SP161027

Utama

Suara Pembaruan

3

Kamis, 27 Oktober 2016

Jubir Dipilih Bukan Sekadar Faktor Popularitas

[JAKARTA] Juru bicara (jubir) pasangan cagub- cawagub DKI Jakarta dipilih berdasar pertimbangan masing-masing tim peme- nangan. Pertimbangan utama tentu bukan semata popula- ritas jubir, tetapi kapasitas yang bersangkutan untuk memahami karakter pasang- an yang diusung, menguasai kondisi Jakarta saat ini dan apa yang hendak dilakukan kelak, serta kemampuan menyampaikan pesan dan kepada khalayak. Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul dipercaya sebagai juru bicara (jubir) Tim Pemenangan pasangan Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat (Ahok- Djarot). Ruhut memang secara pribadi sejak tahun lalu mendukung Ahok maju sebagai DKI 1. “Saya sudah setahun lalu bersama relawanTemanAhok. Waktu itu Ahok calon inde- penden, saya dukung Ahok secara pribadi. Saya orang partai, tapi pribadi dukung Ahok,” kata Ruhut kepada SP , Kamis (27/10). Pertemuan rutin bersama Ahok secara intensif dilaku- kan hingga pada akhirnya terkumpul 1 juta kartu tanda penduduk (KTP) pendukung Ahok. Seiring berjalan waktu, Partai Nasdem, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Golkar (PG) juga turut Menurut Ruhut, dirinya diminta Ahok untuk berko- munikasi dengan para rela- wan. “Kita kumpul di rumah Pak Ahok bersama kawan -kawan relawan, mereka akhirnya bisa mengerti pilihan PakAhok maju mela- lui partai. PDI-P juga berga- bung,” ujarnya. Dia menuturkan, tim pemenangan lantas dibentuk. Dia mengaku terkejut, kare- na turut dimasukkan tim atas rekomendasi PDI-P. “Saya juga kaget. PDI-P menghor- mati peran saya selama ini yang sudahmendukungAhok. PDI-P tahu saya tak mewakili partai saya (Demokrat),” tuturnya. B e n d a h a r a T i m Pemenangan Ahok-Djarot, Charles Honoris, merupakan pihak yang menghubungi Ruhut. Ketua tim pemenang- an, Prasetio Edi Marsudi juga mengajak Ruhut untuk ber- gabung. “Saya ditelepon sama Charles Honoris. Pras juga ngomong ‘Om tolonglah ikut’. mengusung Ahok.

Aku awalnya bilang enggak usah, tapi ya enggak ada masalah. Aku total dukung Ahok. Mereka bilang aku bukan hanya jurkam (juru kampanye), tapi juga jubir (juru bicara),” kata Ruhut. Ruhut menambahkan, setiap hari bakal terus mela- kukan penggalangan ke masyarakat Jakarta. “Tiada hari tanpa penggalangan. Pak Ahok itu sudah berikan bukti, yang lain baru janji, paling itu yang bisa aku sampaikan ke warga,” tambahnya. Dia mengatakan, kalang- an menengah ke bawah menjadi target yang disasar. Sebab, warga menengah ke atas hampir dipastikan telah mendukung Ahok. “Orang cerdas pilihAhok,” katanya. Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (dapil) I Sumatera Utara ini juga menyatakan, dirinya bakal mengundurkan diri dari kursi DPR. Salah satu tujuannya, agar dapat bekerja penuh selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017. “Sudah banyak pertim- bangan dari aku untuk mun- dur. Tapi aku tetap anggota Demokrat. Semua partai minta aku pindah ke partainya, mereka kira aku bisa bantu mereka. Tapi, aku sudah tidak mau injak Senayan lagi,” tandasnya. Sementara itu, Charles mengatakan, Ruhut adalah figur yang tepat menjadi jubir. “Karena dia politisi yang dikenal luas oleh publik,” kata Charles. Dia membenarkan meng- hubungi Ruhut secara lang- sung. “Sebelumnya, saya dengan Pak Pras diskusi terkait nama-nama jubir. Kami konfirmasi satu-satu dan Pak Ruhut bersedia. Kami tentu senang Pak Ruhut mau jadi jubir,” ujarnya. Pertimbangan Kualitas Secara terpisah, Ketua Tim Pemenangan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni, Nachrowi Ramli mengatakan, penen- tuan jubir pasangan Agus- Sylvi merupakan kesepakat- an empat partai pendukung, yakni Demokrat, PAN, PKB, dan PPP. Jubir dipilih berda- sarkan pertimbangan kemam- puan dan kompetensi seseo- rang. “Kalau pertimbangan kami (memilih juru bicara) tentunya yang paling utama mengerti bagaimana mem- berikan informasi yang baik

kepada masyarakat. Bukan sekadar pesohor atau artis. Kami memilih orang yang mempunyai kualitas,” kata Nachrowi. Dengan jubir yang ber- kualitas, diharapkan pesan -pesan kampanye pasangan Agus-Sylvi dapat diterima dengan baik seluruh lapisan masyarakat. “Intinya kami mendahulukan kualitas. Tidak hanya juru bicara tetapi seluruh tim harus bergerak mengambil simpati rakyat. Tentunya yang tidak kalah penting adalah mesin partai pendukung,” katanya. Hal senada disampaikan Sekjen Partai Demokrat,

Hinca Panjaitan. “(Dipilih) sesuai kapabilitas dan keca- kapannya serta penguasaan aspek politik, sosial, ekono- mi, hukum, budaya, dan keamanan,” tuturnya. “Kami yakin dengan para jubir. Kami beri pembekalan substansi yang cukup tentang apa dan bagaimana Jakarta kemarin, sekarang, dan yang akan datang. Semua menda- patkan arahan yang maksi- mal,” jelasnya. Menurutnya, peran jubir bergantung kemampuan dan latar belakang ilmunya. Tiap jubir punya bidang masing -masing. Antarjubir selalu berkomunikasi untuk men-

sinergikan atas apa yang disampaikan ke publik. Sedangkan, menurut salah satu jubir tim pemenangan Agus-Sylvi dari Partai PAN, Marissa Haque, awal mula dirinya bergabung karena pasangan tersebut turut diu- sung PAN. Terlepas dari statusnya sebagai kader dan bendahara PAN, Marissa mengakui jika dirinya menyu- kai pasangan Agus-Sylvi. “Dari sisi berpasangan gender, satu-satunya yang mewakili keperempuanan cuma ibu Sylviana. Selain itu satu-sa- tunya calon yang berusia di bawah 40 tahun adalah mas Agus. Jadi early voters

(pemilih pemula) bisa ditarik dengan sangat cepat oleh mas Agus,” ujarnya. Selain itu, kaum perem- puan juga menjadi target pasangan tersebut. “Di Agus dan Sylvi, Muhammadiyah dan NU dua-duanya bisa dipegang. Muhammadiyah sebagian besar di PAN, PKB jelas-jelas NU,” lanjut Marissa. Selain itu kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis Baitul Maal Wa Tamzil (BMT) di mana para pelaku usaha 90% adalah perempuan, juga disasar oleh pasanganAgus- Sylvi. [C-6/CAR/H-14/R-14]

Kalangan menengah ke bawah menjadi target yang disasar. Sebab, warga menengah ke atas hampir dipastikan telah mendukung Ahok. “

Made with FlippingBook Online newsletter