SP180919

Suara Pembaruan

Utama

2

Rabu, 19 September 2018

Golkar Mainkan “Langkah Kuda” di Jabar?

P artai Golkar dikabarkan cemas menyusul penu- runan elektabilitas partai itu di Jawa Barat (Jabar). Pa- dahal, selama ini Jabar adalah lumbung suara nasional bagi Partai Golkar. “Kalau dibilang cemas, iya. Adanya beberapa kasus yang menimpa kader kami memang berpengaruh terhadap elektabilitas partai. Namun, Bapak (Ketua DPD Partai Golkar Dedi Mulyadi,

Red) masih santai. Dia sudah punya strategi,” kata sumber SP di kawasan Kemang, Jakar- ta, Selasa (18/9) malam. Sumber itu mengung- kapkan, sebagai Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi yang juga mantan bupati Purwakarta itu sudah me- nyiapkan sejumlah langkah. “Arahan beliau, kader menyi- apkan strategi ‘langkah kuda’

untuk mengatasi penurunan elektabilitas Partai Golkar. Kami tidak boleh kecolongan. Saya kira itu merupakan alarm bagi partai untuk terus berkreativitas Ini kita lakukan. ‘langkah kuda’menuju Pilpres 2019,” katanya. Yang dimaksud dengan “langkah kuda”, ujar sumber menjaring konstituen sebanyak-banyaknya.

itu, adalah dengan melakukan penyisiran suara di tingkat RT menjelang Pemilu 2019. Dengan cara seperti itu, sumber itu yakin Partai Golkar akan mengembalikan kejayaan mereka di Jabar. “Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pemi- lih terbesar di Indonesia, yakni lebih dari 31 juta pemilih. Jadi, koalisi kami harus menang di Jabar,” katanya. [W-12]

Optimisme Jelang Akhir Tahun Penyelenggaraan Event Internasional Gairahkan Perekonomian

[JAKARTA] Penyelenggaraan Asian Games XVII Agustus lalu dan disusul Asian Para Games, kemudian pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali pada 8-14 Oktober mendatangmendorongbelanja konsumsi infrastruktur, belanja operasional, dan mendatang- kan devisa dari kehadiran wisatawan mancanegara. Nilai tukar rupiah terhadap dolar mendorong daya beli turis asing yang membawa valas khususnyadolar.Kualitas belanjanyaakannaikdanpunya imbas ke pengeluaran selama wisatadi Indonesia.Kondisi ini merupakanmomentumsangat baik bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Sejumlah event internasional lainnya hingga akhir tahun nanti, seperti Tour de Singkarak, Aquatica Asia & Indoaqua 2018, dan berbagai festival budaya lain, menumbuhkan optimisme menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Tour de Singkarak dan Internasional Tour de Banyu- wangi Ijen merupakan dua acara yang sudah berlang- sung tiap tahun. Sedangkan Aquatica Asia & Indoaqua 2018, misalnya, dipromosikan akanmenjadi event perikanan paling inovatif di penghujung tahun ini. Selainmenghadirkan agenda pameran dan seminar acara ini juga menjadi ajang temu bisnis dari para pelaku usaha perikanan. Sesuai dengan tema Trans- form Aquaculture Business Into Industry 4.0 , event kali ini juga akan menghadirkan agenda yang terkait dengan dunia digital yakni dengan melibatkan para startup digital perikanan dan juga kompetisi antar penggiat teknologi untuk memecahkan masalah peri- kanan terkini melalui inovasi digital. Menurut ekonom Institute forDevelopment ofEconomics and Finance (INDEF) Bhima YudhistiraAdhinegara, berba- gai event berskala internasional yang sudah dan akan digelar di Indonesia, merupakan momentum yang sangat baik bertepatan dengan rupiah yang

