SP170215

Metropolitan

Suara Pembaruan

26

Rabu, 15 Februari 2017

Basuki: Pergencar Pembelian Lahan untuk RPTRA

[JAKARTA] Gubernur DKI J a k a r t a , Ba s uk i Tjahaja Purnama meresmi- kan 112 ruang publik terpa- du ramah anak (RPTRA) yang dibangun dengan Angga r an Pendapa t an Belanja Daerah (APBD) DKI 2016 di Balai Agung, Selasa (14/2). Ke-112 RPTRA tersebut tersebar di lima wilayah, yakni di Jakarta Utara di 28 lokasi, Jakarta Timur 26 lo- kasi, Jakarta Pusat 15 lokasi, Jakarta Selatan 22 lokasi, dan Jakarta Barat 23 lokasi. RPTRA tersebut meru- pakan penambahan dari 70 buah yang sudah diresmikan. Dari 70 itu, 58 di antaranya dari program corporate soci- al responsibility (CSR), satu buah dari kewajiban pe- ngembang, dan 11 lainnya dari APBD 2016. "RPTRA kita jadikan pusat kegiatan warga, tempat komunitas," ujar Basuki saat peresmian. Pada 2017 ini, ia menar- ge t kan s ebanyak 200 RPTRA untuk bisa diba- ngun kembali, di mana 100 RPTRA di antaranya dicari lagi dari perusahaan dalam bentuk CSR. Oleh karena itu, ia menugaskan lurah, camat, dan wali kota untuk

Basuki menambahkan, jika berbicara soal manusia, yang paling penting adalah keluarga dan kesehatan. Dengan demikian, apabila semua orang di Jakarta me- miliki hati dan empati se- perti mengurusi orang, ma- ka Jakarta akan tumbuh menjadi kota yang baik di- mana pusat untuk ini semua ada di RPTRA. Basuki sendiri menan- datangani seluruh prasasti RPTRA tersebut secara ber- gantian per wilayah dan sa- tu waktu. K e p a l a D i n a s P e m b e r d a y a a n , Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta, Dien Emawati mengatakan, pembangunan RPTRA yang diresmikan ini dianggarkan dalam APBD di Dinas Perumahan DKI Jakarta sebesar Rp 151,7 miliar. Dengan dires- mikannya 112 RPTRA ini, katanya, maka secara kese- luruhan DKI memiliki 188 RPTRA. "Dari 188 RPTRA itu, 34% adalah bantuan dari CSR. Sebentar lagi kami akan meresmikan dua RPTRA da r i CSR d i Kalijodo dan Kebagusan,"

ujar Dien.

Ia menjelaskan, RPTRA yang dibangun melalui APBD pada 2016 sebanyak 123 buah, sedangkan yang dibangun oleh CSR ada 65 RPTRA. Oleh karena itu, pihaknya juga telah merek- rut pengelola RPTRA dari warga sekitar dan memberi- kannya gaji sesuai dengan standar upah minimum pro- vinsi (UMP) DKI. Mereka juga diberikan pelatih- an-pelatihan terlebih dahulu supaya bisa melayani ma- syarakat dengan hati yang baik. "Rata-rata jumlah kun- jungan per hari ada 125 orang sampai 852 orang se- hingga RPTRA ini sangat bermakna, terutama di dae- rah padat penduduk," kata- nya. Da l am penge l o l aan RPTRA ini, pihaknya juga didampingi oleh sembilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), 20 yaya- san, serta beberapa univer- sitas yang sudah bekerja sa- ma. Berbagai pelatihan di RPTRA juga dilakukan dari p e r u s a h a a n s e p e r t i Bogasari, Kuliner Sehat, Bintang Toedjoeh, dan se- bagainya. [D-14]

SP/JOANITO DE SAOJOAO Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah) saat meresmikan salah satu Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta, baru-baru ini.

membeli lahan yang dijual. "Lurah estate manager dan orang tua. Jadi lurah harus kerja sama erat de- ngan PKK supaya tahu anak-anaknya siapa, masa- lahnya apa. Dengan begitu tidak ada satu orang pun tertinggal," katanya. Ia mengatakan, wali ko- ta, lurah, dan camat harus memperhatikan betul kare- na yang dibangun melalui RPTRA ini adalah manusia.

Apalagi konsep RPTRA berbeda dengan taman in- teraktif yang ada per RW. Perhatian itu pun harus mencakup semua warga, misalnya siapa saja yang ti- dak sekolah dan harus di- bantu agar bisa sekolah, atau siapa saja yang disabi- litas. Oleh karena itu, mere- ka yang mengelola RPTRA pun harus betul-betul orang yang memperhatikan siapa saja pengunjung RPTRA

tersebut.

"Kami ingin kalau tiap tahun tambah 200 RPTRA, maka di Jakarta suatu hari tiap RW bisa ada satu RPTRA. Ini jauh lebih pen- ting daripada ngomong ra- pat tiap orang harus kita kenalin karena filosofinya, tiap rumah tangga punya kesusahan masing-masing sehingga orang butuh ko- munitas untuk silaturahmi," terangnya.

Made with FlippingBook HTML5