SP160801

Utama

Suara Pembaruan

3

Senin, 1 Agustus 2016

Mendikbud: Genjot Pembangunan Karakter

[JAKARTA] Pembangunan karakter yang segera digenjot Kemendikbud adalah penanaman dan aplikasi budi pekerti, sehingga para tenaga pendidik atau pengajar itu bisa tampil sebagai sosok guru, yang dalam bahasa Jawa diartikan sebagai yang digugu (diper- caya dan dipatuhi) dan yang ditiru. Oleh karenanya, sosok guru harus mampu tampil sebagai sosok panutan, baik ucapan maupun tindakan atau tingkah lakunya. “Ini memang perlu proritas untuk mendorong ke arah itu,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayan (Mendikbud) Prof Muhadjir Effendy, Senin (1/8).Mendikbudmengakukini sedang memformulasikan langkah -langkah riil menuju penggugah kesadaran bersama yang sebenarnya sudah dicanangkan Presiden Jokowi dalam programNawacita, yang dida- lamnya terdapat revolusi mental. “Pembangunanmentalmanusianya sangat penting di samping pemba- ngunan fisik (pendidikan) itu sendiri,” katanya. Peran sosok guru di sini memiliki arti yang luas, tetapi secara singkat guru adalah sosok panutan yangwajib memiliki sikapmental yang teruji dan terpuji. Oleh karenanya, para orang tua harus menyadari, jika putra-putri- nya disekolahkan di satu lembaga pendidikan, janganmudahmelaporkan

menjadi yang terbaik, karena mereka adalah guru bagi anak-anaknya di

Pada masa jabatannya, Kemdikbud melakukanujikompetensiguru(UKG) sebagai bentuk pemetaan kualitas. “UKG itu kita lakukan karena ingin mengetahui kualitas guru, ini cara untukmengetahui apa yangharus ditingkatkan. Oleh karena itu, pada 2012 kita adakan UKG. Dari situ kita tahu petanya dan bisa melakukan penguatan guru di bidang apa yang lemah,” ujar mantan Rektor Institut TeknologiSepuluhNovemberSurabaya itu. Selanjutnya,diamengatakan,untuk mengetahui kelemahan tiga juta guru, tidak mudah. Tidak dapat dilakukan setahun atau dua tahun. Perlu waktu yang relatif lama dan konsisten. MantanMenteri Komunikasi dan Informatika ini menegaskan, kon- sisten dalam artian tidak mengubah- ubah cara penilaiannya. Pasalnya, hal yang dilakukan telah ada dasar rasionalitas maka perlu diteruskan. Sehingga tugas pemerintah berikut- nya meningkatkan pada lintas gene- rasi. Tidak cukup hanya tugas pemerintahan, karena pendidikan adalah lintas pemerintahan dan lintas generasi. Maka, pemerintah selanjutnya tidak berhenti melakukan pelatihan kepada guru. Hal lain adalah kurikulum. Prof Nuh mengatakan, rujukan kurikulum selama ini adalah negara Finlandia

yang sebagai pemetaan persiapan kurikulum 2020-nya hampir sama denganyangdilakukanpadakurikulum 2013 (K-13). Artinya, kurikulum Indonesia lebih maju selangkah. “Apa yang kita lakukan tidak jauh berbeda bahkan lebih awal karena merekabarumeluncurkanpada2020,” kata dia. Dijelaskannya, Kurikulum 2013 dihadirkan karena telah diubah kon- tennya, dan memperbaiki isinya antara lain, diganti sesuai dengan ketentuanyangadadiPISSA.Pasalnya, selama ini kompetensi yang diujikan dalam Programme for International Student Assesment (PISA) belum diajarkan. Maka pada K-13 semua diambil sehingga wajar para guru merasa kesulitan , karena hal baru, jadi harus berani meningkatkan kua- litas supaya berubah.Maka, pemerin- tah tidak boleh putus asa terus mela- kukan pelatihan untuk mencapai perubahan. Kualitas juga dia tentukan oleh kepala sekolah. Manajemen berbasis sekolahdan infrastrukturnya.“Masalah infrastruktur ini karenakepala sekolah, daerah yang belum impact bukan karena dana. Saya harappakMuhadjir mestimelanjutkangerakan rehabitlitas sekolahyangdulupernahkita lakukan, karena infrastruktur ada,” ujar dia. [ARS/FAT/O-2]

lingkungan rumahnya. Akses dan Kualitas

Mantan Mendikbud Prof Mohammad Nuh mengatakan, kon- disi pendidikan dasar dan menengah Indonesia saat ini tertinggal jika dibandingkan dengan negara maju. Namun, sejak negaramengalokasikan APBNuntuk pendidikan senilai 20%, telah nampak kemajuan dibeberapa sektor terutama akses dan kualitas. Nuhmenyebut, pada akses sangat jelas terlihat perbedaan.Terlihat adanya distribusi untuk menyelenggarakan pendidikan di daerah-daerah terpencil dan di luar negeri khususnya untuk anak-anak para tenaga kerja Indonesia (TKI). Hal ini tidak mudah sangat terlihat perubahannya. “Jadi akses itu tidak hanya dinik- mati oleh warga perkotaan semata, tetapi juga distribusi ke daerah juga termasuk distribusi untuk status sosi- al. Kita hadirkan BOS, sehingga masyarakat Indonesia dari kalangan ekonomi bawah dapat menikmati pendidikan.Makadari sisi akses sudah ada perkembangan bagus,” ujar Nuh, Senin (1/8). Dari sisi kualitas, sangat dipenga- ruhi oleh perkembangan guru, mana- jemen, kurikulum, dan infrastruktur.

sp/joanito de saojoao

Muhadjir Effendy

guru ke pihak berwajib manakala putra-putrinya dijewer karena mela- kukan kesalahan atau pelanggaran. Dijewer itu adalah teguran dari sosok seorang guru yangmengemban fungsi mendidik mental dan karakter anak didik. Lebih dari itu perlu disadari oleh para orang tua untuk memahami. Sebab, para orang tua yang memiliki waktu bersama putra-putrinya jauh lebih lama dibanding guru di sekolah, berkewajiban mendidik mental dan karakter putra-putrinya sehingga menjadi sosok pribadi yang terbaik. Di sini orang tuaberkewajiban sebagai trigger untukmenumbuhkembangkan mental dan karakter putra-putrinya

Made with FlippingBook HTML5