ID180828

seLASA 28 AGUSTUS 2018

24

kredit ringan karyawan, dan kredit agunan rumah. Fasilitas jasa dan layanan perbankan lainnya yang juga akan diberikan seperti bank garansi, surat kredit berdokumen dalamnegeri (SKBDN), cash management system , dan virtual account . Adapun, AP II berencana terus melakukan pengembangan bandara yang dikelola perseroan dalam rangka antisipasi lonjakan penumpang yang diproyeksikan akan mencapai lebih dari 100 juta penumpang per tahun pada 2025. Sebagai pengelola 15 bandara di Indonesia, Angkasa Pura II menyiapkan dana guna mengem- bangkan usaha dan peningkatan fasil- itas bandara baru yang akan dikelola. Dalam pemenuhan kebutuhan dana capital expenditure ( capex ) tersebut, Angkasa Pura II mencari pendanaan salah satunya dengan menggandeng anggota Himpunan BankMilikNegara (Himbara) yakni BTN. Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan AP II Andra Agussalam mengungkapkan dengan adanya dana investasi dari BTN sebesar Rp 1 triliun, akan mempercepat pengembangan infrastruktur sejumlah bandara baru yang dikelola pihaknya. Beberapa bandara yang akan dikembangkan seperti Bandara Jember, Bandara Palangkaraya, hingga pengemban- gan Runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Pengembangan fasilitas dan in- frastruktur bandara akan terus kami lakukan untuk memaksimalkan pelay- anan. Dengan bertambahnya bandara yang kami kelola, kami optimistis dapat meraih pendapatan lebih dari 20% dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu,” jelas Andra.

perseroan. Direktur BTN Oni Febriar to R mengatakan pengembangan in- frastruktur, termasuk bandara, akan memiliki dampak berlipat ganda bagi industri lain. Pengembangan infrastr uktur, lanjut dia, mem- berikan stimulus bagi perekonomian masyarakat sekitar sehingga akan meningkatkan daya beli dan ekonomi pada kawasan tersebut. Melalui sinergi dengan AP II, kata Oni, menjadi langkah strategis perseroan untukmendukung pengem- bangan infrastruktur. “Selain rencana pemberian kredit korporasi senilai Rp 1 triliun ini, BTN membuka peluang kerja sama lainnya dengan AP II untuk mendukung ekonomi dalam negeri,” jelas Oni usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Sin- ergi Jasa Layana Perbankan bagi PT Angkasa Pura II (Persero) di Jakarta, Senin (27/8). Oni menjelaskan, beberapa peluang kerja sama yang bakal dijajaki adalah penyediaan jasa layanan dana, peman- faatan fasilitas kredit dan pembiayaan, serta jasa layanan perbankan lainnya. Beberapa layanan yang bisa diman- faatkan AP II seperti pengelolaan dana operasional korporasi, fasilitas kredit/ pembiayaan korporasi dalam bentuk kredit investasi, kredit modal kerja dan kredit sindikasi. BTN juga bakal memberikan pen- gelolaan dana konsumer bagi kary- awan AP II dalam bentuk tabungan dan deposito. Karyawan perusahaan pengelola bandar udara ini juga bisa memperoleh fasilitas kredit serta pembiayaan kredit konsumer di antaranya dalam bentuk kredit pemi- likan rumah/apartemen (KPR/KPA),

Rp 160,59 triliun. Dengan kinerja tersebut, BTN mencatatkan aset total sekitar Rp 264,51 triliun pada Juli 2018 atau naik sekitar 17,73% (yoy) dari Rp 224,68 triliun di bulan yang sama tahun sebelumnya. Menurut Iman, kendati ekonomi na- sional diwarnai kenaikan suku bunga acuan dan gejolak ekonomi global, BTN diyakini tetap kokoh ditopang fundamental funding perseroan yang kuat. Per Juni 2018, BBTN mencata- tkan secondary reserve senilai Rp 14,02 triliun. BTN juga memiliki dana pendamping jangka panjang berupa obligasi dan negotiable certificate of deposit (NCD) dengan outstanding per Juni 2018 senilai Rp 20,95 triliun. Hingga saat ini BTNbelummenaikkan suku bunga deposito counter rate, namun perseroan sudah menaikkan suku bunga deposito special rate se- besar 125 bps, sama dengan kenaikan suku bunga acuan BI tahun ini yakni 125 bps menjadi 5,5%. Sementara itu, untuk suku bunga kredit, perseroan baru menaikkan suku bunga per 1 Agustus 2018 sebesar 25-50 bps pada beberapa segmen. Adapun segmen tersebut di antaranya KPR yang memiliki bunga 10% dan bunga 10,5%. Pengembangan Bandar Udara Sementara itu, BTN akan men- gucurkan kredit korporasi senilai Rp 1 triliun untuk PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II. Pembiay- aan tersebut diberikan untuk men- ingkatkan pengembangan bandar udara di lingkungan AP II sekaligus dalam rangka mendukung sinergi badan usaha milik negara (BUMN) dan meningkatkan kinerja bisnis

