SP160222

Suara Pembaruan

32

Senin, 22 Februari 2016

TPA Terintegrasi Diminta Segera Diwujudkan

[BEKASI] Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, setuju dengan ide tempat pembuangan sampah (TPA) yang dikelo- la secara terintegrasi (TPA regional), asalkan dapat bermanfaat bagi masyara- kat sekitar. Pelaksanaan ide TPA regional harus ada kerja sama dengan bebera- pa pemerintah daerah ter- kait. Sikap Pemkot Bekasi, kalau konsep tersebut (TPA regional) lebih baik dari se- karang, kenapa tidak dila- kukan? Kita setuju, asalkan bermanfaat bagi masyara- kat,” ujar Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi, Abdillah, Senin (22/2). Dia menekankan, apa- bila konsep yang diterap- kan TPA regional dapat bermanfaat kepada masya- r aka t khusunya Ko t a Bekasi, silakan saja mene- rapkan konsep tersebut. “Butuh proses lama un- tuk mewujudkan konsep TPA regional karena keter- batasan lahan, koordinasi dengan beberapa pemerin- tahan daerah tidak segam- pang membalikkan telapak tangan,” tuturnya. Saat ini, kata dia, belum ada pertemuan khusus yang membahas konsep TPA re- gional secara khusus antar- pemerintah daerah. “Belum ada pembahasan itu. Itu le- velnya Pak Wali Kota Bekasi,” imbuhnya. [JAKARTA] Melihat ru- mah susun sederhana sewa (Rusunawa) Cipinang Besar S e l a t a n ( C i b e s e l ) , Jatinegara, Jakarta Timur, yang sudah banyak menga- lami kerusakan, Bank Tabungan Negara (BTN) memberikan dana coorpora- te social responsibility (CSR) sebesar Rp 2 miliar kepada Pemprov DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi bantuan da- na CSR dari BTN untuk merenovasi rusunawa Cibesel. Diakuinya, me- mang ada beberapa unit di rusun tersebut yang sudah tidak layak huni lagi. Sehingga dibutuhkan per- baikan yang sangat men- desak. “Kita mau perbaiki

khoe ), penataan saluran air, pembuatan sumur artesis. Intinya, penataan lingkung- an yang bersentuhan dengan masyarakat,” paparnya. S e c a r a t e r p i s a h , Direktur PT Godang Tua J a y a (GT J ) Do u g l a s Manurung, penerapan kon- sep TPA regional dari TPA B u r a n g k e n g m i l i k Pemerintah Kabupaten Bekasi, TPA Sumurbatu milik Pemerintah Kota Bekasi dan TPST bantarge- bang milik Pemerintah DKI Jakarta, bahkan TPA m i l i k P e m e r i n t a h Kabupaten Bogor dan Depok, yang akan dikelola dalam satu kawasan, diper- lukan kajian mendalam atarpemerintah daerah. Hal ini, dikarenakan ru- mitnya mengelola sampah dengan menerapkan kon- sep yang diatur dalam UU 1 8 / 2 0 0 8 t e n t a n g Penge l o l aan Sampah . “Setelah UU 18 / 2008 di- terbitkan, disebutkan sela- ma lima tahun yakni hing- ga 2013 lalu, pengelolaan sampah dengan sistem open dumping sudah dila- rang diterapkan oleh peme- r i n t a h d a e r a h , ” u j a r Douglas Manurung. Dengan sistem open dumping , kata dia, sampah hanya ditumpuk-tumpuk tanpa ada pengelolaan menjadi energi listrik atau pun pupuk kompos. “Saat terlibatan Jessica dalam kasus tersebut akan tuntas di pengadilan. Sementara Kejati DKI Waluyo mengatakan telah diterimanya berkas tahap pertama, maka Kejati DKI membentuk tim jaksa pe- neliti untuk meneliti ber- ka s pe r ka r a J e s s i c a . Artinya, jika berkas dinya- takan lengkap (P21), maka tim penyidik akan melim- pahkan tersangka dan ba- rang bukti ke kejaksaan lalu selanjutnya dilimpah- kan ke pengadilan. Jika berkas tidak leng- kap, tim jaksa akan me- ngembalikan ke penyidik untuk dilengkapi. Sebagaimaa diketahu kasus berawal ketika

ini, pengolahan sampah de- ngan sanitary landfill . Kita mengakui, pengelolaan di TPST Bantargebang masih perlu pembenahan yang ke arah yang lebih baik lagi,” ungkapnya. Meski begitu, pihaknya menyatakan wacana pene- rapan konsep TPA regional memang perlu dikembang- kan agar pengelolahan sampah lebih baik lagi, se- suai dengan peraturan. Ketua Dewan Pakar Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, Bagong Suyoto, mengatakan peng- olahan sampah harus efisi- en dan efektif. Angota DPR RI Fraksi PDI-P, Adian Napitupulu, yang berkunjung ke TPST Bantargebang akhir pekan lalu mengapresiasi ada pi- hak yang mau mengelola sampah yang dibayar Rp 1.200 per kilogram sam- pah. “Saya dibayar Rp 1.200 per kilogram menge- lola sampah, tidak akan mau. Karena sampah yang masuk ke tempat ini semua sampah apa saja hingga ko- toran manusia. Untuk itu, saya mengapresiasi kepada pengolah sampah yang ha- nya dibayar Rp 1.200 per kilogram sampah,” kata Adian Napitupulu. Lebih lanjut dia menga- takan, TPST Bantargebang ternyata berbeda dengan apa yang ada dibenaknya. [160] Wayan Mirna Salihin dan Hani mendatangi Olivier untuk menyeruput es kopi Vietnam. Di sana, sudah menunggu Jessica yang sudah memesan dan mem- bayar tagihan kopi, Rabu (6/1), pukul 17. 00 WIB. Namun sekitar dua me- nit minu es kopi, Mirna mengalami kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Kemudian oleh Hani dan Jessica membawanya ke klinik di Grand Indonesia. Lalu, dirujuk ke Rumah Sa k i t Abd i Wa l uyo , Menteng, Jakarta Pusat. Oleh keluarga dirujuk lagi ke RS Darmais, Jakarta Barat. Korban mengem- buskan napas terakhir seki- tar pukul 22.00 WIB. [G-5]

