ID160606

senin 6 juni 2016

3 INTERNATIONAL BUSINESS

Investor Daily / AFP PHOTO / Sabah Arar​

Tanpa Perkelahian Sengit Di sisi lain, pertemuan ini turut memperlihatkan rival-rival kawasan Arab Saudi dan Iran – yang mening- katkan volume produksi setelah sanksi nuklir dicabut tahun ini dan semakin menekan harga – yang sepertinya muncul untuk berdamai, setidaknya di Wina. “Arab Saudi memberikan penjelasan rinci bahwa mereka tidak memiliki niatan untukmembanjiri pasar dengan minyak mentah sebagai sarana untuk menganggu Iran secara ekonomi melalui harga minyak yang lebih rendah,” kata Bjarne Schieldrop di SEB Markets. Hal ini lanjut Schieldrop, meng- isyaratkan tidak ada perkelahian internal yang sengit. “Saya percaya bahwa saat ini ada satu kesatuan yang sangat baik antara anggota OPEC,” pungkas Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh. Dia menambahkan itu terlihat dengan tidak adanya tanda-tanda bahwa setiap anggota akanmelakukan sesuatu hal terhadap satu sama lain untuk mengacaukan pasar. Suasana yang lebih baik ini me- mungkinkan OPEC mengangkat sekretaris jenderal yang baru. Sekjen OPEC terpilih Mohammed Barkindo asal Nigeria akan menggantikan Abdullah el-Badri dari Libya, yang sudah melekat dalam tugas ini selama bertahun-tahun hanya karena para anggota OPEC tidak setuju dengan penggantinya. Selain itu, terdapat 13 negara ang- gota kartel – menjadi 14 anggota sejak Gabon bergabung pada 1 Juli – tidak berhasil mencapai kata sepakat soal batas atas produksi kolektif terbaru, setelah membatalkan salah satu kes- epakatan yang dicapai dalam perte- muan Desember. Para ahli menyebutkan, Saudi mengusulkan untuk mengemba- likan satu tapi Iran menentang upaya itu. Zanganeh mengatakan bahwa penetapan batas atas kolektif OPEC tidak berarti apa-apa tanpa menyetujui kuota produksi bagi para anggota. (afp)

Oleh Leonard AL Cahyoputra

WINA – Pulihnya harga minyak membuat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) bagaikan berada di tempat yang menguntungkan. Namun kalangan analis mengingatkan, pada Minggu (5/6), soal ketidakmampuan OPEC untuk menyepakati batas atas produksi demi membendung arus minyak mentah. OPEC juga dianggap telah mengkhianati

perbedaan berkepanjangan yang dapat menimbulkan masalah ke depannya.

Warga Irak Sambut Bulan Suci Ramadhan Warga Irak tengah berbelanja di Pasar Shorja, pusat kota Baghdad, untuk bersiap menyambut bulan suci Ramadhan yang dimulai, pada awal pekan ini, Minggu (5/6). Lebih dari 1,5 juta umat Muslim di seluruh dunia akan memasuki bulan Ramadhan di minggu pertama Juni, di mana di bulan itu umat Muslim akan menjalani puasa sejak fajar hingga senja.

menekan para pesaing meskipun menghasilkan harga rendah, akh- irnya berhasil. Di sisi lain, puluhan produsen min- yak shale Amerika Serikat menuju ke- bangkrutan. Produksi negara-negara bukan anggota OPEC diperkirakan mengalami penurunan dan harga telah pulih ke angka sekitar US$ 50 per barel, setelah merosot dari lebih US$ 100 per barel di 2014 menjadi hampir US$ 25 per barel pada Januari. Kemudian, pada sat yang sama Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan kelebihan pasokan global yang gigih – memicu penu- ruhan harga yang parah – di tahun ini akan menyusut secara dramatis. Permintaan juga terlihat sehat. Pemulihan ini muncul tepat pada waktunya, karena harga minyak ren- dah bertahun-tahun telah memukul investasi dalam hal eksplorasi sumur- sumur baru dan teknologi sehingga menciptakan kekhawatiran mengenai kemungkinan masalah pasokan di masa depan. “Anda harus memiliki harga minyak yang lebih kuat. Investasi sekarang sangat rendah dan telah menyusut selama dua tahun. Hal ini belum pernah terhadi sebelumnya,” ujarBill Farren-Price dari Intelijen Kebijakan Petroleum (PPI) kepada AFP .