jika orang mau ambil KPR harus men- abung, untuk mencicil, jadi kami tidak ikut yang 0%,” lanjut Iman. Iman menambahkan, optimisme tersebut juga didukung angka back- log di Indonesia yang masih tinggi. Selain itu, kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi opsi utama bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki rumah. Berdasarkan data bank sentral juga menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen atau sebanyak 75,21% menggunakan fasilitas KPR untuk membeli properti residensial. Kemudian sebanyak 16,13% memilih membeli hunian dengan skema tunai bertahap dan 8,66% dengan skema tunai. Adapun bisnis KPR juga ter us mencatatkan laju pertumbuhan positif dan di atas rata-rata industri perb- ankan nasional. Hingga Juli 2018, BTN mencatatkan penyaluran KPR dan pembiayaan pemilikan rumah (PPR) sekitar Rp 157,55 triliun. Posisi tersebut naik sekitar 22,07% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 129,07 triliun pada Juli 2017. Sement- ara, data Bank Indonesia merekam KPR dan KPA industri perbankan nasional hanya tumbuh di level 13,52% yoy per Juni 2018. “Kami meyakini akan ter us mencatatkan kinerja positif di atas rata-rata dan mencapai target bisnis pada akhir tahun nanti,” tegas Iman. Secara keseluruhan, hingga Juli 2018, kredit dan pembiayaan perseroan tumbuh di level sekitar 19,55% (yoy) dari Rp 178,58 triliun menjadi sekitar Rp 213,5 triliun. penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sekitar Rp 188,33 triliun atau naik 17,27% (yoy) dari

Oleh Nida Sahara dan Aris Cahyadi

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan gejolak ekonomi global tidak akan mengganggu kinerja bisnis perseroan. BTN tetap optimistis target tahun ini akan yang ditopang oleh relaksasi loan to value (LTV) dan aset tertimbang menurut risiko (ATMR), serta adanya aliran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

instansi lain. Pada semester kedua tahun ini, menurut Iman, perseroan juga kem- bali masuk dalamdaftar bank penyalur FLPP yang akan membantu mengur- angi beban biaya baik operasional maupun dana. “Dengan berbagai stimulus tersebut ser ta kesiapan BTN menggarap berbagai peluang bisnis yang ada, kami meyakini tetap mencatatkan realisasi kinerja bisnis sesuai target yang telah ditetapkan se- jak awal tahun,” jelas Iman di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/8). Untuk aturan LTV, Iman men- jelaskan, BTN fokus pada kredit sub- sidi small ticket size , sehingga sudah sejak lama memberikan KPR subsidi dengan uang muka ( down payment/ DP) 1%. Meskipun BI mengizinkan bank untuk memberikan KPR dengan DP 0%, hal itu untukmendidik nasabah dalammembayar cicilan. “Sebenarnya bisa 0%, tapi untuk alasan pendidikan,

Direktur Keuangan dan Tre- suri BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan, meskipun perekonomian nasional terpapar dampak dari gejolak ekonomi global dan adanya kenaikan suku bunga acuan, perseroan tetap optimistis mampu mencapai target bisnis yang telah ditetapkan sejak awal tahun. Pasalnya, pemerintah dan regulator telah membantu menstimu- lus sektor properti dengan berbagai kebijakan. Bank Indonesia, lanjut Iman, telah memberlakukan relaksasi LTV yang berlaku mulai 1 Agustus 2018. Begitu pula dengan paket kebijakan dari Otor- itas Jasa Keuangan (OJK) yang akan merelaksasi beberapa ketentuan sep- erti mengubah perhitungan ATMR, mengubah larangan pemberian kredit untuk pengolahan tanah bagi pengem- bang, mendorong pendanaan KPR melalui sekuritisasi, meningkatkan batas pembiayaan dengan agunan, dan meningkatkan koordinasi dengan

ANTARA FOTO/Ganang/HO/pras/ama/18.

