ID180831

JUMAT 31 AGUSTUS 2018

24

pemerintah, tapi yang bagus-bagus banyak, NPL juga rendah, hampir 0%,” ungkap dia. Suku Bunga Royke juga mengungkapkan, dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 125 basis poin (bps) menjadi 5,5%, pihaknya juga melihat ada ruang kenaikan suku bunga kredit korporasi. Dia menye- butkan, pada September mendatang perseroan akan menyesuaikan suku bunga kredit korporasi. “Ada pasti kenaikan, bunga BI sudah naik lebih dari 100 bps, kami juga akan menaikkan, rupiah dan dolar AS pasti naik. Tapi kami naikkan bertahap, tidak langsung, semester kedua ini pada September kami mulai adjust perkiraannya sampai 50 bps naiknya,” terang Royke. Mengenai kenaikan suku bunga kredit tersebut, pihaknya mengaku tidak takut permintaan kredit korpor- asi akanmenurun. Pihaknya justru op- timistis pertumbuhan kredit korporasi masih akan menopang pertumbuhan kredit secara total tahun ini. Adapun bunga korporasi Bank Mandiri mulai mendekati angka 10%. Angka tersebut sudah naik dibandingkan sebelumnya yang masih berada di posisi single digit . Pada kesempatan itu, Direktur Tre- suri dan Internasional Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan, pihaknya memiliki pernjanjian men- genai suku bunga floating kepada nasa- bahnya. Menurut dia, rata-rata suku bunga akan mengikuti referensinya secara otomatis, kenaikan suku bunga juga dilihat dari liabilitas. “Paling sensitif itu konsumer, dan semua bank juga sudah menaikkan, sekarang ada penyesuaian di bunga KPR, KKB. Tapi tidak semua juga, ada beberapa yang kredit lima tahun, dua tahun pertama fix , dan sisanya floating ,

Oleh Nida Sahara

Investor Daily/ist

inal yang tentunya tidak bernilai kecil. Melalui layanan bulk billing Mandiri Cash Management diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan pemenuhan transaksi perusahaan,” kata Adinata. Dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan implementasi awal sistem ini sejak Januari 2018 dan hingga kini telah terdapat 40 nasabah wholesale yang telah terintegrasi. “Hasilnya, dari 40 nasabah tersebut pada periode April-Juli 2018 tercatat telah dilakukan pembayaran pajak sebesar Rp 600 miliar dari sekitar 10.000 transaksi,” tutur dia. Bank Mandiri telah menjadi salah satu bank persepsi yang menerima setoran penerimaan negara dalam valuta rupiah dan dolar AS. Pada 2017, BankMandiri telahmemfasilitasi pem- bayaran penerimaan negara mencapai sekitar Rp 405 triliun, di mana Rp 207 triliun atau sebesar 50% merupakan transaksi pajak. The Remittance Product and Service of the Year General Manager Divisi Internasional BNI Henry Panjaitan (tengah) menerima penghargaan The Asian Banker Excellence in Retail Financial Service Awards untuk kategori “The Remittance Product and Service of the Year” untuk produk BNI Smart Remittance dari Managing Editor The Asian Banker (TAB) International Foo Boon Ping (kiri) didampingi CEO Banking Reports David Gyori. BNI Smart Remittance merupakan salah satu inovasi aplikasi pengiriman uang dengan jangkauan penggunaannya yang akan diperluas berbagai negara tujuan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengubah fokus penyaluran kredit dari yang berisiko tinggi ke berisiko rendah, seperti korporasi besar dan konsumer. Pada semester kedua tahun ini, perseroan memproyeksikan pertumbuhan kredit korporasi mencapai 15% secara tahunan ( year on year /yoy).

