ID160315

SELASA 15 MARET 2016

24

Investor Daily/DAVID GITA ROZA

Best Foreign Exchange Bank in Indonesia 2010 - 2015 (1) Best Foreign Exchange Bank for Corporate & FI 2011 - 2015 (2) Best In Treasury andWorking Capital – SMEs 2015 (3) Best For FX Research & Market Coverage 2012 & 2015 (4)

(1) FinanceAsia (2)  Alpha South East Asia

(3)  The Asset (4) AsiaMoney

Terdepan, Tepercaya. Tumbuh bersama Anda

Pada perdagangan sesi Asia Senin (14/3), AUD/USD kembali melemah seiring dengan sinyal perlambatan ekonomi Tiongkok yang ditunjukkan oleh data China Industrial Production dan Retail Sales yang lebih rendah dari pada ekspektasi (5.4% vs 5.6%) & (10.2% vs 10.9%). Pelemahan lanjutan terhadap AUD terjadi setelah Iran

Kurs Tengah Rupiah

14 Maret 2016 USD................. 13,060 SGD................... 9,500 EUR................. 14,516 HKD................... 1,683 GBP................. 18,732 CNY................... 2,010 JPY................... 114.99 THB.................. 371.82 AUD................... 9,836 MYR.................. 3,182

Sumber Reuters

mengumumkan untuk menambahkan kapasitas produksi minyak menjadi 4 juta barrel per hari yang diperkirakan akan kembali menekan harga minyak. Tren pelemahan USD terhadap rupiah masih terus berlanjut hingga menyentuh level USD/IDR 13,005, namun kembali diperdagangkan menguat ke level USD/IDR 13,060, karena pengaruh akan adanya kenaikan produksi minyak di Timur Tengah yang dapat mengakibatkan penurunan kembali harga minyak dunia. USD/IDR dibuka pada level 13,015/13,025, diperdagangkan pada level 13,005/13,060 dan ditutup 13,055/13,065. Sementara itu dari lantai bursa, indeks bursa regional ditutup menguat, di antaranya Bursa Efek Indonesia ditutup di level 4,877.53 (+1.32%), Strait Times 2,847.06 (+0.64%), Nikkei 17,233.75 (+1.74%), dan Hang Seng 20,435.34 (+1.17%). Beberapa data ekonomi penting yang akan dirilis hari ini antara lain JP Press Conference, US Core Retail Sales MoM, dan US PPI MoM. Catatan: Hasil analisis pasar ini dibuat oleh Bank Mandiri, yang merupakan prediksi pada situasi pasar terkini dan disa- jikan berdasarkan data serta sumber yang dapat dipercaya. Bank Mandiri tidak menjamin keakuratan dan kesempurnaan data, serta tidak menganjurkan untuk membeli atau menjual mata uang dan surat berharga tertentu.

Program Penghargaan BRI Unit Direktur Bisnis dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah BRI Muhammad Irfan (tengah) berbincang dengan Pemimpin Wilayah BRI Jakarta II Achmad Chairul Ganie (kiri) dan INS BRI II Ganefi di sela acara Program Penghargaan BRI Unit (PPBU) di Jakarta, Senin (14/3). Program Penghargaan BRI Unit (PPBU) ini telah dilaksanakan sejak tahun 1988 yang merupakan penghargaan /reward kepada pekerja jajaran bisnis mikro Bank BRI. Hingga akhir 2015, total pinjaman di segmen mikro tercatat tumbuh sebesar 16,8% secara Year on Year (yoy) menjadi Rp. 178,9 triliun, dengan jumlah nasabah sebesar 7,8 juta nasabah.

