ID100906

jumat 6 september 2019

24

lasi di sekitaran LRT tidak berubah. Sehingga kebutuhan LRT jadi pertim- bangan kelayakan proyek. Selain itu di negara maju yang padat penduduk juga masih butuh solusi itu (pemban- gunan infrastruktur), tidak pandang ibu kota atau bukan,” ungkap Rico. Prospek Transportasi Darat Menurut ekonom Institute for De- velopment of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, prospek kredit sektor transportasi masih cukup bagus, khususnya transportasi darat. “Transportasi darat prospeknya masih positif karena adanya infrastruktur yang masif dibangun sperti jalan tol, jembatan, dan lain-lain. Sementara untuk transportasi udara menghad- api tantangan yang berbeda karena kenaikan biaya operasional. Jumlah penumpang pesawat turun signifikan dalam1 tahun terakhir,” terang Bhima. Selain transportasi udara, trans- portasi laut masih belum dapat men- ingkat. Hal tersebut terimbas oleh penurunan volume ekspor impor kar- ena adanya perlambatan permintaan scara global. “Jadi bank disarankan untk lebih selektif memilih sub sektor transportasi mana yang prospeknya masih positif,” ucap Bhima.

pada sektor transportasi sendiri pada semester I-2019 tercatat sebesar Rp 18,0 triliun tumbuh 13,0% diband- ingkan posisi Juni 2018,” kata Herry. Dari aspek kualitas, NPL untuk sek- tor transportasi tercatat pada kisaran 1,5-2,0 % pada semester per tama. “Untuk kedepannya, mengingat po- tensi yang masih besar pada sektor ini seiring dengan perkembangan indus- tri transportasi, terutama transportasi umum yang menjadi fokus dalam pembangunan seperti pembangungan moda transportasi umum seperti LRT dan pembangunan sarana transportasi lainnya. Sehingga penyaluran kredit pada sektor ini kami proyeksikan dapat tumbuh pada kisaran 10-12% (yoy) pada akhir 2019,” papar Herry. Direktur Manajemen Risiko BNI Rico Rizal Budidarmomenjelaskan, se- belummenyetujui menyalurkan kredit infrastruktur, baik kredit korporasi maupun kredit sindikasi, perseroan sudah menentukan berbagai pertim- bangan. Pihaknya menilai, kredit sek- tor transportasi masih cukup menarik, terlebih ada ibu kota baru. Namun, pihaknya tidak hanya akan fokus di ibu kota, tapi akan merata. “Kami masih ikut (proyek LRT), karena saya rasa lihat demand popu-

tor transportasi menyumbang 6% dari total kredit perseroan per semester pertama tahun ini. Untuk total kredit infrastruktur yang disalurkan BankMandiri sampai dengan semester I-2019 mencapai Rp 203,4 triliun atau tumbuh 22,6% (yoy) dari limit Rp 283 triliun. Jika dirinci, kredit infrastruktur untuk jalan tol sebesar Rp 17,1 triliun tumbuh 61,5% (yoy). Kredit infrastruktur ke sektor transportasi telah disalurkan sebesar Rp 39,6 triliun, tumbuh tipis 0,7% (yoy). Di sisi lain, PT Bank Negara Indone- sia (Persero) Tbk (BNI) mencatat sepanjang semester I-2019 penyaluran kredit korporasi mencapai Rp 285,34 triliun, tumbuh 26,6% (yoy). Untuk kredit sektor transportasi, pergudan- gan, dan komunikasi per akhir Juni 2019 sebesar Rp 19,33 triliun atau meningkat 2% dari tahun sebelumnya Rp 18,95 triliun. Kredit sektor trans- portasi tersebut berkontribusi 7% dari total kredit korporasi BNI. Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidhar ta mengungkapkan, sektor transportasi merupakan salah satu sektor yang membutuhkan pembiay- aan cukup besar terutama terkait dengan pembangunan infrastruktur transportasi. “Penyaluran kredit BNI