tahun ini, perseroan baru menaikkan suku bunga kredit pada awal Agustus 2018 sebesar 25 bps di semua seg- men kredit. Vera juga menyebutkan, khusus untuk suku bunga KPR akan naik 70 bps, dan KKB akan naik 40 bps. Menurut dia, kenaikan suku bunga kredit tersebut akan mempengaruhi permintaan dari nasabah KPR dan KKB pada semester kedua tahun ini. Meski demikian, kenaikan suku bunga yang diterapkan perseroan tidak se- besar bank sentral yang menaikkan bunga acuan. “KPR dan KKB akan lebih rendah (per tumbuhannya) karena suku bunga meningkat. Ini karena nasabah yang sensitif kenaikan suku bunga itu akan melambat per- mintaannya, biasanya itu di KPR dan kendaraan bermotor, tapi tidak turun pertumbuhannya,” jelas Vera di Sedangkan Direktur KoinWorks Benedicto Har yono mengatakan, kolaborasi dengan Bank Mandiri akan memberikan perusahaan fintech seperti KoinWorks, kapasitas pem- biayaan yang lebih besar sehingga dapat memberikan nilai tambah ke- pada masyarakat. “Bank Mandiri diharapkan dapat menjadi institutional investor yang dapat memperluas pem- berian modal kerja bagi UMKM yang berjualan secara online yang semakin menjadi primadona dalam perkem- bangan ekonomi di Indonesia,” ujar Benedicto. (nid) Selanjutnya, perseroan akan menen- tukan mitra UMKM mana yang dapat memperoleh fasilitas kredit. Hasil seleksi dari Amartha dan Koin- Works diharapkan dapat membantu BankMandiri meminimalkan peluang terjadinya non performing loan (NPL) di kemudian hari. Bank Mandiri me- mastikan dapat menjangkau rentang nasabah UMKM yang lebih luas, sehingga dapat mengakomodasi ke- terbatasan dari mitra UMKM. Sementara itu, Direktur Amartha Aria Widyanto mengatakan, pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Bank Mandiri yang memiliki rekam jejak yang sangat baik dalam pem- biayaan UMKMdi Indonesia. “Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat membantu ribuan Ibu rumah tangga sekaligus pengusaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk mendapatkan tambahan modal dalam mengantisipasi perkembangan bisnis rumahan mereka,” kata Aria.

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 125 basis poin (bps) menjadi 5,5%, akan berdampak pada per- tumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) yang melambat pada semester kedua tahun ini. Sebab, kedua segmen kredit tersebut sangat sensitif dengan kenaikan suku bunga. Direktur Keuangan BCA Vera Eve Liem mengatakan, sejak April 2018 hingga saat ini perseroan sudahmelak- ukan penyesuaian dengan menaikkan suku bunga deposito sebesar 100 bps. Dia juga menjelaskan, bulan depan BCA juga akan kembali menaikkan suku bunga deposito sebesar 25 bps. Sementara itu, untuk suku bunga kredit, sejak BI menaikkan 7-Day Reverse Repo Rate (7DRRR) pada JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dan PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks), dua perusahaan finan- cial technology ( fintech ) peer to peer lending untuk membiayai UMKM konvensional dan online seller . Melalui kerja sama tersebut, ribuan UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia diharapkan dapat memperkuat modal kerja dan ekspansi pasar mereka. Pejabat Eksekutif Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan, sinergi perbankan kon- vensional dan perusahaan fintech sangat strategis untuk memberikan akses pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mereka mampu berkembang. Per Juli 2018, penyaluran kredit mikro produktif perseroan mencapai Rp 35 triliun, sedangkan kredit UKM Bank Mandiri pada Juli 2018 sebesar Rp 52 triliun. “Bank Mandiri akan memanfaatkan sinergi dengan Amartha dan Koin- Works untuk memperkuat penet- rasi pembiayaan hingga ke kelom- pok-kelompok usaha yang masih belum bisa dijangkau atau unbanked, karena struktur usaha dan arus kas yang masih belum memenuhi syarat bank konvensional,” kata Donsuwan dalam keterangan tertulis yang diter- ima Investor Daily , Senin (27/8). Dalam kerja sama tersebut, Am- artha dan KoinWorks akan merefer- ensikan mitra UMKM yang sesuai dengan kriteria kepada BankMandiri.

