SP180228

Suara Pembaruan

28

Rabu, 28 Februari 2018

TPPUNarkoba Rp 6,4 Triliun Diungkap

[ J AKARTA ] B a d a n Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Pelaporan dan A n a l i s i s T r a n s a k s i Keuangan (PPATK) meng- ungkap tindak pidana pen- cucian uang (TPPU) narko- ba dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,4 triliun. Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan pihaknya be- kerja sama dengan PPATK, P o l r i , O t o r i t a s J a s a Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia dalam mendetek- si transaksi mencurigakan. "Dari jaringan sindikat lama kita kembangkan, ke- mudian kami mendeteksi transaksi sejumlah Rp 3,7 triliun, yang kedua, yang terbaru dan terbesar peng- ungkapan transaksi senilai Rp 6,4 triliun," ujar Arman, Rabu (28/2) siang. Ia mengucapkan, BNN akan bekerja dengan insti-

di luar negeri untuk mela- kukan pembayaran ke bank di luar negeri," katanya.

liki belasan aset properti di berbagai wilayah kota besar di Indonesia, sejumlah mo- bil mewah. Ia ditengarai ju- ga terlibat dalam jaringan sindikat almarhum Fredy Budiman, Togiman, dan Haryanto Candra. BNN sejak tahun lalu hingga saat ini masih meng- upayakan dan berkoordina- si dengan Kementerian Keuangan serta lembaga terkait untuk bisa memper- gunakan barang bukti TPPU untuk digunakan da- lam program P4GN. Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin menye- butkan, pihaknya selama ini memiliki tugas memberantas pencucian uang di mana da- lam praktiknya sering berko- ordinasi dengan penegak hu- kum, menciptakan sistem keuangan yang akuntabel, serta meningkatkan peneri- maan negara. [C-7]

Jaringan Devy

Dari 2014 hingga 2017, transaksi para pelaku men- capai Rp 6,4 triliun. Ada 14 negara yang menerima transfer jaringan Devy, mu- lai dari Tiongkok, India, J e p a ng , J e rma n , d a n Australia. "Me r e k a membuk a enam perusahaan supaya bisa membuka rekening di luar negeri dengan modus memberikan karyawan di perusahaan tersebut bonus berwisata keluar negeri. Kemudian karyawan mere- ka saat berwisata ditugas- kan membuka rekening bank untuk mempermudah transfer dari dalam negeri ke luar negeri," tutur Arman. Tersangka Devy memi-

SP/CARLOS ROY FAJARTA BARUS Deputi Berantas BNN Irjen Arman Depari (ketiga kiri) bersama Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin dan perwakilan OJK, Bank Indonesia, serta Bareskrim Polri menunjukkan pelaku dan barang bukti kasus TPPU jaringan Devy Yuliana di markas BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (28/2).

tusi tersebut untuk memba- tasi ruang gerak bandar ja- ringan narkoba dalam me- laksanakan operasinya. "Informasi ini kita dapat pada 2017 lalu, tersangka

utama atas nama Devy Yuliana yang memiliki be- ragam identitas. Pada 14 Februari lalu kita tangkap di Jakarta. Kita kembang- kan dan menangkap lagi

dua tersangka atas nama Hendy Rumli dan Fredy Heronusa Putra yang mela- kukan TPPU dengan modus importir fiktif, memalsukan invoice, membuka rekening

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker