ID170718

selasa 18 juli 2017 2 INTERNATIONAL

Investor Daily/AFP PHOTO/TED ALJIBE

Oleh Leonard AL Cahyoputra  BEIJING – Tiongkok mencatat pertumbuhan kuar- tal dua yang lebih baik, berdasarkan laporan yang dirilis dari perkiraan pada Senin (17/7). Meski begitu para analis mengingatkan bahwa momentumnya tidak akan bertahan lama karena pemerintah terus gencar meredam lonjakan utang.

KIS (Kartu Indonesia Sehat) menjadi penting, supaya mereka punya modal bergerak ke depan lebih maju lagi,” papar dia. Dia menambahkan, peranan komo­ ditas makanan terhadap garis kemi­ skinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan pada Maret 2017 men­ capai 73,31%. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan kondisi September 2016, yaitu sebesar 73,19%. Suhariyanto mengungkapkan, jenis komoditas makanan yang berpenga­ ruh besar terhadap nilai garis kemiski­ nan di perkotaanmaupun di perdesaan adalah beras (23,28%), rokok keretek filter (11,66%), telur ayam ras (3,41%), serta komoditas lain, seperti daging ayam ras, mi instan, gula pasir, kopi bubuk dan kopi instan ( sachet ), serta bawang merah. “Untuk komoditas bukan makanan, yang besar pengaruhnya adalah biaya perumahan, listrik, bensin, pendidi­ kan, angkutan, kesehatan, dan per­ lengkapan mandi,” ucap dia. Makin Parah Kepala BPS Suhariyanto mengemu­ kakan, indeks kedalaman kemiskinan pada Maret naik menjadi 1,83, diban­ ding posisi September 2016 sebesar 1,74. Demikian pula indeks keparahan kemiskinan yang meningkat dari 0,44 menjadi 0,48 pada periode sama. Dia mengatakan, selama periode September 2016-Maret 2017, garis kemiskinan naik 3,45%, yaitu dari Rp 361.990 per kapita per bulan pada September 2016 menjadi Rp 374.478 per kapita per bulan pada Maret 2017. Sedangkan pada periode Maret 2016-Maret 2017, garis kemiskinan naik 5,67%, yaitu dari Rp 354.386 per kapita per bulan padaMaret 2016 men­ jadi Rp 374.478 per kapita per bulan pada Maret 2017. “Garis kemiskinan digunakan se­ bagai suatu batas untuk mengelom­ pokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Penduduk miskin Pemerintah telahmemangkas target pertumbuhan 2017 menjadi sekitar 6,5%, setelah meningkat 6,7% pada 2016, yang merupakan tingkat paling lambat dalam lebih seperempat abad. Sementara Nomura Group menaik­ kan perkiraan pertumbuhan 2017 dari 6,7% menjadi 6,8%. Perusahaan keuangan yang berbasis di Tokyo mengatakan dalam sebuah catatan bahwa pihaknya masih mengharap­ kan sebuah perlambatan bertahap karena sektor properti tampaknya akan kehilangan tekanan di paruh kedua. (afp) risiko keuangan selama Konferensi Kerja Keuangan Nasional pada akhir pekan, yang menetapkan langkah untuk reformasi. Xi mengatakan pemerintah akan terus memanfaatkan ekonomi mela­ lui kebijakan moneter yang hati-hati dan dengan mengurangi pengaruh di badan usaha milik negara. Konferensi tersebut menunjukkan bahwa pihak berwenang akanmengin­ tensifkan peraturan keuangan yang be­ lumpernah terjadi sebelumnya, melalui pengaturan organisasional yang jauh lebih terpusat dan diberdayakan. “Pengurangan hutang akan men­ jadi per timbangan penting dalam kebijakanmoneter,” kata ekonomANZ China Raymond Yeung. Ia memprediksi lebih banyak peru­ sahaan yang gagal bayar dan mem­ perketat kebijakan kredit antar bank. Meskipun ada perlambatan ekonomi, bagaimanapun, Yeung tidak berpikir akan segera memicu pengetatan moneter. Kalangan analis memperkirakan pembatasan yang lebih ketat pada pembelian proper ti dan pinjaman bank akan terus membebani ekonomi dalam beberapa bulan mendatang. Tapi perlambatan tajam di babak kedua tidak mungkin dibiarkan terjadi karena para pembuat kebijakan mem­ persiapkan sebuah kongres Partai Komunis yang penting akhir tahun ini. Komgres tersebut kemungkinan akan memperkuat posisi Xi sebagai pem­ impin paling kuat dalam satu generasi. “Oleh karena itu sangat mungkin pihak berwenang akan menggunakan sumber daya dan alat kebijakan yang mereka miliki untukmemastikan hasil ekonomi yang positif,” kata Citibank dalam sebuah catatan.

Suhariyanto mengakui, di satu sisi, persentase penduduk miskin ber­ kurang, meski tipis. Namun di sisi lain, jumlah penduduk miskin bertambah. “Persentasenya turun, padahal jum­ lahnya naik. Ini terjadi akibat pertam­ bahan jumlah penduduk,” tutur dia. Dia menegaskan, dalam menu­ runkan tingkat kemiskinan, kuncinya ada tiga. Pertama, menurunkan ke­ timpangan kesempatan penduduk. “Kedua, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, misalnya lewat pembangunan infrastruktur, supaya gampang membawa barang dari satu tempat ke tempat lainnya. Ketiga, social inclusion . Penduduk miskin harus mendapatkan akses ke pendidikan, kesehatan, dan lainnnya,” tandas dia. Suhariyanto menjelaskan, jika di­ rinci, persentase penduduk miskin lebih tinggi di perdesaan. Di daerah perkotaan presentasenya 7,72% atau turun dari posisi September 2016 sebesar 7,73%. Sedangkan di daerah perdesaanmencapai 13,93% atau turun dari posisi September 2016 sebesar 13,96%. Se l ama p e r i ode Se p t embe r 2016-Maret 2017, menurut Kepala BPS, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah 188,19 ribu orang (dari 10,49 juta orang pada September 2016 menjadi 10,67 juta orang pada Maret 2017). Adapun di daerah perdesaan berkurang 181,29 ribu orang (dari 17,28 juta orang men­ jadi 17,10 juta orang). “Masih ada disparitas tinggi antara desa dan kota. Di kota 7,72%, tapi di desa 13,93%, hampir dua kali lipat. Ini menunjukkan persoalan kemiskinan ada di perdesaan,” tutur dia. Untuk itu, kata Suhariyanto, upaya pengurangan tingkat kemiskinan harus difokuskan di wilayah perde­ saan yang 51% penduduk miskinnya bekerja di sektor pertanian. “Kita sejahterakan petani dan per­ baiki upah buruh taninya. Perluasan KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan Perekonomian tumbuh 6,9% pada April-Juni 2017. Angka tersebut sama seperti tiga bulan sebelumnya tapi lebih baik dari angka 6,8% yang ditun­ jukkan dalam hasil survei AFP . Menur ut data resmi, produksi industri tumbuh 7,6% pada Juni 2017, sedangkan penjualan ritel naik 11%. Kedua data ini lebih baik dari bulan sebelumnya. “Perekonomian nasional telah memp e r t a h a nk a n mome n t um perkembangan yang mantap dan baik di paruh pertama 2017, sehingga me­ letakkan landasan yang kokoh untuk mencapai target tahunan dan kinerja yang lebih baik,” kata juru bicara biro statistik nasional Xing Zhihong kepada wartawan. ing mengingatkan bahwa masih banyak faktor yang tidak stabil dan tidak pasti di luar negeri. Selain itu, kontradiksi struktural jangka panjang tetap menonjol di dalam negeri. Tapi para analis memperkirakan perlambatan ekonomi secara kes­ eluruhan. Julian Evans-Pritchard, ekonomTiongkok di Capital Econom­ ics memperkirakan hasil semester pertama di Tiongkok yang kuat tidak akan bertahan lama. “Tindakan baru-baru ini terhadap risiko keuangan telahmendorong per­ lambatan pertumbuhan kredit, yang akan membebani perekonomian se­ lama paruh kedua tahun ini,” kata dia. Fitch Ratings pada Jumat (14/7) mempertahankan rating A-plus un­ tuk Tiongkok, namun menyatakan bahwa utang yang terus meningkat dapat memicu guncangan ekonomi dan keuangan. Pernyataan tersebut menyusul keputusanMoody padaMei 2017 untuk menurunkan peringkat Tiongkok -untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade- karena kekhawatiran mengenai kredit yang membengkak dan pertumbuhan yang melambat. Investasi berlandaskan utang di sektor infrastruktur dan real estat telah mendukung per tumbuhan Tiongkok selama bertahun-tahun. Namun pemerintah telahmelancarkan penindakan terhadap penumpukan utang karena kekhawatiran akan men­ imbulkan krisis keuangan. Menurut media pemerintah, Pre­ siden Xi Jinping meminta peraturan yang lebih ketat untuk menindak  Sambungan dari hal 1

Tawaran Otonomi Presiden Filipina Rodrigo Duterte (tengah) berpose dengan Menteri Proses Perdamaian Jesus Dureza (kiri), Al Hajj Murad (dua kiri), ketua Moro Islamic Liberation Front (MILF), Ghazali Jaafar (dua kanan), wakil ketua MILF, dan Mohagher Iqbal (kanan), kepala juru runding MILF, saat menunjukkan draf Bangsamoro Basic Law (BBL) di Istana Malacanang di Manila, Senin (17/7). Duterte menawarkan otonomi sesungguhnya kepada minoritas Muslim Filipina untuk membantunya mengalahkan kelompok militan Islamis di wilayah selatan negara.

