ID150115

ENERGY

MARKETS & CORPORATE

LIFESTYLE

27 >>

9 >>

13 >>

INDONESIA

KAMIS 15 JANUARI 2015

MEDIA HOLDINGS

Investor Daily/GAGARIN

MONEY & BANKING

Mini Master Repo Agreement Dari kiri ke kanan, Senior Country Officer JP Morgan Chase Bank Jakarta Branch Haryanto T Budiman, Direktur Treasury & Markets PT Bank Mandiri Tbk Royke Tumilaar, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, Dirut PT Bank Mandiri Tbk Budi G Sadikin, GM Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Jakarta Yusuke Katsuka dan Managing Director HSBC Jakarta Ali Setiawan usai penandatanganan Mini Master Repo Agreement (MRA) di Jakarta, Rabu (14/1). Kerja sama ini meru- pakan yang pertama kali dilakukan perbankan Indonesia dengan bank asing. Hingga akhir tahun lalu, Bank Mandiri telah melakukan Mini MRA bersama 60 bank nasional dan BPD dengan volume transaksi sepan- jang 2014 mencapai Rp 32 triliun. Berita di halaman 21.

IST

n Madyantoro Purbo

Woori Bank Kuasai 74,02% Saham Bank Saudara Bank asal Korea Selatan, Woori Bank

telah melakukan transaksi pembelian saham sebanyak 373,95 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebe­ sar Rp 436,4 miliar.

>> 22

Oleh Damiana Ningsih dan Yashinto Sembiring JAKARTA -- Seiring jatuhnya harga komoditas, pemerintah harus melakukan antisipasi dan proaktif mencari sumber pendapatan lain. Inilah momentum Indonesia untuk menggenjot hilirisasi industri sawit, karet, hingga mineral. Di sektor migas, kita juga harus segera punya kilang baru.

Fadhil Hasan. Mereka dihubungi Investor Daily di Jakarta secara terpisah. Suryomengatakan, anjloknya harga komodi­ tas semestinya memacu pemerintah agar lebih serius mempercepat upaya hilirisasi industri di Tanah Air. Berdasarkan data World Bank yang dikutip IndexMundi, harga minyak sawit men­ tah (CPO) turun 21,47% dari US$ 795,27 per ton Desember 2013 menjadi US$ 624,54 De­ sember 2014 ( year on year / yoy ). Sedangkan harga ter tingginya US$ 1.248,55 per ton pada Februari 2011. Harga batubara juga turun 26,21% dari sekitar US$ 90,36 per ton menjadi US$ 66,68 yoy . Penurunan itu dipengaruhi anjloknya harga minyak WTI 39,63% dari US$ 97,90 per barel menjadi US$ 59,10 per barel yoy, atau kurang dari separuh harga tertingginya Juni 2008 sebesar US$ 133,93 per barel. “Untuk mengatasi masalah ini, meski terlam­ bat, pemerintah harus memacu pembangunan industri pengolahan hilir berbasis sumber daya alam (SDA) yang menjadi kekuatan Indonesia. Pengolahan komoditas di dalam negeri akan menciptakan nilai tambah yang kemudianmem­ perkuat kinerja ekspor. Pemerintahharus segera melakukan langkah-langkah strategis untuk mempercepat realisasi hilirisasi dan semuanya

Hilirisasi industri harus didukung bahan mentah yang juga dijual di dalam negeri dengan harga tidak mahal dibanding ekspor, serta harmonisasi tarif. Dengan tumbuhnya industri pengolahan, harga komoditas bisa lebih stabil seperti terjadi pada kakao saat ini. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi turun di daerah sentra produksi yang mengandalkan komoditas primer seper ti Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan di Jawa lebih bagus, karena tak tergantung pada komoditas primer. Hal ini bisa dilihat dari kontribusi Sumatera terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional turun dari 23,81% pada 2013 men­ jadi 23,63% pada kuartal III-2014, dan Kaliman­ tan turun dari 8,67% ke 8,21%. Sebaliknya, kon­ tribusi Jawa naik dari 57,99% menjadi 58,51%. Demikian rangkuman pendapat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sur yo Bambang Sulisto, Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Piter Jasman, pengamat ekonomi dari UI Erna Zetha Rusman, Penasihat Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Asril Sutan Amir, Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur (BIM) Kementerian Perindus­ trian Harjanto, serta Direktur Eksekutif Gapki

