SP171023

Metropolitan

Suara Pembaruan

27

Senin, 23 Oktober 2017

Depok Menuju Kampung Tematik

F enomena kampung te- matik di Malang, Jawa Timur, perlahan mulai menular ke banyak da- erah lain di Indonesia. Tidak terkecuali di Kota Depok, Jawa Barat. Meski belum seapik dan seatraktif Malang, beberapa titik kampung di Depok perlahan menggeliat menata diri. Menjadikan tembok kosong dan ruang kosong sebagai sesuatu yang menarik dan terawat. Salah satunya adalah di RT 5, RW 3, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Bersama de- ngan Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia, warga di RT 5, RW 3 bergotong-royong menjadikan kampung mereka kembali cantik dan bebas dari kekumuhan mela- lui lukisan mural di tembok dan juga cat warna warni yang meng- hiasi ruas jalan di sepanjang RT 5, RW 3 ini. Tidak mudah mengubah wajah RT 5, RW 3 yang terlanjur lekat dengan kesan kumuh. Sebelum mendapatkan sentuhan pembaru- an dari Universitas Indonesia, kampung ini lekat dengan sebutan kumuh dan tak terawat. Ketua RT 5, Kelurahan Tugu, Suparjo menuturkan, sebelum 2014, kampung tersebut sangat ku- muh. Pada bagian sisi jalan terda-

cantik dan bersih," ujar Suparjo kepada SP di RT 5, RW 3, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, pekan lalu. Niat Suparjo untuk menata wilayahnya bak gayung bersam- but ketika para mahasiswa Fakultas Teknik UI datang me- mohon izin menata kampung. Suparjo pun membuat proposal dan langsung direspons cepat oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Dosen arsitektur Fakultas Teknik UI Dalhar Susanto me- ngatakan, RT 5 boleh dikatakan sebagai kampung di perkotaan yang menarik untuk ditata. Meski terletak di tengah kota, ternyata wilayah ini masih menyimpan ba- nyak pekerjaan rumah yang harus ditata agar kampung menjadi se- hat, bersih, dan hijau. "Ini bentuk pengabdian masya- rakat kami. Selain itu kami ingin mahasiswa membuat karya nyata dan menangani persoalan yang riil di masyarakat," ujar Dalhar, di sela sela kegiatan pengecatan dan penggambaran mural di RT 5.

padahal jika dimanfaatkan de- ngan baik, ruang kosong dapat berguna. Misalnya sebagai sarana tempat bermain dan berekspresi bagi anak anak. Perhatian Departemen Arsitektur UI kepada kampung ini, dikatakan Dahlan, sudah ter- jalin sejak 2014. Penataan awal kampung dimulai dengan mem- buat saluran air, dan membuat bak kontrol agar ketika sampah menumpuk maka sampah bisa di- angkat dan dibersihkan. Departemen Arsitektur juga menata jalanan di kampung ini dengan paving blok agar air hujan dapat ter- serap ke tanah dan tidak mening- galkan genangan yang membuat kampung menjadi becek dan ku- muh. Namun, lanjut Dalhar, apa yang telah dilakukan ini belum cukup. Untuk membuat kampung RT 5 ini menjadi menarik maka dimulailah pengerjaan mural dan kampung tematik warna warni oleh para mahasiswa Departemen Arsitektur UI. "Kami ingin mengubah ruang terabaikan yang tadinya negatif menjadi positif. Kampung ini ka- mi tata dengan lukisan mural se- suai dengan tema yang berkaitan dengan lingkungan dan juga war- na warni cat yang menambah ke- indahan kampung," tuturnya. [Bhakti Hariani]

SP/BHAKTI HARIANI Para Mahasiswa Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UI dan Lurah Tugu serta warga antusias melakukan pengecatan Kampung Tematik di RT 5, RW 3, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat

pat selokan yang airnya kerap kali mampet dan ketika musim hujan malah naik ke atas jalan sehingga menebarkan bau tak sedap khas se- lokan. Sangat jarang orang yang sudi lewat melintas di jalan ini. "Perbaikannya kontinu sampai

sekarang. UI mulai kegiatan di si- ni sejak tahun 2014. Awalnya memperbaiki drainase. Kami di- buatkan saluran air Sehingga ti- dak mampet. Hingga kini berlan- jut ke kampung tematik yang menjadikan wilayah kami lebih

Potensi

Lebih lanjut dikatakan Dalhar, kampung di kota memiliki poten- si menjadi ruang yang terabaikan

Made with FlippingBook - Online catalogs