SP/Mikael Niman Adian Napitupulu berkunjung sebagai pembicara pengelolaan sampah terpadu dan memberikan apresiasi kepada pengelola TPST Bantargebang, Sabtu (20/2) lalu.

Dia mengungkapkan, saat ini TPA Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, milik Pemkot Bekasi, su- dah kelebihan muatan sam- pah ( overload ) sehingga dalam beberapa bulan ke depan, diperlukan solusi segera mungkin untuk mengatasi permasalahan sampah tersebut. “Saat ini, kita maksi- malkan kembali Zona III di TPA Sumurbatu, yang su- dah lama ditutup. Kita li- hat, zona tersebut sudah agak menurun penumpuk- kan sampah,” ungkapnya. Zona III seluas 2,3 hek- tare dibuka kembali untuk menampung sampah warga unit rusun yang sudah ru- sak. Agar dapat layak huni kembali,” kata Basuki, Minggu (21/2). Diungkapkannya, ke depan Pemprov DKI akan membangun rusun mulai dari 16 hingga 24 lantai dengan ukuran 32-36 me- ter persegi. Mengingat ma- sih banyak warga Jakarta yang belum mampu mem- beli rumah. “Jumlah pen- duduk yang bekerja di Jakarta itu cukup banyak. Mereka membutuhkan ru- mah. Makanya, kami akan terus menambah jumlah rusun. Jadi kita berikan ja- minan pada warga, di bi- dang kesehatan, pendidik- an dan usaha serta rumah. Sehingga mereka bisa ber- hasil di Jakarta,” ujarnya. Tidak hanya memberi-

Kota Bekasi. Sampah yang akan dibuang ke zona ter- sebut, pembuangan dimak- simalkan ke samping tidak menumpuk ke atas sehing- ga menyebabkan jalan se- dikit tertutup sampah. “Hal itu dilakukan sifatnya se- mentara saja hingga perlu- asan lahan 3,6 hektare tere- alisasi,” imbuhnya. Menurutnya, Pemkot Bekasi sedang mengupaya- kan perluasan lahan 3,6 hektare di TPA Sumurbatu. “Teknis pembebasan lahan ada dinas lain,” ungkapnya. Pemkot Bekasi saat ini telah memiliki sekitar 100 armada truk pengangkut sampah. “Kita miliki arma- kan perumahan vertikal, penghuni rusun juga di- manjakan Pemprov DKI. Selain diberikan subsidi naik bus Transjakarta gra- tis, juga ada dokter yang disediakan di rusunawa tersebut. Belum lagi bagi siswa penerima Kartu Jakarta Pintar yang berhasil lulus ujian masuk Universitas Negeri. Karena dana KJP akan diteruskan hingga mereka lulus perguruan tinggi. “Saat ini, Pemprov DKI sudah menyiapkan biaya KJP sebesar Rp 1,5 juta per bulan untuk mahasiswa pe- nerima KJP yang masuk ke Universitas Negeri. Mereka akan dibiayai hingga lulus kuliah,” tuturnya. [LEN/E-8]

da truk 70 pembelian APBD kita dan 30 truk hi- bah Pemerintah DKI. Dengan jumlah armada ter- sebut, kemampuan angkut sampah menjadi lebih mak- s ima l namun d i TPA Sumurbatu sudah overload, ini yang menjadi permasa- lahan kita,” katanya. Selain menunggu perlu- asan lahan hingga terealisa- si, Pemkot Bekasi mengaju- kan draft perjanjian kerja sama agar dapat membuang s a m p a h d i T P S T Ba n t a r g e b a n g , mi l i k Pemerintah DKI. “Dalam draft perjanjian kerja sama tersebut, kita mengajukan pengadaan alat berat ( bac- [JAKARTA] Penyidik Polda Metro telah melim- pahkan berkas perkara ka- sus kematian Wayan Mirna Salihin di Kafe Oliver Jakarta Pusat dengan ter- sangka atas nama Jessica Kumala Wongso kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DK I , J uma t ( 1 9 / 2 ) . “Berkas tersebut sudah di- kirim ke Kejati DKI Jumat (19/2) sore,” kata Kepala Bidang Humas Kombes Pol M Iqbal, Senin (22/2). Menurut Iqbal, pasca pelimpahan tahap pertama ini penyidik optimistis pe- nuntasan penyidikan kasus tersebut berjalan lancar walau sepenuhnya meru- pakan wewenang jaksa. Penyidik yakin dugaan ke-

Untuk Rehab Rusunawa Cibesel, BTN Berikan CSR Rp 2 Miliar

Kasus KematianMirna Berkas Perkara Jessica Dilimpahkan ke Kejaksaan

Made with FlippingBook flipbook maker