan yap! UnikQu juga dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, sehingga aplikasi yap! ini dapat dimanfaatkan baik oleh nasa- bah maupun non nasabah BNI. Hal tersebut dimungkinkan dengan telah terhubungnya dua aplikasi dari dua perusahaan yang berasal dari dua industri berbeda itu, yaitu aplikasi KAI Access milik KAI dengan aplikasi yap! dari BNI. Kerjasama antara kedua BUMN tersebut ditandai dengan penan- datanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Adi Sulistyowati dan Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktur Utama KAI Edi Sukmoro. “Pengguna KAI Access cukup melakukan pemesanan tiket dari aplikasi tersebut dan melakukan pembayaran menggunakan sumber

transportasi mereka. “Dengan kerjasama strategi ini, kami yakin BRI dan KAI dapat bersin- ergi guna mendukung dan mengem- bangkan layanan bisnis terbaik bagi masyarakat luas. Melalui kerjasama ini, kami juga berharap terciptanya pengembangan bisnis baru terkait peningkatan kapasitas layanan dan bisnis di masing-masing pihak,” un- gkap Handayani dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily , Senin (1/10). Adapun, sebelumnya perseroan juga telah menjalin kerjasama dengan KAI dengan menerbitkan Kar tu BUMN bagi pegawai KAI, pada Juli tahun lalu. Kolaborasi antar per- usahaan BUMN diharapkan dapat memberikan added value yang dapat dirasakan oleh tak hanya perusahaan masing-masing, namun juga oleh masyarakat. Sementara itu, Direktur Bisnis Korporasi BRI Mohammad Ir fan mengatakan, kerjasama tersebut se- jalan dengan program Kementerian BUMN untuk mendorong terciptanya sinergitas antar perusahaan BUMN, demi efisiensi dan efektifitas bisnis perusahaan. “Kami siap melayani PT KAI melalui layanan perbankan yang terintegrasi dari hulu ke hilir untuk semua pegawai PT KAI di seluruh

Made with FlippingBook - Online magazine maker