SP190506

Suara Pembaruan

Utama

2

Senin, 6 Mei 2019

PAN Kirim Utusan ke Jokowi?

T eka-teki arah koalisi masih menjadi tanda tanya. Sempat beredar kabar kalau PAN akan “balik badan” dari koalisi Prabowo Subian- to-Sandiaga S Uno dan berla- buh ke kubu Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin. Dugaan itu diperkuat dengan pertemuan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan dan Jokowi, beberapa waktu lalu. Pekan lalu, Zulkifli me- manggil Wakil Ketua Umum DPP PAN Bara Hasibuan dan Wali Kota Bogor Bima PAN setelah Pemilihan Umum (Pemilu) 2019

Arya, yang juga politisi PAN. Muncul spekulasi bahwa Bara dan Bima akan mendapatkan sanksi karena pada pilpres lalu cenderung mendukung Jok- owi-Ma’ruf. ada pembicaraan tentang sanksi. Mereka justru ber- bicara tentang posisi PAN setelaha pilpres. Lantas, apa sesungguh- nya yang dibicarakan pada rapat tersebut? Informasi yang diperoleh menyebut- Namun, setelah pertemuan, Bara menegaskan, tidak

kan, pertemuan memba- has lobi-lobi PAN untuk mendekatkan diri ke koalisi Jokowi-Ma’ruf. Menurut sumber, Bara dan Bima akan ditugaskan untuk melobi ke Jokowi dan koalisi partai-partai pendukungnya. “Pak Zul adalah orang yang realistis. Setelah pilpres, maka kini waktunya untuk mengamankan posisi PAN lima tahun ke depan. Pilihan untuk mendekat ke Jokowi adalah langkah yang sangat strategis untuk lima tahun ke depan,” kata

sumber itu di Jakarta, Senin (6/5). Dikatakan, jika PAN tidak mendapatkan kursi di kabinet, setidaknya masih dapat jatah sebagai pimpinan parlemen atau MPR. Jabatan di parlemen cukup penting agar partai itu memiliki pengaruh untuk menentukan anggaran dan kebijakan negara. “PAN tidak mau ‘jalan kosong’ selama lima tahun ke depan. Kalau tidak mendapatkan apa-apa di kabinet atau parlemen, bisa ‘mati’ partai itu,” kata sum- ber tersebut. [R-14]

Pilpres 2019 Keunggulan Jokowi Tak Terbendung

[JAKARTA] Keunggulan perolehan suara pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) atas lawannya pasangan Prabowo Subianto-SandiagaUnomakin tak terbendung. Meskipun rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Senin (6/5) siang baru sebanyak 67% tempatpemungutansuara(TPS) dengan keunggulan sementara bagi Jokowi, diyakini tren tersebut tidak berubah hingga rekapitulasi dari seluruh TPS tuntas. Mantan komisioner KPU Hadar NafisGumaymenegas- kan, selama ini akurasi sistem penghitingan (situng) KPU sangat tinggi. Sebab, data yang dimasukkan ke situng adalah data hasil pemindaian ( scan) formulir C1 yang berasal dari masing-masing TPS. “Akurasi situng sangat tinggi karena berasal dari (for- mulir) C1 di TPS,” ujar Hadar di Jakarta, Senin (6/5). Mengutip data dari situs KPU, hingga Senin siang, jumlah suara yang sudah direkapitalisasi berasal dari 553.236 TPS (68,02%). Dari data yang masuk pasangan Jokowi-Ma’ruf memperoleh 58,6 juta suara (56.29%), dan pasangan Prabowo-Sandiaga memperoleh 45,5 juta suara (43,7%). Dari data tersebut, Jokowi membukukan keung- gulan lebih dari 13 juta suara. Sejumlah provinsi data yang masuk masih kurang dari 50%. Di antaranya Jawa Barat baru 48% TPS yang datanya direkapitulasi KPU, Papua 7%, dan Papua Barat baru19%. Sedangkan, provinsi yangdatanya sudahmasukdari seluruhTPS, atau sudah100%, yakni baru Bengkulu. Hadarmenjelaskan,dengan tingkat akurasi yang tinggi, jika adakecuranganataukekeliruan, pasti akan langsungdiperbaiki. Selainitu,jumlahkesalahanatau kekeliruan input dataumumnya

