ID170816

RABU 16 AGUSTUS 2017 2 INTERNATIONAL

atau sekitar 57,6% dari total tenaga kerja di tahun 2016 terletak di sektor informal. Sementara itu, sektor informal berkaitan dengan status pekerjaan di sektor pertanian yang porsinya paling besar terhadap total lapangan pekerjaan. Pada 2016, sektor pertanian menyerap 37,7 juta orang atau setara 31,9% dari total tenaga kerja. Jadi un- tuk mendorong penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian perlu terus dikembangkan. Menurut dia, pemerintah sebenarnya memiliki banyak rencana untuk me- ngatasi kesenjanganmulai dari reforma agraria, mengefektifkan bantuan non- tunai kemasyarakatmiskin dan lainnya. Namun, sejauh ini solusi tersebutmasih dilakukan secara parsial. Dia mencontohkan, reforma agraria belum sepenuhnya melakukan redis- tribusi lahan sehingga penurunan kesenjangan terkesan lambat. Kemu- dian, bantuan sosial seperti rastra di level implementasi sering terlambat. Pada 2017 bahkan terlambat hingga satu bulan. Ekonom Bank Permata Josua Pard- ede berpendapat, selain fokus mem- bangun infrastruktur hardware seperti membangun jalan, jalan tol, pelabuhan, pemerintah harus punya komitmen membangun infrastruktur software dalamhal ini SDM. Caranya, merevital- isasi pendidikan vokasi baik di tingkat menengah maupun tinggi, serta men- dorong kerja sama dengan dunia usaha, memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK dalam melakukan praktek kerja lapangan di industri. Menurut dia, dengan peningkatan SDM yang terdidik dan terlatih serta melakukan kerja sama antara SMK dan dunia usaha, dengan sendirinya pemerintah pun berperan langsung dalam menciptakan lapangan kerja. (dho/ac) 2020,” kata Retno. Indonesia juga akan mewujudkan vision 4.000 Peacekeepers 2019, termasuk melalui pengiriman satu batalyon komposit berkekuatan 800 personel, 100 individual police of ficers (IPOs) termasuk 40 polisi wanita, ser ta satu satgas Formed Police Unit (FPU) berkekuatan 140 anggota polri. Komitmen Indonesia terhadap ke- merdekaan Palestina terus dilanjutkan dan mendukung penuh resolusi DK PBB 2334, agar segera menghentikan pembangunan pemukiman ilegal. “Indonesia akan terus menggalang tekanan internasional bagi pencapaian solusi dua negara,” ujar Retno. Menjelang peringatan Hari Ke- merdekaan Republik Indonesia ke-72, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menggelar berbagai acara mulai dari seminar, talkshow, hingga pameran foto bertajuk “Diplomasi Indonesia”. (pya) amarah membara. Sementara Korut menanggapi hal itu dengan ancaman menyerang Guam. Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In pada Selasa mengatakan bahwa pihaknya akan menghindari Perang Korea kedua dengan segala cara dan tidak ada yang dapat memu- tuskan untuk melakukan tindakan militer tanpa persetujuan dari Republik Korea. Namun dia menambahkan bahwa tidak akan ada dialog sebelum Korut menghentikan provokasi nuklir dan rudalnya. Komentar Moon muncul setelah Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan Menteri Luar Negeri Rex Til- lerson menulis sebuah opini di The Wall Street Journal yang menegaskan bahwa AS tidak berminat untuk meng- ganti rezim di Korut. “Kami tidak mencari alasan untuk menaruh tentara AS di utara Zona Demiliterisasi. Kami tidak memiliki keinginan untukmenyakiti orang-orang KoreaUtara yang telah lamamenderita, yang berbeda dari rezim yang bermu- suhan di Pyongyang,” tulis mereka. Mattis dan Tillersonmeminta Tiong- kok, yang merupakan mitra dagang utama Korea Utara, untuk mengambil keuntungan dari kesempatan yang tak ada bandingannya untuk menegaskan pengaruhnya terhadap Pyongyang, dan menjinakkan tetangganya yang bersalah. (afp)