INTERNATIONAL BUSINESS

Multifinance Berpotensi Terbitkan Obligasi Hingga Rp 23 T PT Danareksa memprediksi total pener­ bitan obligasi di Indonesia tahun ini men­ capai Rp 51 triliun. Dari jumlah tersebut, penerbitan obligasi dari sektor pembiayaan ( multifinance ) diperkirakan masih akan Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Global Bank Dunia memangkas perkiraan pertumbuhan global tahun ini karena membaiknya perekonomian Amerika Seri­ kat (AS) dan turunnya harga minyak mentah tidak bisa mengimbangi hasil mengece­ wakan perekonomian dari Eropa hingga Tiongkok. MARKETS & CORPORATE >> 3

moditas yang dipengaruhi ketidakstabilan global menjadi alarm yang harus diperhatikan. Hingga saat ini, ekspor Indonesia masihmeng­ andalkan komoditas. “Karena itu, pemerintah maupun otoritas kebijakan moneter harus mendukung upaya mempercepat hilirisasi di dalam negeri. Sejak program ini dirilis 2011, upaya penghiliran industri berbasis SDA belum terealisasi secara maksimal karena kurangnya dukungan lintas sektor, terutama perbankan,” paparnya.

harus terkoordinasi,” kata Suryokepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (14/1) malam. Di sektor mineral, Sur yo mengatakan, Indonesia sudah kehilangan peluang untuk mengekspor produk mentah akibat larangan ekspor mentah komoditas ini. Jika industri hilir tidak segera dipacu pembangunannya, lanjut dia, Indonesia juga akan kehilangan ekspor produk olahan komoditas tersebut. “Pemerintah harus lebih serius. Hilirisasi ini kan strategi yang menguntungkan negara. Apalagi, pembangunan industri hilirisasi ber­ basis SDA itu juga ditujukan untuk substi­ tusi impor. Ini harus menjadi perhatian peme­ rintah. Jadi, tidak hanya memperkuat ekspor dengan produk yang lebih bernilai tambah, tapi juga untuk substitusi impor,” kata Suryo. Dia menambahkan, anjloknya harga ko­

Bersambung ke hal 11

mendominasi dengan nilai emisi sekitar Rp 23 triliun atau tumbuh 15% dibanding­ kan tahun lalu Rp 20 triliun.

>> 14

pajak 20% saja sudah sulit dan jarang terja­ di, apalagi 40% dan di saat ekonomi sulit. Tapi, target itu optimistis kita capai,” kata Menkeu pada diskusi dengan para pemred di rumah dinas Menkeu, Widya Chandra, Jakarta, Rabu (14/1).

Oleh Primus Dorimulu

MACRO ECONOMICS

Saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) diprediksi menjadi saham yang dapat mence­ tak gain paling tinggi hingga akhir 2015. Target harga MAIN sebesar Rp 3.200 atau tumbuh 60,8% dibandingkan harga pada penutupan perdagangan Rabu (14/1) sebesar Rp 1.990.

Kemenkeu Beri Insentif Pengurangan PBB Migas 100% Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengeluarkan kebijakan baru yang menga­ tur pengurangan pajak bumi dan bangunan

Oleh Muhammad Edy Sofyan dan Jauhari Mahardhika

JAKARTA – Penerimaan pajak 2015 dalam APBN-P ditargetkan Rp 1.250 triliun atau naik dari realisasi penerimaan APBN 2014 sebesar Rp 897 triliun. Menkeu Bam­ bang Brodjonegoromengakui, tidakmudah bagi pemerintah untuk mencapai target sebesar ini. Namun, pihaknya optimistis, target pajak tahun ini bakal tercapai. “Sepanjang sejarah Indonesia, kenaikan

JAKARTA – Kalangan analis merekomen­ dasikan sedikitnya 20 saham yang dapat dikoleksi oleh investor selama tahun ini. Sa­ ham-saham tersebut berpotensi memberikan keuntungan ( gain ) sekitar 10-60%.

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 2

(PBB) sektor pertambangan untuk pertambangan minyak dan gas (migas) bumi pada tahap eksplorasi.

>> 20

Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Pertemuan Menkeu - Pimpinan Media Menkeu Bambang S Brodjonegoro saat menyampaikan penjelasan pada pertemuan dengan pimpinan media massa di rumah dinas Menkeu Jakarta, Rabu (14/1).

>> INVESTOR DAILY EDISI 2014 NO. 3944

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online