rekapitulasi perolehan hasil suara di tingkat kecamatan dan kabupaten/kota. Pasalnya, jika peserta pemilu menunggu di tahapan rekapitulasi nasional atau gugatan ke Mahkamah Konstitusi,makapesertapemilu akan sulit mendetailkan lagi. “Lebih baik, temuan kecu- rangan, kesalahan diselesaikan ditingkatbawah.Jangantunggu di rekapitulasi di tingkat na- sional atauMK. Karena beban pembuktiannantinya berat dan waktu penyelesaiannya juga Selama proses input data, hingga akhir pekan lalu, KPU mencatatsedikitnyatelahterjadi 224 kali kesalahan input data dari hasil pemindaian formulir C1 ke SitungKPU. Kesalahan ini berupa ketidakcocokan antara data scan formulir C1 dengan entrydata dalamSitung. Akibatnya, terjadi penguran- gan jumlah suara paslon atau penambahan jumlah suara paslon. Temuan kesalahan ini ada yang berasal dari laporan masyarakat dan ada pula yang berdasarkanpengawasanKPU. Komisioner KPU Wahyu Setiawan menuturkan, situng hanya alat bantu yang dipilih oleh KPU untuk memberikan informasi yang cepat terkait penghitungan suara kepada masyarakat. Jika adakesalahan dalam input data, KPUsegera melakukan koreksi. “Kami tegaskan bahwa salah input itu bukan berarti adakecuranganyangdilakukan KPU dan jajarannya,” kata Wahyu. Untuk itu, KPU justru memintapublikuntuk ikut aktif mengawasiSitung,supaya entry data dipastikan akuat. “Kita membukaruangpartisipasipub- lik untuk mencermati apabila ada informasi di laman KPU yang tidakbenar sesuai dengan C1, dipersilakan melaporkan kepada KPU dan akan kita perbaiki,”ujarnya. [YUS/A-17] terbatas,” ujarnya. Kesalahan Input

ANTARA/Hafidz Mubarak A Ketua MPR Zulkifli Hasan (kanan) berbincang dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung (tengah) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, saat menghadiri pelantikan gubernur-wakil gubernur Maluku periode 2019-2024 Murad Ismail dan Barnabas Orno, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4) lalu. Pada kesempatam itu, Zulkifli, yang juga ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), sempat bertemu Presiden Joko Widodo. Pertemuan keduanya memunculkan spekulasi pembahasan kemungkinan PAN merapat ke kubu Jokowi pascapilpres.

juga tidak banyak.

benar atau tidak data tersebut,” jelasnya. Hadar menilai tidak bijak jika ada usulan menutup atau menghentikan situng hanya karena ada dugaan kesalahan ataukekeliruandalammengin- put data. Menurut dia, jika ada

dugaan tersebut, maka segera dilaporakan ke KPU agar bisa langsung dikoreksi oleh operator KPU. “Jadi, situng itudibuat juga untuk membantu masyarakat memastikan apakah data C1 yang dimasukkan KPU benar

atau tidak sehingga kalau menemukan kesalahan atau kekeliruan harus segera di- laprkan ke KPU,” ungkap dia. Lebih lanjut, Hadar mengimbaupesertapemiluagar melaporkandugaankecurangan dalamprosespenghitungandan

“Yang penting, jika ada kesalahanataukekeliruanharus diperbaiki. Situng ini dibuat dengan tujuan agarmasyarakat tahu hasil perhitungan semen- tara dan juga kesempatan bagi publikuntukmengecek, apakah

Ucapan Selamat dari PM Ingris dan PM Australia

[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May dan PM Australia Scott Morrison. Hal itu menyangkut suksesnya penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Demikian keterangan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, BeyMachmudin, Minggu (5/5). Presiden Jokowi menerima telepon dari PM Scott di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam

perbincangan, Presiden Jokowi me- nyampaikan terima kasih. Presiden juga mengungkapkan pemilu serentak 17 April lalu berjalan aman, lancar dan demokratis. Kedua kepala pe- merintahan bersepakat meningkatkan kerja sama dan hubungan baik antara dua negara. Pada hari yang sama, sekitar pukul 19.00WIB, masih di Istana Kepreside- nan Bogor, Presiden Jokowi ditelepon PMMay. Dalampembicaraan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan ter- ima kasih atas dukungan Pemerintah Kerajaan Inggris selama proses pemilu

bagi warga negara Indonesia (WNI) di London. Di akhir pembicaraannya, Presiden Jokowi dan PMMay berkom- itmen membangun kerja sama. Sebelumnya, sehari setelah pe- mungutan suara, atau pada 18 April 2019, Presiden Jokowi telah menerima telepon sejumlah pemimpin negara dan kepala pemerintahan, seperti PM Malaysia Tun Mahathir Mohamad, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PresidenTurki, RecepTayyip Erdogan. Ketika itu, Jokowi menyebut para tokoh-tokoh dunia itu mengapresiasi pesta demorkasi di Indonesia. [C-6]

Made with FlippingBook HTML5