dipupuk dan ditumbuhkembangkan bersama. Keberagaman di tanah air telah menjadi aset diplomasi Indonesia dalam penyelenggaraan berbagai forum internasional. “Mengambil contoh Dialog Lintas Agama, Bali Demokrasi Forum (BDF), Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) yang menjadi primadona dalam Diplomasi Publik. Keberagaman In- donesia Merupakan Aset Diplomasi,” kata dia. Selain itu, Indonesia memiliki fokus untuk mengoptimalkan dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa demi berkontribusi nyata bagi per- damaian dunia, seusai amanat kons- titusi. “Indonesia akan sangat menghargai dukungan negara-negara sahabat untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB 2019-

bisa bekerja,” jelas dia. Keberagaman Aset Diplomasi Dalam kesempatan berbeda Wakil Menlu AM Fachir mengungkapkan bahwa para founding fathers Indonesia telah menyadari sejak awal bahwa ke- bhinekaan adalah modal bagi kehidu- pan berbangsa dan bernegara. “Kodrat bangsa kita adalah keber- agaman. Keberagaman di Indonesia dengan bermacam adat istiadat, bahasa, etnis, agama, hendaknya menjadikan kita semakin mempererat persatuan dan kesatuan, bukan se- baliknya menimbulkan perpecahan. Ke-bhinekaan kita sedang diuji,” ujar Wamenlu saat membuka secara resmi Seminar Sarasehan “Keindonesiaan Kita” di Jakarta, Rabu (19/7) seperti dilansir dari situs Kemlu. Dia menambahkan pentingnya pemahaman akan nilai toleransi dalam kehidupan berbagsa dan bernegara oleh seluruh anak bangsa harus terus

tersebut sebagai latihan provokatif untuk invasi dan sebelumnya telah memberikan moratorium pengujian nuklir dan rudal lebih lanjut dengan imbalan pembatalan mereka. Ini merupakan usulan yang didorong oleh Tiongkok, namun berkali-kali ditolak oleh AS dan Korsel. AS dan Korsel menegaskan latihan gabungan tahunan mereka murni defensif, dan tidak dapat dikaitkan dengan program rudal Korut, yang melanggar serangkaian resolusi PBB. Korut pada Selasa juga tampaknya menghubungkan nasib tahanan AS dengan ketegangan yang sedang berlangsung, mengatakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk mendiskusikan pembebasan mereka. Tiga warga AS, yang dituduh melakukan berbagai kejahatan terha- dap negara, berada di balik jeruji besi di negara tersebut. Tiongkok menanggapi baik pe- nundaan rencana tersebut dan menga- takan bahwa krisis nuklir Korut telah mencapai titik balik dan tiba saatnya untuk memasuki perundingan damai. Tiongkok, yang merupakan sekutu diplomatik Korut, dalam beberapa hari ini meminta AS dan Korut untuk mencabut retorika perang. “Kami sekarang berharap bahwa semua pihak terkait, dalam apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan, dapat berkontribusi untuk memadamkan api (dari situasi yang purna, namun sudah merasa bangga dengan pencapaian yang diperoleh Asean karena ada banyak yang hal yang dicapai bersama. Selain itu lanjut dia, ada pula tantan- gan yang dihadapi Asean ke depannya, yakni bagaimana satu asosiasi dapat mengatur kawasan tetap menjadi kawasan damai dan stabil serta dapat merespons tepat terhadap rivalitas major power . Di sisi lain, lanjut dia, perekonomian Asean akan terus meningkat di tahun- tahun ke depan. Kemajuan Asean di usianya yang ke-50 tak lepas dari komitmen mengutamakan stabilitas dan perdamaian di kawasan. “Jika Asean maju, maka harus maju bersama rakyatnya. Semua. Tidak ada rakyat sebelah sana yang tidak maju. Dengan perdamaian dan stabilitas ini, ekonomi Asean cukup tinggi di antara kawasan di dunia. Pada 2016, per- tumbuhan kita mencapai 4,7%. Kalau kawasan tenang dan damai, tentu kita