ribu orang sudah dapat menerima pengajuan pinjaman dari debitor atau calon debitor. Namun, persetu- juan dan proses lebih lanjut terkait pengajuan kredit tetap diproses di kantor cabang. “Agen Laku Pandai itu termasuk agen BRILink BRI. Tapi agen BRILink butuh waktu untuk naik (pangkat) menjadi agen Laku Pandai. Saat ini, total agen BRILink kami mencapai 50 ribu orang,” tutur dia. Dia berharap KUR BRI tahun ini dapat menjadi salah satu peno- pang pertumbuhan kredit segmen mikro perseroan. Sebelumnya, Ir fan mengatakan, tahun 2015 BRI menyasar kenaikan kredit di segmen mikro 19-20% secara year on year (yoy). Tahun lalu, outstanding kredit mikro BRI tumbuh 16,8% (yoy) menjadi Rp 178,9 triliun. Secara komposisi, portofolio bisnis mikro perseroan tetap terjaga sekitar 30% terhadap total kredit. “Terkait arahan untuk merealisasikan suku bunga kredit (nonsubsidi) menjadi single digit , kami sebagai bank mi- lik pemerintah tentu akanmengaw- al apa yang diinginkan pemerintah. Semua bank juga akan terkena ketentuan tersebut,” ujar dia.

ha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BRI Muhammad Irfan mengatakan, secara rata-rata pla- fon pinjaman KUR Ritel perseroan Rp 150 juta. Rata-rata kredit yang diambil debitor KUR Mikro sebe- sar 15 juta. Sedangkan rata-rata plafon pinjaman KUR TKI sekitar Rp 15 juta. Irfan optimistis perseroan dapat menyalurkan KUR minimal Rp 5,5 triliun setiap bulan. “Bahkan, kami mungkin sudah mencapai target KUR (Rp 67,5 triliun) awal Desember 2016. Kemudian dari segi jenis, target KUR ritel yang akan lebih dahulu dapat dicapai,” ujar dia. Sejauh ini, wilayah Indonesia yang banyak menyerap KUR BRI antara lain Makassar (Sulawesi Selatan), Denpasar (Bali), DIY Yogyakarta, dan Semarang (Jawa Tengah). “Salah satu strategi untuk mencapai target yang diberikan adalahmemberdayakan agen Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif) sebagai referral agent ,” ungkap dia. Mengenai referral agent , Irfan menjelaskan, agen Laku Pandai perseroan yang ada sebanyak 40

3,2 triliun kepada 12.236 debitor. Tahun ini, BNI menargetkan KUR sebesar Rp 11 triliun. Untuk mendorong penyaluran KUR, BNI telah menggandeng Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indone- sia (Perbarindo). Di sisi lain, Direktur Micro and Business Banking PT BankMandiri (Persero) Tbk Tardi menuturkan, tahun ini perseroan menargetkan penyaluran KUR Rp 13 triliun. Hingga saat ini BankMandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 2,11 triliun. “Hingga 10Maret 2016 kami sudah menyaalurkan KUR sebesar Rp 2,11 triliun kepada 49.994 nasa- bah,” terang dia. Tahun ini pemerintah menar- getkan penyaluran KUR sebesar Rp 100-120 triliun dengan suku bunga kredit sebesar 9%. Untuk itu, pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi sebesar Rp 10,5 triliun. Pada Februari 2016, pe- merintah menetapkan tambahan bank dan perusahaan pembiayaan penyalur KUR, dari semula tiga bank BUMN menjadi 19 bank dan empat perusahaan pembiayaan. Target Setiap Bulan Sementara itu, Direktur Usa-

Oleh Agustiyanti dan Devie Kania

JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan dengan suku bunga kredit sebesar 9% hingga 8 Maret 2016 mencapai Rp 20,56 triliun kepada 826.741 debitor. Dari total penyaluran KUR tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyalurkan Rp 16,76 triliun kepada 779.449 debitor.