dukungan BankMandiri pada KAI un- tuk mengembangkan bisnis dan men- ingkatkan layanan kepadamasyarakat. “Kami berkomitmen untuk terus mendukung proyek-proyek strategis nasional termasuk sistem transportasi. Dukungan kepada KAI ini sangat penting karena dapat meningkatkan layanan transportasi massal di Tanah Air,” Kata Royke. Kerja sama dengan KAI tersebut, lanjut Royke, juga sebagai wujud sinergi dua badan usaha milik negara (BUMN) dalam mengakselerasi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan transportasi massal di Indonesia. Sampai dengan semester per- tama tahun ini Bank Mandiri telah menyalurkan kredit korporasi Rp 313,0 triliun, meningkat 21,2% secara tahunan ( year on year /yoy). Kredit korporasi perseroan menjadi mayor- itas atau sebesar 45% dari total kredit yang disalurkan. Secara konsolidasi, total kredit korporasi yang mencapai Rp 338,27 triliun, sebesar 66,9% merupakan kredit dalam rupiah, sisanya dalam valuta asing (valas). Sebesar 39,7% merupakan masuk kredit modal kerja dan 34,54% adalah kredit investasi. Jika dirinci, kredit yang disalurkan ke sek-

Oleh Nida Sahara

JAKARTA – Sejumlah bank melihat potensi bisnis di sektor transportasi, di tengah masifnya proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Diharapkan penyaluran kredit ke sektor transportasi dapat menggenjot pertumbuhan di segmen korporasi.

sektor transpor tasi darat, seper ti pembangunan jalan tol, transportasi udara seperti capex bandara, dan juga transportasi laut seperti pelabuhan untuk sarana dan prasarana,” terang Yusak ketika dihubungi Investor Daily , Kamis (5/9). Pihaknya terus mendukung pem- bangunan infrastruktur nasional, salah satunya dengan aktif mengucurkan kredit ke sektor transportasi. “Kami cukup lengkap dan kami suppor t terkait sektor transpor tasi untuk mendukung program pembangunan nasional,” tambah Yusak. Sementara itu, Direktur Corpor- ate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar menjelaskan, penyaluran pinjaman tersebut merupakan wujud

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sa- lah satunya yang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia. Hal tersebut tercermin dengan penyaluran fasilitas non cash loan senilai Rp 2 triliun dan mem- berikan layanan Mandiri Vir tual Account untuk mendukung aktivitas bisnis PT Kereta Api Indonesia (KAI). Senior Vice President Corporate Banking II Bank Mandiri Yusak LS Silalahi mengatakan, sampai dengan akhir tahun ini perseroan masih memiliki sejumlah proyek di sektor transportasi yang akan disalurkan kredit. Proyek tersebut sudah masuk dalam pipeline perseroan tahun ini. “Kami ada pipeline proyek untuk