pers tahunan bahwa ada 14 hal yang menjadi fokus diplomasi Indonesia. “Untuk tahun 2017, diplomasi In- donesia akan difokuskan pada 14 hal, antara lain yang pertama adalah penguatan kontribusi Indonesia pada Asean dan kontribusi konkret Asean di kawasan,” ujar dia. Dalam kesempatan terpisah, Retno juga menceritakan mengenai peran Indonesia dalam dalam berbagai peristiwa penting di dunia, mulai dari berbagai peristiwa penting di dunia, mulai dari konflik Israel dan Palestina, hingga peringatan 50 tahun berdirinya Asean di bulan Agustus tahun ini. “Indonesia, sebagai negara yang paling besar, ekonomi paling besar, pendiri Asean harus bisa menjem- batani berbagai perbedaan,” katanya dalam acara Talkshow Menlu RI yang mengusung tema Diplomasi Indonesia di Kemenlu, Jakarta, Jumat (11/8), seperti dilansir dari situs Kemlu RI. Dia mengaku meskipun belum sem-

JAKARTA – Sejak Indonesia merde- ka pada 1945 hingga sekarang, di- plomasi masih menjadi mesin yang bekerja untuk memperjuangkan kepentingan nasional dan memberi- kan kontribusi bagi stabilitas dan per- damaian dunia. Bahkan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi sempat menyatakan dalampernyataan

Investor Daily/AFP PHOTO/KCNA VIA KNS/STR

Oleh Leonard AL Cahyoputra SEOUL – Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengatakan pada Selasa (15/8) dirinya menunda rencana serangan rudal ke area dekat Guam, teritori milik Amerika Serikat (AS) di Samudera Pasifik. Walau begitu ia tetap mengingatkan bahwa langkah pro- vokatif akan berlanjut jika terjadi tindakan sembrono oleh AS.

dan kedua 2017. Dia juga menegaskan, pemerintah mampumengelola neraca pembayaran dan defisit APBN dengan baik. Senti- men positif juga datang dari kinerja ekspor nasional. Per Juli 2017, berda- sarkan data BPS, ekspor meningkat 17% menjadi US$ 93 miliar. Adapun ekspor nonmigas naik 17% menjadi US$ 84 miliar. “Saya harap dalam jangka pendek bunga kredit bisa diturunkan, seh- ingga kredit bisa digenjot,” ujar TP Rachmat, di Jakarta, Selasa (15/8). Dalam jangka panjang, dia me- negaskan, daya saing Indonesia harus ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat global. Selain itu, kemudahan bisnis harus konsisten diperbaiki. “Yang tak kalah penting adalah sta- bilitas politik. Selama politik nasional stabil, Indonesia mempunyai masa depan cerah,” kata mantan presiden direktur Grup Astra ini. Ciptakan Lapangan Kerja Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Muhammad Sarmuji mengata- kan, untuk mengatasi kesenjangan dalam jangka waktu yang cepat, pe- merintah perlu fokus pada sektor yang menciptakan banyak lapangan kerja seperti pertanian dan manufaktur. Selama ini, kesenjangan terjadi karena pertumbuham sektor manufaktur dan pertanian tertinggal dari sektor jasa dalam penyerapan tenaga kerja. Selain itu, kata Sarmuji, kesenjang- an masih terjadi antardaerah karena optimalisasi potensi daerah tidak di- maksimalkan. Untuk itu, industri pen- golahan perlu dibangun di daerah kaya sumber daya alam agar nilai tambah bisa didapatkan oleh daerah penghasil. Demikian juga dengan pariwisata perlu dikembangkan di daerah-daerah potensial namun terbelakang seperti NTT dan daerah tertinggal lainnya. “Pemerintah harus mewujudkan pertumbuhan berkualitas. Itu bisa ter- jadi jika per satu persen pertumbuhan elonomi mampumenciptakan lapangan kerja optimal, mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Dengan berorien- tasi ke manufaktur, maka beberapa persoalan bisa diatasi,” tambahnya. Ketua Badan Pengurus Pusat Him- punan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) Bahli Lahadalia menga- takan, upaya yang bisa dilakukan pe- merintah untuk penciptaan lapangan kerja adalah mendorong investasi, tepat terlebih dahulu,” tambah dia. Beberapa analis mengatakan Kim sedang mencari kompensasi serupa kali ini, menggunakan ancaman rudal Guam sebagai pengungkit. Kemungki- nan ucapan dari Korurt menyasar pada latihan militer skala besar yang diada- kan setiap tahun oleh Korea Selatan (Korsel) dan AS, yang diperkirakan dimulai akhir bulan ini. “Ini adalah undangan langsung un- tuk berbicara tentang hambatan timbal balik pada latihan dan peluncur rudal,” kata Adam Mount, analis senior di Center for American Progress. Sementara John Delury dari Uni- versitas Yonsei di Seoul mengatakan bahwa Kim mengurangi tensi dengan menunda rencana Guam, setidaknya untuk saat ini. Korut selalu mengecam latihan