Sebelumnya, pada pertemuan di Wina, pada Kamis (2/6), negara- negara yang tergabung dalam OPEC menyatakan yakin bahwa krisis selama dua tahun terakhir, yang memperli- hatkan penurunan harga dan memu- nculkan perpecahan, sekarang sudah berakhir. Menurut para anggota harga min- yak mentah sudah naik lebih dari 80%, sejak Desember 2015. Alhasil, pasokan dan permintaan minyak telah dikonvergen sedangkan level stok minyak dan produsen di Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkanmod- erasi baru-baru ini. Helima Croft di RBC Capital Mar- kets mengungkapkan, suasana dalam pertemuan dua tahunan itu lebih ban- yak menunjukkan optimisme diband- ingkan per temuan terakhir, pada Desember. “Menteri Energi Arab Saudi Khaled al-Falih, yang baru diangkat oleh Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman, memiliki daya tarik ofensif untuk memperbaiki hubungan,” kata Croft. Hal tersebut dibantu dengan fakta bahwa strategi yang digerak- kan Riyadh, untuk terus memompa minyak di level ter tinggi demi mempertahankan pangsa pasar dan

yang akan dibayarkna belum ditetap- kan, namun kelompok non-politik yang berada di balik inisiatif ini telah menyarankanmemberikan 2.500 franc Swiss (setara US$ 2.500 atau 2.300 euro) per bulan per orang dewasa, dan 625 franc per anak. Dengan jumlah tersebut maka pemerintah diperkirakan memerlukan tambahan 25 miliar franc per tahun untuk menutupi biaya, sehingga mem- butuhkan opsi antara penurunan pajak drastis atau penaikan pajak yang tinggi. “Gagasan ini mulia, tapi saya rasa masyarakat kami tidak mampu meng- hasilkan di hari ini. Saya skeptis ten- tang hal itu,” kata Stephane Szeless (45 tahun), seorang pegawai negeri sipil di Jenewa kepada AFP , menjelang pemungutan suara Minggu. Namun para pendukung inisiatif ini menunjukkan UBI dapat meng- gantikan program-program tunjangan kesejahteraan sosial lain yang mahal dan dapat dengan mudah dibiayai melalui sedikit kenaikan dalam pajak penjualan atau sedikit tambahan biaya dalam transaksi elektronik. (afp/pya)

kontroversial, bagi sebagian orang. Bahkan Pemerintah Swiss dan hampir seluruh partai politik negara mende- sak para pemilih untuk menolak inisiatif tersebut. Menurut hasil jajak pendapat terbaru, anjuran pemerintah dan partai politik mendapat dukungan 71% suara. Kalangan kritikus turut mengecam inisiatif sebagai “mimpi Mar xis”, seraya mengingatkan usulan tersebut akan menghabiskan biaya setinggi langit dan banyak orang berbondong- bondong berhenti bekerja sehingga merugikan perekonomian. Sedangkan para pendukung meno- lak kecaman kritikus dengan alasan orang secara alami ingin produktif dan pendapatan pokok itu hanya akan memberikan mereka fleksibilitas untuk memilih kegiatan yang mereka anggap paling bernilai. “Selama berabad-abad hal ini telah dianggap sebagai utopia, namun hari ini bukan hanya tidakmungkin tapi sangat diperlukan,” ujar Ralph Kundig, salah satu pegiat kampanye, kepada AFP. Kendati besaran pendapatan pokok

JENEWA – Warga Swiss menolak usulan radikal tentang pemberian pendapatan pokok kepada seluruh penduduk, tanpa harus bekerja atau disebut dengan unconditional basic income (UBI). Penolakan ini terlihat dalam proses pemungutan suara, baik dalam hasil awal dan proyeksi semen- tara, Minggu (5/6). Hasil proyeksi nasional – mem- perlihatkan sebanyak 78% warga menentang inisiatif tersebut – yang disampaikan oleh lembaga poling gfs. bern dan disiarkan RTS, satu jam sete- lah proses pemugutan suara ditutup, pada siang hari waktu setempat. Kebanyakanwarga Swiss telahmem- berikan suaranya denganmengirimkan melalui pos, sehingga sebagian besar suara sudah dihitung, dan margin eror yang diperoleh kurang lebih 3%. Menurut para pendukung inisi- atif UBI pemberian penghasilan semacam itu akan membantu memer- angi kemiskinan dan ketidaksetaraan di dunia karena pekerjaan dengan upah stabil sangat sulit ditemukan. Akan tetapi gagasan ini dianggap

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online