Kredit Sindikasi Pembiayaan Tol (dari kiri) Pemimpin Divisi BUMN & Institusi Pemerintah BNI A.A.G Agung Dharmawan, Direktur Utama PT Pemalang Batang Toll Road (PBTR) Supriyono, Direktur Teknik PBTR Arman D Panjaitan, Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidyakto, Wakil Direktur Utama Sumber Mitra Jaya Sumitra Gowindasamy dan Pemimpin Unit Sindikasi BNI Betty N Alwi berfoto bersama setelah penandatanganan Perjanjian Kredit Tambahan, di Jakarta, Senin (27/8). PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai Mandated Lead Arranger dan Bookrunner (MLAB) pembiayaan proyek jalan tol Pemalang Batang, menghimpun dana tambahan sebesar Rp1,9 Triliun secara sindikasi dari 14 bank konvensional serta bank syariah untuk total nilai proyek sebesar Rp7,49 Triliun.

kami naik kelas dari KPR ke UKM kredit usaha, seperti ruko, itu kami masukan ke segmen UKM. Kalau tidak dipindah KPR bisa tumbuh 9%, tapi karena Rp 6 triliun dipindah ke UKM,” terang Vera. Perseroan menargetkan pertum- buhan kredit hingga akhir tahun ini sebesar 8-10%. Namun, melihat pertumbuhan kredit sampai dengan pertengahan tahun sebesar 14%, maka pihaknya optimis akan melampaui tar- get kredit tahun ini. “Kami ekspektasi kredit tahun ini bisa tumbuh 11-12%, dari target kami 8-10%,” kata dia. Sedangkan untuk margin bunga bersih ( net interest income /NIM) diperkirakan akan terus menurun hingga akhir tahun. Hingga saat ini posisi NIM perseroan berada di level 6%, tidak ada perubahan dibandingkan dengan Juni 2018. (nid)

buh 11,9% (yoy) menjadi Rp 433 triliun, dengan disumbang dari kredit korpor- asi yang tumbuh 18,7% (yoy) menjadi Rp 160,7 triliun. Kemudian, kredit konsumer yang disalurkan pada tahun lalu sebesar Rp 124,5 triliun, tumbuh 18,4% (yoy). Jika dirinci, KPR pada semester I-2017 tumbuh 21,9% (yoy) menjadi Rp 75,3 triliun, penyaluran KKB se- besar Rp 38,2 triliun, meningkat 12,2% (yoy), dan outstanding kartu kredit sebesar Rp 11,1 triliun, naik 18% (yoy). Sedangkan kredit komersial dan UKM perseroan pada paruh pertama 2017 hanya tumbuh 1,2% menjadi Rp 148,3 triliun. Vera menjelaskan, melambatnya pertumbuhan kredit KPR dikarenakan nasabah naik kelas dari KPR menjadi kredit usaha kecil dan menengah (UKM) seperti ruko. “Karena nasabah

buhan kedua sektor kredit tersebut. “Biasanya akan melambat, tapi kami lihat nanti sampai akhir tahun,” ujar Vera. Sementara itu, pada semester per- tama tahun ini, kredit BCA tumbuh 14,2% secara tahunan ( year on year / yoy) menjadi Rp 494 triliun. Dengan didukung oleh pertumbuhan kredit korporasi yang meningkat 19,1% (yoy) menjadi Rp 191,4 triliun. Di sisi lain, kredit komersial dan UKM naik 15,1% menjadi Rp 174,8 triliun. Kemudian, kredit konsumer tumbuh 6% (yoy) menjadi Rp 128,2 triliun, yang terdiri dari KPR tumbuh 4% menjadi Rp 74,6 triliun dan KKB sebesar Rp 41,3 triliun naik 8,1%, serta outstanding kartu kredit tumbuh 10,8% menjadi Rp 12,3 triliun. Sementara itu, pertumbuhan kredit perseroan pada semester I-2017 tum-

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/8). Di samping itu, Vera mengatakan, dengan adanya pelonggaran loan to value (LTV) oleh BI yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2018, perb- ankan mulai menaikkan suku bunga KPR seiring dengan bunga acuan BI. Hal tersebut juga berdampak pada perlambatan permintaan KPR meskipun ada relaksasi LTV dari bank sentral. “Biasanya, per tumbuhan KPR awalnya melambat, karena banyak bankmulai menyesuaikan suku bunga KPR. Kami memperkirakan KPR dan KKB semester kedua ini melambat,” tambah Vera. Meski pertumbuhan KPR dan KKB bisa lebih lambat pada semester dua tahun ini, namun Vera tidak menyebut berapa potensi perlambatan pertum-

Made with FlippingBook Annual report