“Perubahan suatu kebijakan ber- dampak langsung bagi aktivitas dunia usaha dan perusahaan,” kata dia. Menur ut Rosan, inkonsistensi penerapan kebijakan harus dihindari. Sebab, hal itu akan menimbulkan kesan yang tidak bagus bagi investor, baik domestik dan luar negeri. Di sisi lain, Rosan mengimbau para pelaku usaha di dalam negeri agar mandiri dan tidak cengeng, meren- gek-rengek kepada pemerintah untuk mendapatkan berbagai kemudahan. “Kita harus siap. Semua harus balance . Pengusaha harus berperan aktif, tidak selalu merengek-rengek, minta sana atau minta sini, tapi tidak punya suatu konsep dan berperan aktif dalamusaha itu sendiri,” kata Rosan, awal pekan ini. Di sisi lain, Rosan juga menyoroti tentang merosotnya daya beli mas- yarakat, belakangan ini. Dia men- yarankan pemerintah untuk men- ingkatkan kualitas penyerapan APB- N-P 2017 agar dapat mendongkrak daya beli masyarakat. “Apabila APBN difokuskan pada sektor-sektor produktif dan pen- yerapannya lebih berkualitas alias tepat waktu, tepat anggaran, dan tepat proyek, konsumsi domestik di sektor rumah tangga akan ikut meningkat karena daya beli masyarakat naik. Dalam konteks ini, APBN harus menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Rosan. Di sisi lain, Rosan juga menekankan pentingnya pemerintah tidak menaik- kan tarif yang diatur pemerintah ( administered price ) hingga akhir tahun ini, seperti tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan 900 VA, ba- han bakar minyak (BBM) bersubsidi, dan elpiji bersubsidi. Sebab, katanya, menaikkan administered price adalah kontraproduktif. “Yang pasti, ketimpangan pendap- atan penduduk tidak bisa dihilangkan sama sekali. Itu sudah kodrat alam. Yang bisa dilakukan adalah mengu- ranginya,” tegas Rosan. Bisa Diturunkan Pemilik Triputra Group TP Rachmat menilai, kesenjangan sosial-ekonomi bisa diturunkan, seiring membaiknya perekonomian nasional. Hal ini terlihat pada pertumbuhan ekonomi yang stabil di level 5% pada kuartal pertama Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA melaporkan Kim mengadakan pengarahan untuk menunda rencana terhadap Guam, dalam sebuah ins- peksi pada Senin (14/8). Pengarahan diberikan kepada pasukan strategis yang bertanggung jawab atas unit rudal bersenjata nuklir. Tapi Kim mengatakan bahwa dia akan mencermati sedikit lagi tindakan bodoh dari orang Yankee, sebelum melaksanakan perintah apapun. Ia menjelaskan jika AS terus melakukan tindakan sembrono yang sangat ber- bahaya di Semenanjung Korea, Korut akanmengambil tindakan seperti yang telah dinyatakan. “Untuk meredakan ketegangan dan mencegah konflik militer yang ber- bahaya di Semenanjung Korea, perlu bagi AS untuk membuat opsi yang Sambungan dari hal 1

