SP180509

Suara Pembaruan

Utama

Rabu, 9 Mei 2018

3

Isu SARAMerebak di Pemilu Malaysia

[KUALA LUMPUR] Keberagaman suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) di Malaysia ibarat pisau bermata dua. Politik rasial dan agama pada pemilihan umum Malaysia ke-14 telah memecah belah rakyat Malaysia. Banyak pihak meyakini kubu Barisan Nasional (BN) masih bisa meraih sukses dengan formulasi berbasis ras. Sementara Partai Islam Malaysia (PAS) masih konsisten mengandalkan pemilih Muslim. Sanggupkah oposisi Pakatan Rakyat menepis isu tersebut. Setelah warga non-Melayu me- ninggalkanBNdalamdua pemilihan terakhir, Perdana Menteri Najib Razak menghadapi pertempuran terberat dalamkarier politiknya untuk memenangkan hati dan pikiran etnis Melayu. Suara mereka sangat me- nentukan nasib koalisi yang berkuasa dan kepemimpinan Najib, termasuk kebijakan dan politik berbasis ras. Di Malaysia, kaum pribumi atau Bumiputra tergolong cukup diman- jakan pemerintah. Simak saja, kisah Abdul Majid Mohd Nor (66 tahun), pensiunan yang tidak pernah disebut kaya. Namun sebagai Bumiputra, Abdul menikmati perlakuan isti- mewa ketika datang ke penerimaan universitas, pekerjaan, kepemilikan modal saham, bahkan permohonan pinjaman. Tidak hanya itu, statusBumiputra membantu Abdul Majid memiliki bisnis kecil dan keluarganya juga mendapatkan penghasilan tambahan dari perkebunan yang diwarisi dari ayahmertuanya, yang telahdimukim- kan kembali di bawah skema Federal LandDevelopmentAuthority (Felda) bagi keluarga miskin di pedesaan. ItulahmengapaAbdulMajid tetap bersyukur kepada koalisi berkuasa Barisan Nasional Malaysia. "Ketika kami tidakmempunyai apa-apa, kami diberi bantuan, sehingga kami dapat bekerja danmemberikan pendidikan kepada anak-anak kami," katanya, Selasa (8/5).

pemilihan. Sebenarnya, dia me- nyadari kesalahan yang dia buat terhadap Sabah dan Sarawak ketika dia berkuasa,” kecamnya. Menurut Jeneri, sebenarnyaMa- hathir tidak berani datang ke Sabah dan Sarawak danmenghadapi warga setempat, karena dia tahu sentimen anti-Mahathir yang kuat di antara orang-orang di kedua negara bagian ini.WargaSarawak tidak akanmudah melupakan apa yang telah dilakukan Mahathir, termasuk baru-baru ini saat diamenghinawarga Sabah-Sarawak. “Bagaimana mungkin baginya untuk tidak berkampanye di sini (Sabah dan Sarawak) ketika kedua negara memiliki komposisi besar kursi parlemen,” ujarnya. Jeniri mengungkapkan,Mahathir tidak berpikir dua kali untuk mene- rapkan Undang-undang Keamanan Internal (ISA) terhadap pihak-pihak yang secara terbuka menyuarakan perlunya mengembalikan hak-hak Sabah dan Sarawak sebagaimana dinyatakan dalam MA63. “Tidak seperti sekarang dengan Perdana Menteri (Najib Razak) yang telah menghapuskan ISA (Internal Se- curity Act) dan telah memberikan ruang bagi orang-orang di sini untuk mengangkat masalah MA63 secara terbuka,” tambahnya. Selain itu, dia menyebutkan Proyek IC, yang menurutnya, juga merupakan alasanmengapaMahathir tidak akan pergi ke Sabah, karena ia khawatir dengan sentimen di sana. Proyek itu juga menghasilkan kon- disi sosial dan ekonomi yang tidak stabil di Sabah. “Banyak orang non-Sabah yang diberi kartu identitas dan ini mem- buat orang-orang Sabah yang benar marah,” katanya. Sementara itu, analis politik Datuk Peter Minos menilai, koalisi oposisi tidakdapatmenembus “lemari besi'”SarawakmilikBarisanNasional di bawah kepemimpinan Perdana Menteri DatukPatinggiAbang Johari Abang Openg. [NST/U-5]

Sejak diperkenalkan pada 1971 sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan status sosi- al-ekonomi Bumiputra, Kebijakan Ekonomi Baru telah membantu sekelompok orang Melayu naik ke kelas menengah. Untuk menopang dukungan di antara pemilihMelayu dan juga di internal partai, PMNajib telahmeluncurkan programpember- dayaan ekonomi Bumiputra baru. Diamemperingatkan bahwawar- ga etnis Melayu akan menjadi peng- emis di Malaysia seandainya oposisi berhasil mengambil alih kekuasaan. UMNO mungkin juga tidak punya pilihan lain selain memainkan kartu "ras dan membuktikan diri sebagai suara sejati" orang-orang Melayu. Analis politik danAsia Strategy and Leadership Institute, Oh Ei Sun melihat fenomena itu. Menurut dia, di daerah perkotaan serta pinggiran kota, sebagian besar pemilih cende- rungmenuju PakatanHarapan. "Jadi,

jika UMNO dan, dengan perluasan, BN harus mempertahankan kekua- saan mereka atas negara itu, mereka harus benar-benar memenangkan hati warga etnis Melayu," ujarnya. Koon Yoon Sin, pemilik mesin cuci mobil dan mobil yang berasal dari Kedah, termasuk di antara mereka yang menjadi semakin kritis terhadap kebijakan berbasis ras. Agar adil, kebijakan seperti itu harus membantu orang miskin dan membutuhkan tanpamemandang ras. Itu akan menjadi skenario terbaik," ujarnya. Sentimen Anti-Mahathir Ketiadaan Tun Dr Mahathir Mohamad selama masa kampanye pemilihan umum ke-14 di Sabah dan Sarawak, dipandang telah me- redakan “sentimen kekecewaan” yang dirasakan oleh warga kedua negara bagian selama 22 tahunmasa jabatannya sebagai perdana menteri.

