ID150212

SPORTS

MARKETS & CORPORATE

MONEY & BANKING

10 >>

13 >>

21 >>

INDONESIA

KAMIS 12 FEBRUARI 2015

MEDIA HOLDINGS

ENERGY

IST

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Oleh Agustiyanti dan Primus Dorimulu JAKARTA-Setelah mencapai Rp 251,4 triliun pada 2014, PT Bank Mandiri Tbk menargetkan market capitalization (market cap) Rp 550 triliun pada 2020. Untuk mencapai target ini, profesionalisme dan independensi para bankir merupakan faktor kunci. Sebagai perusahaan terbuka, Bank Mandiri tidak boleh terkesan kurang independen dan kurang profesional.

n Hendrajaya

Bangun Infrastruktur Pipa, Pertagas Investasi US$ 400 Juta PT Pertamina Gas (Pertagas) akan mengucurkan anggaran belanja modal hingga US$ 400 juta pada

tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pipa.

>> 9

“Dari sisi teknis perbankan, saya tidak ragu. Tapi, yang saya khawatir- kan adalah berbagai faktor yang membuat Mandiri kurang bagus di mata investor dan pelaku pasar mod- al. Jika ada kesan intervensi, Mandiri akan dinilai tidak independen dan tidak profesional,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dalam diskusi dengan para pemimpin redaksi media massa di Mandiri Plaza, Jakarta, Rabu (11/2). Tahun ini, masa tugas enam di- rektur dari sembilan anggota dewan direksi BankMandiri berakhir. Dua di antara enam direktur itu sudah menjalani dua masa bhakti, sehinga tidak bisa diangkat lagi. Mereka adalah Wakil Dir ut Riswinandi dan Direktur Consumer Banking Abdul Rachman. Sedangkan empat lainnya masih bisa dipilih kembali untuk memasuki masa bhakti lima tahun kedua. Keempat direktur itu adalah Pahala N Mansury (direktur keuangan dan strategi), Sunarso (di- rektur komersial), Fransisca NMok (direktur corporate banking ), dan

Laba Bank Mandiri Rp 19,9 Triliun Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Budi G Sadikin (tengah), Wakil Direktur Utama Riswinandi (tiga dari kanan) berbin- cang dengan jajaran direksi dari kiri ke kanan, Fransisca N Mok, Herry Gunadi, Pahala N Mansury, Abdul Rachman, dan Sunarso usai paparan laporan keuangan di Jakarta, Rabu (11/2). PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat laba bersih pada 2014 tumbuh 9,2% menjadi Rp 19,9 triliun atau naik Rp 1,7 triliun jika dibandingkan akhir 2013 sebesar Rp 18,2 triliun.

kat, market cap Rp 550 triliun akan tercapai dan Bank Mandiri akan menjadi bank terbesar di Asean pada 2020, mengalahka DBS Bank, Singapura,” ungkap Budi. Market cap DBS pada 2014 sebe- sar US$ 38,5 miliar dan menempati peringkat pertama di Asean.

karena setiap injeksi dana besar oleh pemerintah biasanya disertai intervensi. Untuk memperkuat permodalan, Bank Mandiri tahun ini akan mener- bitkan obligasi senilai US$ 800 juta hingga US$ 1 miliar. Selanjutnya, dalam kurun waktu empat tahun ke depan, BankMandiri akanmenerbit- kan saham baru untuk menambah modal ( rights issue ) dalam rangka mewujudkan nilai kapitalisasi pasar Rp 550 triliun pada 2020. “Jika harga saham terus mening-

karena faktor psikologis acap kali menjadi faktor sangat penting bagi perkembangan sebuah perusahaan. Pasar sangat sensitif terhadap isu intervensi. Dalam dua hari terakhir, harga sahamBankMandiri di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik signifikan setelah pelaku pasar mengetahui bahwa penyertaan modal negara (PMN) terhadap BankMandiri sebe- sar Rp 5,6 triliun yang dialokasikan pemerintah pada APBN-P 2015 tidak disetujui DPR. Pasar melihat keputu- san itu sebagai sesuatu yang positif,

Kresno Sediarsi (direktur teknologi dan operasional). “Di bank besar seperti Mandiri, kesalahan kecil bisa berdampak buruk. Direksi adalah posisi pent- ing. Mereka harus dari kalangan profesional,” kata Budi. Jika bukan dari kalangan profesional, para investor dan pelaku pasar akan melihat sebagai bentuk intervensi. Persepsi buruk ini perlu dicegah

Bersambung ke hal 2

MONEY & BANKING

Premi Penjaminan LPS Capai Rp 42,85 Triliun Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membukukan total premi penjaminan sejak 2005 hingga tahun 2014 mencapai Rp 42,85 triliun. Sedangkan total aset LPS tercatat sebesar Rp 49,78 triliun,

dan sehat itu diperkirakan Rp 480 triliunsetahun, denganasumsimini- malseluas36m2(tipe36)dan harga rata-rata Rp 120 juta per unit. Sedan- gkan ketersediaan dana dari APBN saat ini hanya sekitar Rp 15 triliun, sehingga kurang Rp 465 triliun se- tahun. Untuk itu, pemerintah perlu menambah anggaran untuk rumah murah dan memberi insentif yang menarik bagi pengembang swasta. Kepala EkonomPT Bank Nega- ra Indonesia (Persero) Tbk Ryan Kiryanto mengatakan, saat ini ada program pembangunan sejuta ru- mah per tahun oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Oleh Thomas Harefa dan Gita Rossiana

>> 22

tumbuh 15,02% dibandingkan periode sama pada 2013 yang mencapai Rp 43,28 triliun.

JAKARTA -- Untuk mengata- si kekurangan rumah sekitar 20 juta dalam lima tahun ke depan, pemerintah perlu mengakselerasi penyediaan rumahbagimasyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 4 juta per tahun. Pemer- intah pusat maupun daerah berke- wajiban memenuhi kebutuhan rumah bagi MBR, antara lain lewat pemberian subsidi perolehan ru- mah, stimulan rumah swadaya, in- sentif perpajakan, kemudahan per- izinan, penyediaan tanah, sertifikasi tanah, serta prasarana, sarana, dan utilitas umum. Dana yang dibutuhkan untuk penyediaan rumahMBRyang layak

Oleh Nasori

JAKARTA – Keyakinan publik terhadap kemampuan pemerin- tahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Joko- wi-JK) dalam menangani berbagai masalah sosial dan ekonomi di Tanah Air masih tetap tinggi hing- ga memasuki umur pemerintahan yang lebih dari 100 hari. Bahkan, persentase publik yang meyakini kemampuan Jokowi-JK dalam menyediakan layanan kesehatan yang murah dan berkualitas masih berada di level 76%. Demikian hasil survei yang dilaku- kan Litbang Beritasatu Media Hold- ing (BSMH) terhadap persepsi

kota besar di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Semarang, Surabaya, Med- an, dan Makassar.

publik atas pemerintahan Jokowi-JK yang sudah berjalan 100 hari. Survei dilakukan dalam rentang waktu 28 Januari–1 Februari 2015 terhadap 500 responden yang mewakili mas- yarakat pengguna telepon di lima

Bersambung ke hal 11

Bersambung ke hal 11

Investor Daily/ant

>> INVESTOR DAILY EDISI 2014 NO. 3968

>> TELP REDAKSI: (021) 29957500, IKLAN: (021) 29957500, SIRKULASI: (021) 8280000, LAYANAN PELANGGAN: (021) 2995 7555, FAX. (021) 5200 812

>> HARGA ECERAN RP 6.500 (BERLANGGANAN RP 120.000 /BULAN)

WWW.INVESTORINDONESIA.COM

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online