Kemenperin, tidak ada koordinasi, in­ tegrasi, pelatihan, apalagi kemudahan akses permodalan. “Pemerintah harus merangkul bi­ dang fiskal danmoneter untukmenga­ tasinya. Untuk tahap awal, pemerintah bisamemanfaatkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) BUMN untuk mengembangan wirausaha baru, misalnya BUMN perbankan. Tidak Tepat Sasaran Senada dengan itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univer­ sitas Padjajaran (Unpad) yang juga Peneliti Lembaga Pengkajian, Pene­ litian, dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Indonesia Ina Primiana menuturkan, dengan naiknya indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan, berarti kondisi kemiskinan di Indonesia semakin buruk. Itu terjadi karena program pemerintah tidak efektif akibat tidak tepat sasaran. “Ini juga akibat kondisi ekonomi yangmenurun yangmembuat pendap­ atan masyarakat ikut turun, banyak perusahaan yang tutup dan pengang­ guran baru tak terbantahkan lagi,” kata dia. Untuk mengatasi hal tersebut, kata Ina, programpengentasan kemiskinan tidak bisa dipukul rata atau disama­ kan, tapi harus dilihat kondisi atau penyebabnya. Pemerintah juga harus memperkuat kapasitas SDMdi daerah agar mampu menerjemahkan pesan pemerintah pusat dalam program pengentasan kemiskinan. Ina Primiana mengungkapkan, saat ini banyak dana dari pusat yang men­ galir ke desa, namun dana itu menjadi percuma apabila aparat setempat tidak mampu menggerakkan dana tersebut untuk pembangunan. “Yang paling penting, pemerintah juga harus membuat klasterisasi wilayah berdasarkan keunggulannya agar tercipta ekonomi lokal. Misalnya Jawa Barat untuk klaster industri karena 60% wilayahnya berisi industri manufaktur. Pemerintah harus all out agar hulu-hilir industri berkembang dan terintegrasi,” tandas dia. (tl) ngan agresif di luar negeri juga ikut diperiksa, termasuk Rossoneri Sport Investment Lux, – konsorsium yang baru saja membeli klub sepak bola Italia AC Milan – pemilik Club Med’s Fosun Group, dan HNA Group. Namun saat dimintai tanggapannya, baik regulator perbankan Tiongkok maupun Wanda tidak mengeluarkan pernyataan publik mengenai laporan itu. Sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir, Beijing mendorong perussa­ haan-perusahaan untuk berinvestasi di luar negeri dengan tujuanmenemukan pasar baru, akses teknologi, dan me­ ningkatkan pengaruh China Inc. Namun mereka berbalik khawatir dengan meningkatnya jumlah arus modal yang keluar, melemahnya mata uang Tiongkok, dan akuisisi-akuisisi yang berpotensi tidak sehat. Pihak berwenang juga bergerak agresif ke level khawatir terhadap hutang dan pinjaman berisiko di ten­ gah peringatan munculnya potensi pengaruh buruk finansial di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia ini. (afp/pya)