Asmawi optimistis BRI dapat mencapai target penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp 67,5 triliun. Pihaknya pun sudahmeningkatkan jumlah penyalur KUR antara lain dengan merekrut sebanyak 10 ribu anak pedagang pasar. “Kami juga sudah memiliki 50 ribu agen BRILink yang sebagian sudah bisa melakukan referral kredit,” terang dia. Sementara itu, Direktur Uta- ma PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) Achmad Baiquni menuturkan, tahun lalu, BNI telah menyalurkan KUR Rp dengan cicilan bunga 0%. Adapun bagi pengguna kar tu berlogo MasterCard yang sering bepergian ke luar negeri, sambung dia, dapat menikmati fitur exchange rates yang kompetitif. Budiman menambahkan, pihak- nya telah menggandeng AirAsia Indonesia dan Think BIG Digital untuk menerbitkan kartu kredit co-brand yang ditujukan bagi trav- ellers di Indonesia bernama kartu kredit AirAsia BIG. Produk spesial ini memberikan rewards eksklusif bagi penggunanya dalam bentuk promosi harga, pengumpulan dan penukaran poin serta manfaat-man- faat lainnya. Adapun untuk mengakomodasi gaya hidup syariah, perseroan berinovasi dengan menerbitkan kartu spesial bertajuk kartu Sya- riah Gold. Seluruh transaksi yang dilakukan oleh pengguna kartu pembiayaan ini telah disesuaikan dengan akad-akad syariah. “Belum lama ini, kami telah menyerahkan hadiah paket umrah bagi penggu- na setia Kartu Syariah Gold yang memiliki nilai transaksi tertinggi, selama periode Oktober hingga Desember 2015 sebagai bentuk apresiasi,” tutur dia. Bank terbesar kelima di Tanah Air ini juga tidak melupakan seg- men premium. Untuk nasabah kelas atas tersebut, Bank CIMB Niaga memiliki kartu kredit World dan Visa Infinite yang memberikan konversi Krisflyer miles yang paling kompetitif di market , begitu

Direktur Utama BRI Asmawi Syammenuturkan, tahun lalu, BRI menyalurkan KUR Rp 16,2 triliun dengan jumlah debitor sebanyak 920.954. Sedangkan untuk penyalu- ran KUR tahun ini, hingga 8 Maret 2016, pihaknya telah menyalurkan KUR sebesar 16,76 triliun atau mel- ampaui penyaluran KUR perseroan pada tahun lalu. “Tahun lalu, kami menyalurkan KUR dengan bunga 12% sebesar Rp 16,2 triliun dalam 4,5 bulan. Tahun ini hingga 8 Maret kami sudah salurkan Rp 16,76 triliun,” ujar Asmawi di Jakarta, Senin (14/3). JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat jumlah kartu kredit perseroan yang beredar mencapai 2 juta lebih hingga akhir tahun 2015, meningkat 10% lebih dibandingkan tahun sebelumnya. Performa ini sekaligus menem- patkan Bank CIMB Niaga sebagai pemain terbesar ketiga di pasar kartu kredit nasional. Head of Retail Banking Prod- uct Bank CIMB Niaga Budiman Tanjung mengatakan, konsist- ensi perseroan dalam berinova- si untuk selalu menghadirkan beragam produk dan program kartu kredit yang menarik men- jadi kunci pertumbuhan positif tersebut. “Dengan basis nasabah yang sangat bervariasi, kami telah me- nerbitkan sembilan jenis kartu kredit untuk melayani seluruh segmen, mulai dari reguler, bisnis, spesial, hingga premium, termasuk kar tu kredit berbasis syariah. Didukung oleh jaringan Master- Card, Visa, dan JCB, menjadikan masing-masing produk tersebut memiliki beragam keunggulan,” ujar Budiman dalam keterangan ter tulis yang diterima Investor Daily , Senin (14/3). Untuk pengguna kartu kredit platinum, lanjut Budiman, per- seroan menyediakan penawaran menarik di merchants yang bekerja sama dengan Bank CIMB Niaga, di samping fasilitas bebas iuran tahunan serta kemudahanmendap- atkan produk-produk ternama