Situasi ini menyusul kondisi Sabah dan Sarawak yang dinilai sebagai kegagalan di pihak Mahathir. Pemimpin oposisi itu dinilai tidakmembawa pengembangan serta memperkaya kehidupan sosial dan ekonomi di Sabah dan Sarawak sela- mamasa jabatannya sebagai perdana menteriMalaysia. Selain itu,Mahathir juga dianggap telah “menolak” hak istimewa yang diberikan kepada Sabah dan Sarawak, sebagaimana diatur dalamKesepakatanMalaysia 1963 (MA63). Dosen senior di Universiti Malaysia Sarawak (Unimas) Jeniri Amir mengatakanMahathir sebagai pemimpin veteranmenyadari bahwa kebijakan yang diterapkan ketika membantu pemerintah federal telah membuat rakyat Sabah dan Sarawak dirugikan. “Saya skeptis dengan alasan bahwa dia dibutuhkan lebih banyak di Semenanjung untuk kampanye

BN Diprediksi Menang, tetapi Suara Tergerus

[ KUALA LUMP UR ] Lembaga survei Merdeka C e n t e r M a l a y s i a memperkirakan, koalisi partai-partai penguasa, yakni Barisan Nasional (BN) akan kembali ke tampuk kekuasaan. Merdeka Center menyebutkan, kemenangan BN d i p e r o l e h b e r k a t mempertahankan dukungan pemilih Melayu. Meski demikian, BN kemungkinan kehilangan suara mayoritas pemilih. Hasil ini akan membuat koalisi penguasa itu berada pada posisi yang sama seperti pemilihan sebelumnya. Me- nurut Merdeka Center, BN diperkirakan memenangkan 100 dari 222 kursi parlemen federal, sementara penantang utamanya, koalisi Pakatan Harapan (PH), kemungkinan akan mengantongi 83 kursi. Islamist Parti Islam Se-Ma- laysia (PAS), yang memiliki

kubu di Kelantan, diprediksi dapat mempertahankan hanya dua kursi saja. “Tingginya jumlah kursi marjinal menyiratkan bah- wa partisipasi pemilih akan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil dari banyak kursi pada hari pemilihan,” kata Merdeka Center dalam pernyataandiMalaysia, Selasa (8/5). Dalammeraih popula- ritas suara di Semenanjung Malaysia, PH diprediksikan untuk memenangkan 43,4%, lebihbanyakdibandingkande- ngan BN yangmeraih 37,3%. Sementara, PAS diharapkan memenangkan 19,3% suara. Sebagian besar pemilih lebih prihatin tentang ketahan- an ekonomi dan perlindungan terhadap hak-hak mereka daripada memiliki pemerin- tahan yang bersih. Dengan retensi kepantasan dukungan di antara pemilih Melayu, di samping kemampuan PAS

untuk mempertahankan se- tidaknya seperempat bagian suara Melayu, BN diperki- rakan akan memenangkan pemilihan umum. Sebelumnya, lembaga survei lain yang berbasis di Kuala Lumpur, Ilham Centre menyebutkan, basis BN yang lama, yakni Johor, dapat jatuh ke tangan PH, yang diperkirakan akan mempertahankan kendali atas Selangor dan Penang. Direktur Eksekutif Ilham Centre, Hisommudin Bakar mengatakan, BN diharapkan dapat mempertahankan suara di negara bagian Tereng- ganu, Perlis, dan Pahang, serta mungkinmemenangkan Kelantan kembali dari PAS, yang telah memegangnya sejak 1990. Dia melihat BN akanmenghadapi pertarungan sengit dengan PH di Kedah dan Perak. JumlahParlemenMalaysia

yang diperebutkan pada pe- milu ke-14 ini sebanyak 222 kursi. Hasil Pemilu 2013, BN mendapatkan 131 kursi atau kurang17kursi dari kebutuhan mayoritas yang diperlukan untukmengamendemenKon- stitusi. Perbatasan pemilihan Malaysia terjadi kembali tahun ini dengan cara yang ditentang oleh oposisi karena dinilai menguntungkan BN. Pemimpin BN yang juga PerdanaMenteri Najib Razak menyebutkan, oposisi telah membuat mereka takut dan membuat janji palsu yang mereka tahu mustahil dapat penuhi. Kemarin, Dewan Kepresidenan PH merilis pernyataan yang menuduh bahwa perilaku kebijakan fiskal yang tidak bertanggung jawab sejak 2009 dan erosi terus menerus dari kualitas kelembagaan telah membuat negara Malaysia mundur. Dewan berjanji untuk

mengevaluasi posisi keuangan nasional dalam waktu 100 hari setelah mengambil alih kekuasaan dari BN. “Warga Malaysia yang terhormat,

terkemuka, dan patriotik akan diundang untuk berkontribusi dalam melakukan reformasi ini,” kata Dewan Kepreside- nan. [ST/U-5]

Made with FlippingBook flipbook maker