meningkat, berarti strategi pemberian bantuan belum tepat. Cash transfer belum mampu membuat masyarakat keluar dari problemkemiskinan. Nyat­ anya saat ini bantuan ibarat langsung memberi pakan ke ikan, tanpa ada program pendampingan,” papar dia. Eko menjelaskan, solusi untuk menurunkan persentase penduduk miskin dan mengurangi tingkat kep­ arahan kemiskinan tidak hanya dari sisi hilir. Program belanja sosial dan pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah saat ini adalah solusi dari sisi hilir. Sudah seharusnya pemerintah menjalankan solusi dari sisi hulu dengan menciptakan dan memperbanyak lapangan kerja. “Jadi, kenapa kemiskinan me­ ningkat, mereka bekerja tapi gajinya tidak cukup atau sama sekali tidak bekerja karena tidak ada lapangan kerja. Tugas pemerintah adalah men­ ciptakan lapangan kerja baru atau memperbanyak lapangan kerja yang sudah ada,” ucap dia. Eko Listiyantomengungkapkan, ter­ dapat tiga sektor yang bisa mengatasi kemiskinan dari sisi hulu. Pertama, mendorong program pembangunan pertanian yang selama ini menyerap tenaga kerja paling banyak. “Caranya, berikan insentif seperti harga agar petani bergairah. Peme­ rintah pun harus menyediakan lahan yang cukup dengan mengatasi alih fungsi lahan. Jugamelakukan pengem­ bangan kelembagaan, seperti mem­ bentuk kelompok tani di perdesaaan serta pendampingan pengembangan komoditas unggalan di setiap daerah,” tutur dia. Kedua, kata Eko, mendorong pem­ bangunan industri, terutama padat karya. “Untuk industri padat karya perlu diberi ruang lebih ketimbang industri yang padat modal. Industri padat kar ya jangan hanya dikejar pajak,” ujar dia. Ketiga, menurut Eko, menggenjot sektor kewirausahaan dengan men­ ciptakan banyak wirausaha baru. Saat ini, keberadaan wirausaha baru masih parsial dilakukan sejumlah kemente­ rian, seperti Kementerian UKM dan China Holdings senilai US$ 9,3 miliar. Bloomberg News menyebut transaksi dengan Sunac adalah kesepakatan properti terbesar di Tiongkok. Berdasarkan laporan yang dirilis Senin, Wanda sepertinya memper­ timbangkan dampak dari ancaman pemutusan pendanaan dan persetu­ juan regulasi sehingga berusaha keras membuat kesepakatan yangmengejut­ kan pasar tersebut. Akibatnya, harga saham Wanda Hotel Development merosot 7,25% di bursa Hong Kong pada Senin. Selain itu, perusahaan seperti Wan­ da – yang melakukan diversifikasi cepat dari properti komersial ke sektor hiburan, taman hiburan, olahraga dan lainnya – kini dilaporkan menghadapi kesulitan unuk melunasi utang terkait akuisisi. Dipimpin oleh Wang – salah satu pria terkaya di Tiongkok – Wanda mengaku bahwa pada bulan lalu, regulator perbankan Tiongkok meli­ hat potensi pinjaman berisiko yang dimiliki perseroan. Menurut Wanda, pada saat itu perusahaan-perusahaan lain yang melakukan investasi de­

pendukuk 20% atas sebesar 46,41%. “Sebagai perbandingan, pada Sep­ tember 2016, pengeluaran penduduk 40% terbawah mencapai 17,11%, pen­ geluaran penduduk 40% menengah 36,33%, dan pendukuk 20% atas men­ Ekonom Indef Bima Yudisthira mengungkapkan, faktor utama sta­ gnasi angka rasio Gini ada pada upaya penurunan angka kemiskinan yang belum maksimal. Pada Maret 2017, jumlah penduduk miskin bertambah 6.900 orang. Faktor berikutnya adalah soal pelemahan daya beli yang dirasa­ kan masyarakat menengah bawah. “Itu disebabkan penyesuaian tarif listrik 900 VA sejak awal 2017. Kemu­ dian inflasi dari komponen listrik me­ mukul daya beli. Di satu sisi, pada awal 2017 pendistribusian beras sejahtera (rastra) mengalami hambatan seh­ ingga konsumsi masyarakat miskin rendah,” ucap Bima. Pengamat ekonomi Eko Listiyanto mengatakan, naiknya indeks kedala­ man kemiskinan pada Maret menjadi 1,83 dibanding September 2016 sebe­ sar 1,74 dan naiknya indeks keparahan kemiskinan dari 0,44 menjadi 0,48 pada periode sama menunjukkan tingkat kemiskinan di Indonesia se­ makin parah pada periode September 2016-Maret 2017. “Kenaikan kedua indeks tersebut menggambarkan bahwa kondisi kemi­ skinan di Indonesia semakin parah karena di antara masyarakat miskin makin bervariasi atau makin lebar ketimpangannya,” tegas Eko. Menurut Eko, kondisi tersebut harus menjadi cambuk bagi pemerin­ tah untuk mengevaluasi belanja sosial dan programpengentasan kemiskinan yang sampai menimbulkan terjadinya realoksasi subsidi. Seharusnya, ketika anggaran meningkat, tingkat atau persentase kemiskinan bakal turun signifikan. “Kalau anggaran sudah dinaikkan tapi persentase penurunannya tipis, apalagi indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan capai 46,56%,” ujar dia. Daya Beli Melemah Journal melaporkan soal enam akui­ sisi yang dilakukan Wanda dalam be­ berapa tahun terakhir, yang sekarang sedang dikaji oleh regulator. Laporan tersebut menyebutkan, aksi pembel­ ian yang dilakukan Wanda tahun lalu adalah akuisisi terhadap perusahaan film legendaris Legendary Entertain­ ment – produsen film trilogi Batman terbaru dan Jurassic World – dengan nilai US$ 3,5 miliar, pembelian unit bioskop Cinema Group Holding AB di wilayah Nordik, dan jaringan bioskop Carmike Cinemas Inc di Amerika Serikat (AS). Menurut Wall Street Journal , yang dikutip dari dokumen salah satu bank yang berpartisipasi, regulator perbankan Tiongkok telah bertemu dengan beberapa kreditor milik ne­ gara (BUMN) terbesar pada 20 Juni 2017. Pertemuan tersebut bertujuan memberi tahu soal pengawasan yang dilakukan pemerintah. Laporan itu muncul sepekan setelah Wanda mengumumkan penjualan 76 hotel dan hampir semua kepemilikan terhadap 13 proyek terkait pariwisata lainnya kepada pengembang Sunac