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai melakukan pembahasan perjanjian bilateral dengan Bank of Thailand, dalam rangka mempercepat implementasi kerang- ka integrasi perbankan (Asean Banking Integration Framework/ABIF) yang berlaku tahun 2020. Perjanjian bilateral antara otoritas keuangan Indonesia dan Thailand tersebut diharapkan dapat diteken tahun ini. Direktur Internasional OJK Triyono me- nuturkan, pihaknya sudah menyelesaikan pembahasan perjanjian bilateral dengan Bank NegaraMalaysia (BNM) yang segera diteken pada April mendatang. Selain dengan otoritas Malaysia, OJK masih melakukan pembaha- san dengan otoritas perbankan di Singapura (Monetary Authority of Singapore) danmulai melakukan pembahasan dengan Bank of Thailand. “Dengan pihak Singapura masih berjalan, belum ada kemajuan. Kami juga mulai mel- akukan pembahasan dengan pihak Thailand,” ujar Triyono, akhir pekan lalu. Serupa dengan pembahasan perjanjian bilateral lainnya, pembahasan perjanjian dengan Thailand juga menekankan asas resiprokal. Dia pun memperkirakan pemba- hasan perjanjian bilateral dengan Thailand dapat rampung pada tahun ini. “Sepertinya pembahasannya akan lebih cepat dibanding- kan dengan otoritasMalaysia atau Singapura. Isunya dengan mereka (Thailand), mereka hanya minta penekanan aspek legalitas bank mereka yang sudah ada di sini (Indonesia),” terang dia. Adapun saat ini Thailand hanya memiliki satu bank yang beroperasi di Indonesia, yakni Bangkok Bank Pcl yang berstatus kantor cabang bank asing (KCBA). Oleh karena itu, setelah perjanjian bilateral tersebut diteken dengan Bangkok Bank sebagai Qualified Asean Bank (QAB), kendati berstatus KCBA, Bangkok Bank akanmemperoleh perlakukan seperti bank nasional. Sedangkan Indonesia belummemiliki satu pun bank yang beroper- asional di Thailand. “Mungkin ada bank lain dari sana yang ter- tarik ke Indonesia. Tapi tentu harus ada bank kita terlebih dahulu yang buka di Thailand, karena harus resiprokal. Mungkin saja nanti ada yang tertarik (bank asal Indonesia), tapi kami belum tahu,” terang dia. Selain negara-negara Asean, OJK berke- inginan untuk menjajaki kerja sama bilateral dengan sejumlah negara lain. Menurut Tri- yono, OJK telah mengirimkan surat kepada otoritas perbankan Arab Saudi untukmelaku- kan pembahasan terkait integrasi sektor ke- uangan antara kedua negara. Meski demiki- an, hingga saat ini OJK belum memperoleh respons dari otoritas negara tersebut. (nti)

Investor Daily/Emral Firdiansyah

Pemain Terbesar Ketiga Nasabah berada di Digital Lounge CIMB Niaga, Jakarta, beberapa waktu lalu. PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat jumlah kartu kredit perseroan yang beredar mencapai 2 juta lebih hingga akhir tahun 2015, meningkat 10% lebih dibandingkan tahun sebelumnya. Performa ini sekaligus menempatkan Bank CIMB Niaga sebagai pemain terbesar ketiga di pasar kartu kredit nasional.

ga memperdalam strategi untuk meningkatkan bisnis kartu kredit- nya. “Kami terus mengembangkan bisnis kartu kredit dengan lebih mengedepankan inovasi, sehingga tetap menjadi pilihan utama nasa- bah,” kata Budiman. (gtr)

dapat menikmati fasilitas regional golf privileges, yaitu complimentary green fee di sejumlah lapangan golf ternama di Indonesia dan lapangan golf yang ditunjuk di enam negara di Asia. Ke depan, Bank CIMB Nia-

juga dengan Ultimate JCB yang menawarkan konversi GFF miles yang juga paling kompetitif di market . Selain itu, kartu kredit World memberikan benefit bertaraf re- gional. Pemegang kartu kredit ini

Made with FlippingBook Online newsletter