Keputusan Jong Un Gambar yang diambil pada 14 Agustus 2017 dan dirilis oleh kantor berita Korean Central News Agency KCNA pada 15 Agustus 2017 ini menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un (tengah) menginspeksi Command of the Strategic Force Angkatan Bersenjata Korut (KPA) di lokasi yang tidak disebutkan. Jong Un pada Selasa (15/8) mengatakan akan menunda rencana serangan ke dekat Guam.

ancamannya. Ketegangan telah men- ingkat sejak Korut menguji dua rudal balistik antar benua bulan lalu, yang tampaknya membawa banyak wilayah AS dalam jangkauannya. Menanggapi uji coba tersebut, Presiden AS Donald Trump meng- ingatkan Korut akan menghadapi

tegang), daripada menambahkan bahan bakar ke api,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying. Pengumuman Kor ut tersebut memicu kegembiraan di Guam. Para pejabat menyatakan sangat gembira bahwa Kim Jon Un telah mencabut

ing agar SDM terutama yang berada di daerah bisa langsung terserap ke industri. “Kunci untuk meningkatkan sera- pan tenaga kerja terletak pada linkage atau konektivitas antara institusi pen- didikan dan pasar tenaga kerja dalam hal ini industri. Linkage ini harus terus dibangun, bisa melalui sekolah vokasi maupunmelalui training-training yang bekerja sama dengan pihak swasta,” kata Bhima. Peran swasta, lanjut dia, bisa lebih dilibatkan dalam program pemagan- gan atau linkage dengan sekolah vokasi. Harapannya, banyak lulusan SMK atau sekolah vokasi yang lang- sung dapat terserap kerja. Menurut dia, beberapa perusahaan swasta bahkan telah melakukan pro- gram pemagangan untuk menyerap tenaga kerja lulusan SMA atau SMK. Hal ini dinilai efektif agar serapan tenaga kerja bisa lebih dioptimalkan dan masalah skill gap teratasi. Selain itu, untukmenciptakan lapan- gan kerja, pemerintah perlu memberi- kan perhatian khusus terhadap sektor informal. Sebanyak 68,2 juta orang

tenaga kerja yang rendah, timbul masalah penurunan daya saing. Dalam Global Competitiveness Index tahun 2016, posisi Indonesia turun dari 39 menjadi 41,” kata kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (15/8). Menurut Bhima, solusi untuk men- gatasi kualitas SDM yang rendah ada dua yaitu meningkatkan akses pen- didikan di daerah dan meningkatkan jumlah serta kualitas sekolah vokasi. Pemerataan pendidikan di daerah menjadi kunci, karena sebagian besar angkatan kerja lulusan SD dan SMP berada di daerah. Hal ini dikonfirmasi dengan tim- pangnya angka par tisipasi murni (APM) baik Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Data BPS menunjukkan bahwa lima daerah mempunyai APMdi bawah 60, yaitu Papua, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Papua Barat, dan Kaliman- tan Barat. Di Provinsi Papua, APMSMP hanya 49. Artinya, 51% penduduk berusia SMP (13-15 Tahun) tidakmemperoleh akses pendidikan SMP. Sementara itu, pengembangan sekolah vokasi pent-

utamanya yang menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu, menggerak- kan proyek-proyek padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal. Sedangkan untuk mengurangi kesenjangan yang tinggi, lanjut dia, pemerintah harus meluncurkan pro- gram-program yang meningkatkan pendapatan masyarakat. Pemerintah juga harus menghindari kebijakan-ke- bijakan yang dapat menurunkan daya beli masyarakat, misalnya kenaikan energi, perpajakan, dan mendorong efisiensi transportasi dan perhubung- an menjaga inflasi. Tingkatkan Kualitas SDM Pengamat ekonomi dari The Insti- tute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhis- tira mengatakan, produktivitas tenaga kerja Indonesia berada di bawah negara-negara tetangga. Data dari APO Productivity Database (2013) menunjukkan produktivitas tenaga kerja Indonesia hanya berada di angka 3,7%, lebih rendah dari Thailand (5,6%) dan Filipina (5,4%). “Otomatis dengan produktivitas

Made with FlippingBook HTML5