adalah penduduk yang memiliki rata- rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan,” papar dia. Menurut Suhariyanto, persoalan kemiskinan bukan hanya dilihat dari jumlah dan persentase penduduk miskin semata, melainkan juga tingkat kedalaman dan keparahan kemiski­ nan. Soalnya, semakin parah tingkat kemiskinan di sebuah negara, se­ makin sulit mengentaskannya. “Kalau indeks kedalaman naikmaka tingkat kemiskinan semakin dalam, jarak antara pengeluaran penduduk miskin dan garis kemiskinan akan semakin jauh dan semakin sulit men­ gentaskan kemiskinan,” tegas dia. Suhariyanto menjelaskan, jika dili­ hat antara daerah perkotaan dan perdesaan, nilai indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan di daerah perdesaan lebih tinggi dari perkotaan. Pada Maret 2017, nilai indeks kedalaman kemi­ skinan daerah perkotaan sebesar 1,24 dan di perdesaan 2,49. “Nilai indeks keparahan kemiskinan perkotaan adalah 0,31, sedangkan perdesaan 0,67,” kata dia. Sejalan dengan stagnannya penu­ runan jumlah kemiskinan, rasio Gini pada Maret 2017 tercatat 0,393 atau nyaris tidak ada perubahan dari posisi September 2016 sebesar 0,394. Dalam rasio Gini, kian dekat level 1, semakin besar tingkat ketimpangannya. Jika dirinci, rasio Gini di perkotaan pada Maret 2017 tercatat 0,407, turun dari posisi September 2016 sebesar 0,409. Sedangkan di perdesaan, rasio Gini pada Maret 2017 sebesar 0,320, naik dibanding pada September 2016 sebesar 0,316. “Tingkat ketimpangan di kota me­ mang lebih tinggi dibanding tingkat ketimpangan di desa lantaran jarak an­ taramasyarakat bawah dan atas di kota jauh lebih besar dibanding kondisi yang sama di perdesaan,” tutur dia. Dia menambahkan, berdasarkan distribusi pengeluarannya (mendekati 12 mendekati timpang), pengeluaran penduduk 40% terbawah pada Maret 2017 mencapai 17,12%, pengeluaran penduduk 40% menengah 36,47%, dan SHANGHAI – PemerintahTiongkok menekanmiliarder Wan Jialin, pemilik DalianWanda Group (Wanda), dengan menghentikan pinjaman baru dan persetujuan regulasi atas kesepakatan- kesepakatan yang dilakukan oleh Wanda. Sebagaimana dilaporkan pada Senin (17/7), keputusan pemerintah tersebut diambil untuk menghukum Wanda karena dianggap telah mel­ anggar pembatasan investasi di luar negeri. Tindakan pembalasan dari sisi pera­ turan itumenandai kemunduran besar bagi perusahaan yang sebelumnya berkembang sangat pesat danmerupa­ kan salah satu di antara pemain paling agresif di Tiongkok dalammelakukan akuisisi di seluruh dunia. Namun kondisinya saat ini berbeda karena perusahaan-perusahaan swasta itu berlomba-lomba untukmengurangi utang. Tahun lalu regulator Tiongkok mulai mengeluarkan batasan tegas guna menstabilkan aliran uang ke luar negeri, serta mengingatkan tentang investasi yang dianggap tidak masuk akal. Bloomberg News dan Wall Street

Made with FlippingBook - Online Brochure Maker