Investor Daily/ant

ber 2019. Tujuan utamanya adalahmengedukasi masyarakat tentang manfaat serta pengun- aan pembiayaan sebagai altern- atif pendanaan bagi usaha mikro dan menengah. Peserta kegiatan ini adalah pelaku industri UMKM, koper- asi, industri jasa keuangan, dan pelaku industri jasa keuangan di Samarinda. Selain itu hadir juga dari kalangan mahasiswa, dosen, dan peneliti, pemerintah daerah atau dinas daerah, dan masyarakat umum calon pem- beri dan penerima pembiayaan fintech lending . Terdapat lima kegiatan dalam acara Fintech Days 2019, yaitu OJK Goes to Campus, media visit , radio talk show , seminar na- sional, dan pameran penyeleng- gara pinjaman online. Selain itu, AFPI juga menyelenggarakan pameran di Big Mall Samarinda yang diikuti 59 perusahaan penyelenggara fintech lending . Dalam palaksanaannya, AFPI juga memberi ruang dialog bagi masyarakat mengenai layanan keuangan fintech lending . Saat ini, terdapat 127 perusa- haan fintech lending yang telah terdaftar atau berizin di OJK Jumlah tersebut meliputi 119 penyelenggara bisnis konven- sional dan delapan penyeleng- gara bisnis syariah. OJK mencatat, hingga Juli 2019, akumulasi jumlah pinja- man daring sebesar Rp 49,79 triliun dengan jumlah outstand- ing sebesar Rp 8,73 triliun. Se- mentara itu, rekening pemberi pembiayaan sebanyak 518.640 entitas dan penerima pem- biayaan sejumlah 11.415.849 entitas. (c04)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mend- orong masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) untuk semakin memahami manfaat penggun- aan pinjaman online ( fintech lending ) sebagai sarana men- ingkatkan usahanya. Adapun wilayah Kaltimmemiliki pangsa pasar fintech lending terbesar dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. Menurut data OJK, saat ini Kaltimmemiliki akumulasi jum- lah pembiayaan, pemberi pem- biayaan ( lender ), dan penerima pinjaman ( borrower ) tertinggi dibandingkan provinsi lainnya di Pulau Kalimantan. Akumulasi jumlah pembiayaan di provinsi Kaltim mencapai Rp 494,66 miliar yang ditransaksikan oleh 4.435 entitas pemberi pinjaman dan 122.552 entitas penerima pinjaman. “Masyarakat har us dapat memanfaatkan pinjaman online secara optimal,” kata Kepala Kantor OJK Kalimantan Timur Dwi Ariyanto melalui keter- angan tertulis yang diterima Investor Daily di Jakarta, Kamis (5/9). Menurut dia, OJK mengarah­ kan agar keberadaan pinjaman online bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan pendanaan bagi masyarakat bawah khususnya usaha mikro, kecil, dan men- engah (UMKM) dengan lebih cepat dan mudah. Adapun edukasi serta literasi juga dilakukan melalui acara FintechDays 2019 di Samarinda. Acara tersebut digelar OJK dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang berlangsung antara 3-5 Septem- JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berencana mengem- bangkan platform digital khusus penyaluran kredit sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Plat- form ini akan mulai diujicobakan pada November 2019. Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan, segmen bisnis UMKM belum seperti yang diharapakan. Per Juli 2019, pertumbuhan masih pada kisaran 5%. Padahal, pihaknya mem- proyeksi bisa tumbuh hingga dua digit pada akhir tahun. “Sebenarnya bukan di pasarnya, tapi di proses bisnisnya yang belum bersaing. Itu sebabnya kami sedang membangun platform baru supaya kecepatan proses bisnis kami bisa

Sinergi Mandiri - KAI Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo (kedua kanan) menandatangani naskah perjanjian kerjasama disaksikan Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar (kiri), SVP Corporate Banking II Yusak L.S. Silalahi (kedua kiri) dan Direktur Treasury dan International Banking Darmawan Junaidi, di Jakarta, Kamis (5/9/2019). Dalam kerjasama ini, Bank Mandiri menyalurkan non cash loan senilai Rp2 triliun dan memberikan layanan Mandiri Virtual Account untuk mendukung aktivitas bisnis KAI serta diharapkan dapat mengakselerasi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan transportasi massal di Indonesia.

pemberian beasiswa kepada siswa berprestasi, bantuan untuk sekolah luar ciasa (SLB), padat karya tunai, dan pengobatan gratis. Hal tersebut sejalan dengan program BUMN Hadir Untuk Negeri yang digagas oleh Kementerian BUMN RI. “Sebagai tanggung jawab sosial, perseroan berkomitmen untuk terus membantu dan meningkatkan kese- jahteraan masyarakat dengan berbagai program CSR yang BRI miliki,” pung- kas Hari. (nid)

agar dapat segera kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” ungkap Corporate Secretary BRI Hari Purnomo dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Kamis (5/9). Sementara itu, tahun ini BRI telah memberikan berbagai bantuan CSR BRI Peduli kepada masyarakat di wilayah Papua dan sekitarnya. Bantuan yang diberikan berupa elektrifikasi r umah warga, pembuatan MCK, penyediaan sarana air bersih, bedah rumah masyarakat, pasar murah,

pemerintah dalammempercepat upaya pemulihan wilayah Papua pascaker- usuhan, perseroan menyumbangkan 3 perahu kepada Badan Penanggulan- gan Bencana Daerah (BPBD) untuk membersihkan sungai. Perseroan juga membantu perbaikan pos polisi yang mengalami kerusakan. “KehadiranBRI di tengahmasyarakat Papua merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat Papua. Diharapkan bantuan-bantuan tersebut dapat membantu masyarakat Papua

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indone- sia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibilty (CSR) BRI Peduli untuk korban ter- dampak kerusuhan di Jayapura, Papua. Bantuan tersebut berupa sembako senilai Rp 75 juta untuk para korban terdampak yang diserahkan melalui Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano. Bantuan sembako ini selanjut- nya diberikan ke dapur umum yang ada di tempat pengungsian. Selain itu, untuk mendukung upaya

pertambangan dan eksplorasi men- capai Rp 321 miliar tumbuh 11 % dari periode yang sama tahun lalu. Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan PT Timah Emil Ermindra mengaku, pembiayaan oleh Bank Mandiri tersebut sangat membantu oprasional bisnis. Seperti membantu dalam hal kelancaran pembayaran, cash flow , serta turut menjadi alat kontrol untuk perseroan. “Saat ini memang kami membu- tuhkan value chain karena sejak tahun lalu pemerintah menertibkan illegal mining . Sehingga volume produksi kami meningkat pesat. Ten- tunya sebagai BUMN sektor riil kami membutuhkan bantuan bank untuk membantu financing dari kebutuhan modal kerja,” kata dia. (c04)

Donsuwan menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari mewujudkan sinergi antarbadan usaha milik negara (BUMN). Selain itu, dise- butkan pada tahap awal Bank Mandiri akan menyediakan dana sebesar Rp 150 miliar untuk program pembiayaan kepada mitra PT Timah ini. Adapun dalam skema pembiayaan dapat mendukung PT Timah dalam menjalankan roda bisnisnya pada bidang pertambangan dan eksplorasi timah. Dan juga dapat menjadi benefit bagi para mitra PT Timah terkait ke- pastian pembayaran dan kenyamanan dalam melakukan transaksi bisnis antara PT Timah dengan mitranya. Hingga Juli 2019, total dukungan Bank Mandiri melalui bisnis SME ( small medium enterprise ) pada sektor

yang dibawa oleh nasabah,” jelas Donsuwan. Pembiayaan Timah Di sisi lain, dalam mendorong pertumbuhan lini bisnis konsumer Bank Mandiri juga giat lakukan pem- biayaan melalui cluster value chain . Terbaru, perseroan lakukan pem- biayaan khusus untuk mempercepat penerimaan pembayaran dan mem- perkuat likuiditas mitra PT Timah (Persero) Tbk. “Buat Bank Mandiri ini sangat penting karena brand -nya itu selalu dianggap bank korporasi. Jadi kami juga harus memperbesar portofolio kami untuk sektor UMKM. Nah , salah satu caranya adalah dengan masuk ke sektor value chain ,” ungkap dia.

mudah-mudahan di November sudah mulai uji coba, sehingga kami harap- kan di 2020 alat itu bisa membantu pertumbuhan di sektor UMKM ini,” ungkap dia. Sedangkan terkait besaran bunga, menurut dia hal tersebut tidak hanya mengacu pada penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR). Tetapi juga melihat besaran risiko, analisis dari aspek profit , juga komposisi dana murah dari nasabah ( current account saving account /CASA). “Jadi pembedanya ada dua, pertama risikonya, kedua transaksinya. Kalau transaksinya di Mandiri, risikonya kecil, ya ada yang kami kasih 8,5%. Jadi, bunga pinjmaman tidak melulu acuannya BI, tapi risiko dan CASA

menyamai pesaing. Karena di UMKM itu kan pricing bukan yang paling menentukan, tapi kecepatan proses yang menentukan,” kata Donsuwan di Jakarta, Rabu (4/9). Pada platform itu, lanjut Donsuwan, Bank Mandiri sudah menggunakan big data . Dengan demikian, data untuk mengambil keputusan seperti laporan keuangandariUMKMbisalebihlengkap dan cepat. Dia mengklaim, nantinya melalui platform tersebut proses bisnis akan selesai dalam satu hari. Adapun untuk data yang dihimpun, perseroan telahmemiliki basis nasabah tersendiri berikut denganmasing-mas- ing datanya. Pihaknya memproyeksi platform tersebut akan mulai tahap uji coba pada November mendatang. “Kami bangun (platform) sendiri,

Made with FlippingBook - professional solution for displaying marketing and sales documents online