ID190715

senin 15 JULI 2019

24

Investor Daily/IST

HERMANTO TANOKO FOUNDER & CEO TANCORP GROUP

D alam dunia bisnis ada tiga tipe pengusaha dan karyawan. Tipe pertama adalah profit oriented , y a i t u o r a n g y a n g mengukur segalanya hanya berdasarkan untung-r ugi. Sedangkan tipe kedua yaitu passion oriented atau orang yang bekerja berdasarkan gairah dan kecintaan terhadap pekerjaan, sehingga apa yang dikerjakannya memberi kesenangan atau kepuasan batin. Adapun tipe ketiga adalah purpose oriented , yaitu seseorang yang menjadikan pekerjaannya sebagai sarana untuk mencapai tujuan mulia, yakni membuat kehidupan orang lain lebih baik. Tipe manakah yang paling ideal untuk sebuah perusahaan? Dari ketiga tipe itu, Hermanto Tanoko, founder & chief executive officer (CEO) Tancorp Group, memilih tipe terakhir. “Filosofi purpose oriented selalu saya tekankan kepada seluruh pemimpin di gr up Tancorp. Filosofi inilah yang mendorong kami untuk terus berkembang,” tutur Hermanto kepada war tawan Investor Daily Amrozi Amenan di Surabaya, baru-baru ini. Mencari pimpinan, manajer, atau kar yawan bertipe purpose oriented jelas tidak mudah. Tapi dengan menetapkan target atau standar purpose oriented , setidaknya perusahaan akan mendapatkan sumber daya manusia (SDM) bertipe passion oriented . “Setidaknya jadilah passion oriented . Sebab jika bekerja semata menghitung untung-r ugi, mustahil kita bisa memberikan yang terbaik. Sebaliknya, kalau kita mau berbagi, perusahaan akan sehat dan berkembang pesat,” ujar pengusaha kelahiran Malang, 17 September 1962, itu. Bagaimana Hermanto Tanoko meng imp l emen t a s i kan f i l oso f i tersebut? “Itu saya wujudkan dengan fokus pada kebutuhan dan keinginan pelanggan dalam setiap keputusan bisnis yang saya ambil, baik dalam inovasi, pengembangan produk, maupun pelayanan,” papar dia. Kemampuan mengelola perusahaan ternyata diperoleh Hermanto secara otodidak.Mewarisi kegigihan, keuletan, kerja keras, kepekaan terhadap potensi masalah, dan kecepatan mengambil peluang yang diturunkan orang tuanya,

yang selalu saya terapkan adalah kalau kita selalu memikirkan pelanggan, hasilnya pasti akan luar biasa. Sebagai seorang leader , saya mengklasifikasikan tiga tipe pengusaha d a n k a r y awa n . T i p e p e r t ama adalah profit oriented , yaitu orang yang mengukur segalanya hanya berdasarkan untung-rugi. Orang tipe ini hanya akan bekerja berdasarkan apa yang didapat, hingga ia susah sekali diajak berjalan extra miles . Tipe kedua adalah orang yang bekerja berdasarkan passion oriented atau kesenangan. Ia memiliki gairah terhadap apa yang dikerjakannya. Orang-orang tipe ini hanyamengerjakan hal-hal yang akan memberinya kesenangan. Mereka percaya bahwa melakukan hal yang disenangi akan memberikan energi positif hingga menghasilkan pekerjaan yang lebih baik. Kemudian, tipe ketiga sekaligus tertinggi adalah purpose oriented . Pada tipe ini, seseorang bekerja karena memiliki tujuan yang mulia. Ia melihat pekerjaannya sebagai sarana untuk membuat kehidupan orang lain lebih baik. Sekalipun yang ia dapatkan tidak banyak dari apa yang dikerjakannya, orang tipe ini bekerja dengan hati untuk memberi arti dan makna bagi kehidupan orang lain. Filosofi ini selalu saya tekankan pada seluruh pemimpin di perusahaan dalam naungan Tancorp. Jika belum bisa menjadi orang yang purpose oriented , setidaknya jadilah passion oriented , sebab jika bekerja semata menghitung untung-rugi maka mustahil kita dapat memberikan yang terbaik. Nilai-nilai yang Anda tanamkan dalammembentuk budaya Tancorp? Ni l a i - n i l a i yang saya yak i n i keluhurannya dan cocok diterapkan dalammembentuk budaya perusahaan ada di dalam corporate culture Tancorp, yang biasa saya sebut Cinta. Itu akronim dari Customer Focus , Integrity , Nasionalisme , Teamwork , dan Agility . Customer Focus adalah bagaimana kita secara internal dan eksternal melayani pelanggan dengan baik. Integrity merupakan hal yang sangat penting bagi semua karyawan di setiap unit bisnis kami untuk dijalankan. Nasionalisme berar ti kami ingin setiap perusahaan di bawah naungan Tancorp bisa memberikan kontribusi serta manfaat yang positif terhadap masyarakat dan Bangsa Indonesia. Teamwork adalah value yang sangat penting untuk kami. Kalau ingin bersaing, kami harus berjalan secara kompak dalam tim, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sedangkan Agility adalah kecepatan, gesit tetapi tetap balance , tidak ngawur, semuanya tetap diperhitungkan secara matang. Dengan value Cinta, semua orang dalam lingkungan Tancorp memiliki prinsip bukan hanya dalam bekerja, namun juga untuk pertumbuhan secara personal. Obsesi Anda untuk masa depan Tancorp? Saya ingin semua bisnis unit dalam naungan Tancorp bisa ber tumbuh double digit setiap tahunnya dan memberikan kontribusi positif serta menyejahterakan banyak orang. Tancorp juga harus dapat meng­ ikuti jejak Tanobel untuk menjadi perusahaan terbuka dan memberikan kesempatan bagi seluruh karyawannya di level apa pun untuk menjadi pe­ megang saham. Melalui gagasan ini, Tancorp ingin membangun rasa me­ miliki setiap karyawan secara nyata. Perusahaan terbuka akan jauh lebih transparan dan bisa menjalankan prin­ sip-prinsip good corporate governance (GCG) dengan lebih profesional hingga pada akhirnya perusahaan bisa lebih langgeng, memiliki sustainability , lebih panjang, serta punya masa depan yang lebih cerah. Setidaknya itu telah dibuktikan Sariguna Primatir ta (CLEO) yang terus ekspansi, dan nilai sahamnya te­ rus naik. Apabila perusahaan mampu mencapai growth 30% setiap tahunnya, otomatis dari sisi profit juga naik sekitar 40%. Anda juga mendirikan HTF, apa tujuannya? Hermanto Tanoko Foundation atau HTF akan menjadi wadah berkegiatan ketika usia saya terus ber tambah. Mengurangi aktivitas bisnis, saya akan lebih banyak dalam kegiatan sosial. Melalui HTF, saya ingin

Hermanto berhasil membangun dan mengembangkan bisnisnya. Hermanto Tanoko, di bawah bendera Tancorp, tak cuma sukses mengembangkan bisnis cat secara eksponensial, tapi juga melebarkan bisnis di berbagai bidang. Tancorp kini memiliki delapan sub-holding . Beberapa unit usaha dengan pertumbuhan positif ia dorong untuk go public , seperti Tanobel (PT Sariguna Primatir ta Tbk), Tanrise (PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk), dan Manzone (PTMega Perintis Tbk), yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sandi saham masing-masing CLEO, RISE, dan ZONE. Dua unit usaha lainnya, Depo Bangungan dan Avian, juga segera melangsungkan penawaran umum perdana ( initial public offering /IPO) saham. Berikut penuturan lengkap peraih EY Entrepreneur of The Year 2017 Indonesia ini: Siapakah orang di balik kesuk­ sesan Anda? Ayah saya, Soetikno Tanoko dan ibu saya, Soeryani Tanoko. Kedua orang tua saya mengajarkan arti kegigihan dan keuletan dalammenghadapi hidup melalui cara mereka bekerja. Bagi saya, seorang entrepreneur harus memiliki mental juara, antusias, tangguh, dan berintegritas tinggi. Jiwa entrepreneur itu sudah ditanamkan sejak dini oleh orang tua saya. Sejak masih belia, saya sudah diajak menjalankan bisnisnya, diajari menginvestasikan uang saku saya dan mengelola uang hadiah tahun baru Imlek yang saya peroleh. Banyak nilai positif yang diwariskan orang tua saya yang mewarnai perjalanan hidup dan karier bisnis saya. Bagaimana perjalanan hidup dan karier bisnis Anda? Berbagai ujian saya lalui untuk meraih sukses. Pada 1962, dalam kondisi yang sulit, ayah saya membuka toko cat yang hanya berukuran 1,5 x 13 m2 di Wetan Pasar Malang. Ayah saya menjual cat impor karena waktu itu belum ada produsen cat lokal. Sejak berusia delapan tahun, saya sudah ikut membantunya berjualan cat di toko itu. Sebagai sosok yang kreatif, pekerja keras, ulet, pintar, dan selalu ingin memberikan nilai tambah kepada para pelanggan, ayah saya mampu menjadikan toko catnya berkembang

pesat, bahkan yang terbesar di Malang, hanya dalam kurun waktu beberapa tahun. Pada 1 November 1978, beliau resmi mengambil alih pabrik cat Avian di Sidoarjo, yang saat itu masih sangat kecil, hanya memiliki 18 karyawan. Pada 1982, saya yang sebelumnya mengelola apotek keluarga di Malang mulai ikut membantunya dan berkarier di Avian. Avian terus berkembang dengan keuntungan yang terus naik setiap tahunnya dan berekspansi hingga memiliki fasilitas produksi yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Dimulai dari produksi resin bahan baku cat pada 1986, Avian kini memproduksi sendiri bahan aditif, kaleng cat, metal printing , dan seluruh bahan baku lainnya, ser ta memiliki 86 cabang distribusi yang melayani 45.000 toko bahan bangunan. Avian juga membangun gedung research and development (R&D) di Sidoarjo, yaitu Avian Innovation Center (AIC) yang akan diresmikan pada 1 November 2019 dan disiapkan sebagai pusat pelatihan dan inovasi cat terbesar di Asean. Apa bisnis yang Anda kem­ bangkan selain Avian? Pertumbuhan Avian tak membuat saya berhenti, tetapi saya malah terpacu. Saat anak-anak saya sudah tumbuh dewasa, sejak 2003 saya dan istri mulai mendirikan beberapa perusahaan di luar Avian. Pada 2003, kami mengakuisisi perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK), namanya Anda. Dari situ, kami ciptakan brand air minum Cleo. Cleo berarti famous dalam bahasa Yunani. Kami pun ingin Cleo menjadi produk yang paling mudah dicari dan juga yang terbaik. Cleo berkembang pesat dan kini memiliki 23 unit pabrik, terbanyak di Indonesia dan akan terus bertambah 3-5 pabrik setiap tahunnya. Sebagai produk lokal, kami bangga Cleomampu bersaing dengan produk perusahaan asing yang telah mendunia. SelainCleo, ada beberapa bisnis lain, seperti hotel, apartemen, perkantoran, dan lainnya. Ekspansi dalam berbagai bidang bisnis mendorong saya mendirikan sebuah holding company Tancorp pada 2016, yang kini menaungi delapan subholding . Delapan subholding itu meliputi Tanbiz di bidang manufacturing , Tanobel di bidang food & beverage , Tanrise di bidang properti, Tanly di bidang hotel & hospitality , Tanworld di bidang network & retail , Tanlife di bidang beauty & healthy , Tanlink di bidang distributor company , dan TanCreation di bidang restaurant & cafe . Tantangan dan strategi Anda dalam mengembangkan Tancorp? Mengelola per usahaan adalah mengelola talenta-talenta di dalamnya. Tak mudah memang menemukan or ang - or ang yang t epa t un t uk memimpin dan mengembangkan berbagai bisnis yang sudah ada. Tapi, melalui holding company Tancorp, saya menaruh perhatian besar pada strategi pengembangan talenta-talenta muda dan pengembangan budaya organisasi. Saya mempelajari manajemen strategis secara otodidak saat diminta oleh ayah saya me- manage apotek keluarga. Di situ secara tidak langsung saya telah menerapkan prinsip-prinsip manajemen strategis. Saya berusaha mengenali kekuatan usaha, kekuatan pesaing, peluang yang ada, dan potensi permasalahan yang bisa saja muncul. Berdasarkan analisa keempatnya, saya menciptakan berbagai terobosan dalam layanan, pricing , dan produk yang lagi-lagi berorientasi pada kebutuhan pelang­ gan. Ini yang membuat apotek tersebut akhirnya menjadi yang paling laris di Malang waktu itu. Berbekal pengalaman sederhana saat r emaja inilah, saya mulai menerapkan pengalaman itu di setiap bisnis yang saya kembangkan, hingga setiap perusahaan yang saya kelola memiliki strategi dan arah yang jelas untuk bertumbuh serta memenangi persaingan. Gaya kepemimpinan dan filosofi Anda dalam memajukan Tancorp? S a y a g e m a r m e m b e r i k a n kesempatan dan tantangan kepada kar yawan untuk berkembang dan menumbuhkan perusahaan. Filosofi

Nama lengkap: Hermanto Tanoko. Tempat/tanggal lahir: Malang, 17 September 1962. Istri: Sanderawati Joesoef. Anak: Belinda Natalia Tanoko,

Melisa Patricia Tanoko, Robert Christian Tanoko, Caroline Novilia Tanoko.

Pendidikan: * Magister Management IBMT School of Management Surabaya (2011). Karier: * Komisaris Utama PT Avia Avian (1983-sekarang). * Direktur Utama PT Kasakata Kimia (1989-sekarang). * Direktur Utama PT Mitra Mulia Makmur (1993-sekarang). * Komisaris PT Tirta Kencana Tata Warna (2000-sekarang). * Direktur Utama PT Panca Kalsiumindo Perkasa (2000-sekarang). * Komisaris PT Sariguna Primatirta Tbk (2001-2009). * Direktur PT Tancorp Global Sentosa (2001-2010). * Komisaris PT Sanutama Sentral Sentosa (2002-sekarang). * Komisaris PT Sarinabati Husada (2002-sekarang). * Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (2003-sekarang). * Komisaris Utama PT Megadepo Indonesia (2004-sekarang). * Komisaris PT Caturkarda Depo Bangunan (2004-sekarang). * Direktur PT Royal Realty (2005-2018). * Direktur PT Tanrise Indonesia (2005-2011). * Komisaris PT Infarmind Farmasi Industri (2007-sekarang). * Komisaris PT Sarana Depo Kencana (2007-sekarang). * Presiden Komisaris PT Voda Indonesia (2008-sekarang). * Komisaris PT Tanrise Property Indonesia (2008-sekarang). * Direktur Utama PT Wotanindo Industrial Nusantara (2008-sekarang). * Komisaris Utama PT Sariguna Primatirta Tbk (2009-sekarang). * Komisaris Utama PT Kuta Uniti Tirta Abadi (2010-sekarang). * Komisaris PT Sentral Indah Primasentosa (2010-2012). * Komisaris PT Rodeco Indonesia (2010-sekarang). * Komisaris PT Vasa Imperial Prima (2010-sekarang). * Direktur Utama PT Global Sukses Makmur Sentosa (2010-sekarang). * Komisaris Utama PT Global Wisata Paradise (2011-sekarang). * Komisaris Utama PT Bahtera Anugerah Tiara Utama (2012-sekarang). * Komisaris Utama PT Sentral Indah Primasentosa (2012-sekarang). * Komisaris PT Anugerah Sukses Makmur Sentosa (2012-sekarang). * Komisaris PT Bahtera Tiara Gemilang (2012-sekarang). * Komisaris PT Berkat Sukses Makmur Sentosa (2012-sekarang). * Komisaris PT Karya Sukses Makmur Sentosa (2012-sekarang). * Komisaris PT Samudera Raya Sentosa (2012-2012). * Direktur Utama PT Moor Sukses Internasional (2012-sekarang). * Direktur Utama PT Samudera Raya Sentosa (2012-sekarang). * Direktur PT Sea Sentosa Indonesia (2012-sekarang). * Komisaris PT Kencana Tiara Gemilang (2013-2014). * Komisaris PT Tanly Internasional Manajemen (2013-2017). * Komisaris PT Sukses Okindo Kurnia Abadi (2013-sekarang). * Komisaris PT Surya Lautan Sentosa (2013-2015). * Komisaris Utama PT Avia Avian Industri Pipa (2014-sekarang). * Direktur Utama PT Bira Industri Rejeki Agung (2014-sekarang). * Direktur Utama PT Kencana Tiara Gemilang (2014-sekarang). * Komisaris PT Suryani Samudra Sejati (2015-sekarang). * Direktur Utama PT Tancorp Global Abadi (2015-sekarang). * Direktur Utama PT Surya Lautan Sentosa (2015-sekarang). * Komisaris PT Kencana Lintasindo Internasional (2016-sekarang). * Direktur Utama PT CMN Internasional Indonesia (2016-sekarang). * Komisaris PT Origin Resto Indonesia (2017-sekarang). * Komisaris Utama PT Sekawan Kosmetik Wasantara (2017-sekarang). * Direktur Utama PT Tanly Internasional Manajemen (2017-2018). * Direktur Utama PT Tanly Wisata Indonesia (2017-sekarang). * Direktur Utama PT Herbal Equiva Internasional (2018-sekarang). * Komisaris PT Tanrise Jaya Indonesia (2011-sekarang). * Komisaris PT Tanrise Mahkota Indah (2011-sekarang). * Direktur Utama PT Tanrise Indonesia (2011-2018).

Investor Daily/IST

P erjalanan hidup dan karier Hermanto Tanoko dalam meraih kesuksesan tak lepas dari pengalaman orang tuanya. Tahun 1960 adalah tahun yang sulit bagi keluarganya, sehingga mereka harus mengencangkan ikat pinggang. “Makan di rumah juga seadanya, nasi jagung dan ikan teri,” kisah founder & chief executive officer (CEO) Tancorp tersebut. Sekali waktu, ibunya, Soeryani Tanoko, ingin memasak opor ayam untuk anak-anaknya. Namanya seorang ibu, selalu terbesit perasaan ingin menyenangkan hati anak-anaknya. Masakan opor ayam sudah disiapkan di atas meja makan, anak-anak juga sudah kumpul dan siap menyantapnya. Saat itu, ayahnya pulang, pandangannya langsung tertuju ke opor ayam dan berucap, ”Bukan saatnya sekarang makan opor ayam.” Opor ayam pun batal disantap mereka. “Opor ayam akhirnya

dikasihkan ke tetangga,” tutur anak bungsu dari lima bersaudara yang rutin nge-gym , renang, dan jogging itu. Sepenggal kisah hidup keluarga itu tertanam dalam diri Hermanto sebagai nilai-nilai yang luhur dan selalu memacunya untuk meraih kesuksesan. “Ayah saya juga sangat inspiratif, punya visi ke depan,” ujar Hermanto Tanoko yang mengidolakan Presiden Jokowi, Lee Kuan Yew (mantan Perdana Menteri Singapura), dan Bill Gates (pendiri Microsoft). Pria yang gemar menyantap rujak petis tanpa cingur ini ingin anak-anaknya tak menghambur- hamburkan uang dan menjadi orang yang sukses. “Sungguh itu kisah yang saya selalu ingat dan menjadi pelajaran yang tak terlupakan,” tegas Hermanto, yang juga menggandrungi makanan khas tradisional Nusantara, seperti rawon dan soto. (ros)

sampai mereka benar-benar menjadi pelaku wirausaha. Kini sudah ada tujuh entrepreneur dan jumlahnya akan ter us bertambah. Nilai-nilai yang Anda wariskan kepada anak-anak? Saya ingin mereka juga me­ warisi value yang saya peroleh dari orang tua saya, tentang kerja keras, ulet, tangguh, dan tak pantang menyerah. Mereka juga harus punya visi ke depan agar selalu sukses. q

memberikan arti dan makna bagi banyak orang dengan cita-cita saya menciptakan satu juta wirausaha. Membantu orang-orang yang ingin bekerja tetapi tidak punya modal dan kesempatan untuk kerja. HTF memberikan bim­ bingan, pelatihan, dan fasilitas untuk berjualan. Mereka juga diajari cara membuat berbagai produk lokal dan merek yang benar, menentukan harga, ser ta mengelola keuangan

Made with FlippingBook Learn more on our blog