tur, perseroan juga masuk ke banyak jalan tol dan kelistrikan. “Hampir semua jalan tol kami masuk, dan kami juga sebagai lead ,” ujar dia. Royke juga memaparkan, perseroan mengubah fokus segmen bisnis dari sebelumnya menyalurkan kredit yang berisiko tinggi menjadi kredit berisiko rendah seperti kredit ke korporasi besar, karena perusahaan-perusahaan besar memiliki kinerja yang bagus. Di samping itu, perusahaan besar juga memiliki manajemen risiko yang baik sehingga perseroan tidak khawatir dengan kemampuan dari nasabah large corporate tersebut. Menurut dia, meskipun kurs volat- ilitas korporasi besar tapi mereka melakukan lindung nilai ( hedging ). “Mereka jugamengetahui suku bunga, trennya sedang naik, mereka paham dengan situasi dan banyak belajar dari sebelumnya. Jadi kami saat ini fokus di kredit large corporate ,” papar Royke. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah ( non performing loan /NPL) korporasi besar dinilai sangat rendah di bawah 1%. Untuk itu, segmen kredit ini menjadi tumpuan perseroan karena dalam large corporate terdapat banyak badan usaha milik negara (BUMN) yang memiliki rekam jejak bagus dan memiliki NPL rendah. “Kami cukup aktif di bisnis BUMN, terkait proyek

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, sampai dengan Juli 2018, penyaluran kredit Bank Mandiri men- capai Rp 668,32 triliun, tumbuh 11,32% dibandingkan dengan penyaluran kredit pada periode sama tahun lalu sebesar Rp 600,34 triliun. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar menjelaskan, perseroan melihat per tumbuhan kredit pada semester II-2018 masih mengarah ke segmen kredit korpor- asi, seperti infrastruktur, perusahaan besar ( large corporate ), kemudian seg- men kredit konsumer. Sampai dengan semester per tama, per tumbuhan kredit korporasi sebesar 15% (yoy). “Kami banyak di korporasi, secara year to date (ytd) itu bisa tumbuh 15% korporasi, kalau secara tahunan (yoy) bisa lebih tinggi lagi, bisa capai 20%. Tapi kalau kami proyeksi semester ke- dua tahun ini korporasi kami bisa 15%,” jelas Royke kepada Investor Daily , ditemui di Jakarta, Kamis (30/8). Royke memaparkan, untuk segmen korporasi, perseroan menyalurkan kredit ke sektor infrastruktur, oil and gas , dan CPO yang masih memiliki po- tensi bagus. Untuk bisnis oil and gas , pihaknya mengaku harga komoditas saat ini membaik yang tercermin dari harga minyak yang juga meningkat. Kemudian, terkait kredit infrastruk-

(DJP) melalui mekanisme e-Tax Bulk Uploader . Sebagai mitra pengembang sistem ini Bank Mandiri berharap dapat meningkatkan kecepatan proses pembuatan ID Billing hingga men- capai 400 ribu transaksi per jam. Dengan demikian, nasabah akan mendapatkan kepastian untuk mem- peroleh ID Billing dalam waktu yang lebih singkat. Menurut SVP Transaction Bank- ing Wholesale Product Bank Mandiri Adinata Widia, penerapan mekan- isme e-Tax Bulk Uploader ini akan memanfaatkan layanan Mandiri Cash Management (MCM) sehingga dapat dengan mudah digunakan wajib pajak korporasi, terutama yang merupakan nasabah Bank Mandiri. “Layanan implementasi ini hadir dalam rangka memberikan solusi transaksi kepada perusahaan terkait kewajiban pembayaran perpajakan, dengan jumlah transaksi beserta nom-

yang fix ini yang naik, sisanya tidak ada,” imbuh Darmawan. Adapun kenaikan suku bunga untuk kredit konsumer sekitar 80 bps untuk bunga teaser . Sedangkanuntuk rata-rata suku bunga konsumer diperkirakan akan naik sekitar 25-50 bps, ini akan disesuaikan setelah adanya kenaikan bunga acuan BI menjadi 5,5%. “Bulan depan, September kami mulai naikin bunga. Akhir tahun ada yang otomatis referensinya naik pasti juga akan ikut naik, karena ada mix pri- cing -nya, tidak semua kredit,” jelas dia. Core Billing 2.0 DJP Sementara itu, Bank Mandiri men- dukung Kementerian Keuangan (Ke- menkeu) dalam upaya peningkatan penerimaan negara melakukan peng- uatan sistempembayaran pajak. Untuk itu, perseroan mengimplementasikan mekanisme pembuatan ID Billing secara massal berbasis file di Core Billing 2.0 Direktorat Jenderal Pajak

Made with FlippingBook flipbook maker