yang dirasa kurang diatur dengan baik. “Okupansi hotel lebih diisi oleh non suporter. Itu karena kurangnya promosi dan juga akses tiket yang bermasalah. Semestinya tiket sudah dijual jauh-jauh hari dan ada jatah kuota antara suporter lokal dan luar negeri, supaya orang bisa mendapatkan kepastian dan mau datang ke Indonesia karena sudah yakin ia bisa menyaksikan pertandingan. Pembagian kuota berlaku untuk olimpiade dan Piala Dunia sehingga berhasil mendatangkan suporter khususnya dari luar negeri, “ kata Hariyadi, Rabu (19/9). Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kempar, Marni mengatakan, Asian Games merupakan momentum yang sangat bagus untuk menge- nalkan pariwisata Indonesia ke mata dunia.Ajang ini akan membawa dampakpositif bagi pariwisata, baik langsung, tidak langsung,maupun ikutan ( induced ). Dampak langsung adalah kedatanganwismanpadawaktu pelaksanaan event . Sedangkan, dampak tidak langsung adalah nilai promosi ataumedia values yang besar, karena selama hampir sebulan Indonesia menjadi pusat perhatianmedia Asia bahkan dunia. Sedangkan induced impact adalahdampak-dampak ikutan setelah event ini digelar, seperti semakin terkenalnya Jakarta, Bandung dan Palembang sebagai sport tourismdestina- tions , yang akanmenarik lebih banyak wisman di masa yang akan datang untuk berkunjung ke Indonesia. MenurutKepalaDinasKe- budayaanPariwisataSumatera Selatan, IreneCamelynSinaga, perkembangan industri pari- wisata di kawasan Sumatera Selatan, khususnyaPalembang mengalami peningkatan. Hal senada diungkapkan pelaku industri pariwisata seperti travel agent . Menurut ManagingDirector Ct Travel, Evilia Soleh kenaikan jumlah pembelian paket wisata sela- ma penyelenggaraan Asian

FOTO-FOTO:ISTIMEWA

Hariyadi Sukamdani

Bhima Yudhistira

melemah.

Siapkan booth danprodukyang menarik.Kemudianpemerintah bantupromosi produkUMKM khas daerah,” kata ia. Dengan banyaknya dam- pakpositif dari penyelenggara- an acara berskala internasional ke perekonomian Indonesia, pantas bila muncul harapan event serupa diperbanyak sejauh sesuai kemampuan anggaran. Perencanaan pe- nyelenggaraan harus matang, termasuk kerja sama dengan UMKM serta perhitungan efek domino bagi perekono- mian Indonesia. “Utamanya di sektor makanan, pakaian jadi, dan suvenir,” pungkas Bhima. Positif Secara terpisah, Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) HariyadiSukamdanimengakui, dampak positif event interna- sional terutama Asian Games 2018 pada industri perhotelan. Selain hotel yang sudah dise- wa panitia, keberadaan non suporter menambah naiknya jumlah sewa kamar. Hariyadi menyebutkan, peningkatan sewa kamar di Palembang, Sumatera Selat- an, naik sampai 80%, begitu pun dengan di Jakarta yang mencapai 80%-90%. Iamenyatakan, pengusaha perhotelan lebih mengharap- kan sewa kamar berasal dari suporter luar negeri. Namun, hal itu belum terasa signifikan yang kemungkinan akibat kurangnya promosi serta mekanisme pembelian tiket

Pasalnya, berbagai acara berskala internasional ini se- cara tidak langsungmembantu memperkuat rupiah di tengah pelemahan yang terjadi tahun ini. Penyelenggaraan berbagai event internasional menggai- rahkan perekonomian “Ini menciptakan blessing in disguise buat pariwisata In- donesia. Daya beli turis asing naik karenamerekamembawa valas khususnyadolar.Kualitas belanjanyaakannaikdanpunya imbas ke pengeluaran selama wisata di Indonesia. Efek lain ke konsumsi rumah tangga, bisnis rekreasi perhotelan, restoran dan jasa travel ,” ujar Bhima. Ia menunjuk acara per- temuan tahunan IMF-World Bank di Bali yang diklaim menghadirkan ribuan delegasi dari seluruh dunia. “Harap- annya setelah event selesai para tamu mengunjungi 10 ‘Bali baru’ lainnya. Jadi, ada pemerataan turis,” katanya. Ia menyebutkan, sektor yang perekonomiannya menggeliat tersebut adalah transportasi, pariwisata, jasa, makan, minuman dan hiburan. Selain itu, UsahaMikro Kecil Menengah (UMKM) juga kecipratan manfaat ekonomi melalui pembuatan dan pen- jualan pernak pernik acara tersebut. “Soal UMKMyang paling penting adalah dilibatkan. Posisi lokasi UMKM harus di titik yang paling banyak dilewati oleh peserta event .

Gamesmeningkat. “Transaksi potensial meningkat sampai ratusan juta rupiah selama penyelenggaraan. Dari kami

sendiri sudah mendatangkan puluhan wisman dari India dan Malaysia,” ungkapnya. [DFA/O-2]

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker